Semua tulisan dari admin

Menteri Yohana Yembise: Jangan Coba Main Main Dengan Anak Anak

60 Views

NTT, gardaindonesia.id – Target PBB tidak ada kekerasan terhadap perempuan dan anak di Tahun 2030, mendapatkan perhatian dari Pemerintah Indonesia, saat 2 Tahun lalu, Presiden RI Jokowi cukup marah terkait kekerasan seksual terhadap anak anak sampai ada yang meninggal, sehingga Kementrian PPPA RI dan Kementrian terkait menerbitkan Undang Undang No 17 Tahun 2016

Undang Undang No 17 Tahun 2016 Pasal 81 ayat 1-9 “Barang siapa melakukan kejahatan seksual terhadap anak anak, jika anak anak ada yang mati, cacat, mengidap penyakit berbahaya, maka akan dikenakan hukuman tembak mati, hukuman kebiri, hukuman seumur hidup, pemasangan chip di tubuh pelaku dan pengumaman Identitas pelaku ke publik “.

Urusan Perempuan dan Anak anak adalah urusan Wajib Daerah yang harus dilaksanakan oleh Provinsi dan Kota, Anggaran juga harus diperhatikan, diberikan kepada anak anak, karena anak anak investasi masa depan.

Himbauan dan penegasan tersebut disampaikan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Prof Yohana Yembise pada Pembukaan Jambore V PAR GMIT NTT,Rabu/4 Juli 2018. Jambore dilaksanakan dari tanggal 3-8 Juli 2018 di pelataran Gereja Alfa Omega Labat, Kelurahan Bakunase II, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang Provinsi NTT-Indonesia.

Prof Yohana Yambesi bersama anak anak Jambore V PAR GMIT NTT 2018 yang berjumlah sekitar 2000 anak yang berasal dari 53 klasis GMIT, bersama menyanyikan lagu “Hari Ini Kurasa Bahagia”.

Usai bernyanyi bersama anak anak, Menteri PPPA RI, Yohana Yembise memberikan arahan;

“Ibu Menteri PPPA ada disini (Pembukaan Jambore) bukan untuk orang dewasa namun untuk anak anak NTT “, tandas Menteri Yohana kepada anak anak PAR.

“Walaupun saya dari Papua, namun punya hati untuk anak anak NTT, mewakili anak anak mengucapkan Terima Kasih kepada Pemprov NTT, Pemkot Kupang, dunia usaha, dunia media dan masyarakat “, sebut Mama Yo sebutan akrab Yohana Yembise, perempuan asal Papua ini. “Ini bukti nyata, banyak yang membantu anak anak “, ujarnya.

“Saya titip anak anak, karena mereka yang akan melanjutkan pembangunan di NTT “, pinta Mama Yo.

“Saya punya tugas melindungi anak anak dari segala bentuk Kekerasan terhadap mereka, Jangan coba main main dengan anak anak ini “, tegas Menteri PPPA RI asal Papua tersebut.

Saya titip anak anak, karena mereka yang akan melanjutkan pembangunan, kepada Ibu Ketua Sinode GMIT, Gereja harus Menjadi contoh. Gereja harus memberikan pencerahan terhadap orang tua sebagai Anggota jemaat untuk membina keluarga, karena keluarga kunci segalanya.

Kekerasan fisik terhadap perempuan dan anak masih tinggi di Indonesia Timur masih tinggi, orang masih minum mabuk hingga pukul isteri dan anak. (+rb)

53 Klasis Sinode GMIT Semarakkan Jambore V PAR GMIT Tahun 2018

159 Views

Kota Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Sebanyak 53 Klasis Sinode Gereja Masehi Injili Timur (GMIT) semarakkan Jambore V PAR (Persekutuan Anak & Remaja) GMIT Tahun 2018, dengan tema “Anak GMIT Citra Krsitus” dan sub-tema “Anak GMIT bermain, Cerdas, Kreatif, dan Berkarakter Kristus”.

