Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Ambiguitas Jokowi—Retno di Palestina

Ambiguitas Jokowi—Retno di Palestina

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 17 Mei 2021
  • visibility 58
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Josef Herman Wenas

Jumat—Sabtu, 7—8 Mei 2021 di kompleks Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, terjadi kerusuhan sipil yang sudah banyak diberitakan. Rentetan “lokasi” dan “saat” kejadian semuanya simbolisme. Mulainya di Damascus Gate, karena orang-orang Palestina memblokade pawai Jerusalem Day oleh para Yahudi ortodoks. Silakan Anda cari keterangan apa arti Damascus Gate bagi orang Palestina, dan apa arti Jerusalem Day bagi para Yahudi itu.

Kejadiannya pun di bulan Ramadan, simbolik lagi. Apalagi tempatnya di Masjid Al-Aqsa, sangat simbolisme bagi Umat Muslim sedunia. Lalu dari Damascus Gate, keributan bergeser ke kompleks Masjid Al-Aqsa. Awalnya di luar masjid, tetapi kemudian para Perusuh Palestina ini masuk ke dalamnya, dari mana mereka kemudian melempari batu-batu ke Polisi Israel. Polisi Israel terpaksa masuk masjid untuk menangkap para perusuh, sambil bingung, “kok bisa, di dalam masjid ada banyak persediaan batu?”

Kita stop sampai di sini saja, pada “casus belli” di balik flashpoints yang terjadi. Sebab kalau mau bicara latar belakang sejarahnya, ya panjang dan rumit ke mana-mana. Bukan hanya soal pemukiman Yahudi-Israel di sekitar Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur seperti luas diberitakan itu.

Silakan lihat peta West Bank, dan cari keterangan sendiri kenapa hari ini peta itu bopeng mengerikan dengan Area A, Area B dan Area C. West Bank adalah salah satu dari 4 main disputed territories sejak Israel mengalahkan tiga negara yang mengeroyoknya sekaligus (Mesir, Suriah dan Yordania) dalam 6 hari pertempuran di tahun 1967— tiga lainnya: Golan Heights, Gaza Strip dan East Jerusalem.

Selamat puyeng! Dan selamat membela versi masing-masing soal siapa benar, siapa salah.

****

Kerusuhan di Yerusalem itu ditangani oleh Polisi Israel, bukan tentara IDF (Israel Defense Forces). Korban luka-luka ratusan orang, tapi tidak ada yang mati. Polisi menggunakan “stun grenades”, jangan dikacaukan dengan granat tempur yang mematikan itu.

Akan tetapi, ketika kerusuhan di Yerusalem masih ditangani, pada Senin, 10 Mei 2021 selepas magrib, sekitar 80 kilometer jauhnya di sebelah barat-daya, dari Jalur Gaza (Gaza Strip) mulai ditembakkan roket-roket Qassam oleh Hamas ke wilayah Israel. Oleh karena roket-roket yang bicara, maka IDF yang bicara juga, langsung di bawah kendali Menhan Benny Gantz. Sejauh ini sudah ratusan orang pada mati.

Bagi Israel, yang di Yerusalem itu sepenuhnya urusan kamtibmas, sedangkan yang di Jalur Gaza itu sudah urusan pertahanan-keamanan negara. Maka beda sekali cara penanganannya, termasuk peralatannya.

Sudah terang benderang, oleh karenanya, hubungan antara kerusuhan di Yerusalem hari Jumat-Sabtu itu dan hantaman roket-roket Hamas dari Jalur Gaza pada hari Seninnya, yang masih berlangsung sampai hari ini. Bagi Israel ini bukan sekadar melawan Hamas saja, ada bebuyutan Iran di belakangnya, persis seperti Hezbollah di Lebanon.

Presiden Ismail Haniyeh dari Hamas adalah yang memerintahkan gempuran ke Israel, bukan Presiden Mahmoud Abbas dari Palestinian National Authority. Abbas itu tidak punya pengaruh politik di Jalur Gaza. Jadi yang mana yang mewakili Palestina?

