Semua tulisan dari admin

Jasa Raharja Bayar Santunan Korban Kecelakaan Dari Kab Kupang

75 Views

NTT,gardaindonesia.id – PT (Persero) Jasa Raharja Cabang Nusa Tenggara Timur (NTT) membayarkan santunan kepada Maria Suares Ahli Waris korban atas nama Grogerius Suares Santisa yang mengalami kecelakaan maut di Jalan Timor Raya Desa Naibonat, Kabupaten Kupang,Senin/25 Juni 2018 di Kantor Samsat Babau .

Adapaun kronologis kejadian kecelakaan maut berawal dari korban berboncengan dengan istrinya hendak berkunjung ke rumah sanak saudaranya di desa Oefafi. Dalam perjalanan tiba – tiba ban depan kempes, korban menurunkan isterinya dan nenuju tempat tambal ban. Sebelum tiba di tempat tujuan dari arah berlawanan datang kendaraan dengan kecepatan tinggi, tabrakkan tidak bisa dihindari lagi korban langsung meninggal di tempat.

Petugas Jasa Raharja bergerak cepat dan berkoordinasi dengan pihak Kepolisian guna kepastian jaminan berdasarkan UU No. 34 Tahun 1964 dan langsung menghubungi pihak keluarga untuk pengurusan administrasi guna pembayaran santunan secepatnya.

Hal ini sebagai pernyataan komitmen pelayanan dengan mengedepankan semangat PRIME (Pro aktif Ramah Jelas dan Empati). Jasa Raharja segera membantu pengurusan dokumen administrasi ahli waris dan membuka rekening sehingga pembayaran santunan dibayarkan secepatnya. Dalam waktu 24 jam korban sudah dibayarkan santunannya ke Ahli Waris sebesar Rp.50.000.000,-

Joni Lino Perera yang mewakili keluarga menyampaikan rasa terima kepada pihak Jasa Raharja, Jasa Raharja Putra dan pihak Kepolisian yang telah mendukung kami dalam proses realisasi uang santunan, kami tidak punya apa – apa untuk membalas tetapi hanya rasa terima kasih dan doa dari kami keluarga.

Kepala Cabang PT.Persero Jasa Raharja Cabang NTT Ari Wisnu Handoyo.SE menghimbau kepada kelurga korban saat menerima dana santunan ini jangan berfoya – foya tetapi gunakan dana ini untuk kebutuhan keluarga apalagi korban meninggal seorang isteri dan 6 orang anak yang masih bersekolah.

“Gunakan dana ini untuk membangun usaha karena sekarang ibu sebagai kepala keluarga yang harus mencari nafkah bagi keluarga katanya “, tandas Ari Wisnu Handoyo.

Selain itu dari pihak Jasa Raharja Putra yang merupahkan anak cabang dari Jasa Raharja juga menyerahkan dana santunan sebesar Rp.20.000.000 yang diserahkan langsung oleh Kepala Cabang Jasa Raharja Putra NTT, M. Drajat D Winata.

Selain penyerahan dana santunan PT (Persero) Jasa Raharja Cabang NTT menyerahkan sarana pencegahan kepada Polisi Resor (Polres) Babau kepada Kasat Lantas AKP. Andri I disaksikan oleh Wakapolres Babau dan pihak POLDA NTT. Penyerahan sarana ini berupa Trafikcone 20 buah, Stikcone 20 buah, Rompi 20 buah dan Helm 10 buah.