Kegiatan pembukaan Jambore V PAR GMIT diselenggarakan pada Rabu/4 Juli 2018 pukul 10.00 wita-selesai di Lahan Raja Nisnoni Depan Gereja Alfa Omega-Labat Kelurahan Bakunase II Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara, Indonesia

Jambore V PAR GMIT NTT 2018 akan berlangsung dari tanggal 4 – 8 Juli 2018.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise, berkesempatan menghadiri dan menyampaikan sambutan dalam kegiatan Pembukaan Jambore V PAR GMIT NTT Tahun 2018.

Adapun kontingen PAR (Pendidikan Anak & Remaja) GMIT diantaranya Klasis Amarasi Barat, Fatuleu Barat, Alor Barat Laut, Amanatun Selatan, Flores, Lobalain, Kupang Barat, Amanuban Timur, Mollo Timur, Semau, Amanatun Utara, Teluk Kabola, Kupang Barat2, Mollo Barat, Alor Barat Daya, Kupang Tengah, Rote Timur, Alor Tengah Utara, Kupang Barat3, Pantar Timur, Rote Barat Daya, Amfoang Utara, Kupang Tengah, Klasis Sumbawa, Amanatun Timur, Alor Tengah Selatan, Mollo Timur2, Sabu Timur, Amanuban Tengah Selatan, Alor Timur Laut, Amarasi Barat, Belu, Alor Barat Laut, Amanuban Selatan, Flores2, Lobalain2, Timor Tengah Utara, Kupang Timur, Amfoang Selatan, Pantai Baru, Amarasi Timur, Kota SoE, Teluk Kabola, Amfoang Selatan, Amanuban Tengah Utara, Belu, Termanu Timur, Sabu Barat, Mollo Timur, Alor Tengah Utara, Kota KupangA, Kota KupangB, Kota KupangC, Kota KupangD. (+rb)

Gunung Agung Bali Kembali Normal, Hanya Deburan Asap & Debu Vulkanik

47 Views

Bali, gardaindonesia.id – Gunung Agung Bali yang sempat memuntahkan lava panas, Senin/2 Juli 2018 pukul 21.05 wita, Hari ini Selasa/3 Juli 2018 tampak kembali normal beraktifitas. Hasil Pantauan BMKG Bali, Selasa/3 Juli 2018 pukul 04.30 wita, erupsi Gunung Agung Bali hanya berupa kepulan asap/debu vulkanik yang bergerak ke arah barat dan tidak berlangsung secara terus.

Laporan informasi Meteorologi untuk aktifitas Gunung Agung Bali dari BMKG Bali, dengan kategori aktifitas gempa dengan frekuensi rendah.
Strombolian Eruption alias letusan lava pijar sifatnya sementara dan jarak pendek. Gunung Agung pagi ini sangat tenang dan cuaca cerah, Hanya sedikit asap yang mengepul dari kawah (a little smoke).

Tim Pasebaya Gunung Agung dan Tim Tanggap Bencana Gunung Agung semua bekerja dengan baik di lapangan terutama radius 28 Desa (KRB). Masyarakat memang diperintahkan bergeser setelah terjadi letusan, namun semuanya berjalan lancar.

Ternyata Pijar Api di Puncak Gunung Agung sebelah Timur dan Utara Bukan larva panas melainkan semak semak yang terbakar. Giat masyarakat hari ini sudah kembali normal dan masyarakat sudah ada yang kembali ke rumah masing masing.

Dihubungi terpisah, Humas PT Angkasa Pura Bali, Arie Ahsanurrohim, mengatakan, aktifitas Gunung Agung Bali tidak berdampak signifikan pada operasional penerbangan di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai Bali

“Masih lancar dan normal mas “, terang Ari kepada gardaindonesia.id melalui pesan Whatsapp Selasa/3 Juli 2018 Pukul 11.11 wita. (+rb)

Gunung Agung Bali Kembali Muntahkan Lahar Panas

79 Views

Bali, gardaindonesia.id  – Gunung Agung yang berlokasi di Kabupaten Karangasem Provinsi Bali kembali mengeluarkan lahar panas/erupsi sekitar pukul 21:04 wita (9 malam), Senin/2 Juni 2018, dengan tinggi kolom abu teramati ± 2.000 m di atas puncak (± 5.142 m di atas permukaan laut).

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 24 mm dan durasi ± 7 menit 21 detik.