Faktanya, yang diakui Indonesia dan negara-negara Barat hanya kedaulatan Mahmoud Abbas. Yang fotonya tergantung pada dinding Kedutaan Besar Palestina di Jakarta juga wajah Mahmoud Abbas, bukan Ismail Haniyeh. Presiden Jokowi, begitu pula Menlu Retno, selama ini selalu berhubungan dengan Mahmoud Abbas dalam berbagai urusan resmi terkait Palestina.

Presiden Ismail Haniyeh, mengatasnamakan Palestina, juga kirim surat ke Presiden Jokowi tanggal 12 Mei 2021 untuk minta dukungan. Tapi tidak ditanggapi.

Ada ambigu terlihat jelas. Yang sekarang sedang perang dengan Israel itu Haniyeh-Hamas, tetapi sikap politik simpati kita diekspresikan kepada Abbas-Palestine National Authority. Padahal Dunia Barat itu melihat Hamas sebagai organisasi teroris. Dan Indonesia jelas menentang terorisme, apalagi dengan pengalaman dalam negeri dalam tahun-tahun terakhir.

Tetapi faktanya Presiden Jokowi juga tidak mengecam aksi roket-roket Hamas, kan?

****

Sayangnya Indonesia tidak mampu memberikan sumbangsih yang lebih jauh dari “politik himbauan-kecaman” dan bermain dalam “modalitas diplomasi konvensional.” Di PBB misalnya melalui Committee on the Exercise of the Inalienable Rights of the Palestine, atau melalui mekanisme di OKI, atau di GNB.

Hanya sebatas dua cara itu saja, selama puluhan tahun.

Padahal kita memiliki modal yang tidak dimiliki bangsa lain untuk jadi penengah antara Israel-Palestina, yaitu sebagai negara Islam Demokratis terbesar di dunia. Ulang ya, modal “demokrasi Islam terbesar di dunia,” dan ini adalah bahasa diplomasi ideal yang dimengerti dan diamini semua orang sedunia.

Di sini bedanya cara pandang Aburrahman Wahid yang kontekstual di era Millennium tahun 2000-an dan cara pandang Mohammad Hatta yang kontekstual di tahun 1950-an. Tentu masing-masing punya kalkulasi geopolitik pada konteks zamannya.

Politik luar negeri kita terkait isu Palestina masih hidup dalam konteks geopolitik 1950-an. Tidak ada terobosan.

Hanya dengan terobosan mengubah sikap politik luar negeri kita terhadap Israel barulah Indonesia bisa melangkah lebih jauh secara konkret untuk mewujudkan amanat Mukadimah UUD 1945 demi “menghilangkan penjajahan di atas muka bumi” di tanah Palestina.

Tidak mungkin dalam konflik antara si A dan si B, lalu si C bisa jadi mediator solusi padahal tidak mau berhubungan sama sekali dengan si A, hanya mau dengan si B saja. Asimetris, bukannya simetris. Bisa ditebak, C akan diludahi (excuse my word) oleh A: “Emang lu siapa ikut campur urusan gua, kenal aja enggak?”

Itu sebabnya DPR RI melalui Wakil Ketua Muhamin Iskandar secara nakal mendorong Indonesia menjadi inisiator dialog terbuka Israel-Palestina. Cak Imin itu anak ideologisnya Gus Dur. Dia bosan melihat solusi àla Indonesia yang itu-itu saja selama puluhan tahun.

