Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Bantuan PLN, Rumah Adat Gonggor Diresmikan Wujud Pelestarian Budaya Manggarai

Bantuan PLN, Rumah Adat Gonggor Diresmikan Wujud Pelestarian Budaya Manggarai

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 17 Des 2025
  • visibility 159
  • comment 0 komentar

Loading

Tua Gendang Gonggor, Stefanus Angkut, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PLN UIP Nusra atas dukungan nyata dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya Manggarai.

 

Manggarai | PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) menghadiri prosesi adat Roko Molas Poco sebagai bagian dari rangkaian peresmian Rumah Adat Gonggor yang dibangun melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) UIP Nusra di Desa Wewo, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin, 15 Desember 2025.

Peresmian rumah adat ini mencerminkan komitmen PLN dalam menghormati nilai-nilai budaya dan kearifan lokal, sekaligus memperkuat sinergi dengan masyarakat Ring-1 pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu Unit 5–6 Poco Leok.

Tua Gendang Gonggor, Stefanus Angkut, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PLN UIP Nusra atas dukungan nyata dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya Manggarai. Keberadaan Rumah Adat Gonggor, jelasnya, memiliki peran penting sebagai ruang musyawarah adat, pelaksanaan ritus tradisional, serta penguatan identitas budaya bagi generasi mendatang.

“Kami berharap kolaborasi antara PLN dan masyarakat adat dapat terus terjalin, tidak hanya dalam pelestarian budaya, tetapi juga dalam mendukung pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat,” ujar Stefanus.

Dengan selesainya pemugaran ini, rumah gendang yang menjadi simbol utama kehidupan masyarakat Manggarai kini dapat kembali difungsikan secara layak dan aman sebagai pusat kegiatan adat, sosial, dan kebudayaan masyarakat Gonggor.

Kepala Desa Wewo, Laurensius Langgut, turut menyampaikan apresiasi atas keterlibatan seluruh pihak dalam pembangunan rumah adat tersebut. Ia menegaskan bahwa ritual Roko Molas Poco memiliki makna mendalam bagi masyarakat adat, khususnya dalam proses penamaan kayu utama yang disebut Molas Poco.

Prosesi adat Roko Molas Poco diawali dengan pengambilan kayu utama dari hutan adat, yang kemudian diarak menuju lokasi rumah adat dengan iringan gong dan gendang. Kayu tersebut dimaknai sebagai molas atau gadis yang dihormati, melambangkan kehidupan, kesuburan, serta restu leluhur bagi rumah adat yang akan menjadi pusat aktivitas adat dan sosial masyarakat Gonggor.

Kepala Teknik Panas Bumi (KTPB) PLTP Ulumbu, Roya Ginting, menjelaskan bahwa kehadiran PLN dalam prosesi adat tersebut merupakan wujud penghormatan terhadap tata nilai dan proses adat yang dijalankan masyarakat setempat.

“Pembangunan panas bumi tidak bisa dilepaskan dari ruang hidup, sejarah, dan nilai budaya masyarakat yang telah ada jauh sebelum proyek ini berjalan,” ujarnya.

Roya menegaskan, PLN memastikan pemanfaatan energi panas bumi dilakukan secara bertanggung jawab, selaras dengan alam, serta menghormati nilai adat dan kearifan lokal. Melalui program TJSL, PLN hadir sebagai mitra masyarakat dalam menjaga keberlanjutan sosial dan budaya.

“Prinsip kami, pembangunan energi harus berjalan berdampingan dengan kehidupan masyarakat, memberi manfaat bersama, serta menjaga keseimbangan sosial dan budaya di Desa Wewo dan sekitarnya,” tutup Roya.

Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, Rizki Aftarianto, menyampaikan bahwa pembangunan Rumah Gendang Gonggor merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung pelestarian budaya lokal dan penguatan identitas masyarakat di sekitar wilayah kerja perusahaan.

“PLN hadir dan berjalan bersama masyarakat, menghormati nilai-nilai adat yang telah mengakar kuat. Pembangunan rumah gendang ini menjadi wujud nyata kepedulian PLN terhadap kelestarian warisan budaya Manggarai,” ungkap Rizki.