Penyerahan Santunan dan hibah sarana pencegehan diserahkan langsung oleh Kepala Cabang Jasa Raharja NTT Ari Wisnu Handoyo dan didampingi Kepala Cabang Kupang Jasa Raharja Putra M Drajat D Winata berlansung di gedung Samsat Babau dan di POLRES Babau Kabupaten Kupang, Senin/25 Juni 2018 di Gedung Samsat Babau pukul 11.45 wita. Penyerahan Santunan dihadiri oleh utusan dari POLDA NTT, Kasat Lantas, Wakapolres dan jajarannya. (+rb)

SMRC Akan Lakukan Quick Count Pilgub NTT

113 Views

NTT, gardaindonesia.id – SMRC (Saiful Mujani Research and Consulting) melalui Koordinator SMRC wilayah NTT, Petrus Tabein, menegaskan SMRC sebagai lembaga survey resmi akan melakukan Quick Count (perhitungan cepat) Pilgub NTT 2018 dan tidak melakukan Exit Pool atau survey saat pemilih keluar dari bilik coblos.

“Exit Pool/Survey tidak kami Lakukan di NTT “, Tegas Petrus saat pertemuan bersama para Lembaga Survey dan Pemantau Pemilihan di Aula KPU Prov NTT, Senin/25 Juni 2018.

Petugas SMRC yang bertugas sebagai E Numerator mencatat angka hasil Pleno TPS setelah disahkan oleh Ketua KPPS dan disetujui oleh 4 (empat) Saksi Paslon.

“Kami bukan pemantau, pengawas maupun sebagai solusi dalam TPS “, tandas Petrus

Lanjut Petrus, “Petugas E Numerator dari SMRC Akan menggunakan id card dengan pas photo warna ukuran 3×4 dan terdapat 10 (sepuluh) logo media yang bekerja sama dengan SMRC “.

“Petugas SMRC yang bertugas sebagai E Numerator sebanyak 300 orang tersebar di 22 kabupaten/Kota dan ditambah 15 spot chequer dan 3 asisten, Tim kami sudah siap, Kami akan menghimpun hasil perhitungan “, terang Petrus.

Menanggapi kekuatiran KPU bakal adanya hasil Quick Count yang mempengaruhi jalanannya proses pemilihan, Petrus menjamin bahwa proses Quick Count dimulai Usai proses penetapan perhitungan Suara di TPS.

Terkait adanya hasil Survey Pilgub NTT yang dilaksanakan oleh SMRC dan dipelintir oleh media, Petrus mewakili Saiful Mujani mengklarifikasi dan menegaskan bahwa SMRC tidak pernah merilis hasil survey, sehingga apapun pemberitaan oleh media massa diluar tanggung jawab SMRC.

Adapun 6 (enam) Lembaga Survey Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT yang telah terdaftar di KPU Prov diantaranya: Indo barometer, Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), PT indikator (politik Indonesia), Losta Institute, PT Indo Survey dan Strategi dan PT Jaringan Suara Indonesia yang menarik diri dan membatalkan via telpon sehingga tidak Lagi mengikuti proses Survey dan Quick Count Pemilihan Gub dan Wagub NTT. (+rb)

Sumber Foto: Megapolitan Kompas

KPU NTT: KPPS Tidak Boleh Ambil Kebijakan Yang Tidak Sesuai Regulasi

59 Views

NTT, gardaindonesia.id -.Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) agar tidak mengambil kebijakan baru diluar Peraturan KPU yang telah ditetapkan mengenai Pilkada Serentak dan Pilgub NTT Rabu/27 Juni 2018 mendatang.

Demikian himbauan Ketua KPU Prov NTT, Maryanti Luturmas Adoe, Minggu/24 Juni 2018 petang, saat menggelar Jumpa Pers dengan para awak media di Kantor KPU Prov NTT di Jln Polisi Militer Kupang terkait Penyerahan Laporan Penerimaan Dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) Peserta Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT

Lebih Lanjut Ketua KPU Prov NTT tegaskan bahwa distribusi logistik telah terpenuhi di semua kab/kota dan telah didorong distribusi untuk TPS di Wilayah Kota

“Terkait distribusi C6 oleh KPPS mulai tanggal 12 Juni dan terakhir hari ini Minggu/24 Juni 2018”, papar Maryanti.

