Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan Pola Hidup » Ayo Terapkan 4 Sehat 5 Sempurna Kekinian Hadapi Covid-19

Ayo Terapkan 4 Sehat 5 Sempurna Kekinian Hadapi Covid-19

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 27 Mei 2020
  • visibility 43
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, Garda Indonesia | Kita yang menginjak usia 40 tahunan tentu masih ingat dengan slogan 4 Sehat 5 Sempurna. Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 atau GTPPC19 Doni Monardo mengadopsi slogan itu untuk menghadapi virus SARS-CoV-2 yang sedang melanda tanah air.

Dulu, slogan 4 Sehat 5 Sempurna digunakan sebagai pengingat yang mudah untuk masyarakat. Masyarakat membutuhkan asupan nutrisi untuk membangun kualitas manusia Indonesia yang andal. Slogan yang diciptakan tahun 1950-an oleh Prof. Poorwo Soedarmo berisikan lima kelompok makanan, yakni makanan pokok, lauk-pauk, sayur-sayuran, buah-buahan dan susu.

Namun, slogan tersebut digunakan untuk menghadapi konteks saat ini, benteng terakhir menghalau virus Korona. Doni menggunakan slogan serupa untuk membangun manusia Indonesia dalam menghadapi serangan Covid-19.

Ia mendefinisikan 4 Sehat 5 Sempurna sebagai upaya mencegah Covid-19. Empat sehat dari Doni yang juga Kepala BNPB ini, yaitu gunakan masker, jaga jarak, baik physical dan social distancing, rajin cuci tangan dengan sabun, dan olahraga, tidur teratur dan cukup serta tidak panik. Satu pesan yang membuat sempurna yaitu makanan yang bernutrisi.

“Kalau dulu, 4 Sehat 5 Sempurna, karbohidrat, daging, ikan, sayuran, buah-buahan dan susu. Nah ini semuanya masuk pada poin ke-5 (versi Doni),” ujar Doni saat bertemu Guru Besar Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran UI Prof. Rini Sekarini di Graha BNPB, Jakarta, pada Rabu, 27 Mei 2020.

Slogan 4 Sehat 5 Sempurna sangat dibutuhkan di era Covid-19. Doni menyampaikan kita tidak menang melawan Covid-19. “Tidak ada manusia, negara yang bisa mengalahkan Covid, yang ada adalah beradaptasi,” ujarnya.

Di samping itu, Doni berharap slogan 4 Sehat 5 Sempurna dalam konteks menghadapi Covid-19 dapat mudah diingat oleh masyarakat.

Sementara itu, Ketua Tim Pakar GTPPC19 Prof. Wiku Adisasmito menyampaikan penting untuk mengenalkan suatu narasi, yaitu 4 Sehat 5 Sempurna, yang membantu setiap warga masyarakat untuk ‘berubah,’ khususnya dalam menghadapi Covid-19.

Doni menambahkan bahwa slogan ‘4 Sehat’ yang mampu diimplementasikan oleh setiap individu ini bertujuan untuk meningkatkan imunitas. “Baru kemudian didukung dengan gizi,” jelas Doni kepada Rini Sekarini yang juga Ketua IDAI DKI Jakarta. Prof. Rini merupakan cucu dari Prof. Poorwo Soedarmo, pencetus slogan 4 Sehat 5 Sempurna era dulu.

Prof. Rini juga mendukung slogan ini dapat menjadi upaya gerakan masyarakat untuk hidup perilaku adaptif secara preventif untuk menghadapi pandemi Covid-19.

Doni juga menambahkan bahwa Majelis Ulama Indonesia merespons slogan tersebut dan membahas lebih lanjut dan detail sehingga dapat disebarluaskan kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Catatan Seputar Sosok Pencetus 4 Sehat 5 Sempurna Zaman Dulu

Gerakan dengan slogan 4 Sehat 5 Sempurna merupakan adaptasi dari rekomendasi USDA, _basic four_ atau _basic five_. Di Indonesia kemudian dikenal sebagai Empat Sehat Lima Sempurna (ESLS). Slogan yang diciptakan oleh Prof. Poorwo Soedarmo ini bahkan lebih populer dari slogan yang muncul berikutnya ‘Isi Piringku Bergizi Seimbang.’

Poorwo Soedarmo yang dikenal sebagai Bapak Gizi Indonesia merupakan sosok pertama yang memperkenalkan, merintis dan mengembangkan pengetahuan tentang gizi dan ketenagaan gizi di Indonesia. Ribuan tenaga gizi dengan berbagai tingkatan Diploma sampai S3 dan guru besar, bermula dari gagasan dan perjuangan Poorwo pada tahun 1950-an.

Ia dilahirkan di Malang, Jawa Timur, pada 20 Februari 1904 dan meninggal pada usia 99 tahun. Pria lulusan sekolah kedokteran Stovia tahun 1927 ini merupakan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Berdasarkan beberapa catatan historis, ia pernah bekerja sebagai kepala pelayanan medis hingga tahun 1948. Poorwo yang mendapat ijazah dokter dari Ida Gaigako kemudian menjadi dokter kapal ‘Polodarus.’

Ketertarikan terhadap ilmu nutrisi diawali ketika ia berlabuh di London tahun 1949. Akhirnya, Poorwo menempuh studi malaria dan peran DDT di London School of Hygiene and Tropical Medicine. Ia juga belajar ilmu gizi di Post Graduate Institute, London (1949) dan Institute of Nutrition, Manila (1950). Kemudian ia mendalami ilmu yang sama di School of Public Health and Nutrition, Harvard University (1954—1955).

