Semua tulisan dari admin

KBRI Kualalumpur Himbau TKI NonDokumen Ikut Program Pulang Sukarela

421 Views

NTT, gardaindonesia.id – Mulai 1 Juli 2018, akan dilaksanakan penangkapan dan razia besar-besaran bagi Para Pekerja Migran Indonesia (PMI) Atau Para TKI yang tidak berdokumen lengkap.
KBRI Kuala Lumpur mengimbau Pekerja Migran Indonesia (PMI) tak berdokumen agar mempertimbangkan segera mendaftar Program Penghantaran Pulang Sukarela (Program 3+1).

Hal ini terkait dengan peringatan pemerintah Malaysia yang akan menggelar razia besar-besaran melalui Operasi Mega 3.0 terhadap pekerja migran tidak berdokumen, termasuk pekerja migran asal Indonesia pasca berakhirnya program re-hiring pada 30 Juni 2018 nanti.

Dalam surat edaran yang dikeluarkan KBRI Kuala Lumpur, Jumat/22 Juni 2018 disebutkan, Departemen Imigrasi Malaysia (JIM) memperpanjang masa pendaftaran Program 3+1 hingga 30 Agustus 2018.

KBRI Kuala Lumpur juga menyebutkan, Pemerintah Malaysia telah menetapkan biaya pendaftaran Program 3+1 sebesar RM 800 dengan rincian; RM 20 untuk asuransi, RM 380 untuk biaya jasa syarikat, sedangakan yang RM 400 untuk membayar kompaun (denda) dan special pass.

Surat edaran KBRI Kuala Lumpur juga menjelaskan, Pemerintah Malaysia telah menunjuk delapan syarikat yang secara resmi dapat menerima pendaftaran Program 3+1, yaitu Bukti Mahligai Sdn.Bhd, Bukti Megah Sdn.Bhd, Harfaace Resource Sdn.Bhd, International Marketing and Net Resource (IMAN) Sdn.Bhd, Kericom Sdn.Bhd, Perunding Zon Jenih Sdn.Bhd, PMF Consortium Sdn.Bhd, dan Profound Radiance Sdn.Bhd.

Guna mendukung upaya KBRI dalam pemantauan dan perlindungan yang diperlukan dalam masa ini, WNI/PMI dapat menghubungi Hotline KBRI +603-2116-4016/17, atau melalui email info@kbrikualalumpur.org, FB @IndonesianEmbassyKL, dan Twitter @kbrikualalumpur. (+liputanbmi/rb)

Sumber Foto: Serikat Pekerja Nasional

Emi Nomleni Tidak Bicara Janji Namun Bicara Cara Melakukan

258 Views

Jakarta,gardaindonesia.id – Debat Pilgub NTT III yang digelar oleh KPU NTT dan diselenggarakan di Stasiun INews TV, Sabtu/23 Juni 2018, Paslon No 2 Marianus Sae-Emilia Nomleni tampil meyakinkan memberikan solusi terhadap Persoalan Kesehatan dan Pendidikan di NTT.

Tampil sendiri dan meyakinkan dengan menggunakan durasi waktu 2 menit yang diberikan oleh Desvita Bionda, Emi Nomleni membeberkan persoalan Kesehatan di NTT saat ini, adanya kematian Ibu dan anak, gizi buruk, HIV/Aids, Kesehatan reproduksi.

MS-Emi akan mengupayakan pencegahan dengan menjamin kecukupan pangan dan gizi melalui peningkatan daya beli rumah tangga, kecukupan ketersediaan air bersih, sanitasi lingkungan dan keluarga, pelayanan kesehatan dasar dan berkualitas dan merata di setiap wilayah, penyediaan jaminan pembiayaan kesehatan bagi warga kurang mampu.

Di Bidang pendidikan menengah, NTT berhadapan dengan persoalan kualitas, daya tampung dan kesesuaian lulusan.

Untuk meningkatkan kualitas pendidikan menengah, MS-Emi Fokus pada pemantapan pemenuhan standar nasional pendidikan di Tingkat Sekolah dengan solusi menyiapkan Kepala Sekolah sebagai Manager pendidikan di Sekolah, pengembangan taman Guru Untuk peningkatan Kapasitas dan kualitas guru, peningkatan Kesejahteraan guru.

Solusi daya tampung melalui program jumlah dan Kapasitas Sekolah Menengah pada Setiap Wilayah dan penyediaan Model pembiayaan pendidikan bagi Siswa SMA/SMK kurang mampu.

