Semua tulisan dari admin

Anggota DPRD Belu Resmikan Destinasi Wisata Mini Raiulun di Raimanuk

345 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Dua anggota DPRD Belu Daerah Pemilihan (dapil) IV, Kristoforus Rin Duka (Fraksi Demokrat) dan Aprianus Hale (Fraksi NasDem) meresmikan destinasi Wisata Mini Raiulun di Dusun Webaha, Desa Faturika, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa, 22 Juni 2021.

Acara peresmian yang dihadiri oleh para tokoh adat, tokoh masyarakat, perwakilan aparat pemerintah desa, dan masyarakat sekitar itu, ditandai dengan dilakukannya ritual adat guna memohon izin serta restu dari alam dan leluhur. Usai ritual adat, kedua anggota DPRD Belu melakukan foto bareng perdana dengan semua orang yang hadir sebagai tanda spot itu telah dibuka secara resmi untuk umum.

Ritual adat guna memohon izin serta restu dari alam dan leluhur

Dalam sambutan, kedua anggota DPRD pun menyatakan sikap untuk siap mendukung buah tangan para Pemuda Faturika, meski sederhana, dalam menciptakan, mempromosi dan mengembangkan potensi alam dengan memanfaatkan panorama natural berlatar belakang Gunung Mandeu.

“Kami sangat mendukung inisiatif para Pemuda Faturika yang telah menghadirkan spot foto dari bahan seadanya. Ini, hasil kreasi yang sangat luar biasa. Karena itu kami akan membangun komunikasi dengan pemerintah daerah melalui dinas terkait dan lembaga keuangan yang ada, agar ke depan tempat ini bisa ditata dan dikelola secara lebih baik,” tandas anggota DPRD Belu, Apri Hale.

Anggota DPRD lainnya, Kristo Rin Duka menambahkan, masyarakat setempat perlu mendukung daya kreasi yang ditunjukkan para Pemuda Faturika, yang mana secara swadaya telah menjadikan lokasi itu sebagai ikon wisata mini baru. “Kami minta orang tua dan para tokoh di Faturika memberikan dukungan dengan cara turut memelihara tempat ini, sehingga tidak terkesan anak–anak muda berjalan sendiri. Ini tugas kita bersama untuk melestarikan alam dan menggali potensi alam yang ada di wilayah ini,” imbuh Isto Rin Duka.

Dua anggota DPRD Belu Daerah Pemilihan (dapil) IV, Kristoforus Rin Duka (Fraksi Demokrat) dan Aprianus Hale (Fraksi NasDem) disambut pengalungan selendang tenun

Pada kesempatan itu, masyarakat ‘Pengrajin Tais’ (kain adat) pun turut mengambil bagian dengan memajangkan produk tradisional di lokasi. Menariknya, lokasi ini terletak di pinggiran jalan utama yang melintas di sepanjang wilayah kecamatan paling selatan Belu. Setiap orang yang berkunjung ke sana pun, akan disambut secara baik, dan dijamin dengan suguhan pelayanan prima serta nyaman.

Direncanakan, seperti diungkapkan ketua Pemuda Faturika, Vegal Manek bahwa setiap pengunjung akan diperlakukan secara baik dengan jaminan keamanan terukur. Disiapkan pula, makanan khas Faturika, seperti ubi bakar, pisang rebus, jagung rebus, berbagai jenis buah–buahan dari hasil pertanian dan perkebunan lokal.

“Kami akan menunjukkan sikap dan tutur bersahabat sehingga siapa pun yang datang merasa nyaman. Kami juga mohon dukungan dari pemerintah tingkat desa dan kabupaten dalam pengelolaan ikon wisata ini ke depan,” ujar pinta Vegal Manek yang juga adalah wartawan media online timordaily.com.

Seperti disaksikan Garda Indonesia, lokasi Destinasi Raiulun yang letaknya di ketinggian, tentu memudahkan setiap pengunjung untuk menikmati indahnya bentangan panorama lembah, bukit dan gunung sekitarnya. Tampak asri dan elok, hamparan sawah di kejauhan, kombinasi warna hijau dari berbagai jenis pepohonan sampai sejauh batas mata memandang. Tenang dan syahdu memikat hati saat berdiam dan bila diperlukan, merenunglah tentang betapa agung dan dahsyatnya ciptaan Tuhan. Penasaran? Datang dan alami sendiri. (*)

Penulis foto: (*/ Herminus Halek)

Pulau Padar & Eksplorasi Bank Indonesia Perwakilan NTT

409 Views

Oleh : Roni Banase

Mengenal Pulau Padar di gugusan Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT); bagi yang belum pernah melihat langsung, cukup dengan melihat lekukan indah pulau tersebut melalui uang lembaran Rp.50.000,- (lima puluh ribu rupiah) terbitan Bank Indonesia.

