Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Bahlil Beber Alasan Cadangan BBM Indonesia Hanya 20 Hari

Bahlil Beber Alasan Cadangan BBM Indonesia Hanya 20 Hari

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 4 Mar 2026
  • visibility 279
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia pun memberikan penjelasan terkait cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional yang hanya bertahan sekitar 20 harian, menuai perhatian publik.

Ia menegaskan, keterbatasan itu bukan karena pemerintah tidak mampu menambah stok, melainkan akibat kapasitas penyimpanan yang terbatas dan masih di bawah konsensus global.

Bahlil memaparkan hingga saat ini kapasitas storage atau penyimpanan BBM nasional maksimal hanya 25 hari. Dalam rapat terakhir bersama Dewan Energi Nasional (DEN) dan Pertamina, jumlah cadangan pasokan BBM tercatat berkisar 22–23 hari.

“Jangan salah persepsi memang sejak lama kemampuan storage kita di Republik Indonesia ini tidak lebih dari 21-25 hari, jadi standar nasionalnya minimal itu di 20-21 hari, maksimal 25 hari,” papar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu 4 Maret 2026.

Menurutnya, pemerintah sebenarnya bisa saja mengadakan cadangan BBM lebih dari 25 hari. Namun persoalannya terletak pada keterbatasan fasilitas penyimpanan, sehingga stok disesuaikan dengan daya tampung yang tersedia.

“Kenapa kita enggak melakukan persediaan lebih dari 25 hari? Kalau diadakan mau disimpan di mana? Storage enggak cukup. Jadi mohon diluruskan beritanya bukan kita enggak bisa menyiapkan lebih dari 25 hari, karena memang daya tampungnya enggak ada,” beber Bahlil.

Meski begitu, pemerintah disebut tidak tinggal diam. Bahlil menyampaikan dirinya telah mendapat perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk membangun tambahan storage BBM.

Pembangunan kapasitas penyimpanan baru tersebut ditargetkan mampu meningkatkan cadangan pasokan BBM nasional hingga 90 hari atau sekitar tiga bulan. Jumlah itu dinilai setara dengan standar minimum konsensus global.

“Presiden Prabowo perintahkan ke kami bangun storage, supaya ketahanan energi kita ada. Insya Allah storage-nya sampai 3 bulan, ini lah standar minimum konsensus global,” beber Bahlil.(*)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Waspada! Dampak Badai Siklon Tropis Seroja di NTB, Bali dan Pulau Jawa

    Waspada! Dampak Badai Siklon Tropis Seroja di NTB, Bali dan Pulau Jawa

    • calendar_month Kam, 8 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | BMKG memprediksi intensitas Siklon Tropis Seroja meningkat dalam 24 jam ke depan dan bergerak ke arah barat daya. Pergerakan badai ini pada Senin, 5 April 2021 berada pada posisi di Laut Sawu sebelah barat daya Pulau Timor, 10.1LS, 122.4BT (75 km sebelah timur laut Sabu) dengan arah gerak Barat Barat Daya, […]

  • Olok Penjual Es Teh, Gus Miftah Undur Diri dari Utusan Khusus Presiden

    Olok Penjual Es Teh, Gus Miftah Undur Diri dari Utusan Khusus Presiden

    • calendar_month Ming, 8 Des 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta | Pendakwah Miftah Maulana Habiburahman alias Gus Miftah memutuskan mengundurkan diri dari jabatan utusan khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan usai viral mengolok-olok penjual es teh. Gus Miftah, tokoh agama karismatik ini secara resmi menyatakan mundur dari jabatannya pada konferensi persnya di Pondok Pesantren (Ponpes) Ora Aji, Sieman, Yogyakarta pada Jumat, […]

  • Presiden Jokowi & Ibu Negara Iriana Melayat Alm. Ibu Ani Yudhoyono

    Presiden Jokowi & Ibu Negara Iriana Melayat Alm. Ibu Ani Yudhoyono

    • calendar_month Ming, 2 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo pada Sabtu, 1 Juni 2019 malam, melayat ke kediaman Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden ke-6 Republik Indonesia di kawasan Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Seperti diketahui, Ibu Kristiani Herrawati Yudhoyono (Ani Yudhoyono), istri dari Susilo Bambang Yudhoyono, wafat dalam usia 67 […]

  • Wakapolda NTT & Ketua Sinode GMIT Apresiasi HUT Ke-56 Gereja Bait El Penfui

    Wakapolda NTT & Ketua Sinode GMIT Apresiasi HUT Ke-56 Gereja Bait El Penfui

    • calendar_month Sen, 15 Apr 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang-NTT, Garda Indonesia | Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-56 Gereja Bait El Kampung Baru Penfui pada Minggu, 14 April 2019 berkesan dan bermakna bagi para Jemaat, Panitia Hari Raya Gerejawi (PHRG), dan Gembala Gereja karena hadir sosok seorang Brigjen Pol Joni Asadoma, Wakapolda NTT dan Pdt Dr Merry Kolimon, Ketua Sinode GMIT. Selain itu, […]

  • Terkait Rencana Aksi Demo 2 Nov, Menko Polhukam Ajak Musyawarah

    Terkait Rencana Aksi Demo 2 Nov, Menko Polhukam Ajak Musyawarah

    • calendar_month Kam, 1 Nov 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Pada saat Bangsa Indonesia sedang prihatin menghadapi musibah bencana alam di Lombok-NTB dan Palu-Sulawesi Tengah, serta jatuhnya Pesawat Komersil Lion Air, ada rencana pergerakan massa yang besar untuk melakukan demonstrasi (Jumat,02/11/18), dalam menyikapi kasus pembakaran bendera di Kabupaten Garut untuk menyampaikan beberapa tuntutan kepada Pemerintah. Terkait rencana aksi tersebut, Menteri Koordinasi Politik, […]

  • September 2021, Persentase Penduduk Miskin NTT Turun 0,55 Persen

    September 2021, Persentase Penduduk Miskin NTT Turun 0,55 Persen

    • calendar_month Sen, 17 Jan 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 162
    • 1Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merilis persentase penduduk miskin, menggunakan konsep kebutuhan dasar (basic need approach) untuk mengukur kemiskinan. Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan non makanan yang diukur menurut garis kemiskinan (makanan dan bukan makanan). Metode […]

expand_less