Solusi kesesuaian lulusan melalui pengembangan SMK berbasis keunggulan lokal, penyetaraan standar kompetensi keahlian menengah berdasarkan kebutuhan dunia kerja, pengembangan pendidikan non formal bagi angkatan kerja usia muda melalui Rumah Vokasi

“Semuanya dilakukan untuk memastikan anak menjadi Tau, Terampil dan Berkarakter, “tandas Emi Nomleni sebelum menutup pernyataan awal.

Selanjutnya Emi Nomleni menutup pernyataan dengan mengajak semua Perempuan Tangguh NTT untuk bergandeng tangan mengurus Rumah tangga, Karena seorang Mama tidak bicara tentang Janji dan Harus tetapi berbicara tentang cara melakukan. (+rb)

Sumber Foto: 11maret.com

43 TKI Asal NTT Meninggal Dunia Kurun Waktu Jan-Juni 2018

288 Views

NTT, gardaindonesia.id – Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Kupang mencatat Sebanyak 43 (Empat Puluh Tiga) Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal NTT yang meninggal dunia sejak bulan Januari hingga Juni 2018.

Plt. Kepala BP3TKI Kupang, Siwa,SE kepada gardaindonesia.id melalui pesan Whatsapp, membeberkan kondisi tersebut. “Posisi menjadi 43 jenazah, hari ini (Jumat/22 Juni 2018) kami terima 3 jenazah dengan pesawat Garuda GA 438 tiba pukul 12.50 wita “, papar Siwa.

“3 Jenasah tersebut yakni Laurensius Raja asal Kab. Ende, Rosana Mite asal Kab. Ngada dan Martha Mbatu asal Oebelo Kab. Kupang “, terang Siwa.

Alm.Laurensius Raja, umur 34 tahun, alamat Nualy RT. 005 RT. 003, Niowula, Detusoko Kabupaten Ende, meninggal dunia Sabtu/ 16 Juni 2018 di Selangor Malaysia akibat Sakit paru paru, dipulangkan Kamis/ 21 Juni 2018 dari Kuala Lumpur ke Jakarta, Jumat/ 22 Juni 2018 dari Jakarta ke Kupang.

“Jenazah sudah tiba tadi siang pukul 12.50 wita, jenazah asal Oebelo Kab Kupang langsung diantar ke Lokasi rumah duka Sedangkan TKI asal Ende dan Ngada, sementara oleh BP3TKI Kupang inapkan di Rumah Sakit Umum W Z Yohanes Kupang “, tutur Siwa.

“Rencananya Minggu/24 Juni 2018 akan diantar ke tempat masing masing melalui Maumere “, tandas Siwa menutup percakapan dengan gardaindonesia.id (+rb)

Herman Hery Dipolisikan, Diduga Aniaya Pengguna Jalan

190 Views

Jakarta, gardaindonesia.id – Pengeroyokan dan penganiayaan yang diduga dilakukan Anggota DPR RI dan Ajudannya dilaporkan ke Mapolres Jakarta Selatan Siang ini Kamis, 21Juni 2018 Pukul 13.00 WIB dengan pelapor korban atas nama Ronny Kosasih Yuliarto, istri dan dua anak berusia 7 tahun dan 10 tahun.

Melalui pesan Whatsapp, gardaindonesia.id menghubungi Febby Sagita,Pengacara Ronny Kosasih Yuliarto, mengkonfirmasi kejadian tersebut. “Benar mas sudah dilaporkan, Hari ini Kamis/21 Juni 2018, mau follow up ke Polres Jaksel “, terang Febby

”Kami melaporkan adanya tindak pidana pengeroyokan dan penganiayaan dialami Ronny Kosasih Yuliarto, istri dan dua anak berusia 7 tahun dan 10 tahun yang dilakukan oleh Anggota DPR-RI Komisi III bernama Herman Hery di Jalan Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan pada hari Minggu, 10 Juni 2018 lalu, sekitar pukul 21.30-22.00 malam.” Jelas Febby Sagita.

Anggota DPR RI dari PDIP tersebut menganiaya Ronny sebagai pengendara mobil yang sedang di tilang Polisi karena masuk jalur busway (mobil Herman Heri, Rolls Royce B88NTT juga masuk jalur busway).

