Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Adiknya Membantah, Prabowo Tak Punya Kebun Sawit

Adiknya Membantah, Prabowo Tak Punya Kebun Sawit

  • account_circle Rosadi Jamani
  • calendar_month Sel, 23 Des 2025
  • visibility 452
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Rosadi Jamani

Prabowo Subianto ini memang bukan tokoh sembarangan. Dalam satu tarikan napas, ia bisa tampil sebagai presiden tegas penyelamat hutan. Dalam tarikan napas lain, ia bisa menjelma, menurut para penuduh, sebagai raja sawit gaib yang berkuasa dari balik kabut Aceh. Pilihannya cuma dua, Prabowo adalah korban fitnah paling tragis dalam sejarah republik, atau justru pesulap agraria paling rapi yang pernah kita punya.

Di panggung pertama, berdirilah Hashim Djojohadikusumo, sang adik kandung sekaligus tameng hidup. Seharian kemarin, Hashim berteriak lantang di depan kamera, Prabowo tidak punya satu hektare pun kebun sawit di Indonesia. Nol. Nihil. Kosong seperti dompet rakyat jelang tanggal tua. Semua tuduhan, kata Hashim, hanyalah kerja influencer bayaran, bot media sosial, dan para koruptor sawit ilegal yang sedang panik karena 3,7 juta hektare kebun haram mereka mulai digusur negara. Logikanya mantap, lae. Kalau mafia sawit ketar-ketir, ya presidennya yang diserang duluan.

Tapi cerita republik tak pernah sesederhana siaran pers. Di sisi lain, JATAM muncul dengan peta, data, dan alis terangkat. Melky Nahar dan kawan-kawan menyebut PT Tusam Hutani Lestari, yang dikaitkan dengan Prabowo, sebagai bagian dari masalah ekologis Aceh. Lahan HTI puluhan ribu hektare di Aceh Tengah, Bener Meriah, Bireuen, sampai Aceh Utara dituding ikut menggerus hulu sungai. Tambang ada, sawit ada, banjir pun datang dengan gagah berani, Desember 2025.

Dasarnya apa? Jangan lupa arsip republik itu kejam. Di debat Pilpres 2019, Prabowo sendiri mengakui punya ratusan ribu hektare lahan. Katanya sih untuk kehutanan, bukan sawit. Tapi Jokowi waktu itu langsung menyebut angka dengan nada hafal di luar kepala, 120 ribu hektare di Aceh Tengah, 220 ribu di Kalimantan Timur. Seperti zombie yang tak pernah mati, isu itu bangkit lagi saat banjir datang, ditambah narasi viral, sebagian HTI itu sudah menjelma jadi kebun sawit ilegal, luasnya katanya tujuh kali Singapura. Entah ini data atau dongeng TikTok, publik keburu panas.

Aktivis lain ikut nimbrung. Ada yang menuntut permintaan maaf, ada yang mengingatkan pernyataan lama Prabowo bahwa sawit itu sama saja dengan pohon hutan. Alam rupanya tidak setuju, lalu menjawab dengan banjir bandang. Media pun terbelah, satu sisi teriak “lahan sawit milik Prabowo!”, sisi lain berbisik “itu hoaks murahan.” Sementara Prabowo sendiri tampil tenang, bahkan menyerahkan puluhan ribu hektare lahan untuk sanctuary gajah Sumatra. Pesannya jelas, mana mungkin raja sawit, wong gajah saja dikasih rumah.

Yang paling menarik, wak, justru keheningannya. Tidak ada laporan polisi. Tidak ada somasi ke JATAM. Padahal kata Hashim, ini fitnah keji dan serangan terorganisir. Tapi balasannya cuma bantahan di podium politik dan acara Natal. Publik pun bertanya-tanya sambil menyeruput kopi, kenapa tidak dibawa ke ranah hukum? Takut boomerang dan membuka detail kepemilikan lahan? Atau presiden baru ingin terlihat dewasa, kebal kritik? Atau jangan-jangan, ini memang drama yang dibiarkan hidup agar rakyat sibuk debat sawit, sementara agenda lain melenggang mulus?

Akhirnya, Prabowo berdiri di persimpangan mitos. Ia bisa dibaca sebagai penguasa sawit tersembunyi yang terlalu rapi untuk ketahuan. Atau sebagai korban konspirasi mafia sawit yang tak rela lahannya disapu negara. Semua data sudah berserakan, HTI ratusan ribu hektare, debat 2019, bantahan Hashim, tuduhan JATAM, banjir Desember 2025, sanctuary gajah, dan 3,7 juta hektare sawit ilegal yang katanya direbut pemerintah.

