Semua tulisan dari admin

Pantai Pasir Panjang – Pantai Beragam Manfaat Yang Harus Diperhatikan

325 Views

Kota Kupang, gardaindonesia.id – Jika Kita Ingin melepas kepenatan, Banyak hal yang bisa dilakukan termasuk mengunjungi pantai dengan panorama indah, hamparan pasir putih, nikmati sunset/matahari terbenam yang memukau, dapat digunakan untuk beragam manfaat.

Manfaat tersebut dapat diperoleh di Pantai Pasir Panjang yang terletak di Kelurahan Pasir Panjang Kota Kupang. Pantai ini menawarkan banyak manfaat.

Gardaindonesia.id menjumpai beberapa penikmat suasana pantai, Minggu/1 Juli petang, tampak para anak muda bermain bola kaki, bersepeda, menyusuri sepanjang pesisir pantai tanpa alas kaki, mengajak jalan anjing peliharaan, dan masih banyak aktitas lain yang dapat dilakukan di pantai ini. Beberapa keluarga kecil juga asyik menikmati Indahnya sunset dan hamparan putih.

Tampak juga beberapa nelayan sedang memperbaiki perahu penangkapan Ikan mereka. Lokasi pantai Ini memang digunakan para nelayan untuk menambatkan perahu Mereka sekaligus pusat Lokasi para nelayan

Andrew Nahas usia 15 tahun, penikmat Pantai Pasir Panjang bersama teman teman bermain bola kaki, Katakan setiap minggu selalu bersihkan pantai bersama para warga jika pantai kelihatan kotor.

Pantauan GardaIndonesia.id beragam sampah Seperti botol plastik, bekas makanan, dan beragam sampah Lain dibiarkan berserakan dan ditiup Angin sehingga mengotori pantai.

Wini Mangi asal Nunhila, penikmat Pantai Pasir Panjang senang dapat menikmati pantai dengan bersepeda menyusuri pantai. Wini menghimbau agar Jangan membuang sampah sembarangan dan berharap peran Masyarakat dan Pemerintah setempat dapat membersihkan sampah yang berserakan.

Beberapa wisatawan manca negara yang menginap di Hotel Swissbel Kristal dan Sotis Hotel meluangkan waktu lakukan jogging di sepanjang pesisir pantai.

Seperti Tris wisman asal West Cost-Australia, saat dijumpai mengatakan Pantai Pasir Panjang Sangat Indah namun kecewa dengan sampah berserakan di sepanjang pantai. Tris juga berharap peran pemerintah untuk meminimalisir sampah yang ada seperti sampah plastik dapat didaur ulang dan bisa mendapat perhatian dari banyak pihak untuk membersihkan sampah yang berserakan.

Para penikmat Pantai Pasir Panjang mulai menggunakan areal Pantai mulai pukul 16.00 (4 sore) dan mulai beranjak meninggalkan Pantai sekitar pukul 18.00 (6 petang)

Meski sudah dipasang papan himbauan dan tempat penampungan sampah namun tidak dipedulikan, masih saja sampah dibuang sembarangan dan tong sampah tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya. (+rb)

Pertemuan Orang Muda Katolik (OMK) dalam Nusra Youth Day II 2018 – Sukacita Dalam Keberagaman

245 Views

NTT, gardaindonesia.id – Pertemuan Orang Muda Katolik (OMK) SeNTT (Nusra Youth Day/NYD) sebagai Pertemuan OMK terjadi setiap 3 tahun sekali, yangmana NYD pertama kali di Keuskupan We’etebula tahun 2015 dan saat ini sebagai NYD kedua di Keuskupan Agung Kupang yang akan berlangsung dari tanggal 30 Juni- 6 Juli 2018.

Nusra Youth Day/NYD II mengusung tema “Sukacita dalam keberagaman “ diharapkan dapat mendorong Gereja di NTT mampu menemani dan mengarahkan OMK melangkah mantap Menuju Masa Depan Gereja dan Bangsa dan menghargai segala bentuk perbedaan dan keberagaman sebagai kekayaan yang harus dijaga menjadi kekuatan bagi Bangsa dan Gereja.