Erupsi terjadi secara strombolian dengan suara dentuman. Lontaran lava pijar teramati keluar kawah mencapai jarak 2 km. Saat ini G. Agung berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi:

Pertama, Masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di seluruh area di dalam radius 4 km dari Kawah Puncak Gunung Agung.
Zona perkiraan bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yang paling aktual/terbaru.

Kedua, Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak. Area landaan aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung. (*/KESDM, Badan Geologi, PVMBG)

Pertamina Turunkan Harga Pertamax Series & Dex Series Untuk Wilayah NTT, Papua & Maluku

46 Views

Jakarta, gardaindonesia.id – PT Pertamina (Persero) menaikkan Harga Pertamax series mulai 1 Juli 2018 pukul 00.00 WIB. Kenaikan bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi ini berlaku di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jakarta, Jawa Barat dan Banten. Sedangkan Harga Premium, Solar dan Pertalite tidak naik.

Namun untuk mendorong Penggunaan bahan bakar Jenis Pertamax Series dan Dex Series, PT.Pertamina (Persero) menyesuaikan harga 2 jenis BBM tersebut khusus Pertamax Series dan Dex Series berlaku mulai Minggu/1 Juli 2018.
Harga Pertamax untuk daerah Nusa Tenggara Timur, Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara dan Gorontalo diturunkan.

Hal ini dimaksudkan utk mendorong penggunaan BBM berkualitas dan disesuaikan dengan daya beli masyarakat. Sebagai contoh di Maluku dan Papua, harga Pertamax diturunkan menjadi Rp 9.700/liter.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Adiatma Sardjito mengemukakan penyesuaian harga BBM jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex, merupakan dampak dari harga minyak mentah dunia yang terus merangkak naik dimana saat ini harga minyak dunia rata-rata mencapai 75 dolar per barel.

“Bahan baku BBM adalah minyak mentah, tentunya ketika harga minyak dunia naik akan diikuti dengan kenakan harga BBM,” ungkap Adiatma.

Adiatma menambahkan penyesuaian harga BBM jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex tersebut, dilakukan Pertamina sebagai badan usaha, dengan mengacu pada Permen ESDM No. 34 tahun 2018 Perubahan Kelima Atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 39 Tahun 2014, Tentang Perhitungan Harga Jual Eceran BBM.
Atas ketentuan tersebut, maka Pertamina menetapkan harga Pertamax untuk wilayah DKI Jakarta Rp 9.500/liter, sementara Pertamax Turbo Rp 10.700/ liter. Sedangkan untuk Dex Series, ditetapkan harga Pertamina Dex Rp 10.500/liter, dan Dexlite Rp 9.000/liter.

“Penyesuaian harga ini juga dalam rangka Pertamina tetap bisa bertahan untuk menyediaakan BBM dengan pasokan yang cukup sesuai kebutuhan secara terus menerus sehingga tidak mengganggu konsumen dalam beraktifitas sehari-hari dimanapun,” tambahnya.

Pertamina juga mengapresiasi masyarakat yang setia menggunakan BBM berkualitas, ramah lingkungan dan sesuai dengan spesifikasi kendaraannya. Karena itu perubahan harga BBM Pertamax Series dan Dex Series, menurut Adiatma masih lebih kompetitif. “Kami senantiasa memberikan BBM dengan kualitas dan harga terbaik bagi konsumen setia Pertamina,”imbuhnya.

Adiatma menjelaskan, untuk penyesuaian harga BBM umum selengkapnya di beberapa daerah, bisa dilihat di website www.pertamina.com yaitu https://www.pertamina.com/id/news-room/announcement/daftar-harga-bbk-tmt-1-juli-2018.(+rb/pertamina.com)

Pantai Pasir Panjang – Pantai Beragam Manfaat Yang Harus Diperhatikan

84 Views

Kota Kupang, gardaindonesia.id – Jika Kita Ingin melepas kepenatan, Banyak hal yang bisa dilakukan termasuk mengunjungi pantai dengan panorama indah, hamparan pasir putih, nikmati sunset/matahari terbenam yang memukau, dapat digunakan untuk beragam manfaat.