”Berawal dari mobil korban, atas nama Ronny, masuk jalur busway dan ditilang oleh Polisi lalu lintas yang sedang bertugas disana. Sedangkan mobil Herman Heri, Rolls Royce Phantom B88NTT tepat berada dibelakang mobil korban.” Tambah Febby Sagita.

”Mungkin karena lama menunggu, Herman Heri langsung turun dari mobil dan memukul korban tanpa alasan yang jelas. Karena tidak terima atas perlakuan Herman Heri, korban mencoba membalas pukulannya, lalu kemudian ajudan-ajudan Herman Heri langsung turun dan mengeroyok korban bersama Herman Heri.” Papar Febby Sagita.

”Polisi yang tengah melakukan Razia disana hanya menonton aksi brutal Anggota DPR-RI tersebut tanpa ada yang melerai.” Imbuh Febby Sagita.

”Istri Korban yg membantu melerai bahkan ikut dipukul oleh ajudan Herman Heri tanpa mempedulikan ada 2 anak korban yang masih kecil berusia 7 tahun dan 10 tahun.” Ucap Febby Sagita.

“Kedua anak korban menangis didalam mobil melihat kedua orang tuanya dianiaya oleh Anggota DPR-RI tersebut.” Tutur Febby Sagita.

“Karena kalah jumlah, akhirnya korban menyerah dan diminta oleh Polisi memindahkan mobilnya ke Masjid Pondok Indah untuk penyelesaian lebih lanjut.
Akan tetapi sesampainya di Masjid Pondok Indah, Polisi dan Herman Hery malah langsung kabur tidak menyusul korban di Masjid Pondok Indah.” Tegas Febby Sagita.

“Korban yang tetap kena tilang oleh Polisi tersebut langsung melakukan visum di RSPP dan melaporkan kejadian tersebut ke kantor Polisi, Mapolres Jakarta Selatan.
Tapi karena sudah mendekati Idul Fitri, pihak Kepolisian mengatakan akan menindak lanjuti perkara ini setelah libur lebaran, pada Kamis 21 Juni 2018.” Tambah Febby Sagita.

“Mohon teman-teman Pers mengawal kasus ini sehingga diproses secara hukum oleh pihak Mapolres Jakarta Selatan.” Tutup Febby Sagita

Sementara Itu dihimpun dari jawapos.com, saat dikonfirmasi, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu membantah melakukan penganiayana tersebut. Penganiayaan itu bukan dilakukan olehnya melainkan adiknya.

“Bukan saya ternyata adik saya,” ujar Herman saat dihubungi, Kamis (21/6).

Herman pun juga belum mengetahui secara rinci penganiayaan yang dilakukan oleh sang adik. Karena dirinya sampai saat ini masih di Amerika Serikat. (+rb)

Sumber Foto: hukum.rmol.co

DPS Pemilu 2019 Didasari DPT Pilkada Serentak 2018

371 Views

NTT, gardaindonesia.id – Dalam tahapan Pemilu 2019 untuk daerah daerah yang melaksanakan Pilkada Serentak 2018, didasarkan pada Pasal 57 Peraturan KPU Nomor 11 Tahun 2018, tidak melakukan coklit terhadap Daftar Pemilih dari rumah ke rumah. Demikian penjelasan Ketua KPU Prov NTT, Maryanti Luturmas Adoe saat membuka Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara Pemilu 2019, Rabu/20 Juni 2018 di Ballroom Hotel Swissbel Kristal Kupang.

“Jadi yang digunakan untuk menetapkan Daftar Pemilih Sementara adalah Daftar Pemilih Tetap dalam Pilkada Serentak 2018 ditambah dengan Pemilih Pemula “ terang Ketua KPU Prov NTT, Maryanti Luturmas Adoe.

“Terhadap DPT Pemilihan Serentak 2018 yang dilakukan oleh KPU Kab/Kota dengan dilakukan pemetaan kembali TPS, Karena Jumlah Pemilih dalam TPS berbeda antara Pilkada Serentak 2018 dengan Pemilu 2019” , papar Maryanti

Untuk Pemilihan Serentak 2018 maksimal 800 orang per TPS sedangkan Pemilu 2019 maksimal 500 per TPS, Namun Setelah dilakukan simulasi oleh KPU, tidak dapat diselesaikan dalam waktu 1 (satu) hari untuk pemungutan dan perhitungan suara.

“Sehingga KPU mengambil kebijakan jumlah Pemilih paling banyak 300 orang per TPS, sehingga sudah pasti akan ada penambahan jumlah TPS yang signifikan “, jelas Maryanti.