“Kenapa kami (KPU NTT) melakukan gerakan pembagian C6 pada tanggal 13 Juni supaya mendorong KPPS segera mulai pembagian C6 oleh KPPS. Jadi bukan karena ada apa apa “, Tegas Maryanti

“Jika Pemilih belum mendapatkan C6, silahkan menghubungi KPPS “, himbau Maryanti

Jika belum mendapatkan C6 tetapi nama ada dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) tetap dapat menggunakan hak pilih dengan membawa KTP E atau Surat Keterangan (Suket) ke TPS agar KPPS dapat mengecek no urut dalam DPT.

Bagi Pemilih yang Ada dalam DPT, Hak memberikan suara mulai pukul 07.00-13.00 wita Sedangkan bagi Pemilih yang namanya tidak terdapat dalam DPT tetap dapat menggunakan hak pilih dengan membawa KTP E atau Surat Keterangan (Suket) yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dan bukan oleh Kantor Desa atau Kantor Lurah.

Jika tidak mendapatkan C6 dan nama tidak terdapat dalam DPT, tetap dapat menggunakan hak pilih dengan membawa KTP E atau Surat Keterangan dan dilayani mulai pukul 12.00-13.00 wita.

Selanjutnya Ketua KPU Prov NTT mengingatkan agar pada tanggal 26 Juni 2018, KPPS wajib mengembalikan C6 yang tidak terdistribusi dan dikembalikan kepada PPS di Setiap Desa/Kelurahan dan PPS wajib membuat rekapitulasi dan melaporkan secara berjenjang hingga ke KPU Kab/Kota dan KPU Kab/Kota melaporkan ke KPU Prov NTT. (+rb)

KBRI Kualalumpur Himbau TKI NonDokumen Ikut Program Pulang Sukarela

200 Views

NTT, gardaindonesia.id – Mulai 1 Juli 2018, akan dilaksanakan penangkapan dan razia besar-besaran bagi Para Pekerja Migran Indonesia (PMI) Atau Para TKI yang tidak berdokumen lengkap.
KBRI Kuala Lumpur mengimbau Pekerja Migran Indonesia (PMI) tak berdokumen agar mempertimbangkan segera mendaftar Program Penghantaran Pulang Sukarela (Program 3+1).

Hal ini terkait dengan peringatan pemerintah Malaysia yang akan menggelar razia besar-besaran melalui Operasi Mega 3.0 terhadap pekerja migran tidak berdokumen, termasuk pekerja migran asal Indonesia pasca berakhirnya program re-hiring pada 30 Juni 2018 nanti.

Dalam surat edaran yang dikeluarkan KBRI Kuala Lumpur, Jumat/22 Juni 2018 disebutkan, Departemen Imigrasi Malaysia (JIM) memperpanjang masa pendaftaran Program 3+1 hingga 30 Agustus 2018.

KBRI Kuala Lumpur juga menyebutkan, Pemerintah Malaysia telah menetapkan biaya pendaftaran Program 3+1 sebesar RM 800 dengan rincian; RM 20 untuk asuransi, RM 380 untuk biaya jasa syarikat, sedangakan yang RM 400 untuk membayar kompaun (denda) dan special pass.

Surat edaran KBRI Kuala Lumpur juga menjelaskan, Pemerintah Malaysia telah menunjuk delapan syarikat yang secara resmi dapat menerima pendaftaran Program 3+1, yaitu Bukti Mahligai Sdn.Bhd, Bukti Megah Sdn.Bhd, Harfaace Resource Sdn.Bhd, International Marketing and Net Resource (IMAN) Sdn.Bhd, Kericom Sdn.Bhd, Perunding Zon Jenih Sdn.Bhd, PMF Consortium Sdn.Bhd, dan Profound Radiance Sdn.Bhd.