Rizki menambahkan, ke depan PLN UIP Nusra akan terus memperluas kolaborasi dengan komunitas adat, pemerintah daerah, dan lembaga pendidikan dalam mengembangkan program sosial berbasis budaya dan kearifan lokal, sehingga setiap langkah pembangunan energi di NTT dapat memberikan manfaat yang menyeluruh dan berkelanjutan.(*)

 

 

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pendidikan di Pulau Sumba Bersinar, PLN Revitalisasi 45 Sekolah

    Pendidikan di Pulau Sumba Bersinar, PLN Revitalisasi 45 Sekolah

    • calendar_month Sab, 17 Mei 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Loading

    Lima sekolah di Kabupaten Sumba Barat Daya menjadi percontohan tahap pertama, termasuk SD Weetabula dan SD Karerobbo yang menggunakan smart board sebagai bagian dari penguatan metode pembelajaran berbasis teknologi.   Tambolaka | PLN UIW NTT melalui PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Sumba (PLN UP3 Sumba) terus berkomitmen untuk mendukung setiap program Pemerintah Sumba Barat Daya […]

  • Satgas Nemangkawi & Polres Yahukimo Tangkap DPO Ananias Yalak

    Satgas Nemangkawi & Polres Yahukimo Tangkap DPO Ananias Yalak

    • calendar_month Jum, 3 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Loading

    Papua, Garda Indonesia | Satgas Nemangkawi melakukan sweeping menjelang PON XX di Papua. DPO bersenjata yang masih belum tertangkap kini akan diburu oleh Satgas Nemangkawi. Kasatgas Humas Nemangkawi menjelaskan bahwa satgas berhasil menangkap DPO 3 laporan Polisi, atas nama Ananias Yalak Alias Senat Soll di Jalan Samaru Distrik Dekai Kabupaten Yahukimo pada Kamis, 2 September […]

  • Yoseph Rera Beka – Penjabat Sekda Kota Kupang

    Yoseph Rera Beka – Penjabat Sekda Kota Kupang

    • calendar_month Sel, 8 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, gardaindonesia.id | Asisten I Pemkot Kupang, Yoseph Rera Beka diangkat sumpah dan dilantik sebagai penjabat Sekda Kota oleh Wali Kota Kupang Jefry Riwu Kore di Lantai 1 Kantor Wali Kota Kupang, Selasa/8/1/2019 pukul 14.00 WITA. Pelantikan Yoseph Rera Beka karena berakhirnya masa jabatan Plt Sekda Thomas Janzen Gah, yang bertugas sejak 17 Oktober […]

  • “Le Hit Atoni” Warga Cegat Perjalanan Simon Petrus Kamlasi

    “Le Hit Atoni” Warga Cegat Perjalanan Simon Petrus Kamlasi

    • calendar_month Sab, 9 Nov 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Loading

    Simon Petrus Kamlasi (SPK) seperti magnet bagi ratusan pedagang Pasar Oesao. Mereka terlihat berebutan menyalami SPK. SPK larut dalam kerumunan ratusan para pedagang dan turut berjoget ria. Suasana tampak semarak saat itu. SPK lalu memeluk para pedagang.   Oelamasi | Calon Gubernur nomor urut 3, Simon Petrus Kamlasi dicegat oleh ratusan pedagang pasar tradisional Oesao, […]

  • Pemilu 2019, Daftar Lengkap Perolehan Suara Parpol & Calon DPRD NTT

    Pemilu 2019, Daftar Lengkap Perolehan Suara Parpol & Calon DPRD NTT

    • calendar_month Sel, 14 Mei 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggara Timur telah menetapkan hasil Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Pemilu Tahun 2019 bagi partai politik dan keseluruhan calon anggota DPRD Dapil 1—8 NTT Periode 2019—2024 Keputusan KPU NTT No 82/PL.03.1-KPT/53/KPU-Prov/V/2019 tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Peserta Pemilu Anggota DPRD […]

  • Tahukah Anda? NTT Punya Ribuan Pulau

    Tahukah Anda? NTT Punya Ribuan Pulau

    • calendar_month Ming, 9 Jul 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Loading

    Provinsi Nusa Tenggara Timur atau dikenal dengan sebutan NTT memiliki 5 (lima) pulau besar yakni Timor, Flores, Sumba, Alor dan Lembata. Namun, tahukah Anda? Selain lima pulau besar, NTT punya ribuan pulau kecil. Pulau-pulau kecil ini kebanyakan tak berpenghuni. Luas area 5 (Lima) pulau besar berpenghuni yakni Pulau Timor (14.523,24 km2), Pulau Flores (13.393,81 km2), Pulau […]

expand_less