Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Aksi Heroik Petugas PLN Tantang Maut Agar Listrik Tetap Menyala

Aksi Heroik Petugas PLN Tantang Maut Agar Listrik Tetap Menyala

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 12 Agu 2025
  • visibility 161
  • comment 0 komentar

Loading

Para petugas harus memanjat dan merayap di atas kabel, puluhan meter di atas permukaan tanah. Mereka bergerak dengan penuh kehati-hatian, di tengah tiupan angin yang bisa mengoyak keseimbangan.

 

Kupang | Angin kencang di Pulau Timor memang menjadi momen menyenangkan untuk menerbangkan layang-layang. Namun, di balik kegembiraan itu, tersimpan risiko serius yang mengancam pasokan listrik dan keselamatan jiwa.

Sebuah pengorbanan luar biasa dari petugas PLN menjadi pengingat bagi kita semua tentang bahaya ini.

Pada Selasa, 29 Juli 2025, tim pemeliharaan PLN Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Kupang melakukan pemeliharaan darurat membersihkan benang dan layang-layang yang tersangkut pada Jaringan Transmisi 70kV di Tower 7, Jalur 1, antara Maulafa dan Naibonat.

Pekerjaan berisiko tinggi ini berlangsung selama empat jam.

Para petugas harus memanjat dan merayap di atas kabel, puluhan meter di atas permukaan tanah. Mereka bergerak dengan penuh kehati-hatian, di tengah tiupan angin yang bisa mengoyak keseimbangan.

Glenn E. Messakh (paling kanan) bersama rekannya menggunakan atribut keselamatan diri sebelum melakukan pemeliharaan jaringan. Foto : tim PLN

Glenn Enro Messakh, salah satu petugas yang melakukan aksi heroik ini, berbagi pengalamannya dengan logat Kupang yang khas. “Pas (waktu) angin datang, konduktor (kabel) ini bergoyang pelan. Badan rasa ikut berayun di udara, seperti digantung antara langit dan bumi tanpa pijakan. Jantung bukan karena takut, tapi karena sadar tidak boleh salah. Setiap gerak harus tenang, terukur, dan tetap fokus,” kata Glenn.

“Suara angin di telinga hanya mengingatkan satu hal: ini bukan tempat bermain, tapi tanggung jawab yang menuntut nyali dan dedikasi penuh demi kelangsungan listrik di tanah Timor.” Imbuh Glenn.

Bahaya yang mengintai di jaringan listrik

Layang-layang yang dimainkan terlalu dekat dengan jaringan listrik dapat menimbulkan dampak serius berupa :

  • Gangguan listrik: Menyebabkan gangguan pada sistem transmisi dan berpotensi memicu pemadaman listrik yang meluas.
  • Risiko kebakaran: Benang layang-layang, terutama yang basah atau mengandung serat logam, bisa memicu korsleting atau percikan api.
  • Ancaman jiwa: Tidak hanya berbahaya bagi pemain layang-layang, tetapi juga bagi petugas PLN yang harus mengambil risiko besar untuk membersihkannya.

Yohanis, seorang warga Alak, mengungkapkan kekhawatirannya sebagai orang tua. “Betul, saya sangat khawatir anak-anak bermain layang-layang karena ini sangat berbahaya dan berpotensi mengancam nyawa jika terkena jaringan listrik. Terima kasih untuk imbauan ini agar kami lebih waspada,” ujarnya.

Manager ULTG Kupang, I Putu Gede Windu Sukadinata, mengimbau para orang tua untuk lebih aktif mengawasi anak-anak mereka. “Kami mohon perhatian para orang tua agar mengawasi tempat bermain anak, terutama saat musim angin tiba. Layang-layang tidak hanya berbahaya bagi listrik, tetapi juga bisa membahayakan nyawa. Mari kita jaga bersama lingkungan sekitar jaringan listrik demi keamanan dan kenyamanan kita semua,” imbuhnya.