Peserta NYD II 2018 akan terlibat dalam Parade budaya, malam pembukaan kegiatan di Rujab Gubernur NTT, kegiatan pentas seni OMK, ziarah ke Taman Doa Yesus Maria Oebelo, mengikuti seminar oleh Uskup Agung Kupang dan para tokoh agama lain, workshop dan talkshow, sharing Iman dan pengalaman, serta bakti sosial berupaya penanaman pohon di sekitar Jembatan Petuk Maulafa.

Ketua Panitia NYD 2018, Romo Longginus Bone, Pr Atau akrab disapa Romo Dus dalam Konferensi pers bersama media, Jumat/29 Juni 2018 petang di Aula Gereja Santa Maria Asumpta Kota Baru, menuturkan, melalui NYD ini, OMK dari berbagai Keuskupan bisa saling berjumpa dan belajar serta mengalami katekese Iman yang sehat melalui perjumpaan yang meneguhkan, serta kreatifitas evangelisasi sebagai upaya pembentukan karakter OMK yang berkualitas imani.

“Panitia NYD telah menyiapkan beberapa kegiatan diantaranya live in di paroki paroki yang ada di Keuskupan Agung Kupang yakni Paroki St Familia Sikumana, St. Fransiskus Asisi BTN, St. Matias Rasul Tofa, St. Yoseph Pekerja Penfui, St. Gregorius Agung Oeleta dan Paroki Katedral Kristus Raja “, terang Romo Dus.

Selanjutnya Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Kupang, Suster Tyas, katakan, OMK sebagai bagian dari Gereja diharapkan mampu Menjadi agen transformasi nilai menuju kehidupan masyarakat yang semakin bermartabat, adil dan sejahtera.

“Diharapkan melalui perjumpaan OMK dari berbagai budaya, etnis dan tempat berbeda dapat meningkatkan semangat solidaritas, kesetiakawanan dan kerja sama dalam kesadaran Iman “, papar Suster Tyas.

Sekretaris Panitia NYD II 2018, Diana Lusong, mengatakan, Nusra Youth Day II melibatkan 7 Keuskupan di wilayah Nusra yakni Keuskupan Agung Ende, Keuskupan We’etabula, Keuskupan Ruteng, Keuskupan Maumere, Keuskupan Atambua, Keuskupan Larantuka dan Keuskupan Agung Kupang sebagai tuan rumah.

“Jumlah peserta keseluruhan mencapai 695 Orang terdiri dari 318 peserta dari Keuskupan Agung Kupang (KAK) dan 377 peserta dari Keuskupan diluar KAK “, jelas Dian.

“Kegiatan NYD II ini juga melibatkan 150 pengisi acara. Para peserta sudah mulai berdatangan sejak tanggal 28-30 Juni 2018”, tambah Dian.

“Seluruh panitia dan relawan yang berasal dari 7 (tujuh) Paroki yang Ada di Keuskupan Agung Kupang (KAK) bersama para Romo Pendamping siap menyukseskan Nusra Youth Day II 2018”,pungkas Dian.

PMPB NTT: Advokasi Kebijakan Sekolah /Madrasah Aman Bencana

247 Views

NTT, gardaindonesia.id – NTT (Nusa Tenggara Timur) dilihat dari Aspek Klimatologi, topografi, geologis, demografi dan sosiologi, sangat berpotensi terhadap ancaman bencana seperti banjir, longsor, angin puting beliung, gempa, tsunami, abrasi, konflik, wabah penyakit dan lain-lain. Setiap kejadian bencana selalu menimbulkan dampak berbeda bagi setiap sektor termasuk sektor pendidikan.

Karenanya tantangan dalam mengelola risiko bencana di sektor pendidikan semakin kompleks, mengingat penyelesaian masalah harus dapat diupayakan jawaban untuk memperkuat ketahanan sektor pendidikan, dalam upaya mitigasi maupun kesiapan menghadapi ancaman bencana tersebut.

Penanggulangan bencana khususnya di sektor pendidikan perlu dilakukan secara terencana, terkoordinasi dan terpadu, mengingat keberulangan bencana semakin meningkat baik wilayah terdampak maupun jumlah kerugian yang ditimbulkan .

Program ini bertujuan untuk meningkatkan akses ke lingkungan belajar yang aman bagi anak-anak melalui replikasi dan scalling-up dari inisiatif sekolah aman di tingkat Kabupaten/Kota dan provinsi NTT.

