Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Ade Armando Sering Singgung Perasaan, Persekusi Terhadapnya Wajar?

Ade Armando Sering Singgung Perasaan, Persekusi Terhadapnya Wajar?

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 13 Apr 2022
  • visibility 53
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Andre Vincent Wenas

Seumpama, maling atau perampok menjarah rumah Anda, lalu menggebuki Anda sang pemilik rumah. Tapi, kemudian orang malah menyalahkan Anda lantaran tidak memasang alarm. Lalu, Anda pun dipersalahkan lantaran selama ini sering update status di medsos tentang makanan, baju baru yang Anda beli, atau jam tangan yang keren. Katakanlah secara ekstrem Anda termasuk kalangan yang suka ‘flexing’ begitu.

Bagaimana? Apakah si maling atau perampok yang telah menjarah rumah serta menggebuki Anda itu – demi analisa yang berimbang – lalu bisa diringankan kesalahannya? Bahwa Anda digebuki dan rumah Anda dijarah itu adalah “wajar” sebagai konsekuensi sosial yang mesti Anda tanggung? Sekali pun Anda termasuk ‘Flexing’?

Itulah kira-kira gambaran sederhana tentang penyesatan logika terhadap situasi pengeroyokan Ade Armando baru-baru ini. Oleh sementara kalangan dibilang bahwa itu cuma “konsekuensi sosial” dari ulah “kekerasan narasi” Ade Armando di ruang publik. Katanya inilah dasar dari “analisa yang berimbang”. Duh!

Padahal, justru persis di situlah cacat logika, atau sesat berpikirnya.

Ade Armando, katakanlah bernarasi tentang apa yang ia anggap perlu untuk ditanggapi dalam wacana ruang publik. Maka apa pun yang dikatakan Ade Armando di ruang publik itu seharusnya dijawab dengan narasi tandingan (counter-narrative) yang juga argumentatif (logis) sifatnya.

Dengan begitu, terbangunlah suatu wacana (diskursus) publik yang sehat. Sehat artinya ya mencerdaskan, menambah pengetahuan, atau membuka wawasan (horizon pemikiran). Tapi, kalau kemudian malah memelintir isu pokok argumentasi dengan labelisasi sebagai “penista ini-itu” maka dialektika progresifnya pun hancur berantakan. Padahal Ade Armando sama sekali tidak (bermaksud) menista ini maupun itu.

Ini semacam Strawman Fallacy? Sesat logika dengan mengubah argumen lawan menjadi argumen baru (bisa dengan labelisasi tertentu) untuk kemudian diserang. Padahal argumen itu sama sekali tidak dikatakan atau dimaksudkannya. Sampai akhirnya ia jadi seperti “orang-orangan sawah” sebagai pengganti lawan bicara untuk diserang terus menerus.

Lagi pula, term “kekerasan narasi” itu pun mesti jelas dulu apa maknanya? Apakah soal kerasnya argumentasi Ade Armando? Artinya argumentasinya itu solid. Atau kah ia kasar dalam berbicara?

Apakah ia telah “menyinggung perasaan”? Argumentasi mana yang dianggap “menyinggung perasaan”? Menyinggung perasaannya siapa? Dan kenapa tersinggung? Atau kah – jangan-jangan – cuma lantaran argumentasinya tak mampu direspons maka jadi sakit hati? Baper?

Sehingga katanya – demi analisa yang berimbang – maka “bisa dimengertilah” kalau sekarang ia dianiaya oleh mereka yang selama ini jadi “korban kekerasan narasi”-nya Ade Armando. Waduh… ini pembenaran sepihak yang – maaf – ngawur. Labelisasi terhadap Ade Armando soal “penista ini-itu” pun bukankah hanya sepihak? Dan dengan semena-mena juga bukan?

Perlu diingat, bahwa di sini kita tidak (belum) bicara soal benar-salahnya narasi siapa. Karena justru dalam keberanian serta kemampuan berargumentasi dalam ruang publik (artinya bernarasi, artinya otak-atik-otak bukan saling-betot-otot) dalam wacana publik yang sehat maka kebenaran itu bakal semakin terkuak.

Narasi dijawab dengan narasi-tandingan yang lebih cerdas, bukan dibalas dengan persekusi-sadis yang lebih cadas!

Akhirnya, sekarang kita bisa mengerti jika Evelyn Beatrice Hall penulis biografi filsuf/sastrawan Voltaire dalam menggambarkan keyakinan Voltaire, menulis frasa:

I disapprove of what you say, but I will defend to the death your right to say it.” (Saya tidak sependapat denganmu, namun akan kubela mati-matian hak kamu untuk mengatakannya).