Adapun Hasil Rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara Pemilu 2019 sebagai berikut:

Sedangkan Jumlah Pemilih Pemula sebagai berikut: Kab Belu 4.033, Ende 4.207, Flotim 4.623, Kab Kupang 7.043, Kota Kupang 5.768, Lembata 2.176, Malaka 3.616, Manggarai 6.308, Manggarai Barat 4.985, Manggarai Timur 5.166, Nagekeo 2.618, Ngada 3.016, Rote Ndao 2.367, Sabu Raijua 1.521, Sikka 5.558, Sumba Barat 2.438, Sumba Barat Daya 6.120, Sumba Tengah 1.418, Sumba Timur 3.866, TTS 8.107, TTU 4.202.

Adapun Total Pemilih Pemula 92.208 dan total Pemilih Laki Laki dan Perempuan sebanyak 3.276.362 dengan sebaran TPS 14.647 di 3.323 Desa dan 309 kecamatan. (+rb)

 

Pancasila Pemersatu Dalam Kebhinekaan

372 Views

NTT, gardaindonesia.id  – Selama 73 Tahun Pancasila telah menjadi Rumah Kita yang Ber-Bhineka Tunggal Ika hingga Akhir jaman. Pancasila Akan terus mengalir dalam denyut nadi seluruh Rakyat Indonesia.

Demikian seuntai sambutan Presiden RI Ir Joko Widodo dalam sambutan Hari Lahirnya Pancasila 1 Juni 2018. Selanjutnya Presiden mengingatkan bahwa Pancasila adalah berkah Indah dari Tuhan Yang Maha Esa kepada kita, Melalui perenungan, pergulatan, pemikiran dan kejernihan bathin founding fathers pendiri Bangsa Indonesia.

Pancasila pertama kali diuraikan secara jelas oleh Bung Karno pada 1 Juni 1945 di Rumah Pengasingan Bung Karno di Kota Ende, tempat lahirnya Pancasila, kemudian dituangkan dalam Piagam Jakarta pada tanggal 22 Juni 1945 dan dirumuskan secara final pada 18 Agustus 1945.

Para pendiri bangsa dari berbagai kelompok, golongan dan latar belakang duduk bersama untuk menetapkan “Pancasila sebagai Pemersatu Segala Perbedaan “. Pancasila berperan sebagai falsafah dan dasar negara yang kokoh, yang menjadi fondasi dibangunnya Indonesia yang yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Rangkaian proses besar tersebut harus kita ingat, kita dalami semangatnya dan Kita pahami rohnya. Adalah menjadi tugas dan tanggung jawab kita untuk memastikan bahwa Pancasila selalu hadir dalam setiap sudut kehidupan serta hati dan pikiran kita.

Pada peringatan Hari Lahir Pancasila di tahun 2018 ini, Presiden Joko Widodo mengajak kita untuk meneguhkan semangat kita untuk bersatu, berbagi dan berprestasi.

Sebagai bangsa majemuk yang terdiri atas 714 Suku dengan lebih dari 1.100 bahasa lokal yang hidup di lebih dari 17.000 pulau, semangat persatuan merupahkan pilar utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kita harus terus menerus bersatu memperkokoh Semangat Bhineka Tunggal Ika.

Kita harus terus bersatu dalam upaya kita menjadi bangsa yang kuat, bangsa yang besar dan bangsa pemimpin. (+rb)

BPJS Kesehatan Luncurkan Aplikasi Mudik Lebaran

256 Views

NTT, gardaindonesia.id – Untuk memastikan kelancaran peserta BPJS Kesehatan dalam memperoleh pelayanan kesehatan selama Mudik Lebaran 2018, BPJS Kesehatan telah meluncurkan Aplikasi Mudik BPJS Kesehatan yang dapat didownload di Google Play Store untuk perangkat android.

Aplikasi Mudik BPJS Kesehatan menyediakan telepon penting, alamat Kantor BPJS Kesehatan, fasilitas kesehatan (faskes) mjtra BPJS Kesehatan, tanya Jawab BPJS Kesehatan, Info BPJS Kesehatan, tips BPJS Kesehatan, lokasi lokasi penting, serta media sosial BPJS Kesehatan berupa Instagram, facebook, Youtube, Twitter, Kompasiana dan Kaskus.