Beberapa hal yang dilakukan bersama dalam implementasi program ini adalah : kegiatan peningkatan kapasitas kepada Aparatur sipil Negara, para guru dan juga OMS di Provinsi NTT, Kampanye dan advokasi untuk mendorong implementasi program sekolah/madrasah aman bencana di Provinsi NTT.

Perkumpulan Masyarakat Penanganan Bencana (PMPB) NTT berkolaborasi dan bersinergi dengan Plan International dan Pemprov NTT melakukan evaluasi akhir terhadap Program Sekolah/Madrasah Aman Bencana Tingkat Provinsi NTT, Jumat/29 Juni 2018 di Aula Hotel Sylvia Premiere Kota Kupang.

Koordinator PMPB NTT, Kristian Ngelan, menuturkan beberapa hal yang telah dicapai dalam kegiatan ini antara lain adalah tersedianya fasilitator sekolah/Madrasah aman Bencana di Provinsi NTT, surat Edaran dari Dinas P&K Provinsi NTT nomor 421/03/PK/2016 tentang Penerapan Sekolah Aman di Provinsi NTT.

“Pasti bisa berlaku di seluruh wilayah, Apa yang kita lakukan Lebih banyak pada Advokasi Kebijakan dan alokasi anggaran, Tujuan sederhana, Kami mau Agar seluruh Sekolah di NTT dapat menerapkan pendidikan Aman Bencana dan semua warga belajar “, tandas Kris.

PMPB NTT juga bekerjasama dengan Pemprov NTT dukungan dana dari SIDA sejak tahun 2201–2018 telah melaksanakan program ”Penguatan suara anak melalui promosi sekolah/madrasah aman bencana di Provinsi NTT”.

Lanjut Kris, “Beberapa sekolah/madrasah sudah menyusun perencanaan untuk implementasi sekolah aman (bentuk tim siaga, simulasi, renovasi pintu dan meja belajar, dll), sudah ada tools monitoring yang telah di Up-date sesuai dengan konteks NTT dan telah di uji coba.

“Telah tersedia dokumen strategi advokasi sekolah aman di Provinsi NTT, sudah ada Modul Pendidikan Pencegahan dan Pengurangan Risiko Bencana, sudah ada anggaran di beberapa SKPD untuk mendukung penerapan sekolah aman di Provinsi NTT “,terang Kris.

Progress lainnya dengan masuknya program sekolah aman masuk dalam renstra Forum PRB NTT, media massa terlibat dalam penyebaran informasi tentang implementasi sekolah aman di Provinsi NTT, promosi sekolah aman melalui media sosial (facebook), Pembuatan buku saku, Pembuatan media belajar edukatif, sudah ada Modul Pendidikan Pencegahan dan Pengurangan Risiko Bencana di Sekolah, sudah ada buku cerita sukses tentang Program sekolah/ madrasah aman di NTT.

“Juga telah ada Sekretariat Provinsi Satuan Pendidikan Aman Bencana di NTT “, pungkas Kris.

Perwakilan Plan International, Roby Lay, kemitraan Plan International dan PMPB sudah berjalan 3 (Tiga) tahun. Proyek Sekolah/Madrasah Aman Bencana merupahkan bagian dari inisiatif untuk memperluas dan mengembangkan Sekolah Aman.

“Proyek Ini dilakukan dilakukan Provinsi dan di kab Sikka, kemampuan kami hanya itu “, jelas Roby.

Terkait dengan keberlanjutan, “Proyek ini akan berakhir di Juni 2018 sebagai bagian akhir, tapi kami tidak menyebut sebagai penutupan Proyek Sekolah Aman Bencana, Kami sadar betul bahwa proyek ini akan dilanjutkan dan dikembangkan oleh banyak orang lain “, terang Roby.

Karena salah satu target besar kita sama sama menyusun Rencana Tindak Lanjut, contoh sederhana apakah sekretariat bisa menjadi sumber informasi ataukah alat monitoring dapat dikembangkan oleh sekretariat.