Namun, bagi yang telah melihat langsung, menapaki, merasakan degup jantung turun naik, hingga ritme nafas tak beraturan saat mulai menapaki etape pertama berupa 113 anak tangga kayu hingga ke puncak Pulau Padar yang memiliki ketinggian sekitar 400 meter dari permukaan laut tersebut, pastinya akan memperoleh sensasi tersendiri.

Pulau Padar adalah pulau ketiga terbesar di kawasan Taman Nasional Komodo, setelah Pulau Komodo dan Pulau Rinca. Pulau ini relatif lebih dekat ke Pulau Rinca daripada ke Pulau Komodo, yang dipisahkan oleh Selat Lintah. Pulau Padar tidak dihuni oleh ora (biawak komodo). Di sekitar pulau ini terdapat pula tiga atau empat pulau kecil (sumber : wikipedia)

Pulau Padar juga diterima sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, karena berada dalam wilayah Taman Nasional Komodo, bersama dengan Pulau Komodo,Pulau Rinca dan Gili Motang.

Rombongan Bank Indonesia Perwakilan NTT menapaki Pulau Padar

Saya pun berkesempatan dapat menelusuri lekuk, panorama dan sensasi Pulau Padar secara langsung bersama Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja; Deputi Kepala Perwakilan (Tim Perumusan dan Implementasi KEKDA), Hery Catur Wibowo dan rombongan pada Sabtu pagi, 19 Juni 2021, pasca-Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) bertajuk “Kilau Digital Permata Flobamora” pada Jumat, 18 Juni 2021 di Puncak Waringin, Labuan Bajo.

Bertolak sekitar pukul 07.30 WITA dari dermaga Hotel Ayana Labuan Bajo, kami menggunakan speedboat dan menempuh waktu sekira 1 (satu) jam menuju Pulau Padar. Sensasi yang kami raih, berupa suguhan pemandangan menakjubkan berupa deretan pulau-pulau kecil yang mengitari di alur perjalanan dan menjumpai beberapa Kapal Pinisi yang sementara menabuh jangkar maupun melintas. Kesempatan berharga tersebut, kami abadikan dengan memotret dan membuat video amatir bersama (berencana mengunggah ke media sosial, namun terkendala sinyal tak stabil).

Setiba di Pulau Padar sekitar pukul 08.30 WITA, telah berlabuh dan bersandar beragam Kapal Pinisi dan speedboat yang mengantar para pelancong, wisatawan nusantara maupun mancanegara. Hawa panas kisaran 30°C menyambut kami, pertanda ucapan selamat datang kepada rombongan Bank Indonesia Perwakilan NTT.

Saya pun menapaki anak tangga berbahan kayu ulin di etape pertama untuk menghitung jumlahnya, pasca-etape pertama mulai terasa pegal di kaki dan deru nafas berburu (maklum, semenjak menjadi Jurnalis, waktu tidur malam di atas pukul 02.00 WITA dan memasuki usia 50-an). Lalu, kami berfoto bersama maupun berswafoto mengabadikan momen tersebut. Tampak puluhan orang telah berada di etape pertama, mereka juga larut dalam takjub sambil mengabadikan momen.

Panorama Pulau Padar dilihat dari etape kedua

Melanjutkan eksplorasi ke etape kedua, nafas kian memburu, saya pun berada pada urutan terakhir (dari 13 orang dari rombongan Bank Indonesia Perwakilan NTT). Semangat dan sindiran motivasi pun terlontar dari mulut Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja. “Ayo, Jurnalis, semangat, masa baru begini sudah lemas!” ucapnya. (karena saya berbalut kaos bertuliskan “Jurnalis Ramah Anak” hehehe).

Saya benar-benar merasakan keletihan, terasa berat untuk mengangkat kaki menapaki anak tangga yang terbuat batu dengan cor semen yang sedikit terjal, perasaan khawatir plus phobia ketinggian pun merasuki diri. Namun, terkikis saat menjumpai anak perempuan berumur 10 tahun yang tampak bersemangat bersama orang tuanya menapaki Pulau Padar.

