Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Bang Sandi, Sang Pelari Navigasi Politik

Bang Sandi, Sang Pelari Navigasi Politik

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 29 Mei 2025
  • visibility 65
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Yakub F. Ismail

Membicarakan tokoh muda Indonesia yang sukses merintis karier di dunia bisnis tidak akan lengkap bila tidak memasukkan nama Sandiaga Uno. “Bang Sandi” atau “Mas Sandi” adalah nama sapaan yang kerap disandangkan kepada pria yang kini berusia 55 tahun itu.

Kesuksesannya di dunia bisnis tanah air memang tidak ada yang meragukan lagi. Sandi memulai karier di dunia bisnis sejak usia muda. Ia tercatat mulai terlibat dengan kegiatan sejak berusia belasan tahun. Namun, dirinya mulai serius menggeluti dunia bisnis ketika usianya beranjak 24 tahun.

Sandi terjun penuh di dunia usaha tepat setelah dirinya tamat kuliah dan bekerja di negara Amerika Serikat pada awal 1990-an. Pria kelahiran Riau, 1969 itu menempuh perguruan tinggi di Wichita State University (AS) dan melanjutkan S2 di George Washington University.

Semenjak kuliah, ia sudah mulai tertarik dengan dunia keuangan dan investasi. Sempat bekerja paruh waktu dan belajar disiplin serta manajemen dari bawah. Tidak lama setelah itu, ia memanfaatkan waktu untuk bekerja di perusahaan keuangan di Amerika dan Singapura.

Sempat bergabung dengan perusahaan NTI Resources Ltd. sebuah perusahaan investasi di Kanada. Namun, situasi di luar dugaan terjadi pada penghujung tahun 1990-an. Sebuah krisis ekonomi melanda Asia tahun 1997 dan membuatnya terkena PHK.

Ia pun akhirnya memutuskan untuk mendirikan bisnis sendiri di usianya yang mulai memasuki 28 tahun, tepatnya pada tahun 1997—1998.

Sepulangnya ke Indonesia, Sandi membangun bisnis investasi bernama PT Saratoga Investama Sedaya bersama Edwin Soeryadjaya. Di perusahaan inilah untuk kali pertamanya ia terlibat sepenuhnya di dunia bisnis dan investasi sebagai pengusaha profesional.

Sukses di dunia bisnis membuat namanya melambung tinggi sebagai entrepreneur muda Indonesia yang sangat bersinar di masanya. Namun, seiring berjalannya waktu, ia memutuskan untuk mencoba peruntungan baru dengan melibatkan diri ke dunia politik.

Di sinilah namanya semakin dikenal luas oleh publik tanah air. Dari terpilih menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta (2017) hingga menjabat Menteri Pariwisata di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo, membuktikan bahwa dirinya tidak berhenti di zona nyaman sebagai seorang pengusaha.

Sandi sekali lagi menunjukkan bahwa dirinya juga punya potensi besar untuk menjadi aktor politik yang berurusan dengan kepentingan masyarakat luas.

Kendati begitu, namanya perlahan meredup selang beberapa tahun terakhir, teristimewa saat namanya tidak lagi muncul di jajaran kabinet Prabowo-Gibran dan pengaruhnya di PPP yang semakin tidak terlihat.

Publik jadi bertanya, ke manakah sosok yang sempat menghebohkan publik Indonesia lantaran keberaniannya terjun langsung di dunia politik dengan membawa sejuta harapan masyarakat?

Ke mana Sandi Pergi?

Tahun 2017, tepatnya di Pilkada DKI Jakarta, Sandi yang kala itu berpasangan dengan Anies Baswedan berhasil memenangkan kontestasi dengan raihan 3.240.987 suara (58,05%), jauh mengungguli kompetitornya Ahok-Djarot yang hanya meraup 2.350.366 suara atau sekitar 41,95%.

Sejak terpilih sebagai Wagub DKI Jakarta berpasangan dengan Anies ini, Sandi terlihat mulai serius memulai karier baru di dunia politik. Ia tidak lagi berdiam diri di zona nyaman sebagai seorang pengusaha, melainkan terlibat aktif dengan beragam agenda dan kegiatan politik praktis.

Merasa semakin banyak dikenal publik, Sandi memutuskan untuk menaikkan oktaf agenda politiknya dari seorang pejabat daerah, naik ke level yang lebih tinggi skala nasional.

Benar saja, pada tahun 2019, bertepatan dengan masa dua tahun kurang menjabat sebagai wakil gubernur DKI, Sandi memilih mundur dari kursi 02 DKI dan memutuskan ikut berkontestasi pada Pilpres 2019.