“Mengenai kemandirian bakal ada dari setiap stakeholder termasuk para guru dan sekolah, Roby Lay berharap guru dapat mandiri mencari bahan ajar Lain dan sekolah dapat membuat kebijakan dapat memasukkan sekolah Aman masuk dalam proses belajar mengajar “, pungkas Roy menutup perbincangan dengan teman teman media. (+rb)

Foto: kupang.tribunnews.com

Pokja MPM Serukan Gubernur NTT Terpilih Jadikan Program Prioritas Human Trafficking

146 Views

NTT, gardaindonesia.id – Koordinator Pokja MPM (Kelompok Kerja Menentang Perdagangan Manusia), Gabriel Goa, menyerukan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT terpilih harus menjadikan permasalahan Human Trafficking sebagai prioritas utama dalam program 100 Hari Kerja Pertama.

“NTT terus berdatangan jenazah TKI dan per 1 Juli 2018 Pemerintah Malaysia akan melakukan razia besar-besaran terhadap TKA Non Prosedural termasuk dari NTT sesuai dengan Surat Edaran dari Kedutaan Besar Republik Indonesia Kualalumpur Nomor: 00050/WN/06/2018/07 tertanggal 22 Juni 2018“, jelas Gabriel melalui pesan Whatsapp kepada gardaindonesia.id, Kamis/29 Juni 2018.

Gabriel Goa Juga menyerukan untuk segera merealisasikan Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) yang sudah dibangun di Kota Kupang, Kabupaten Kupang dan Tambolaka, Sumba Barat Daya.

“Ke depan segera bangun lagi LTSA di Maumere dan Labuhanbajo beserta Balai Latihan Kerja Standar Internasional di Kupang, Maumere, Labuhanbajo dan Tambolaka “, tandas Gabriel.

Terkait pencegahan dan penegakan hukum tindak pidana perdagangan orang agar Polda NTT beserta Polres se NTT, Kejati dan Kejari se NTT dan Ketua Pengadilan Tinggi dan Pengadilan Negeri se NTT agar serius tegakkan hukum bukan kongkalikong dengan mafia Human Trafficking.

“Disnaker, Dukcapil, BP3TKI NTT, Perbankan, Kepolisian, Imigrasi, Kesehatan, BPJS dan PPTKIS agar terlibat bersama dalam Layanan Terpadu Satu Atap “, papar Gabriel

“Kami mendesak DPRD Provinsi dan Kabupaten bersama Pers dan LSM untuk melakukan pengawasan terhadap pelayanan LTSA dan BLK di NTT “,Tegas Gabriel yang Juga sebagai Ketua Satgas Anti Human Trafficking Partai Golkar NTT sekaligus Direktur Lembaga PADMA Indonesia (Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia). (+rb)

Foto: Gabriel Goa bersama Karo Humas Mabes Polri Brigjen Pol Iqbal dan Kanit Tipiter Polres Sumba Barat Bripka Martin Jurumana,SH

Terulang Lagi, 3 TKI Ilegal Meninggal Dunia

243 Views

NTT, gardaindonesia.id – Terulang Lagi, 3 (tiga) Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTT meninggal dunia. Ketiga TKI/ PMI tersebut tidak terdata di BP3TKI Kupang.
Plt Kepala BP3TKI Kupang, Siwa, SE, menjelaskan bahwa 3 TKI Ilegal yang meninggal tersebut yakni Marina Polin asal Kab Rote Ndao, Yonis Dethan asal Kab Rote Ndao dan Kris Kolo asal Kab Kupang.

“ 3 (tiga) TKI /PMI asal NTT yang meninggal tersebut dengan status tidak terdata/terdaftar di BP3TKI Kupang“, terang Siwa melalui pesan Whatsapp, Kamis/28 Juni 2018.

Adapun 3 (tiga) TKI/PMI yang meninggal dunia yakni TKI Ilegal Pertama bernama Marina Polin meninggal di Singapura tanggal 21 Juni 2018 akibat sakit kanker darah, sumber informasi KBRI Singapura, alamat sesuai info dari KBRI Singapura adalah Kelurahan Manutapen Kecamatan Alak Kota Kupang Provinsi NTT, alamat hasil penelusuran adalah Desa Dale Holu Kecamatan Rote Selatan Kabupaten Rote Ndao Provinsi NTT, status keberangkatan tidak terdaftar di BP3TKI Kupang.