Guna mendukung upaya KBRI dalam pemantauan dan perlindungan yang diperlukan dalam masa ini, WNI/PMI dapat menghubungi Hotline KBRI +603-2116-4016/17, atau melalui email info@kbrikualalumpur.org, FB @IndonesianEmbassyKL, dan Twitter @kbrikualalumpur. (+liputanbmi/rb)

Sumber Foto: Serikat Pekerja Nasional

Emi Nomleni Tidak Bicara Janji Namun Bicara Cara Melakukan

74 Views

Jakarta,gardaindonesia.id – Debat Pilgub NTT III yang digelar oleh KPU NTT dan diselenggarakan di Stasiun INews TV, Sabtu/23 Juni 2018, Paslon No 2 Marianus Sae-Emilia Nomleni tampil meyakinkan memberikan solusi terhadap Persoalan Kesehatan dan Pendidikan di NTT.

Tampil sendiri dan meyakinkan dengan menggunakan durasi waktu 2 menit yang diberikan oleh Desvita Bionda, Emi Nomleni membeberkan persoalan Kesehatan di NTT saat ini, adanya kematian Ibu dan anak, gizi buruk, HIV/Aids, Kesehatan reproduksi.

MS-Emi akan mengupayakan pencegahan dengan menjamin kecukupan pangan dan gizi melalui peningkatan daya beli rumah tangga, kecukupan ketersediaan air bersih, sanitasi lingkungan dan keluarga, pelayanan kesehatan dasar dan berkualitas dan merata di setiap wilayah, penyediaan jaminan pembiayaan kesehatan bagi warga kurang mampu.

Di Bidang pendidikan menengah, NTT berhadapan dengan persoalan kualitas, daya tampung dan kesesuaian lulusan.

Untuk meningkatkan kualitas pendidikan menengah, MS-Emi Fokus pada pemantapan pemenuhan standar nasional pendidikan di Tingkat Sekolah dengan solusi menyiapkan Kepala Sekolah sebagai Manager pendidikan di Sekolah, pengembangan taman Guru Untuk peningkatan Kapasitas dan kualitas guru, peningkatan Kesejahteraan guru.

Solusi daya tampung melalui program jumlah dan Kapasitas Sekolah Menengah pada Setiap Wilayah dan penyediaan Model pembiayaan pendidikan bagi Siswa SMA/SMK kurang mampu.

Solusi kesesuaian lulusan melalui pengembangan SMK berbasis keunggulan lokal, penyetaraan standar kompetensi keahlian menengah berdasarkan kebutuhan dunia kerja, pengembangan pendidikan non formal bagi angkatan kerja usia muda melalui Rumah Vokasi

“Semuanya dilakukan untuk memastikan anak menjadi Tau, Terampil dan Berkarakter, “tandas Emi Nomleni sebelum menutup pernyataan awal.

Selanjutnya Emi Nomleni menutup pernyataan dengan mengajak semua Perempuan Tangguh NTT untuk bergandeng tangan mengurus Rumah tangga, Karena seorang Mama tidak bicara tentang Janji dan Harus tetapi berbicara tentang cara melakukan. (+rb)

Sumber Foto: 11maret.com

43 TKI Asal NTT Meninggal Dunia Kurun Waktu Jan-Juni 2018

80 Views

NTT, gardaindonesia.id – Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Kupang mencatat Sebanyak 43 (Empat Puluh Tiga) Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal NTT yang meninggal dunia sejak bulan Januari hingga Juni 2018.

Plt. Kepala BP3TKI Kupang, Siwa,SE kepada gardaindonesia.id melalui pesan Whatsapp, membeberkan kondisi tersebut. “Posisi menjadi 43 jenazah, hari ini (Jumat/22 Juni 2018) kami terima 3 jenazah dengan pesawat Garuda GA 438 tiba pukul 12.50 wita “, papar Siwa.

“3 Jenasah tersebut yakni Laurensius Raja asal Kab. Ende, Rosana Mite asal Kab. Ngada dan Martha Mbatu asal Oebelo Kab. Kupang “, terang Siwa.