Kali ini, orang yang menjadi pasangan duet bukan sembarang orang. Beliau adalah Prabowo Subianto seorang jenderal purnawirawan TNI bintang 3 yang namanya tidak asing lagi di republik ini.

Prabowo-Sandi, demikian sebutan untuk kedua pasangan yang tampil sebagai rival terkuat Jokowi-Ma’ruf, cukup menyita perhatian tidak hanya publik tanah air tapi juga masyarakat luar negeri.

Meski kalah melawan Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019, nama Sandi benar-benar melambung tinggi bahkan menyasar sosok Prabowo yang terbilang sudah lama mencicipi panggung politik nusantara dan dikenal luas sebagai seorang politisi senior Indonesia.

Sebelum akhirnya nama Sandi perlahan meredup, Sandi sempat dipercaya rival politiknya di 2019 (Jokowi-Ma’ruf) untuk menjadi bagian dari Kabinet Indonesia Maju (KIM).

Sandi dipercaya mengisi posisi sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf). Namun, jabatan Menteri ini nyatanya tidak cukup mengangkat kembali popularitasnya..Terbukti, setelah habis masa menjabat sebagai Menparekraf, publik pun mulai banyak yang melupakan beliau.

Pada perhelatan Pemilu 2024 sebagai parameter, namanya bahkan tidak masuk dalam 3 besar figur nasional dengan tingkat elektabilitas tertinggi menurut beberapa hasil survei.

Sandi bahkan kalah populer dengan tokoh-tokoh seperi Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Agus Harimurti Yudhoyono dan Ridwan Kamil. Ambil contoh, hasil survei yang dilakukan dua lembaga survei terkemuka tanah air yakni, Lembaga Survei Indonesia (LSI) dan Indobarometer yang menggelar survei tahun 2021 untuk proyeksi Pemilu 2024.

Hasilnya, Prabowo Subianto berada di urutan pertama, disusul Ganjar Pranowodi posisi kedua. Sementara posisi ketiga ditempati Ridwan Kamil, dan peringkat keempat serta kelima masing-masing diduduki Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

Setalah namanya tidak banyak disebut di berbagai laman media massa, sebagian publik pun bertanya-tanya, ke manakah Sandi berlabuh? Masihkah dirinya bertahan di panggung politik nasional, atau justru diam-diam membuat keputusan yang tidak banyak diketahui publik.

Menebak arah politik Sandi

Sampai detik ini tidak ada yang tahu ke mana pria yang dikenal sebagai sosok politisi moderat itu melangkahkan kaki. Pertanyaan ini menyeruak pasca namanya tidak mengorbit dalam bursa pencalonan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Padahal, ia sempat dirumorkan di awal bakal menduduki posisi ketua umum pada partai berlambang Ka’bah itu dengan segala potensi, relasi dan sumber daya yang dimiliki. Namun siapa sangka, perannya di partai berwarna dominan hijau tua itu nyaris tidak begitu kelihatan.

Jangankan maju sebagai ketua umum partai, kiprah dan pengaruhnya pun jarang terlihat di parpol yang punya sejarah panjang sebagai salah satu partai tertua itu.

Ada yang memprediksi karier politik Sandi kini sudah menemui titik akhir alias tamat. Pembacaan ini meski terbilang masih terlalu dini bahkan terkesan buru-buru menyimpulkan, tetap didasarkan pada realitas di mana pengaruh penggagas program OK OCE itu semakin hilang di tengah datangnya para pesaing baru.

Terbaru, ia sempat dirumorkan bakal mendirikan partai baru sebagai kendaraan politik untuk kepentingan kontestasi akan datang. Namun, hingga kini rumor ini belum bisa dipastikan benar tidaknya. Andai isu ini benar, maka siapakah orang-orang yang bakal ditarik menjadi mesin kekuatan partai?

Harus diakui, sebagai seorang politisi yang sudah cukup banyak terlibat dalam berbagai agenda politik nasional, Sandi memang cukup layak berada di jajaran top figur politik nasional.

Ia bahkan pernah berada sepaket bersama sosok yang kini tengah menjabat Presiden Republik Indonesia. Itu artinya, Sandi memiliki potensi dan kans yang sangat terbuka untuk kembali naik ke posisi puncak elektabilitas nasional. Apalagi, latar belakang dirinya sebagai seorang pengusaha sukses, tentu tidak sulit baginya untuk mengayuh kendaraan politik. Bahkan, menggabungkan dua agenda penting (politik dan ekonomi) dalam kiprah profesionalnya, akan membuat dirinya semakin komplit sebagai tokoh penting di masa mendatang. Publik tentu berharap peran penting Sandi di kancah nasional tetap berkibar demi memberikan dampak bagi pembangunan bangsa.