Sementara itu, General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono, menekankan bahwa listrik yang menyala dengan baik dan dinikmati masyarakat adalah buah dari perjuangan dan pengorbanan. “Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah mendukung PLN dengan tidak melakukan aktivitas di dekat jaringan listrik yang dapat membahayakan pasokan listrik maupun nyawa manusia.” tuturnya

Aksi heroik para petugas PLN adalah pengingat bahwa listrik yang kita nikmati setiap hari tidak datang begitu saja. Ada kerja keras, keberanian, dan dedikasi di baliknya. Mari bantu mereka dengan tidak menambah risiko yang sebenarnya bisa kita cegah bersama.(*)

Sumber (*/tim PLN UIW NTT)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tekan Stunting di Rote, FKM & Faperta Undana Perkuat Kapasitas Toga dan Kader Posyandu

    Tekan Stunting di Rote, FKM & Faperta Undana Perkuat Kapasitas Toga dan Kader Posyandu

    • calendar_month Jum, 6 Jun 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 240
    • 1Komentar

    Loading

    Ketua PKM FKM dan Faperta Undana, Prof. Intje Picauly menyampaikan bahwa Kelurahan Busalangga, Kecamatan Rote Barat Laut merupakan lokasi yang mempunyai 28 anak balita terukur mengalami stunting atau tinggi badan tidak proporsional.   Rote Ndao | Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024 menunjukkan prevalensi stunting pada wilayah Nusa Tenggara Timur ( NTT) menurun […]

  • Pemerintah Fokus Kendalikan Covid-19, Presiden : Kurva Harus Turun di Juli

    Pemerintah Fokus Kendalikan Covid-19, Presiden : Kurva Harus Turun di Juli

    • calendar_month Kam, 7 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo mengingatkan seluruh jajarannya bahwa fokus kerja yang paling utama saat ini adalah menangani dan mengendalikan Covid-19 secepat-cepatnya. Presiden berpandangan, negara yang akan menjadi pemenang adalah negara yang berhasil cepat mengatasi Pandemi Covid-19. Untuk itu, Presiden meminta semua jajaran mengerahkan tenaga, energi, dan kekuatan untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 dan […]

  • Vegetasi Pantai Oesina Kupang, PLN & Pokdarwis Tanam 100 Pohon

    Vegetasi Pantai Oesina Kupang, PLN & Pokdarwis Tanam 100 Pohon

    • calendar_month Kam, 24 Agu 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) melalui unit pelaksana proyek Nusra 3 menghelat program lingkungan dan sosial yang berkolaborasi dengan Yayasan Beta Cinta Laut (BCL) bertema “Kegiatan Penanaman Pohon dan Kegiatan Sosial Sekitar PLTU Timor 1 (2x50MW)” berlangsung di sepanjang kawasan Ekowisata Pantai Oesina, Desa Lifuleo, Kecamatan […]

  • Ikatan Keluarga Ngada Kupang Nyatakan Dukung SIAGA

    Ikatan Keluarga Ngada Kupang Nyatakan Dukung SIAGA

    • calendar_month Ming, 22 Sep 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Calon gubernur NTT, Simon Petrus Kamlasi (SPK) merupakan putra asli NTT yang sangat mencintai tanah kelahirannya. Ini SPK buktikan dengan menghadirkan solusi atas masalah kesulitan air yang sering dikeluhkan para masyarakat NTT khususnya para petani dengan menghadirkan pompa hidram. Gagasan menghadirkan pompa hidram untuk petani NTT memantik rasa simpatik dan dukungan dari berbagai […]

  • Kemenparekraf Tekad Lanjutkan Pengembangan 5 Destinasi Super Prioritas

    Kemenparekraf Tekad Lanjutkan Pengembangan 5 Destinasi Super Prioritas

    • calendar_month Rab, 6 Nov 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terus berkoordinasi dengan Kementerian dan Lembaga terkait sebagai tekad untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur dan utilitas dasar di 5 (lima) destinasi super prioritas. Presiden Joko Widodo sebelumnya menargetkan pembangunan infastruktur pendukung di lima destinasi super prioritas selesai pada akhir 2020. Kelima destinasi super […]

  • Gubernur Viktor Ajak Kembalikan Amarasi Sebagai Lumbung Pangan di Kab. Kupang

    Gubernur Viktor Ajak Kembalikan Amarasi Sebagai Lumbung Pangan di Kab. Kupang

    • calendar_month Sen, 22 Apr 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Loading

    Kab.Kupang-NTT, Garda Indonesia | Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gereja Lahairoi Tubu, di Desa Tesbatan, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, Minggu, 21 April 2019, meminta kepada seluruh jemaat yang hadir agar mampu mengembalikan nama besar Amarasi sebagai lumbung pangan di Kabupaten Kupang. “Dulu, sebelum pemekaran, Amarasi memiliki seorang camat yang sangat luar […]

expand_less