Jelas Siwa, “Info dari KBRI Singapura bahwa yang bersangkutan tiba di Singapura tgl 12 Juni 2018, jenazah tiba di Kupang tgl 26 Juni 2018 diinapkan di rumah keluarga di Manutapen Kupang, Kamis/ 28 Juni 2018 diantar oleh petugas BP3TKI Kupang ke Rote Ndao dgn kapal Fery, Lalu dilanjutkan dengan Ambulance yang disewa di Pelabuhan Pantai Baru Rote ke rumah Kediaman Almarhumah “.

TKI/PMI Ilegal Kedua yakni Yonis Dethan, meninggal dunia di Serawak Malaysia Senin/ 25 Juni 2018 akibat sakit, sumber informasi KJRI Kuching, yang bersangkutan bekerja di perkebunan, alamat asal Desa Lidabesi Kecamatan Rote Tengah Kabupaten Rote Ndao.

“Status keberangkatan tidak terdaftar, jenazah direncanakan tiba di Kupang Sabtu/ 30 Juni 2018, perjalanan lanjutan ke Rote sedang dikoordinasikan namun yang pasti adalah jenazah akan diantar oleh Pegawai BP3TKI Kupang “, papar Siwa.

TKI /PMI ketiga Ilegal ketiga yakni PMI Kris Kolo, Sumber informasi KJRI Kuching bahwa yang bersangkutan pekerja perkebuna, meninggal dunia Rabu/ 27 Juni 2018 di Serawak Malaysia akibat sakit, almarhum berasal dari Desa Naitae Kecamatan Fatuleu Barat Kabupaten Kupang Provinsi NTT.

“Terkait pemulangan jenazah dari Serawak Malaysia kita menunggu info lebih lanjut dari Perwakilan RI di Kuching Serawak, status keberangkatan terakhir tidak terdata di BP3TKI Kupang, nama almarhum mirip dengan PMI yang terdata tahun 2011 namun perlu dipastikan lagi “, jelas Siwa.

“Dengan demikian maka jumlah PMI asal NTT yang meninggal dunia periode Januari s/d Juni 2018 sebanyak 46 jenazah yang terdiri dari 1 jenazah dari Afrika Selatan, 3 Jenazah dari Singapura dan 42 Jenazah dari Malaysia “, tandas Siwa. (+rb)

PT Jasa Raharja Putra Siap Bayar Santunan Kecelakaan Tunggal

376 Views

NTT, gardaindonesia.id – PT Jasa Raharja Putra Kupang adalah anak cabang dari PT (Persero) Jasa Raharja Cabang NTT akan melayani korban kecelakaan Lalu Lintas Tunggal (Korban akibat kelalaian pengendara), selain itu juga membayar santunan bagi semua jenis kecelakaan Lalu Lintas apabila masyarakat membayar biaya Jasa Raharja Putra saat membayar pajak petugas ada di loket Samsat.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Cabang PT Jasa Raharja Cabang NTT Ari Wisnu Handoyo, SE. Kepada awak media, Senin/25 Juni 2018.

“Jasa Raharja Putra merupakan bagian dari Jasa Raharja, diharapakan dengan adanya ekspose ini, media tahu manfaat dan kontribusi yang diberikan kepada masyarakat sebagai peserta Jasa Raharja Putra (JRP)”, jelas Ari Wisnu.

“Kehadiran JRP untuk mengcover Laka Tunggal. Dengan adanya kebijakan Pemerintah Jasa Raharja (JR) tidak boleh mengelola asuransi jiwa wajib, maka dibentuk anak perusahaan dengan tujuan agar semua masyarakat terlayani” terang Ari Wisnu.

Ditambahkannya “Semua permodalan dari Jasa Raharja sehingga Jasa Raharja Putra tidak beda dengan Jasa Raharja, tujuannya untuk melayani semua masyarakat yang mengalami Laka Tunggal”.

“Saat memperpanjang STNK di Samsat masyarakat tidak perlu ragu membayar asuransi Jasa Raharja Putra sebesar Rp 60.000,- (enam puluh ribu). Seperti korban Gregorio Suares Santiso yang saat ini kami bayarkan santunannya dari Jasa Raharja sebesar Rp. 50.000.000 dan Jasa Raharja Putra sebesar Rp. 20.000.000 karena korban termasuk salah satu peserta Jasa Raharja Putra”, pungkas Ari Wisnu.