Meski dengan tertatih tatih, saya melanjutkan menapaki anak tangga menuju ke etape ketiga. Seperti biasa, saya tertinggal jauh di belakang dan rombongan Bank Indonesia Perwakilan NTT melesat jauh di depan. Setahap demi setahap,  meski berat, saya berupaya mengangkat kaki terus melangkah dan berpapasan dengan beberapa wisatawan nusantara dan mancanegara dari Taiwan dan Eropa.

Sambil berbincang dan menuruni Pulau Padar, mereka berbincang, “Berapa banyak ya kalori yang dibakar?” tanya salah satu wisatawan ke yang lain. Saya pun tersentak, wah ini kesempatan untuk membakar lemak di pinggang dan perut (maklum perut mulai membuncit, hehehe). Berbekal pecut diksi “Pembakaran Kalori” itu, muncul energi baru, meski nafas saya semakin memburu dan rasa capek kian menggerogoti.

Pose bersama Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT dan rombongan di Pulau Padar

Menjumpai Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT dan rombongan di etape, saya pun disambut canda tawa, mereka telah asyik mengagumi karya ciptaan Tuhan terhadap Pulau Padar. Lalu, saya mengabadikan setiap landscape dan memotret mereka dengan Canon DSLR 1100 tentengan sehari-hari (meski pinjam ke kakak tertua, hehehe).

I Nyoman Ariawan Atmaja pun tampak duduk di salah satu bongkahan batu besar sambil berujar, “Di sinilah, tim fotografer Darwis Triadi bermalam selama 3 (hari) dan memotret Pulau Padar hingga hasil fotonya dipasang di lembaran pecahan uang 50 ribu,” ungkapnya. Saya takjub, memotret dengan kamera standar saja bagus, apalagi dengan kamera profesional. Kami pun berpose bersama di lokasi tersebut dengan berbagai pose dari gaya sesuka hati hingga simbol QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) ‘standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia’.

Lalu, kami melanjutkan ke etape keempat, pemberhentian terakhir menapaki Pulau Padar. Dari lokasi tersebut, sejauh mata memandang tampak daratan Pulau Rinca dan Pulau Komodo tempat bermukim Komodo, atau juga disebut Biawak Komodo (Varanus komodoensis), adalah spesies biawak besar yang terdapat di Pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Biawak ini oleh penduduk asli Pulau Komodo juga disebut dengan nama setempat, Ora.

Di etape ini, kami mengabadikan momentum dengan memotret diri dan berpotret bersama. Lalu, kembali menuruni anak tangga dan saya pun kembali menempati posisi terakhir karena terasa pegal di pangkalan paha dan berasa benar capek. Setiba di etape pertama, rombongan Bank Indonesia Perwakilan NTT telah menikmati Kelapa Muda Pulau Padar berharga Rp.40.000,- (empat puluh ribu rupiah) per buah (wajar ya karena Kelapa Muda harus dibawa dari Labuan Bajo? Mahal di ongkos angkut pakai kapal).

Lalu, sambil menikmati Kepala Muda di Pulau Padar, saya pun melirik jam tangan dan melihat waktu telah menunjukkan pukul 10.00 WITA. Ternyata membutuhkan waktu 1 jam 30 untuk menapaki dan menuruni Pulau Padar di bawah panas terik matahari di Nusa Tenggara Timur. (*)

Foto-foto (*/koleksi roni banase)

Teken Pedoman Implementasi UU ITE, Mahfud : Bisa Lindungi Masyarakat

182 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Kapolri, dan Jaksa Agung resmi menandatangani Surat Keputusan Bersama (SKB) Pedoman Kriteria Implementasi UU ITE. Adanya pedoman ini diharapkan penegakan hukum terkait UU ITE tidak menimbulkan multitafsir dan dapat menjamin terwujudnya rasa keadilan masyarakat, sambil menunggu RUU masuk dalam perubahan Prolegnas Prioritas Tahun 2021. Petunjuk teknis yang sudah ada seperti Surat Edaran Kapolri atau Pedoman Jaksa Agung bisa terus diberlakukan.