Manfaat tersebut dapat diperoleh di Pantai Pasir Panjang yang terletak di Kelurahan Pasir Panjang Kota Kupang. Pantai ini menawarkan banyak manfaat.

Gardaindonesia.id menjumpai beberapa penikmat suasana pantai, Minggu/1 Juli petang, tampak para anak muda bermain bola kaki, bersepeda, menyusuri sepanjang pesisir pantai tanpa alas kaki, mengajak jalan anjing peliharaan, dan masih banyak aktitas lain yang dapat dilakukan di pantai ini. Beberapa keluarga kecil juga asyik menikmati Indahnya sunset dan hamparan putih.

Tampak juga beberapa nelayan sedang memperbaiki perahu penangkapan Ikan mereka. Lokasi pantai Ini memang digunakan para nelayan untuk menambatkan perahu Mereka sekaligus pusat Lokasi para nelayan

Andrew Nahas usia 15 tahun, penikmat Pantai Pasir Panjang bersama teman teman bermain bola kaki, Katakan setiap minggu selalu bersihkan pantai bersama para warga jika pantai kelihatan kotor.

Pantauan GardaIndonesia.id beragam sampah Seperti botol plastik, bekas makanan, dan beragam sampah Lain dibiarkan berserakan dan ditiup Angin sehingga mengotori pantai.

Wini Mangi asal Nunhila, penikmat Pantai Pasir Panjang senang dapat menikmati pantai dengan bersepeda menyusuri pantai. Wini menghimbau agar Jangan membuang sampah sembarangan dan berharap peran Masyarakat dan Pemerintah setempat dapat membersihkan sampah yang berserakan.

Beberapa wisatawan manca negara yang menginap di Hotel Swissbel Kristal dan Sotis Hotel meluangkan waktu lakukan jogging di sepanjang pesisir pantai.

Seperti Tris wisman asal West Cost-Australia, saat dijumpai mengatakan Pantai Pasir Panjang Sangat Indah namun kecewa dengan sampah berserakan di sepanjang pantai. Tris juga berharap peran pemerintah untuk meminimalisir sampah yang ada seperti sampah plastik dapat didaur ulang dan bisa mendapat perhatian dari banyak pihak untuk membersihkan sampah yang berserakan.

Para penikmat Pantai Pasir Panjang mulai menggunakan areal Pantai mulai pukul 16.00 (4 sore) dan mulai beranjak meninggalkan Pantai sekitar pukul 18.00 (6 petang)

Meski sudah dipasang papan himbauan dan tempat penampungan sampah namun tidak dipedulikan, masih saja sampah dibuang sembarangan dan tong sampah tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya. (+rb)

Pertemuan Orang Muda Katolik (OMK) dalam Nusra Youth Day II 2018 – Sukacita Dalam Keberagaman

80 Views

NTT, gardaindonesia.id – Pertemuan Orang Muda Katolik (OMK) SeNTT (Nusra Youth Day/NYD) sebagai Pertemuan OMK terjadi setiap 3 tahun sekali, yangmana NYD pertama kali di Keuskupan We’etebula tahun 2015 dan saat ini sebagai NYD kedua di Keuskupan Agung Kupang yang akan berlangsung dari tanggal 30 Juni- 6 Juli 2018.

Nusra Youth Day/NYD II mengusung tema “Sukacita dalam keberagaman “ diharapkan dapat mendorong Gereja di NTT mampu menemani dan mengarahkan OMK melangkah mantap Menuju Masa Depan Gereja dan Bangsa dan menghargai segala bentuk perbedaan dan keberagaman sebagai kekayaan yang harus dijaga menjadi kekuatan bagi Bangsa dan Gereja.

Peserta NYD II 2018 akan terlibat dalam Parade budaya, malam pembukaan kegiatan di Rujab Gubernur NTT, kegiatan pentas seni OMK, ziarah ke Taman Doa Yesus Maria Oebelo, mengikuti seminar oleh Uskup Agung Kupang dan para tokoh agama lain, workshop dan talkshow, sharing Iman dan pengalaman, serta bakti sosial berupaya penanaman pohon di sekitar Jembatan Petuk Maulafa.