Kepala Cabang Jasa Raharja Putra, M Drajat D Winata mengatakan bahwa santunan yang diberikan bukan sebagai pengganti nyawa tapi sebagai wujud kepedulian Jasa Raharja Putra terhadap korban kecelakaan.

“Almarhum yang kami bayar santunannya karena telah membeli asuransi Jasa Raharja sebesar Rp.60.000,- (enam Puluh ribu rupiah) sehingga sudah pasti mendapat santunan. Jangan merasa bahwa ini merugikan, kita tidak memaksa masyarakat untuk membeli “, jelas Drajat

“Dalam tahun ini kita sudah membayar Rp.500.000.000,- (Lima Ratus Juta Rupiah), ini mencerminkan tingkat kecelakaan sangat tinggi “, papar Drajat

“Setiap pembelian asuransi Jasa Raharja Putra, nomor polisi kendaraan akan dicatat karena yang diasuransikan adalah kendaraan bukan orang perorang. Jadi siapapun yang mengendarai kendaraan tersebut akan mendapat santunan“, kata Drajat.

Jasa Raharja Putra sebagai anak cabang Jasa Raharja yang hadir untuk mengcover kecelakaan tunggak (laka tunggal) dan juga membayar santunan korban kecelakaan lalu lintas.

Kasat lantas Polres Babau Akp. Andri menambahkan bahwa tingkat kecelakaan makin tinggi dikarenakan jumlah kendaraan yang bertambah, kurangnya kesadaran pengendara dalam mengendarai kendaraan dengan kebut kebutan di jalan dan selalu melanggar peraturan Lalu Lintas. (+rb)

Jasa Raharja Bayar Santunan Korban Kecelakaan Dari Kab Kupang

175 Views

NTT,gardaindonesia.id – PT (Persero) Jasa Raharja Cabang Nusa Tenggara Timur (NTT) membayarkan santunan kepada Maria Suares Ahli Waris korban atas nama Grogerius Suares Santisa yang mengalami kecelakaan maut di Jalan Timor Raya Desa Naibonat, Kabupaten Kupang,Senin/25 Juni 2018 di Kantor Samsat Babau .

Adapaun kronologis kejadian kecelakaan maut berawal dari korban berboncengan dengan istrinya hendak berkunjung ke rumah sanak saudaranya di desa Oefafi. Dalam perjalanan tiba – tiba ban depan kempes, korban menurunkan isterinya dan nenuju tempat tambal ban. Sebelum tiba di tempat tujuan dari arah berlawanan datang kendaraan dengan kecepatan tinggi, tabrakkan tidak bisa dihindari lagi korban langsung meninggal di tempat.

Petugas Jasa Raharja bergerak cepat dan berkoordinasi dengan pihak Kepolisian guna kepastian jaminan berdasarkan UU No. 34 Tahun 1964 dan langsung menghubungi pihak keluarga untuk pengurusan administrasi guna pembayaran santunan secepatnya.

Hal ini sebagai pernyataan komitmen pelayanan dengan mengedepankan semangat PRIME (Pro aktif Ramah Jelas dan Empati). Jasa Raharja segera membantu pengurusan dokumen administrasi ahli waris dan membuka rekening sehingga pembayaran santunan dibayarkan secepatnya. Dalam waktu 24 jam korban sudah dibayarkan santunannya ke Ahli Waris sebesar Rp.50.000.000,-

Joni Lino Perera yang mewakili keluarga menyampaikan rasa terima kepada pihak Jasa Raharja, Jasa Raharja Putra dan pihak Kepolisian yang telah mendukung kami dalam proses realisasi uang santunan, kami tidak punya apa – apa untuk membalas tetapi hanya rasa terima kasih dan doa dari kami keluarga.

Kepala Cabang PT.Persero Jasa Raharja Cabang NTT Ari Wisnu Handoyo.SE menghimbau kepada kelurga korban saat menerima dana santunan ini jangan berfoya – foya tetapi gunakan dana ini untuk kebutuhan keluarga apalagi korban meninggal seorang isteri dan 6 orang anak yang masih bersekolah.

