Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Asisten III Setda Belu Deklarasi 2 Desa STBM & 3 Desa ODF

Asisten III Setda Belu Deklarasi 2 Desa STBM & 3 Desa ODF

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 25 Jul 2021
  • visibility 52
  • comment 0 komentar

Loading

Belu–NTT, Garda Indonesia | Asisten Administrasi Umum Setda Belu, Drs. Alfredo Pires Amaral mendeklarasikan Desa Loonuna di Kecamatan Lamaknen Selatan dan Desa Dirun di Kecamatan Lamaknen sebagai Desa Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), Desa Debululik di Kecamatan Lamaknen Selatan, Desa Kewar dan Desa Maudemu di Kecamatan Lamaknen sebagai Desa Open Defication Free (ODF) di aula Kantor Desa Loonuna, Kecamatan Lamaknen Selatan, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat, 23 Juli 2021.

Sambutan tertulis Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, M.M. yang dibacakan Alfredo Pires Amaral menyebutkan, pembangunan kesehatan di Kabupaten Belu akan tercapai apabila semua masyarakat secara sadar mau mengubah perilaku menjadi lebih sehat, salah satunya melalui pendekatan STBM.

“STBM merupakan pendekatan untuk mengubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat. STBM adalah program yang memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang betapa pentingnya berperilaku hidup bersih dan sehat”, tandasnya.

Dikatakannya, kegiatan deklarasi kelima desa itu menambah jumlah desa/kelurahan Stop Buang Air Besar Sembarangan di Belu menjadi 25. Sedangkan desa/kelurahan STBM bertambah menjadi 31.

Asisten III Setda Belu mengaku bahwa terselenggaranya deklarasi tersebut sebagai hasil dari kerja keras dan partisipasi aktif semua pihak baik pemerintah, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama yang saling bersinergi dalam mengupayakan agar masyarakat berperilaku hidup bersih dan sehat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Belu saya memberikan apresiasi kepada masyarakat di Desa Loonuna, Dirun, Kewar, Maudemu, dan Desa Debululik, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama dan seluruh komponen masyarakat 5 desa yang telah berhasil menerapkan pilar pertama serta lima pilar STBM dalam kesehariannya,” tutur Alfredo Amaral.

Mewakili Pemerintah, Asisten III Setda Belu mengucapkan terima kasih kepada tim pendamping STBM Kabupaten Belu, Kecamatan Lamaknen, Kecamatan Lamaknen Selatan, Puskesmas Weluli, Puskesmas Nualain, Yayasan Plan Internasional dan Yayasan Pijar Timur yang telah memfasilitasi masyarakat untuk hidup bersih dan sehat.

“Saya berharap kegiatan hari ini nantinya dapat memicu dan memotivasi desa–desa lainnya di Kecamatan Lamaknen dan Lamaknen Selatan untuk mencapai desa STBM. Khusus untuk masyarakat di 5 desa yang dideklarasikan hari ini agar tetap mempertahankan dan terus membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari–hari,” pinta Alfredo.

Kepala Desa Loonuna, Maximus Bau Mau dalam sambutannya mengatakan, pembangunan kesehatan adalah salah satu bagian dari pembangunan nasional agar tercapainya kemauan, kesadaran dan kemampuan menuju derajat kesehatan yang optimal. “STBM merupakan pendekatan untuk mengubah perilaku higienis dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemacuan sehingga akses masyarakat terhadap sanitasi yang layak merupakan target nasional dalam menurunkan penyakit yang berbasis lingkungan,” imbuh kades yang akrab disapa Maxi.

Maxi Bau Mau menerangkan bahwa proses pelaksanaan STBM di kelima desa ini diawali dengan sosialisasi tentang lima pilar STBM dan diikuti dengan pembentukan tim STBM kelurahan dan desa, dilanjutkan dengan pemacuan dan pendataan kepemilikan jamban untuk memastikan perubahan yang terjadi di masyarakat.

“Kami patut berterima kasih pada Yayasan Plan International Indonesia dengan mitra kerja Yayasan Pijar Timur Indonesia yang sudah mendampingi dan berjibaku bersama kami dalam mengubah perilaku masyarakat di desa dan kelurahan kami sehingga dalam melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat melalui 5 Pilar STBM,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Yayasan Pijar Timur Indonesia, Vincent Kiabeda mengatakan, dengan menaati 5 pilar STBM maka dampak jangka pendeknya adalah pencegahan diare, jangka menengahnya yaitu gizi kurang dan gizi buruk serta dampak jangka panjangnya adalah pencegahan stunting. Karena itu, ia berharap masyarakat dapat selalu menaati dan melaksanakan ikrar STBM yang telah diucapkan sehingga dapat hidup secara bersih dan sehat.

