Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi dan Bisnis » Cabai Rawit Picu Inflasi di Nusa Tenggara Timur

Cabai Rawit Picu Inflasi di Nusa Tenggara Timur

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 5 Mei 2025
  • visibility 95
  • comment 0 komentar

Loading

Harga cabai rawit terpantau di pasar Oeba dan pasar Naikoten Kupang (kota penentu inflasi) berkisar pada 90 ribu hingga 120 ribu rupiah per kilogram. Dan diecer pada ukuran kaleng kecil dengan harga 5—10 ribu rupiah.

 

Kupang | Komoditas cabai rawit merupakan salah satu komoditas tanaman hortikultura yang terus mengalami peningkatan harga atau menunjukkan inflasi dari waktu ke waktu.

Cabai rawit merupakan komoditas potensial dengan nilai ekonomi tinggi yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Cabai rawit juga digunakan sebagai bahan utama masakan Indonesia karena masyarakat Indonesia adalah penggila cabai terbesar di dunia (Paulus & Ellen, 2016).

Harga cabai rawit terpantau di pasar Oeba dan pasar Naikoten Kupang berkisar pada 90 ribu hingga 120 ribu rupiah per kilogram. Dan diecer pada ukuran kaleng kecil dengan harga 5—10 ribu rupiah.

Yudin, pedagang di pasar Oeba pada Minggu, 4 Mei 2025 mengungkapkan bahwa cabai rawit yang dijualnya berasal dari Atambua, Kabupaten Belu. Ia pun menjual capai rawit pada kisaran harga 90 ribu per kilogram. “Sumbernya (cabai rawit) dari Belu, dari Kupang sonde ada (tak ada),” ucapnya.

Yudin pun mengatakan, sebelumnya pada April 2025, harga cabai rawit menyentuh angka 120 ribu per kilogram. Berbeda dengan pedagang eceran di lokasi sama (pasar Oeba), mereka menjual dengan harga konstan 120 ribu per kilogram.

Terpisah, Kepala BPS Provinsi NTT, Matamira Kale dalam sesi pers rilis berita resmi statistik pada Jumat, 2 Mei 2025, mengatakan NTT mengalami inflasi 0,22 persen. Sementara, inflasi dari tahun ke tahun, April 2024 ke April 2025 sebesar 1,77 persen dipecut karena kenaikan 9 (sembilan) dari 11 (sebelas) kelompok pengeluaran dengan andil inflasi tertinggi yakni kelompok makanan minuman dan tembakau 1,31 persen, diikuti kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,54 persen.

Adapun 5 (lima) besar komoditi penyumbang atau penghambat inflasi bulan ke bulan (Maret ke April 2025, month to month [MtM]) yakni cabai rawit 0,31 persen, bawang merah 0,14 persen, emas perhiasan 0,13 persen, tomat 0,04 persen, dan kopi bubuk 0,04 persen.

Perlu diketahui, inflasi di tingkat sekitar 1-2% bisa dianggap stabil dan terkendali. Inflasi yang tidak terlalu tinggi menunjukkan bahwa perekonomian tidak mengalami lonjakan harga yang drastis, yang dapat menimbulkan ketidakpastian.

Penulis (+roni banase)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Viktor Dorong Usaha Tambak Garam di Desa Nunkurus

    Gubernur Viktor Dorong Usaha Tambak Garam di Desa Nunkurus

    • calendar_month Rab, 3 Apr 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Loading

    Kab Kupang, Garda Indonesia | Viktor Bungtilu Laiskodat mengunjungi Desa Nunkurus, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu, 3 April 2019. Kunjungan Gubernur Viktor ini dalam rangka melihat dari dekat tambak garam yang dikelola oleh PT. Timor Livestock Lestari. “Sebagai Gubernur, saya sangat berterimakasih kepada PT. Timor Livestock Lestari yang mau […]

  • Pengacara HRS Munarman Ditangkap Densus 88 Antiteror

    Pengacara HRS Munarman Ditangkap Densus 88 Antiteror

    • calendar_month Sel, 27 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Densus 88 Antiteror menangkap pengacara HRS, Munarman, diduga terlibat baiat teroris di 3 (tiga) kota. Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono menjelaskan Munarman diduga menggerakkan orang lain untuk melakukan tindak pidana terorisme. Selain itu, Munarman juga diduga menyembunyikan informasi perihal terorisme. “Munarman diduga menggerakkan orang lain untuk melakukan tindak pidana […]

  • Indeks Pembangunan Manusia Sabu Raijua Terendah di Provinsi NTT

    Indeks Pembangunan Manusia Sabu Raijua Terendah di Provinsi NTT

    • calendar_month Rab, 4 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | IPM (Indeks Pembangunan Manusia) merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia (masyarakat/ penduduk). IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya. IPM diperkenalkan oleh United Nations Development Programme (UNDP) pada tahun 1990 dan metode penghitungan direvisi pada tahun 2010. […]

  • Adian Napitupulu Kena Serangan Jantung, Ini Pernyataan Sekjen PDIP

    Adian Napitupulu Kena Serangan Jantung, Ini Pernyataan Sekjen PDIP

    • calendar_month Kam, 19 Des 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Adian Napitupulu sedang berada di dalam perjalanan menggunakan pesawat dari Jakarta ke Palangkaraya dalam rangka tugasnya sebagai anggota DPR. Di dalam perjalanan, Adian yang selalu bersemangat dalam menjalankan tugasnya ini tiba-tiba merasakan sakit di bagian badan. Hal ini disampaikan oleh Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto melalui rilis media pada Kamis, […]

  • Pengkhianatan Parlemen dalam Memerangi Korupsi

    Pengkhianatan Parlemen dalam Memerangi Korupsi

    • calendar_month Sel, 10 Mei 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Antikorupsi selalu menjadi jargon kampanye sekaligus janji politik yang seksi sepanjang masa kampanye. Tapi apakah partai politik yang berselancar di atas jargon itu, setelah duduk di parlemen, masih setia pada janji politiknya? Adalah Bambang Wuryanto (Ketua Komisi III DPR-RI) yang akhirnya mengaku sendiri, “Fakta lapangan hari ini yang namanya kompetisi cari […]

  • Angka Stunting Tinggi di NTT; Daulat Samosir : Manfaatkan Faskes dengan Baik

    Angka Stunting Tinggi di NTT; Daulat Samosir : Manfaatkan Faskes dengan Baik

    • calendar_month Sen, 12 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Masalah stunting menjadi fokus pemerintah saat ini, mengingat tingginya angka stunting di NTT, sehingga memerlukan penanganan yang lebih intensif. Menurut dr. Daulat Samosir, untuk mengatasi hal tersebut, harus dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas kesehatan dengan baik. Hal tersebut disampaikan di ruang kerjanya di BNN Provinsi NTT, Jumat 9 Agustus 2019. Menurutnya, pemanfaatan […]

expand_less