Disamping itu, selama libur lebaran 2018, masyarakat Juga tetap dapat menghubungi BPJS Kesehatan Care Center 1500 400 yang beroperasi 1 X 24 Jam termasuk hari minggu dan libur, untuk memperoleh informasi, melakukan pengaduan, melakukan Konsultasi Kesehatan, memperoleh pelayanan administrasi peserta JKN-KIS (Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat) untuk mutasi dan aktivasi, pendaftaran peserta JKN-KIS, pendaftaran bayi baru Lahir Kategori PPU anak Pertama Sampai anak ketiga dan bayi peserta PBI-APBN serta mengetahui perhitungan denda pelayanan.

Kantor Cabang BPJS tertentu juga akan tetap beroperasi pada tanggal 11, 12, 13, 14, 18, 19 dan 20 Juni 2018 dari pukul 08.00 – 12.00.

BPJS Kesehatan juga membuka Posko Mudik Lebaran di 8 (delapan) titik padat pemudik yakni Terminal Pulo Gadung Jakarta, Rest Area KM 57 Cikampek, Stasiun Yogyakarta, Terminal Tirtonadi Surakarta, Terminal Bungurasih Surabaya, Pelabuhan Soekarno Hatta Makasar, Pelabuhan Gilimanuk Bali serta Pelabuhan Merak Banten.

Posko Mudik Lebaran BPJS Kesehatan menyediakan pelayanan kesehatan, obat obatan, fasilitas relaksasi hingga pemberian informasi program jaminan kesehatan kepada para pemudik. (+rb)

Foto Ilustrasi Mudik: andromedamalang.com

Pilkada Bukan Ajang Pencitraan Diri Atau Golongan

200 Views

NTT, gardaindonesia.id – Daniel Tagu Dedo, SE, M.Ak – Ketua Dewan Pembina Ikatan Media Online (IMO) melalui Press Rilis, Kamis/14 Juni 2018 pagi, katakan bahwa saat ini NTT masih tergolong sebagai daerah termiskin nomor tiga dari propinsi lainnya di Indonesia dan juga masih menempati rangking tiga kesenjangan, sebagai akibat dari miskinnya nilai-nilai demokrasi.

Jelang pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan di tingkat pemilihan umum kepala daerah (Gubernur/Wakil Gubernur NTT) tahun 2018, Daniel Tagu Dedo, meminta kepada semua pihak, agar tidak memanfaatkan momentum Pilkada, sebagai ajang untuk pencitraan diri ataupun golongan semata.

Dia menghimbau agar semua lapisan masyarakat pemilih yang ada di NTT, dapat dengan bijak menggunakan hak pilihnya, untuk menghasilkan produk Pilkada yang berkuatlitas, berintegritas dan semangat totalitas dari Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih, untuk membangun sekaligus sebagai penentu kebijakan dalam upaya perubahan nasib NTT lima tahun kedepan.

Rakyat NTT butuh kepemimpinan yang egaliter yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan, obyektifitas, Integritas dan profesionalisme serta benar-benar ingin mengabdi kepada rakyat.

Oleh karena itu momentum PILGUB NTT 2018 janganlah disalahgunakan hanya karena ingin berkuasa tanpa adanya niat suci untuk melepaskan rakyat NTT dari kemiskinan dan ketertinggalan.

Kasus-kasus Human Trafficking adalah bukti tidak berhasilnya Pembangunan Kesejahteraan Manusia di NTT. Apapun alasannya inilah bukti nyata laki-laki dan perempuan NTT harus menjadi korban Human Trafficking. Hampir setiap bulan ada saja jenasah rakyat NTT yang kita terima akibat Human trafficking.

“Itulah hasil demokrasi di NTT! “

Itukah yang kita banggakan tentang geopolitik yang kita anut selama ini? Belum lagi kasus-kasus korupsi yang menimpa para Wakil kita di DPR RI.

Sangatlah naif kalau kita masih menganut sistem kepemilihan kita berdasarkan premordialisme, berdasarkan politik identitas.

Daniel mengajak untuk memilih Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT berdasarkan Kapasitasnya, Kompetensinya, INTEGRITASnya. Jangan pilih karena sukunya, agamanya atau rasnya, kita tidak memilih Pemimpin Agama atau Kepala Suku.

Kita akan memilih GUBERNUR dan WAKIL GUBERNUR yang merupakan Figur Terbaik yang akan mengeluarkan NTT dari Kemiskinan dan Ketertinggalan. (+rb)

Selamat memilih!

Foto: id.beritasatu.com