Sosoknya yang terkenal cerdas, moderat, berwibawa dan penuh ramah, sangat cocok dijadikan teladan untuk generasi akan datang. Karenanya, jika kabar isu tentang ikhtiar pribadi untuk mendirikan partai politik, maka ini akan menjadi kabar gembira.

Semoga apa yang sedang direncanakan Sandi dapat segera terealisasi sehingga kembali bangkit mengambil momentum akan datang.(*)

Penulis adalah Ketua Umum Ikatan Media Online (IMO) Indonesia

 

 

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Jokowi Tetapkan Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK 2019—2023

    Presiden Jokowi Tetapkan Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK 2019—2023

    • calendar_month Jum, 17 Mei 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo telah menetapkan 9 (sembilan) anggota Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk masa jabatan tahun 2019—2023. Pansel tersebut dibentuk untuk menjamin kualitas dan transparansi dalam seleksi calon pimpinan KPK sehubungan akan berakhirnya masa jabatan pimpinan KPK saat ini pada 21 Desember 2019. Penetapan tersebut tertuang […]

  • BNNP NTT & Komunitas Zumba Aerotech Edukasi Bahaya Narkoba

    BNNP NTT & Komunitas Zumba Aerotech Edukasi Bahaya Narkoba

    • calendar_month Sab, 12 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Cara unik dan kreatif dilakukan oleh Badan Narkotik Nasional (BNN) Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan menggandeng Komunitas Zumba Aerotech memberikan edukasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba di arena Car Free Day Jalan El Tari Kota Kupang, Sabtu/12/1/2019 pukul 06.00—09.00 WITA. Cara unik dilaksanakan dengan melakukan zumba bersama dengan para penikmat arena car free […]

  • Kejagung Tetapkan Tiga Hakim Jadi Tersangka Kasus Gratifikasi

    Kejagung Tetapkan Tiga Hakim Jadi Tersangka Kasus Gratifikasi

    • calendar_month Sen, 14 Apr 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Loading

    Ikatan Media Online (IMO) Indonesia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kejaksaan Agung (Kejagung) RI atas komitmennya dalam memberantas praktik mafia peradilan di Indonesia.   Jakarta | Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan 3 (tiga) hakim menjadi tersangka kasus dugaan suap dan atau gratifikasi dalam putusan lepas (ontslag) kasus korupsi pemberian fasilitas ekspor crude palm oil (CPO) di Pengadilan […]

  • Bali Bakal Punya Transportasi MRT pada Tahun 2028

    Bali Bakal Punya Transportasi MRT pada Tahun 2028

    • calendar_month Jum, 27 Jun 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Loading

    Langkah ini diambil demi menghadirkan transportasi modern yang tetap sejalan dengan nilai-nilai adat dan budaya lokal Bali.   Jakarta | Pemerintah Provinsi Bali resmi bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk melanjutkan pembangunan MRT Bali. Pemprov DKI Jakarta melalui PT MRT Jakarta (Perseroda) dan Pemerintah Provinsi Bali bekerja sama dalam pengembangan transportasi MRT. […]

  • Cara Unik Mahasiswa Politani Kupang Belajar Perubahan Iklim

    Cara Unik Mahasiswa Politani Kupang Belajar Perubahan Iklim

    • calendar_month Rab, 18 Sep 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Kupang menghadirkan praktisi kebencanaan dari Forum Pengurangan Risiko Bencana Nusa Tenggara Timur (FPRB NTT), Peter Heyn Ahab memberikan edukasi terkait adaptasi perubahan iklim, mitigasi, dan upaya pengurangan risiko bencana kepada para mahasiswa baru periode 2024/2025. Mengambil lokasi kegiatan di lantai 4 (empat) gedung TPH (tanaman pangan hortikultura) yang tak […]

  • Pertamina Kick Off UMK Academy Jatimbalinus, 288 Mitra Siap Naik Kelas

    Pertamina Kick Off UMK Academy Jatimbalinus, 288 Mitra Siap Naik Kelas

    • calendar_month Rab, 21 Mei 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 52
    • 1Komentar

    Loading

    Pada tahun 2025, pendampingan akan dilakukan oleh 10 akselerator lokal yang tersebar di empat provinsi. Para mitra nantinya akan dibagi menjadi empat kelompok, yaitu: Go Online, Go Digital, Go Modern, dan Go Global, sesuai dengan tahap dan kebutuhan dari UMK masing-masing.   NTT | Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menghelat kick off program Pertamina UMK […]

expand_less