Alm.Laurensius Raja, umur 34 tahun, alamat Nualy RT. 005 RT. 003, Niowula, Detusoko Kabupaten Ende, meninggal dunia Sabtu/ 16 Juni 2018 di Selangor Malaysia akibat Sakit paru paru, dipulangkan Kamis/ 21 Juni 2018 dari Kuala Lumpur ke Jakarta, Jumat/ 22 Juni 2018 dari Jakarta ke Kupang.

“Jenazah sudah tiba tadi siang pukul 12.50 wita, jenazah asal Oebelo Kab Kupang langsung diantar ke Lokasi rumah duka Sedangkan TKI asal Ende dan Ngada, sementara oleh BP3TKI Kupang inapkan di Rumah Sakit Umum W Z Yohanes Kupang “, tutur Siwa.

“Rencananya Minggu/24 Juni 2018 akan diantar ke tempat masing masing melalui Maumere “, tandas Siwa menutup percakapan dengan gardaindonesia.id (+rb)

Herman Hery Dipolisikan, Diduga Aniaya Pengguna Jalan

63 Views

Jakarta, gardaindonesia.id – Pengeroyokan dan penganiayaan yang diduga dilakukan Anggota DPR RI dan Ajudannya dilaporkan ke Mapolres Jakarta Selatan Siang ini Kamis, 21Juni 2018 Pukul 13.00 WIB dengan pelapor korban atas nama Ronny Kosasih Yuliarto, istri dan dua anak berusia 7 tahun dan 10 tahun.

Melalui pesan Whatsapp, gardaindonesia.id menghubungi Febby Sagita,Pengacara Ronny Kosasih Yuliarto, mengkonfirmasi kejadian tersebut. “Benar mas sudah dilaporkan, Hari ini Kamis/21 Juni 2018, mau follow up ke Polres Jaksel “, terang Febby

”Kami melaporkan adanya tindak pidana pengeroyokan dan penganiayaan dialami Ronny Kosasih Yuliarto, istri dan dua anak berusia 7 tahun dan 10 tahun yang dilakukan oleh Anggota DPR-RI Komisi III bernama Herman Hery di Jalan Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan pada hari Minggu, 10 Juni 2018 lalu, sekitar pukul 21.30-22.00 malam.” Jelas Febby Sagita.

Anggota DPR RI dari PDIP tersebut menganiaya Ronny sebagai pengendara mobil yang sedang di tilang Polisi karena masuk jalur busway (mobil Herman Heri, Rolls Royce B88NTT juga masuk jalur busway).

”Berawal dari mobil korban, atas nama Ronny, masuk jalur busway dan ditilang oleh Polisi lalu lintas yang sedang bertugas disana. Sedangkan mobil Herman Heri, Rolls Royce Phantom B88NTT tepat berada dibelakang mobil korban.” Tambah Febby Sagita.

”Mungkin karena lama menunggu, Herman Heri langsung turun dari mobil dan memukul korban tanpa alasan yang jelas. Karena tidak terima atas perlakuan Herman Heri, korban mencoba membalas pukulannya, lalu kemudian ajudan-ajudan Herman Heri langsung turun dan mengeroyok korban bersama Herman Heri.” Papar Febby Sagita.

”Polisi yang tengah melakukan Razia disana hanya menonton aksi brutal Anggota DPR-RI tersebut tanpa ada yang melerai.” Imbuh Febby Sagita.

”Istri Korban yg membantu melerai bahkan ikut dipukul oleh ajudan Herman Heri tanpa mempedulikan ada 2 anak korban yang masih kecil berusia 7 tahun dan 10 tahun.” Ucap Febby Sagita.

“Kedua anak korban menangis didalam mobil melihat kedua orang tuanya dianiaya oleh Anggota DPR-RI tersebut.” Tutur Febby Sagita.

“Karena kalah jumlah, akhirnya korban menyerah dan diminta oleh Polisi memindahkan mobilnya ke Masjid Pondok Indah untuk penyelesaian lebih lanjut.
Akan tetapi sesampainya di Masjid Pondok Indah, Polisi dan Herman Hery malah langsung kabur tidak menyusul korban di Masjid Pondok Indah.” Tegas Febby Sagita.