“Ini adalah awal untuk kita berperilaku hidup bersih dan sehat. Kita berharap ini tetap dipertahankan dan dilaksanakan,” ujar Vincent Kiabeda. (*)

Penulis: (*/Herminus Halek)

Foto: prokopimdabelu

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dirut  Bank NTT: “Kasus MTM dan PT. Budi Nusa Sudah Tuntas”

    Dirut Bank NTT: “Kasus MTM dan PT. Budi Nusa Sudah Tuntas”

    • calendar_month Rab, 27 Jul 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Rapat dengar pendapat (RDP) Komisi III DPRD NTT dengan Bank NTT dilaksanakan pada Selasa, 26 Juli 2022, setelah 2 (dua) kali Bank NTT tidak hadir karena beberapa alasan. RDP ini berlangsung di Ruang Rapat Komisi III DPRD Provinsi NTT.  Hadir dan memimpin rapat secara langsung Ketua Komisi III, Jonas Salean, Wakil […]

  • Hadapi ‘Dunia Tipu-tipu’, OMK HKY Bimoku Helat Pendalaman Iman

    Hadapi ‘Dunia Tipu-tipu’, OMK HKY Bimoku Helat Pendalaman Iman

    • calendar_month Sab, 19 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Orang Muda Katolik (OMK) Kapela Hati Kudus Yesus (HKY) Bimoku, Paroki Santo Yoseph Pekerja Penfui, Keuskupan Agung Kupang, melaksanakan kegiatan pendalaman iman yang diberikan oleh RD. Yakobus Longga, pada Jumat, 18 Juni 2021 pukul 17.00 WITA, bertempat di Kapela HKY Bimoku. Mengusung tema “OMK Yang Tangguh dan Setia di Zaman Milenial” […]

  • HUT ke-56, Fapet Undana Helat Join Seminar Nasional dan Kongres HITPI

    HUT ke-56, Fapet Undana Helat Join Seminar Nasional dan Kongres HITPI

    • calendar_month Sel, 5 Nov 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-56 Fakultas Peternakan (Fapet)  Undana Kupang sekaligus memperingati HUT ke-9 Himpunan Ilmuwan Tumbuhan Pakan Indonesia (HITPI) maka dihelat kegiatan Seminar Nasional dan Kongres HITPI. Berlangsung di Hotel Neo Aston Kupang pada 5—6 November 2019, Join Seminar dan Kongres, Seminar Nasional Himpunan Ilmuan Tumbuhan Pakan […]

  • Kebakaran di Bandara Ngurah Rai, 19 Penerbangan Terdampak

    Kebakaran di Bandara Ngurah Rai, 19 Penerbangan Terdampak

    • calendar_month Jum, 19 Apr 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Loading

    Denpasar-Bali, Garda Indonesia | Insiden kebakaran di Area Terminal Domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai pada Jumat, 19 April 2019  pukul 16.45 WITA segera dapat diatasi dengan kesigapan dan kecepatan Petugas PKP-PK dan Avsec Bandara yang berhasil memadamkan api pada pukul 17.00 WITA dan mengevakuasi penumpang ke tempat yang aman dari sekitar lokasi kejadian. Pasca […]

  • Poktan Poco Leok Binaan PLN Suplai Sayur Makan Bergizi Gratis

    Poktan Poco Leok Binaan PLN Suplai Sayur Makan Bergizi Gratis

    • calendar_month Sel, 13 Mei 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Loading

    Saat ini, program budidaya hortikultura telah menyulap seluas 33.150 m2 lahan tidur menjadi lahan produktif dengan menggandeng 165 petani yang tergabung dalam masing-masing kelompok tani binaan PLN. Dengan 16 jenis tanaman, para petani dapat menghasilkan omzet sebesar Rp146 juta per bulan.   Manggarai | Kelompok Tani Poco Leok, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, NTT, binaan […]

  • Gerakan Revolusi Hijau Ala Wagub NTT Josef Nae Soi

    Gerakan Revolusi Hijau Ala Wagub NTT Josef Nae Soi

    • calendar_month Rab, 27 Feb 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Kita harus memanfaatkan kekayaan alam kita dengan beberapa sungai yang mengalir di wilayah Nusa Tenggara Timur ini untuk membuat suatu Gerakan yang dinamakan Gerakan Revolusi Hijau”, ujar Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi saat Peletakan Batu Pertama Pembangunan Ruang Terbuka Hijau di halaman Kantor Sinode Gereja Masehi Injili Timor, Rabu,27/2/2019. Lanjut […]

expand_less