Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pertanian Perkebunan » Belajar Ketahanan Pangan dari Suku Boti di Pulau Timor

Belajar Ketahanan Pangan dari Suku Boti di Pulau Timor

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 16 Jun 2025
  • visibility 65
  • comment 0 komentar

Loading

Suku Boti tinggal di pedalaman Timor Tengah Selatan, sekitar 40 km dari kota So’e, dan sekitar 4—5 jam perjalanan dari Kota Kupang, Ibu Kota Provinsi NTT. Secara administratif, Desa Boti terletak di Kecamatan Kie.

 

Pada tantangan krisis pangan global, masyarakat adat Suku Boti di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur (NTT), menunjukkan peran kearifan lokal untuk ketahanan pangan.

Terletak di wilayah pegunungan kering di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Desa Boti tetap mempertahankan tradisi pertanian berkelanjutan yang menjamin ketahanan pangan tanpa ketergantungan pada sistem luar.

Suku Boti tinggal di pedalaman Timor Tengah Selatan, sekitar 40 km dari kota So’e, dan sekitar 4—5 jam perjalanan dari Kota Kupang, Ibu Kota Provinsi NTT. Secara administratif, Desa Boti terletak di Kecamatan Kie.

Selain itu, masyarakat Boti sangat menjaga kebersihan perkampungan, terutama di sekitar area kerajaannya. Mereka melarang perburuan hewan di kawasan perkampungan untuk menjaga kelestarian alam.

Menelisik kehidupan Suku Boti

Suku Boti tinggal di daerah terpencil yang dikelilingi perbukitan kering, sekitar 40 km dari Kota Soe, ibu kota Kabupaten Timor Tengah Selatan. Meskipun hidup dalam kesederhanaan, mereka memiliki sistem pangan yang mandiri.

Kehidupan sehari-hari mereka berpusat pada pertanian tradisional, peternakan, dan pelestarian adat. Mereka menolak modernisasi yang merusak keseimbangan alam, sehingga tetap mampu memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri.

Suku Boti sangat menjaga kelestarian alam dan memiliki kearifan lokal yang unik. Mereka memiliki prinsip hidup mandiri dan menolak bantuan dari pihak luar, termasuk bantuan pemerintah seperti beras miskin.

Resiliensi pemenuhan pangan

Kunci ketahanan pangan Suku Boti terletak pada keanekaragaman tanaman pangan dan teknik pertanian yang ramah lingkungan. Mereka menanam jagung, sorgum, ubi kayu, kacang-kacangan, serta berbagai jenis sayuran lokal yang tahan kekeringan.

Masyarakat adat Boti membawa hasil panen umbi-umbian genus Dioscorea pada Minggu, 6 Agustus 2023. Umbi-umbian yang tumbuh merambat ini biasanya dipanen dua tahun sekali di musim kemarau, saat daunnya mulai mengering. Foto :Agus Susanto. Indonesia, 2023.

Sistem pertanian mereka tidak menggunakan pupuk kimia atau pestisida, melainkan mengandalkan kompos alami dan rotasi tanaman untuk menjaga kesuburan tanah.

Selain bercocok tanam, mereka juga memelihara ternak seperti kambing, ayam, dan babi dalam skala kecil. Hasil ternak tidak hanya untuk konsumsi, tetapi juga berperan dalam ritual adat dan sistem barter antar-keluarga. Dengan demikian, mereka tidak bergantung pada pasokan pangan dari luar, melainkan menciptakan siklus pangan yang mandiri.

Budaya makan menghargai alam

Masyarakat Boti memiliki budaya makan yang sederhana namun kaya nutrisi. Mereka mengonsumsi apa yang mereka tanam dan hasilkan sendiri, menghindari makanan olahan atau kemasan.

Jagung dan umbi-umbian menjadi makanan pokok, disajikan dengan sayuran liar seperti daun kelor dan buah gewang yang kaya gizi. Setiap keluarga memiliki lumbung (gudang penyimpanan tradisional) untuk menyimpan cadangan pangan, memastikan ketersediaan makanan bahkan di musim kemarau panjang.

Pelajaran dari Suku Boti untuk Ketahanan Pangan Nasional

Ahmad Arif, Inisiator Nusantara Food Biodiversity, menekankan pentingnya belajar dari masyarakat adat seperti Suku Boti.

“Keragaman hayati adalah anugerah terbesar yang kita punya, namun saat ini terjadi pergeseran budaya pangan yang menyebabkan keseragaman pangan. Kita tergantung pada beras dan gandum impor, padahal Indonesia memiliki ribuan sumber pangan lokal yang lebih adaptif,” kata Arif kepada GNFI, Jumat,13 Juni 2025.