“Sambil menunggu revisi terbatas, pedoman implementatif yang ditandatangani tiga menteri dan satu pimpinan lembaga setingkat menteri bisa berjalan dan bisa memberikan perlindungan yang lebih maksimal kepada masyarakat. Ini dibuat setelah mendengar dari para pejabat terkait, dari kepolisian, Kejaksaan Agung, Kominfo, masyarakat, LSM, Kampus, korban, terlapor, pelapor, dan sebagainya, semua sudah diajak diskusi, inilah hasilnya,” tegas Mahfud MD usai menyaksikan penandatanganan di Kantor Kemenko Polhukam RI, pada Rabu, 23 Juni 2021.

Pada prinsipnya, menurut Mahfud, adalah merespons suara masyarakat bahwa UU ITE itu kerap makan korban, karena dinilai mengandung pasal karet dan menimbulkan kadang kala kriminalisasi, termasuk diskriminasi. Oleh sebab itu, pihaknya mengeluarkan dua keputusan yaitu revisi terbatas dan pembuatan pedoman implementasi.

“Di tengah suasana pandemi yang meningkat, kami tetap melaksanakan tugas kenegaraan dan tata pemerintahan, tadi kami berempat, saya Menko Polhukam, Menkominfo, kemudian Jaksa Agung, kemudian Kapolri, menindaklanjuti keputusan rapat kabinet internal tanggal 8 Juni 2021 kemarin, yang memutuskan tentang: satu, rencana revisi terbatas UU ITE, kemudian yang kedua tentang pedoman implementasi beberapa pasal UU ITE, pasal 27 28 29 36,” tambah Mahfud sembari menegaskan bahwa suara atau aspirasi masyarakat masih bisa diteruskan lagi ketika nanti dibahas di DPR atau sedang diolah di Kemenkumham.

Sementara itu, Menkominfo Johnny G Plate juga berharap pedoman implementasi dapat mendukung upaya penegakan UU ITE selaku ketentuan khusus dari norma pidana atau lex specialis, yang mengedepankan penerapan restorative justice. Sehingga, lanjut Plate, penyelesaian masalah yang terkait UU ITE dapat dilakukan tanpa harus menempuh mekanisme peradilan.

“Hal ini perlu dilakukan untuk menguatkan posisi ketentuan peradilan pidana sebagai ultimum remedium atau pilihan terakhir dalam menyelesaikan permasalahan hukum. Pedoman penerapan ini berisi penjelasan terkait definisi, syarat, dan keterkaitan dengan peraturan perundangan lain, terhadap pasal yang sering menjadi sorotan masyarakat. Pedoman penerapan ini merupakan lampiran dari surat keputusan bersama yang tadi ditandatangani, mencakup delapan substansi penting pada pasal-pasal UU ITE,” ujar Johnny G Plate usai penandatanganan.

Berikut lampiran SKB Pedoman Implementasi UU ITE:

a. Pasal 27 ayat (1), fokus pada pasal ini  adalah pada perbuatan mentransmisikan, mendistribusikan dan/atau membuat dapat diaksesnya, bukan pada perbuatan kesusilaan itu. Pelaku sengaja membuat publik bisa melihat atau mengirimkan kembali konten tersebut.

b. Pasal 27 ayat (2), fokus pada pasal ini adalah pada perbuatan mentransmisikan, mendistribusikan, dan membuat dapat diaksesnya konten perjudian yang dilarang atau tidak memiliki izin berdasarkan peraturan perundang-undangan.

c. Pasal 27 ayat (3), fokus pada pasal ini adalah:

  1. Pada perbuatan yang dilakukan secara sengaja dengan maksud mendistribusikan/ mentransmisikan/membuat dapat diaksesnya informasi yang muatannya menyerang kehormatan seseorang dengan menuduhkan sesuatu hal supaya diketahui umum.
  2. Bukan sebuah delik pidana jika konten berupa penghinaan yang kategorinya cacian, ejekan, dan/atau kata-kata tidak pantas, juga jika kontennya berupa penilaian, pendapat, hasil evaluasi atau sebuah kenyataan.
  3. Merupakan delik aduan sehingga harus korban sendiri yang melaporkan, dan bukan institusi, korporasi, profesi atau jabatan.
  4. Bukan merupakan delik penghinaan dan/atau pencemaran nama baik jika konten disebarkan melalui sarana grup percakapan yang bersifat tertutup atau terbatas.
  5. Jika wartawan secara pribadi mengunggah tulisan pribadinya di media sosial atau internet, maka tetap berlaku UU ITE, kecuali dilakukan oleh institusi Pers maka diberlakukan UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

d. Pasal 27 ayat (4), fokus pada pasal ini adalah perbuatan dilakukan oleh seseorang ataupun organisasi atau badan hukum dan disampaikan secara terbuka maupun tertutup, baik berupa pemaksaan dengan tujuan untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum maupun mengancam akan membuka rahasia, mengancam menyebarkan data pribadi, foto pribadi, dan/atau video pribadi.