Yogyakarta, 14 Mei 2021

Foto utama oleh pepnews.com

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • KEBESARAN TUHAN! Rumah Musik Siloam Eksis Hingga 7 Tahun

    KEBESARAN TUHAN! Rumah Musik Siloam Eksis Hingga 7 Tahun

    • calendar_month Sen, 24 Jul 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Penjabat Wali Kota Kupang, George Hadjoh menabuh drum sebagai tanda dibukanya pentas musik, seni, dan Festival Mahakarya 7 Tahun Rumah Musik Siloam, didampingi pendiri, Aku Kalla; Penasihat dan Pembina Yayasan Karya Musik Siloam, Robert Fanggidae; dan Wakil Ketua DPD PAPPRI NTT, Ina Djara. Acara ini juga dirangkai peresmian Yayasan Rumah Musik […]

  • Didekati Paslon Lain, Relawan Frans Aba Tegak Lurus SIAGA

    Didekati Paslon Lain, Relawan Frans Aba Tegak Lurus SIAGA

    • calendar_month Rab, 23 Okt 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Relawan Frans Aba Mania, yang lebih dikenal dengan sebutan Fania, resmi menyatakan dukungan mereka untuk pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Nusa Tenggara Timur, Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu, yang diusung oleh SIAGA. Dukungan ini diumumkan menjelang pemilihan gubernur NTT yang dijadwalkan pada Rabu, 27 November mendatang. Pada pertemuan di sekretariat Fania, […]

  • Alasan Covid-19, Polres Malaka Tak Hadiri Sidang Praperadilan Wartawan Sergap.id

    Alasan Covid-19, Polres Malaka Tak Hadiri Sidang Praperadilan Wartawan Sergap.id

    • calendar_month Kam, 4 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Sidang praperadilan yang seharusnya digelar pada Kamis, 6 Juni 2020 ditunda lagi hingga Rabu, 10 Juni 2020. Demikian penundaan itu tertuang dalam kesepakatan resmi antara Pemohon dan Hakim tunggal berdasarkan Surat permintaan tunda sidang dari Polres Malaka yang dibacakan oleh Hakim tunggal Gustav Bless Kupa, S.H. dalam ruang sidang Pengadilan Negeri […]

  • Pemilu 2024 Sesuai Jadwal, Presiden Jokowi : Tak Ada Penundaan

    Pemilu 2024 Sesuai Jadwal, Presiden Jokowi : Tak Ada Penundaan

    • calendar_month Ming, 10 Apr 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Loading

    Bogor, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas (ratas) bersama jajarannya di Istana Kepresidenan Bogor, pada Minggu, 10 April 2022; meminta jajarannya menyampaikan kepada publik bahwa jadwal pelaksanaan pemilu dan pilkada serentak 2024 sudah ditetapkan. Ia pun menegaskan agar tidak muncul isu lain seperti adanya upaya penundaan pemilu di masyarakat. “Saya kira […]

  • Suami Istri Positif Covid-19 di Kota Kupang Masih Isolasi Diri di Rumah, Ini Alasannya

    Suami Istri Positif Covid-19 di Kota Kupang Masih Isolasi Diri di Rumah, Ini Alasannya

    • calendar_month Rab, 10 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Suami Istri terkonfirmasi positif Covid-19 oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT pada Sabtu, 6 Juni 2020; hingga hari ini, Rabu, 10 Juni 2020, masih melakukan isolasi mandiri bersama 3 (tiga) orang anak di dalam rumah mereka di Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2020/06/06/suami-istri-di-kota-kupang-positif-covid-19-transmisi-lokal-total-103-kasus-di-ntt/ Dilansir dari sergap.id, […]

  • PLN Siap Strategi Mitigasi Perubahan Iklim ‘Carbon Neutral’ pada 2060

    PLN Siap Strategi Mitigasi Perubahan Iklim ‘Carbon Neutral’ pada 2060

    • calendar_month Sel, 30 Agu 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Loading

    Nusa Dua, Garda Indonesia | PT PLN (Persero) melakukan sejumlah upaya mitigasi perubahan iklim, salah satunya dengan memaksimalkan operasional pembangkit yang ada dan secara paralel mengganti pembangkit listrik yang lebih ramah lingkungan. Direktur Perencanaan Korporat PLN, Evy Haryadi mengatakan, PLN telah berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon. Selain dukungan penugasan dari pemerintah, juga sebagai bentuk tanggung […]

expand_less