Bukankah itu esensi demokrasi? Politik narasi, bukan politik persekusi!

Rabu, 13 April 2022

Penulis merupakan Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis (LKS) PERSPEKTIF, Jakarta

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tidak Berpotensi Tsunami! Gempa Bumi Tektonik M3.4 Guncang Lembata

    Tidak Berpotensi Tsunami! Gempa Bumi Tektonik M3.4 Guncang Lembata

    • calendar_month Ming, 25 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Lembata pada Minggu, 25 Agustus 2019. Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi terjadi pada pukul 15:43:36 WITA dengan kekuatan M=3.4 Skala Richter dengan episenter terletak pada koordinat 7.92 LS dan 123.51 BT. Lokasi gempa bumi berada di laut pada jarak 61 km TimurLaut Lembata Provinsi […]

  • ‘Swab PCR Test’ Perdana di NTT, 1 Positif Covid-19 dari Klaster Sukabumi

    ‘Swab PCR Test’ Perdana di NTT, 1 Positif Covid-19 dari Klaster Sukabumi

    • calendar_month Sab, 9 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Hasil Swab PCR Test terhadap 24 sampel yang dilakukan oleh Laboratorium RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang pada Kamis, 7 Mei 2020 akhirnya membuahkan hasil dengan terkonfirmasi 1 (satu) pasien Positif Covid-19 dari klaster Sukabumi, sehingga total kasus di Provinsi NTT menjadi 13 kasus yakni 1 sembuh, 2 klaster gowa, […]

  • Kompol Cosmas dan Saudara Kembarnya Seorang Imam Katolik

    Kompol Cosmas dan Saudara Kembarnya Seorang Imam Katolik

    • calendar_month Ming, 7 Sep 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Loading

    Saat ini, Kompol Cosmas bahkan dipercaya sebagai ketua panitia tahbisan Imam dan Diakon Keuskupan Bogor yang rencananya akan dihelat pada Oktober 2025.   Jakarta | Kompol Cosmas Kaju Gae telah diberhentikan tidak dengan hormat terkait kasus tewasnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol dalam aksi demonstrasi di Jakarta; ternyata memiliki seorang saudara kembar bernama Pater Damianus Ria […]

  • Gubernur Viktor Segera Siapkan Studio Musik Untuk Anak-anak NTT

    Gubernur Viktor Segera Siapkan Studio Musik Untuk Anak-anak NTT

    • calendar_month Ming, 21 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Viktor Bungtilu Laiskodat, Gubernur 1 NTT didampingi Ibu Julie Laiskodat selepas dari kunjungan kerja dari Kabupaten Ende; setiba di Bandara El Tari Kupang langsung mengunjungi anak-anak NTT yang mengikuti Spesial Hunt Kupang Audisi Rising Star Indonesia di T More Hotel Kupang. Ditemui oleh gardaindonesia.id dalam sesi audisi spesial Hunt Kupang, Rising Star […]

  • Dinas Perikanan dan Kelautan NTT Budidaya Ikan Kakap Putih & Kerapu

    Dinas Perikanan dan Kelautan NTT Budidaya Ikan Kakap Putih & Kerapu

    • calendar_month Kam, 3 Sep 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Tanggal 5 September nanti, Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur genap dua tahun menakhodai NTT. Program-program strategis keduanya khususnya di bidang kelautan dan perikanan diharapkan sudah menjangkau banyak masyarakat NTT dalam meningkatkan taraf kehidupan mereka,” urai Karo Humas dan Protokol Setda NTT, Marius Ardu Djelamu dalam sesi konferensi pers di ruang Media […]

  • Rawat Kampung Adat Maghilewa, Yayasan Arnoldus Wea Bantu ‘Sound System’

    Rawat Kampung Adat Maghilewa, Yayasan Arnoldus Wea Bantu ‘Sound System’

    • calendar_month Ming, 18 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Loading

    Maghilewa, Garda Indonesia | Yayasan Arnoldus Wea Dhegha Nua menyerahkan bantuan berupa seperangkat sound system kepada Komunitas Pariwisata Kampung Adat (KOMPAK) Maghilewa, pada Sabtu 17 April 2021 pukul 13.00 WITA, di Sa’o Ine Wua, Kampung Maghilewa, Desa Inerie, Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penyerahan bantuan seperangkat sound system ini dilakukan oleh Reinard […]

expand_less