“Gunakan dana ini untuk membangun usaha karena sekarang ibu sebagai kepala keluarga yang harus mencari nafkah bagi keluarga katanya “, tandas Ari Wisnu Handoyo.

Selain itu dari pihak Jasa Raharja Putra yang merupahkan anak cabang dari Jasa Raharja juga menyerahkan dana santunan sebesar Rp.20.000.000 yang diserahkan langsung oleh Kepala Cabang Jasa Raharja Putra NTT, M. Drajat D Winata.

Selain penyerahan dana santunan PT (Persero) Jasa Raharja Cabang NTT menyerahkan sarana pencegahan kepada Polisi Resor (Polres) Babau kepada Kasat Lantas AKP. Andri I disaksikan oleh Wakapolres Babau dan pihak POLDA NTT. Penyerahan sarana ini berupa Trafikcone 20 buah, Stikcone 20 buah, Rompi 20 buah dan Helm 10 buah.

Penyerahan Santunan dan hibah sarana pencegehan diserahkan langsung oleh Kepala Cabang Jasa Raharja NTT Ari Wisnu Handoyo dan didampingi Kepala Cabang Kupang Jasa Raharja Putra M Drajat D Winata berlansung di gedung Samsat Babau dan di POLRES Babau Kabupaten Kupang, Senin/25 Juni 2018 di Gedung Samsat Babau pukul 11.45 wita. Penyerahan Santunan dihadiri oleh utusan dari POLDA NTT, Kasat Lantas, Wakapolres dan jajarannya. (+rb)

SMRC Akan Lakukan Quick Count Pilgub NTT

258 Views

NTT, gardaindonesia.id – SMRC (Saiful Mujani Research and Consulting) melalui Koordinator SMRC wilayah NTT, Petrus Tabein, menegaskan SMRC sebagai lembaga survey resmi akan melakukan Quick Count (perhitungan cepat) Pilgub NTT 2018 dan tidak melakukan Exit Pool atau survey saat pemilih keluar dari bilik coblos.

“Exit Pool/Survey tidak kami Lakukan di NTT “, Tegas Petrus saat pertemuan bersama para Lembaga Survey dan Pemantau Pemilihan di Aula KPU Prov NTT, Senin/25 Juni 2018.

Petugas SMRC yang bertugas sebagai E Numerator mencatat angka hasil Pleno TPS setelah disahkan oleh Ketua KPPS dan disetujui oleh 4 (empat) Saksi Paslon.

“Kami bukan pemantau, pengawas maupun sebagai solusi dalam TPS “, tandas Petrus

Lanjut Petrus, “Petugas E Numerator dari SMRC Akan menggunakan id card dengan pas photo warna ukuran 3×4 dan terdapat 10 (sepuluh) logo media yang bekerja sama dengan SMRC “.

“Petugas SMRC yang bertugas sebagai E Numerator sebanyak 300 orang tersebar di 22 kabupaten/Kota dan ditambah 15 spot chequer dan 3 asisten, Tim kami sudah siap, Kami akan menghimpun hasil perhitungan “, terang Petrus.

Menanggapi kekuatiran KPU bakal adanya hasil Quick Count yang mempengaruhi jalanannya proses pemilihan, Petrus menjamin bahwa proses Quick Count dimulai Usai proses penetapan perhitungan Suara di TPS.

Terkait adanya hasil Survey Pilgub NTT yang dilaksanakan oleh SMRC dan dipelintir oleh media, Petrus mewakili Saiful Mujani mengklarifikasi dan menegaskan bahwa SMRC tidak pernah merilis hasil survey, sehingga apapun pemberitaan oleh media massa diluar tanggung jawab SMRC.

Adapun 6 (enam) Lembaga Survey Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT yang telah terdaftar di KPU Prov diantaranya: Indo barometer, Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), PT indikator (politik Indonesia), Losta Institute, PT Indo Survey dan Strategi dan PT Jaringan Suara Indonesia yang menarik diri dan membatalkan via telpon sehingga tidak Lagi mengikuti proses Survey dan Quick Count Pemilihan Gub dan Wagub NTT. (+rb)

Sumber Foto: Megapolitan Kompas