Menurutnya, Suku Boti membuktikan bahwa ketahanan pangan bisa dicapai dengan memanfaatkan keanekaragaman hayati dan kearifan lokal. Langkah konkret yang bisa diambil antara lain melestarikan benih lokal, mendorong konsumsi pangan beragam, dan mengembalikan penghargaan terhadap sistem pangan tradisional.(*)

Sumber (*/Goodnews/Firdarainy Nuril Izzah + ragam)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tiga Desa di Rote Ndao, 1 Dusun di Sikka dan 17 Desa di NTT Nikmati Listrik

    Tiga Desa di Rote Ndao, 1 Dusun di Sikka dan 17 Desa di NTT Nikmati Listrik

    • calendar_month Sab, 29 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | PLN terus berupaya melistriki kawasan 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) guna mewujudkan keadilan energi untuk seluruh masyarakat Indonesia. Sepanjang bulan Agustus, PLN berhasil melistriki 20 Desa dan 1 Dusun di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kehadiran listrik membawa banyak dampak dalam kehidupan masyarakat, mulai dari menggerakkan roda perekonomian, meningkatkan kualitas pendidikan […]

  • Menhub Budi Beber Kronologis Hilang Kontak Pesawat Sriwijaya Air SJY182

    Menhub Budi Beber Kronologis Hilang Kontak Pesawat Sriwijaya Air SJY182

    • calendar_month Sab, 9 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama stakeholder terkait seperti Basarnas, KNKT, Angkasa Pura II, Airnav Indonesia, Sriwijaya Air, TNI POLRI, dan stakeholder terkait lainnya, menyampaikan kronologis sementara peristiwa hilang kontak pesawat Sriwijaya Air SJY 182 rute Jakarta-Pontianak pada Sabtu, 9 Januari 2021 pukul 14.40 WIB. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2021/01/09/serpihan-pesawat-sriwijaya-air-sj182-jakarta-pontianak-ditemukan/ “Kami bersama Ketua KNKT, […]

  • SEKARANG! Mudah & Untung Beli Motor Listrik Via PLN Mobile

    SEKARANG! Mudah & Untung Beli Motor Listrik Via PLN Mobile

    • calendar_month Sel, 27 Jun 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Perusahaan-perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus bersinergi mendorong ekosistem kendaraan listrik semakin tumbuh di Indonesia. Upaya ini salah satunya diwujudkan dengan kolaborasi PT PLN (Persero) dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dalam akses kredit dan pendanaan menyusul insentif sebesar Rp 7 juta yang diberikan pemerintah. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo […]

  • ‘Darwin Rock Church’ Australia Donasi Sembako ke Korban Bencana Malaka

    ‘Darwin Rock Church’ Australia Donasi Sembako ke Korban Bencana Malaka

    • calendar_month Ming, 18 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Loading

    Malaka-NTT, Garda Indonesia | Komunitas Darwin Rock Church (DRC) – Australia bekerja sama dengan Komunitas Rumah Budaya Naitimu (RBN) Halilulik, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mendonasi sembako kepada para korban pasca bencana badai Siklon Tropis Seroja di Kabupaten Malaka, pada Minggu, 18 April 2021. Koordinator Komunitas RBN, Elpidus Lau, S.Fil. […]

  • Tumpas Covid-19, Rumah Sakit Tentara Atambua Vaksinasi Anggota TNI AD

    Tumpas Covid-19, Rumah Sakit Tentara Atambua Vaksinasi Anggota TNI AD

    • calendar_month Jum, 12 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Guna mempercepat pelaksanaan vaksinasi  menumpas Covid-19, Rumah Sakit Tk. IV Atambua, Kelurahan Beirafu, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menghelat vaksinasi jenis Sinovac tahap ke–2 untuk 75—80 personil TNI AD, pada Jumat, 12 Maret 2021; dipimpin langsung oleh Letda Ckm dr. Basri Manurung dan didampingi oleh Letda […]

  • Promo Ramadan, Tambah Daya Rumah Ibadah Hanya 150 Ribu

    Promo Ramadan, Tambah Daya Rumah Ibadah Hanya 150 Ribu

    • calendar_month Rab, 29 Mar 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Bertepatan dengan bulan suci Ramadan, PT PLN (Persero) kembali  memberikan promo tambah daya untuk rumah ibadah melalui program Ramadan Berkah 2023. Hanya dengan Rp150 ribu, rumah ibadah bisa menaikkan daya hingga 5.500 Volt Ampere (VA). Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan di momentum bulan Ramadan, PLN ingin memberikan layanan maksimal kepada […]

expand_less