Setelah menimba ilmu gizi di luar negeri, Poorwo kembali ke Indonesia dan mendirikan Akademi Ahli Diet dan Nutrisionis atau dikenal juga dengan APN (Akademi Pendidikan Nutrisionis), yang kemudian diganti nama Akademi Gizi.

Poorwo menjadi guru besar pertama Ilmu Gizi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) tahun 1958. Dua tahun kemudian Poorwo lulus dari Institute of Nutrition Sciences, Columbia University, New York.

Poorwo tercatat sebagai penerima Bintang Mahaputra Utama tahun 1992 dari Pemerintah Indonesia atas jasa mengembangkan gizi. Di samping penghargaan itu, ia mendapat piagam penghargaan Ksatria Bakti Husada Kelas I pada tahun 1993. (*)

Sumber berita dan foto (*/Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • 10 Tahun Du Anyam: Menganyam Mimpi untuk Ekonomi Hijau Inklusif

    10 Tahun Du Anyam: Menganyam Mimpi untuk Ekonomi Hijau Inklusif

    • calendar_month Sab, 14 Sep 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Loading

    Larantuka | Du Anyam, salah satu kewirausahaan sosial unggulan dari Indonesia Timur, merayakan satu dekade perjalanan dalam mewujudkan mimpi-mimpi besar dalam memberdayakan perempuan, meningkatkan ekonomi perempuan dan melestarikan budaya. Salah satu perayaan satu dekade ini, ditandai dengan keberhasilan memulai tonggak awal membawa kerajinan anyaman lontar dari Kabupaten Flores Timur ke pasar global yang seremoni pelepasannya dihelat […]

  • Menteri Edhy Kunjungi Lokasi Budidaya Ikan Sistem Bioflok di Desa Mata Air

    Menteri Edhy Kunjungi Lokasi Budidaya Ikan Sistem Bioflok di Desa Mata Air

    • calendar_month Ming, 30 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Menteri Kelautan dan Perikanan dan Gubernur NTT bersama rombongan mengunjungi Budidaya Ikan Sistem Bioflok di Desa Mata Air Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang pada Sabtu, 29 Agustus 2020. Baca juga: http://gardaindonesia.id/2020/08/29/kunjungan-di-kupang-menteri-edhy-imbau-masyarakat-cerdas-kelola-perikanan/ Di hadapan kelompok masyarakat, Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Edhy Prabowo mengatakan Budidaya Ikan Sistem Bioflok ini sebagai pijakan awal […]

  • Ketat!, Pengamanan IMF-World Bank 2018

    Ketat!, Pengamanan IMF-World Bank 2018

    • calendar_month Ming, 7 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Loading

    Bali, gardaindonesia.id – 60 delegasi dari 189 negara peserta International Monetery Fund-World Bank (IMF-WB), telah datang ke Bali pada H-1 menjelang pelaksanaan pada Senin, 8 Oktober 2018. Pengamanan menuju Nusa Dua diperketat dengan menerapkan pola ganjil genap. Kapolda Bali Irjen Pol Petrus R. Golose mengatakan, TNI/Polri melakukan pengamanan obyek vital dan sterilisasi kawasan tertentu untuk […]

  • Donny Heatubun dan Charlie Paulus Resmi Nakhodai Bank NTT

    Donny Heatubun dan Charlie Paulus Resmi Nakhodai Bank NTT

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • account_circle Roni Banase
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Loading

    Pelantikan jajaran komisaris dan direksi Bank NTT di era kepemimpinan Gubernur Laka Lena itu tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 427/KEP/KK/2025, 428/KEP/KK/2025, 429/KEP/KK/2025, 430/KEP/KK/2025, dan 431/KEP/KK/2025 tanggal 12 November 2025.   Kupang | Per Jumat, 14 November 2025, Donny Heatubun dan Charlie Paulus resmi menakhodai PT Bank Pembangunan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur atau Bank NTT, […]

  • Cerita Anak Korban Bom Gereja Surabaya Lolos Bintara Polri

    Cerita Anak Korban Bom Gereja Surabaya Lolos Bintara Polri

    • calendar_month Jum, 12 Jul 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Loading

    Surabaya | Aqiella Nadya Shafwah, calon siswa Sekolah Polisi Wanita Lembaga Pendidikan dan Latihan (Sepolwan Lemdiklat) Polri, menangis saat diumumkan lolos seleksi rekrutmen Bintara Polri tahun anggaran 2024. Aqiella memeluk sang ayah, Ipda Ahmad Nurhadi (anggota polisi disabilitas netra) korban peristiwa Bom Surabaya 2018, yang hadir di sidang akhir pengumuman seleksi Bintara Polda Jawa Timur […]

  • Prosesi Adat ‘Neka Tana’ Sokong PLN Melistriki Desa Reka di Ende

    Prosesi Adat ‘Neka Tana’ Sokong PLN Melistriki Desa Reka di Ende

    • calendar_month Jum, 3 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Loading

    Ende-NTT, Garda Indonesia | Beragam adat istiadat terdapat di setiap kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satunya adalah Desa Reka yang terletak di Kecamatan Ndona Kabupaten Ende. Adat istiadat tersebut digunakan dalam melaksanakan pekerjaan pembangunan jaringan listrik pedesaan. Di Desa Reka, sebelum pembangunan jaringan listrik harus diawali dengan acara adat yang oleh masyarakat […]

expand_less