e. Pasal 28 ayat (1), fokus pada pasal ini adalah pada perbuatan menyebarkan berita bohong dalam konteks transaksi elektronik seperti transaksi perdagangan daring dan tidak dapat dikenakan kepada pihak yang melakukan wanprestasi dan/atau mengalami force majeur. Merupakan delik materiil, sehingga kerugian konsumen sebagai akibat berita bohong harus dihitung dan ditentukan nilainya.

f. Pasal 28 ayat (2), fokus pada pasal ini adalah pada perbuatan menyebarkan informasi yang menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan terhadap individu/kelompok masyarakat berdasar SARA. Penyampaian pendapat, pernyataan tidak setuju atau tidak suka pada individu/kelompok masyarakat tidak termasuk perbuatan yang dilarang, kecuali yang disebarkan itu dapat dibuktikan.

g. Pasal 29, fokus pada pasal ini adalah pada perbuatan pengiriman informasi berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi atau mengancam jiwa manusia, bukan mengancam akan merusak bangunan atau harta benda dan merupakan delik umum.

h. Pasal 36, fokus pada pasal ini adalah kerugian materiil terjadi pada korban orang perseorangan ataupun badan hukum, bukan kerugian tidak langsung, bukan berupa potensi kerugian, dan bukan pula kerugian yang bersifat nonmateriil. Nilai kerugian materiil merujuk pada Peraturan Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2012.

Tindak lanjut dari penandatanganan Keputusan Bersama ini akan dilaksanakan Sosialisasi kepada aparat penegak hukum secara masif dan berkesinambungan. (*)

Sumber berita dan foto (*/tim)
Editor (+roni banase)

Kasus Covid-19 Menanjak, Pemkot Kupang Makin Perketat PPKM Mikro

546 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Sejak awal Juni 2021, jumlah kasus Covid-19 semakin menanjak naik, mendorong Pemerintah Kota Kupang untuk bertindak cepat, dengan melakukan penguatan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Mikro serta mendorong percepatan pelaksanaan vaksinasi.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man dalam rapat koordinasi bersama OPD terkait di ruang kerjanya, pada Selasa, 22 Juni 2021, mengatakan menindaklanjuti instruksi nasional terkait penebalan atau penguatan PPKM Mikro, maka rapat juga bertujuan untuk menyiapkan poin-poin penegasan yang akan dituangkan dalam surat edaran Wali Kota Kupang terbaru per 22 Juni hingga 5 Juli 2021 mendatang, berdasarkan kondisi terkini Kota Kupang.

Saat menyampaikan keterangan pers kepada media usai rapat, dokter Hermanus Man mengakui saat ini ada 2 (dua) kelurahan di Kota Kupang yang masuk kategori zona merah. Sementara 5—7 kelurahan masuk kategori zona oranye dan 33 lainnya masuk kategori zona kuning. Ia minta agar warga Kota Kupang tidak panik, namun tetap waspada dan selalu patuh pada protokol kesehatan yang berlaku.

Ditambahkan dokter Hermanus Man, ada sejumlah catatan yang akan dituangkan dalam Surat Edaran Wali Kota Kupang terbaru menyikapi kondisi terkini, baik untuk daerah merah, oranye, kuning, hijau dan semua kelurahan dan merujuk pada instruksi nasional tentang penebalan PPKM Mikro yang mengatur sejumlah kegiatan masyarakat, baik di perkantoran, sekolah, pusat perbelanjaan, tempat ibadah, kegiatan seni budaya, restoran, warung, café, tempat ibadah, kegiatan seni budaya, taman, obyek wisata, fasilitas umum, hajatan serta rapat atau seminar yang disesuaikan dengan kondisi terkini wilayah masing-masing.

Menurutnya SE Wali Kota Kupang yang akan berlaku pada Selasa, 22 Juni 2021, juga mengatur beberapa hal, antara lain tentang perlunya meningkatkan koordinasi gugus tugas tingkat kelurahan, dengan melibatkan semua pihak terkait sampai pada RT/RW, tokoh masyarakat juga tokoh agama.