Silakan pilih versi kebenaranmu sendiri, wak. Atau terima saja satu kenyataan pahit, di negeri ini, kebenaran itu mirip kebun sawit, tumbuh subur di mana-mana, mengilap dari jauh, tapi begitu ditanya, “punya siapa?”, semua mendadak saling tunjuk ke hutan.(*)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Penulis: Rosadi Jamani

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Buah Naga Pakai Listrik” Petani Kefa Beralih dari Genset ke Listrik PLN

    “Buah Naga Pakai Listrik” Petani Kefa Beralih dari Genset ke Listrik PLN

    • calendar_month Sab, 21 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Loading

    Kefamenanu, Garda Indonesia | Program Electrifying Agriculture ‘pelistrikan pertanian’ PLN di Kefamenanu menjadi dorongan bagi pelaku usaha di Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Di sana banyak terdapat lumbung-lumbung bisnis yang dikerjakan oleh masyarakat maupun kelompok tani (Poktan) yang menanam dan mengolah Buah Naga dan Sayur Buncis di masa pandemi Covid-19. Pada […]

  • SUTT 150 kV Jeranjang – Sekotong Aman, PLN Sebut Sesuai Standar PerMen ESDM

    SUTT 150 kV Jeranjang – Sekotong Aman, PLN Sebut Sesuai Standar PerMen ESDM

    • calendar_month Ming, 27 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Loading

    Proyek SUTT 150 kV Jeranjang – Sekotong juga dipantau langsung supervisi konstruksi Pusat Manajemen Proyek (Pusmanpro) PLN yang bertanggung jawab atas manajemen konstruksi, proyek, dan pelaksanaan quality assurance & quality control untuk proyek-proyek ketenagalistrikan.   Mataram | General Manager (GM) PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra), Yasir, memastikan proses konstruksi hingga […]

  • PLN Perkuat Keandalan Kelistrikan Sistem Timor

    PLN Perkuat Keandalan Kelistrikan Sistem Timor

    • calendar_month Sab, 3 Des 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara berhasil melaksanakan proses backfeeding atau energize sistem 150 kV PLTU Timor 1 (2x50MW) masuk ke Plant Site. Backfeeding merupakan tahapan proses pembangunan pembangkit listrik yang memanfaatkan sambungan sementara energi listrik dari sistem 150 kV yang digunakan untuk pengujian kesiapan peralatan – peralatan (individual […]

  • Bom Bunuh Diri di Medan, Pelaku Gunakan Atribut Ojek Online

    Bom Bunuh Diri di Medan, Pelaku Gunakan Atribut Ojek Online

    • calendar_month Rab, 13 Nov 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Loading

    Medan, Garda Indonesia | Peristiwa Bom Bunuh Diri terjadi di Kota Medan Provinsi Sumatra Utara pada Rabu, 13 November 2019 pukul 08.45 WIB di Polrestabes Medan Jalan H.M Said Medan. Informasi yang dihimpun media ini telah terjadi bom bunuh diri yang diduga dilakukan oleh 2 (dua) orang yang masuk ke halaman Kantor Polrestabes dengan mengunakan […]

  • Prabowo dan Era Baru Energi Indonesia

    Prabowo dan Era Baru Energi Indonesia

    • calendar_month Rab, 25 Jun 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Yakub F. Ismail Upaya Indonesia menjawab tantangan ketahanan dan kemandirian energi nasional kini tinggal selangkah lagi. Optimisme itu muncul setelah Presiden RI, Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, di Istana Konstantinovsky, St. Petersburg, Rusia, Kamis, 19 Juni 2025. Pada pertemuan itu ada beberapa kerja sama yang berhasil disepakati antara kedua […]

  • PKM Psikologi Kristen IAKN Kupang di Panti Asuhan Rumah Anak Iman GKII

    PKM Psikologi Kristen IAKN Kupang di Panti Asuhan Rumah Anak Iman GKII

    • calendar_month Sab, 14 Des 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang, melalui program studi, Psikologi Kristen menghelat pengabdian kepada masyarakat (PKM), bertema, menemukan harapan di tengah luka: pelatihan psikospiritual dan trauma healing untuk meningkatkan ketahanan mental remaja awal pada Selasa—Rabu, 10—11 November 2024, bertempat di Panti Asuhan Rumah Anak Iman GKII Kupang. Hadir dalam kegiatan PKM tersebut Yuvine […]

expand_less