Ketua Panitia NYD 2018, Romo Longginus Bone, Pr Atau akrab disapa Romo Dus dalam Konferensi pers bersama media, Jumat/29 Juni 2018 petang di Aula Gereja Santa Maria Asumpta Kota Baru, menuturkan, melalui NYD ini, OMK dari berbagai Keuskupan bisa saling berjumpa dan belajar serta mengalami katekese Iman yang sehat melalui perjumpaan yang meneguhkan, serta kreatifitas evangelisasi sebagai upaya pembentukan karakter OMK yang berkualitas imani.

“Panitia NYD telah menyiapkan beberapa kegiatan diantaranya live in di paroki paroki yang ada di Keuskupan Agung Kupang yakni Paroki St Familia Sikumana, St. Fransiskus Asisi BTN, St. Matias Rasul Tofa, St. Yoseph Pekerja Penfui, St. Gregorius Agung Oeleta dan Paroki Katedral Kristus Raja “, terang Romo Dus.

Selanjutnya Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Kupang, Suster Tyas, katakan, OMK sebagai bagian dari Gereja diharapkan mampu Menjadi agen transformasi nilai menuju kehidupan masyarakat yang semakin bermartabat, adil dan sejahtera.

“Diharapkan melalui perjumpaan OMK dari berbagai budaya, etnis dan tempat berbeda dapat meningkatkan semangat solidaritas, kesetiakawanan dan kerja sama dalam kesadaran Iman “, papar Suster Tyas.

Sekretaris Panitia NYD II 2018, Diana Lusong, mengatakan, Nusra Youth Day II melibatkan 7 Keuskupan di wilayah Nusra yakni Keuskupan Agung Ende, Keuskupan We’etabula, Keuskupan Ruteng, Keuskupan Maumere, Keuskupan Atambua, Keuskupan Larantuka dan Keuskupan Agung Kupang sebagai tuan rumah.

“Jumlah peserta keseluruhan mencapai 695 Orang terdiri dari 318 peserta dari Keuskupan Agung Kupang (KAK) dan 377 peserta dari Keuskupan diluar KAK “, jelas Dian.

“Kegiatan NYD II ini juga melibatkan 150 pengisi acara. Para peserta sudah mulai berdatangan sejak tanggal 28-30 Juni 2018”, tambah Dian.

“Seluruh panitia dan relawan yang berasal dari 7 (tujuh) Paroki yang Ada di Keuskupan Agung Kupang (KAK) bersama para Romo Pendamping siap menyukseskan Nusra Youth Day II 2018”,pungkas Dian.

PMPB NTT: Advokasi Kebijakan Sekolah /Madrasah Aman Bencana

96 Views

NTT, gardaindonesia.id – NTT (Nusa Tenggara Timur) dilihat dari Aspek Klimatologi, topografi, geologis, demografi dan sosiologi, sangat berpotensi terhadap ancaman bencana seperti banjir, longsor, angin puting beliung, gempa, tsunami, abrasi, konflik, wabah penyakit dan lain-lain. Setiap kejadian bencana selalu menimbulkan dampak berbeda bagi setiap sektor termasuk sektor pendidikan.

Karenanya tantangan dalam mengelola risiko bencana di sektor pendidikan semakin kompleks, mengingat penyelesaian masalah harus dapat diupayakan jawaban untuk memperkuat ketahanan sektor pendidikan, dalam upaya mitigasi maupun kesiapan menghadapi ancaman bencana tersebut.

Penanggulangan bencana khususnya di sektor pendidikan perlu dilakukan secara terencana, terkoordinasi dan terpadu, mengingat keberulangan bencana semakin meningkat baik wilayah terdampak maupun jumlah kerugian yang ditimbulkan .

Program ini bertujuan untuk meningkatkan akses ke lingkungan belajar yang aman bagi anak-anak melalui replikasi dan scalling-up dari inisiatif sekolah aman di tingkat Kabupaten/Kota dan provinsi NTT.

Beberapa hal yang dilakukan bersama dalam implementasi program ini adalah : kegiatan peningkatan kapasitas kepada Aparatur sipil Negara, para guru dan juga OMS di Provinsi NTT, Kampanye dan advokasi untuk mendorong implementasi program sekolah/madrasah aman bencana di Provinsi NTT.