“Korban yang tetap kena tilang oleh Polisi tersebut langsung melakukan visum di RSPP dan melaporkan kejadian tersebut ke kantor Polisi, Mapolres Jakarta Selatan.
Tapi karena sudah mendekati Idul Fitri, pihak Kepolisian mengatakan akan menindak lanjuti perkara ini setelah libur lebaran, pada Kamis 21 Juni 2018.” Tambah Febby Sagita.

“Mohon teman-teman Pers mengawal kasus ini sehingga diproses secara hukum oleh pihak Mapolres Jakarta Selatan.” Tutup Febby Sagita

Sementara Itu dihimpun dari jawapos.com, saat dikonfirmasi, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu membantah melakukan penganiayana tersebut. Penganiayaan itu bukan dilakukan olehnya melainkan adiknya.

“Bukan saya ternyata adik saya,” ujar Herman saat dihubungi, Kamis (21/6).

Herman pun juga belum mengetahui secara rinci penganiayaan yang dilakukan oleh sang adik. Karena dirinya sampai saat ini masih di Amerika Serikat. (+rb)

Sumber Foto: hukum.rmol.co

DPS Pemilu 2019 Didasari DPT Pilkada Serentak 2018

148 Views

NTT, gardaindonesia.id – Dalam tahapan Pemilu 2019 untuk daerah daerah yang melaksanakan Pilkada Serentak 2018, didasarkan pada Pasal 57 Peraturan KPU Nomor 11 Tahun 2018, tidak melakukan coklit terhadap Daftar Pemilih dari rumah ke rumah. Demikian penjelasan Ketua KPU Prov NTT, Maryanti Luturmas Adoe saat membuka Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara Pemilu 2019, Rabu/20 Juni 2018 di Ballroom Hotel Swissbel Kristal Kupang.

“Jadi yang digunakan untuk menetapkan Daftar Pemilih Sementara adalah Daftar Pemilih Tetap dalam Pilkada Serentak 2018 ditambah dengan Pemilih Pemula “ terang Ketua KPU Prov NTT, Maryanti Luturmas Adoe.

“Terhadap DPT Pemilihan Serentak 2018 yang dilakukan oleh KPU Kab/Kota dengan dilakukan pemetaan kembali TPS, Karena Jumlah Pemilih dalam TPS berbeda antara Pilkada Serentak 2018 dengan Pemilu 2019” , papar Maryanti

Untuk Pemilihan Serentak 2018 maksimal 800 orang per TPS sedangkan Pemilu 2019 maksimal 500 per TPS, Namun Setelah dilakukan simulasi oleh KPU, tidak dapat diselesaikan dalam waktu 1 (satu) hari untuk pemungutan dan perhitungan suara.

“Sehingga KPU mengambil kebijakan jumlah Pemilih paling banyak 300 orang per TPS, sehingga sudah pasti akan ada penambahan jumlah TPS yang signifikan “, jelas Maryanti.

Adapun Hasil Rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara Pemilu 2019 sebagai berikut:

Sedangkan Jumlah Pemilih Pemula sebagai berikut: Kab Belu 4.033, Ende 4.207, Flotim 4.623, Kab Kupang 7.043, Kota Kupang 5.768, Lembata 2.176, Malaka 3.616, Manggarai 6.308, Manggarai Barat 4.985, Manggarai Timur 5.166, Nagekeo 2.618, Ngada 3.016, Rote Ndao 2.367, Sabu Raijua 1.521, Sikka 5.558, Sumba Barat 2.438, Sumba Barat Daya 6.120, Sumba Tengah 1.418, Sumba Timur 3.866, TTS 8.107, TTU 4.202.

Adapun Total Pemilih Pemula 92.208 dan total Pemilih Laki Laki dan Perempuan sebanyak 3.276.362 dengan sebaran TPS 14.647 di 3.323 Desa dan 309 kecamatan. (+rb)