Dokter Hermanus Man meminta kepada BPBD Kota Kupang untuk segera memproses dana gugus tugas tingkat kelurahan, karena sudah dianggarkan. “Semua pejabat harus punya sense of crisis, kalau ditunda korban bisa makin banyak. Jangan lengah karena tiap hari peningkatan kasus di atas angka 10,” tegasnya.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man saat memimpin rapat koordinasi bersama OPD terkait di ruang kerjanya, pada Selasa, 22 Juni 2021

Ia juga minta agar para petugas memperkuat dan mempertegas edukasi tentang 5M dan 3T di tingkat kelurahan, terutama tempat-tempat umum seperti pasar, pertokoan, mall dan rumah ibadah. Perlu juga diperkuat koordinasi dengan puskesmas untuk pelaksanaan 3T pada semua kasus dan kontak.

Menurut Wakil Wali Kota Kupang dua periode ini, perlu juga ada pemetaan penyebaran kasus dan kontak per RT setiap hari. “Bila di dalam satu RT terdapat lebih dari 10 kasus positif, maka dilakukan penutupan (lockdown) RT tersebut. Karena itu tata cara dan protokol tetap lockdown perlu disosialisasikan kepada seluruh warga,” tegas dokter Hermanus Man.

Selain itu, imbuh dokter Hermanus Man, karena mobilitas penduduk dari luar daerah ke Kota Kupang cukup tinggi, Ia menilai perlu dilakukan pemantauan tiap hari bagi setiap pendatang baru, dengan memperhatikan status Covid-19 yang bersangkutan atau hasil rapid test-nya. Petugas di Puskesmas juga diminta untuk secara aktif mendistribusikan obat-obatan dan vitamin yang dibutuhkan pada semua kasus dan kontak.

Untuk meningkatkan kekebalan tubuh, mantan Kepala Dinas Kesehatan di Alor dan Kabupaten Kupang itu juga mengimbau agar warga mengonsumsi makanan-makanan dan buah seperti pisang, jeruk, selada air, bawang putih, susu serta herbal lainnya yang mampu meningkatkan kekebalan tubuh.

Kepada semua Lurah di Kota Kupang dan jajarannya Wakil Wali Kota Kupang mengimbau untuk segera meningkatkan edukasi tentang manfaat vaksinasi dan menganjurkan pada semua warga untuk memperoleh vaksinasi. Edukasi tentang protokol kesehatan juga menurutnya perlu terus dilakukan tidak henti-hentinya, termasuk menaati SE Wali Kota Kupang tentang PPKM Mikro terbaru.

Rapat koordinasi yang dipimpin oleh Wakil Wali Kota Kupang tersebut dihadiri oleh Kepala BPBD Kota Kupang, Maxi Jemy Didok, S.Pd., M.Si. Kepala Dinas Perhubungan Kota Kupang, Bernadinus Mere, AP,M.Si. Kepala Dinas Perindag Kota Kupang, Djidja Kadiwanu,S.E, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Kupang, Kabid dari Kominfo Kota Kupang, Kabid dari Satpol PP Kota Kupang serta KTU RSUD SK Lerik Kota Kupang. (*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_ans)

Editor (+roni banase)

Wakil Bupati Belu Deklarasi Desa Sanitasi & Stop BAB Sembarangan

314 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, M.M. mendeklarasikan Desa Mandeu dan Faturika sebagai Desa Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), serta Desa Teun sebagai Desa Stop Buang Air Besar Sembarangan (Open Defecation Free/ODF) yang dihelat di Kantor Desa Mandeu, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Selasa, 22 Juni 2021.

Dalam arahannya, Wakil Bupati Belu menuturkan, melalui deklarasi Desa STBM dan ODF, maka kondisi 3 (tiga) desa bebas dari kebiasaan–kebiasaan buruk, seperti melepaskan kebiasaan buang air besar sembarangan (BABS), tidak cuci tangan, rumah dan lingkungan tidak bersih. “Hari ini, kita mau pastikan bahwa kita sudah biasa cuci tangan pakai air bersih mengalir dengan menggunakan sabun, BAB di WC. Kita mulai melepaskan kebiasaan buruk karena sudah ada perbaikan dan pendampingan. Dengan ini, kesadaran masyarakat mulai bertumbuh,” tekan Alo Haleserens.

Wakil Bupati menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Plan International Indonesia dan Pijar Timur Indonesia yang telah bekerja bersama Pemerintah Daerah dalam menuntaskan kebiasaan semula yang buruk. “Kesadaran itu tidak tumbuh dan berkembang begitu saja, tetapi dengan dibimbing, diajar, dididik, dibina, dan didampingi oleh orang lain,” imbuhnya.