Perkumpulan Masyarakat Penanganan Bencana (PMPB) NTT berkolaborasi dan bersinergi dengan Plan International dan Pemprov NTT melakukan evaluasi akhir terhadap Program Sekolah/Madrasah Aman Bencana Tingkat Provinsi NTT, Jumat/29 Juni 2018 di Aula Hotel Sylvia Premiere Kota Kupang.

Koordinator PMPB NTT, Kristian Ngelan, menuturkan beberapa hal yang telah dicapai dalam kegiatan ini antara lain adalah tersedianya fasilitator sekolah/Madrasah aman Bencana di Provinsi NTT, surat Edaran dari Dinas P&K Provinsi NTT nomor 421/03/PK/2016 tentang Penerapan Sekolah Aman di Provinsi NTT.

“Pasti bisa berlaku di seluruh wilayah, Apa yang kita lakukan Lebih banyak pada Advokasi Kebijakan dan alokasi anggaran, Tujuan sederhana, Kami mau Agar seluruh Sekolah di NTT dapat menerapkan pendidikan Aman Bencana dan semua warga belajar “, tandas Kris.

PMPB NTT juga bekerjasama dengan Pemprov NTT dukungan dana dari SIDA sejak tahun 2201–2018 telah melaksanakan program ”Penguatan suara anak melalui promosi sekolah/madrasah aman bencana di Provinsi NTT”.

Lanjut Kris, “Beberapa sekolah/madrasah sudah menyusun perencanaan untuk implementasi sekolah aman (bentuk tim siaga, simulasi, renovasi pintu dan meja belajar, dll), sudah ada tools monitoring yang telah di Up-date sesuai dengan konteks NTT dan telah di uji coba.

“Telah tersedia dokumen strategi advokasi sekolah aman di Provinsi NTT, sudah ada Modul Pendidikan Pencegahan dan Pengurangan Risiko Bencana, sudah ada anggaran di beberapa SKPD untuk mendukung penerapan sekolah aman di Provinsi NTT “,terang Kris.

Progress lainnya dengan masuknya program sekolah aman masuk dalam renstra Forum PRB NTT, media massa terlibat dalam penyebaran informasi tentang implementasi sekolah aman di Provinsi NTT, promosi sekolah aman melalui media sosial (facebook), Pembuatan buku saku, Pembuatan media belajar edukatif, sudah ada Modul Pendidikan Pencegahan dan Pengurangan Risiko Bencana di Sekolah, sudah ada buku cerita sukses tentang Program sekolah/ madrasah aman di NTT.

“Juga telah ada Sekretariat Provinsi Satuan Pendidikan Aman Bencana di NTT “, pungkas Kris.

Perwakilan Plan International, Roby Lay, kemitraan Plan International dan PMPB sudah berjalan 3 (Tiga) tahun. Proyek Sekolah/Madrasah Aman Bencana merupahkan bagian dari inisiatif untuk memperluas dan mengembangkan Sekolah Aman.

“Proyek Ini dilakukan dilakukan Provinsi dan di kab Sikka, kemampuan kami hanya itu “, jelas Roby.

Terkait dengan keberlanjutan, “Proyek ini akan berakhir di Juni 2018 sebagai bagian akhir, tapi kami tidak menyebut sebagai penutupan Proyek Sekolah Aman Bencana, Kami sadar betul bahwa proyek ini akan dilanjutkan dan dikembangkan oleh banyak orang lain “, terang Roby.

Karena salah satu target besar kita sama sama menyusun Rencana Tindak Lanjut, contoh sederhana apakah sekretariat bisa menjadi sumber informasi ataukah alat monitoring dapat dikembangkan oleh sekretariat.

“Mengenai kemandirian bakal ada dari setiap stakeholder termasuk para guru dan sekolah, Roby Lay berharap guru dapat mandiri mencari bahan ajar Lain dan sekolah dapat membuat kebijakan dapat memasukkan sekolah Aman masuk dalam proses belajar mengajar “, pungkas Roy menutup perbincangan dengan teman teman media. (+rb)

Foto: kupang.tribunnews.com