Alo Haleserens meminta pihak yayasan, agar tidak bosan–bosannya mendampingi masyarakat dalam mempertahankan dan mengembangkan kebiasaan baik karena ketika dibiarkan maka masyarakat akan kembali lagi ke kebiasaan lama.

Wakil Bupati Belu menyerahkan piagam penghargaan Desa STBM kepada Kepala Desa Mandeu

Terkait adanya sejumlah keluarga yang hingga kini masih tinggal bergabung dalam satu rumah, Wakil Bupati mengaku tak bermasalah. “Tidak apa–apa, kondisi kita masih begitu. Tetapi, kita siapkan fasilitas dasar, ada jamban dan air bersih. Tugas kita bersama menjaga kesehatan lingkungan,” sebut Wakil Bupati.

Berhubungan dengan kesehatan, Wakil Bupati Belu menegaskan bahwa masyarakat wajib menaati protokol kesehatan, mengingat saat ini ada 46 (empat puluh enam) orang di wilayah Belu terpapar wabah Covid–19. “Kita harus jaga jarak dengan menghindari kerumunan, pakai masker, cuci tangan menggunakan sabun, air mengalir dan pakai handsanitizer, serta membatasi bepergian,” nasihat Wakil Bupati.

“Camat, Kepala Desa, Kepala Dusun, Ketua RT dan RW mengontrol orang baru yang datang, agar wajib melaporkan diri ke pemerintah setempat,” pesan Alo Haleserens.

Laporan Kepala Desa Mandeu, Heribertus Luan

Wilayah Desa Mandeu memiliki 766 Kepala Keluarga (KK), 535 (lima ratus tiga puluh lima) rumah. Artinya, masih ada rumah tangga yang tinggal bersama. Dari 535 rumah di tahun 2019 masih ada 56 rumah yang anggotanya buang air besar sembarangan (BABS). Akan tetapi, berkat jalinan kerja sama dengan Yayasan Plan International Indonesia dan Pijar Timur Indonesia sehingga sukses dideklarasikan sebagai Desa STBM dan ODF.

“Ini, awal pengabdian kami yang baik. Selama 76 tahun Indonesia merdeka, baru hari ini desa kami dideklarasikan sebagai Desa STBM dan ODF. Semoga dengan deklarasi ini, Desa Mandeu bisa segera bebas dari 67 (enam puluh tujuh) kasus stunting dan gizi buruk yang tersebar di 7 (tujuh) posyandu,” harap Heri Luan.

Hadir dalam kegiatan, sejumlah OPD teknis, Camat Raimanuk, Tarsisius Edi, Kapolsek Raimanuk, Ilmuddin, Kepala Puskesmas Webora, Hubertus Y.N Hale, A.Md.Kep., Kepala Puskesmas Rafae,  Narsijo Trindade, S.Kep.,Ns., Pj. Kepala Desa Faturika, Kepala Desa Teun, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda, Insan Pers dan undangan lainnya. (*)

Penulis (*/ Herminus Halek)

Foto utama oleh prokopimdabelu

Jalin Sinergi Lintas Sektor, Pemerintah Target 1 Juta Vaksinasi per Hari

194 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah berhasil mewujudkan target vaksinasi sebesar 700 ribu per hari sebagaimana yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo pada Kamis, 17 Juni 2021, pemerintah berhasil mencatat capaian angka 716 ribu vaksinasi per harinya.

“Bapak Presiden pada minggu lalu, meminta agar kita bisa bekerja sama dengan TNI dan Polri untuk mencapai angka 700 ribu (vaksinasi) di bulan ini. Kami sampaikan bahwa angka 716 ribu sudah tercapai hari Kamis kemarin,” ujar Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, yang memberikan keterangan secara virtual selepas mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo pada Senin, 21 Juni 2021.

Atas capaian tersebut, Budi menyebut bahwa pihaknya akan berupaya untuk segera mencapai angka 1 juta vaksinasi per harinya dalam beberapa waktu yang akan datang. Ia meyakini bahwa dengan koordinasi dan kerja sama yang baik antara Kementerian Kesehatan, TNI, Polri, dan pemerintah daerah maka target tersebut akan mampu dicapai.

“Alhamdulillah kami bekerja sama terus, berkomunikasi, dengan Bapak Panglima dan Bapak Kapolri. Insyahlah kita percaya dan yakin bahwa angka 1 juta vaksin per hari kita bisa capai di awal bulan depan sesuai dengan arahan Bapak Presiden,” ucapnya.

Menteri Kesehatan menyampaikan, lonjakan kasus penularan Covid-19 seperti yang sedang terjadi saat ini sebelumnya juga pernah terjadi di beberapa daerah seperti Riau, Cilacap, Kudus, hingga Bangkalan. Dengan berbekal pengalaman tersebut dan disertai dengan kerja keras serta kerja sama seluruh pihak, maka persoalan yang kini tengah dialami di DKI Jakarta dan beberapa daerah lainnya juga dapat diselesaikan bersama.

“Insyahlah kita akan bisa menghadapi masalah ini bersama. Ingat, batasi kegiatan, selama liburan ini stay at home, tinggal di rumah dan kumpul bersama keluarga,” tandasnya. (*)

Sumber berita dan foto (*/BPMI Setpres)

Editor (+roni banase)

Bank NTT Luncurkan Aplikasi Go NTT di Labuan Bajo

434 Views

Labuan Bajo, Garda Indonesia | PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) bekerja sama dengan pemerintah daerah meluncurkan Aplikasi UMKM Bank NTT – Pemprov NTT. Aplikasi GO-NTT (Gerbang Online Nusa Tenggara Timur) diluncurkan dalam even Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) bertajuk “Kilau Digital Permata Flobamora” pada Jumat, 18 Juni 2021 di Puncak Waringin Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Simak Video YouTube Peluncuran Aplikasi GO NTT  :  https://youtu.be/29FPLUh8-Eo

Peluncuran Aplikasi GO NTT disaksikan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Johny G Plate; Menteri Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan; Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL); Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja; Anggota DPR RI Komisi XI, Ahmad Johan; Direktur Utama Bank NTT, Alex Riwu Kaho dan Direktur Pemasaran Dana Bank, Paulus Stefen Mesakh. Sementara, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno menyaksikan secara virtual.

Direktur Utama Bank NTT, Alex Riwu Kaho kepada Garda Indonesia pada Selasa, 22 Juni 2021 menyampaikan, Aplikasi GO NTT (Gerbang Online Nusa Tenggara Timur) merupakan wujud dukungan Pemerintah Provinsi NTT dalam hal ini Gubernur NTT melalui Bank NTT guna menyiapkan marketplace online ‘pasar dalam jaringan (daring)’ bagi produk-produk lokal NTT secara digital.

“Pastinya dengan tujuan mulia menciptakan hilirisasi bagi UMKM, mendorong perkembangan dan kemajuan industri UMKM NTT, membuka lapangan kerja baru serta memastikan off taker ‘penjamin’ untuk membeli produk-produk UMKM NTT,” terang Alex Riwu Kaho.

Selain peluncuran Aplikasi GO NTT, turut diluncurkan Virtual Expo Flobamora, Aplikasi JP Hub Pariwisata melalui penayangan video, Aplikasi Pikampung (Desa Adat Bank Indonesia), dan Aplikasi Pemanfaatan Toko Online BUMDES.

Penulis, editor dan foto (+roni banase)

Hoaks! Bikin SIM & SKCK Harus Ada Surat Keterangan Vaksinasi Covid-19

192 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Beredar informasi di media sosial yang menyebut ada syarat baru dalam pembuatan surat izin mengemudi (SIM) dan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) per 1 Juli 2021, yang mengatakan bahwa masyarakat harus memiliki surat keterangan vaksinasi atau sudah divaksin Covid-19, saat hendak bikin SIM dan SKCK.

Kasubdit SIM Korlantas Polri Kombes Djati Utomo memastikan kabar tersebut tidak benar. Djati menegaskan informasi yang beredar di media sosial itu hoaks. “Hoaks, jangan percaya,” ujar Kombes Djati dikutip dari situs resmi Korlantas Polri, pada Senin, 21 Juni 2021.

Kasubdit SIM Korlantas Polri Kombes Djati Utomo

Kombes Djati menyayangkan beredarnya kabar bohong tersebut. Menurutnya, belum semua warga Indonesia divaksin Covid-19 sehingga kebijakan itu tak mungkin diberlakukan.

“Kan vaksin belum semua masyarakat Indonesia,” ucapnya.(*)

Sumber berita (*/humas polri)

Foto utama oleh polri.go.id