Arsip Kategori: Hankam

Kasad & 4 Mantan Kasad Antar Jenazah Jend.(Purn) TNI Pramono Edhi Wibowo

224 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa menjadi Inspektur upacara pada pemakaman jenazah mantan Kepala Staf Angkatan Darat Alm Jenderal TNI (Purn) Pramono Edhie Wibowo di TMP Nasional Kalibata, Jakarta Selatan, pada Minggu, 14 Juni 2020. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Nefra Firdaus dalam keterangan persnya.

Sebelum upacara pemakaman di TMP Kalibata, jenazah almarhum yang merupakan pejabat Kasad ke-27 ini, dilepas dari Rumah duka di Puri Cikeas Indah oleh Wakasad Letjen TNI Moch Fachrudin.

Tembakan salto, penghormatan terakhir kepada Jenderal TNI (Purn) Pramono Edhi Wibowo

Saat pemakaman, Kasad sebagai Inspektur upacara didampingi oleh mantan Kepala Staf Angkatan Jenderal TNI (Purn) Agustadi Sasongko Purnomo, Jenderal TNI (Purn) Budiman, Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo dan Jenderal TNI (Purn) Mulyono sebagai bentuk penghormatan khusus kepada almarhum dari para mantan Kasad tersebut.

Dalam upacara yang berjalan khidmat, selain sejumlah pejabat teras TNI AD di antaranya, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Mantan Ketua MPR RI Akbar Tanjung, Wakil Ketua MPR Zulkifli Hasan, Waketum DPP Partai Demokrat Syarief Hasan, Wakil Kepala BIN Letjen TNI (Purn) Teddy Laksmana, Kepala BSSN Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian, termasuk kehadiran Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Fadjar Prasetyo dan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Yudho Margono, dan pejabat lainnya untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Almarhum.

Suasana kebatinan yang kuat terlihat dari wajah keluarga besar almarhum, para pejabat dan pelayat yang hadir, tertuang dalam sambutan pihak keluarga yang diwakili oleh Letjen TNI (Purn) Erwin Sujono serta dari komentar sejumlah pelayat lainnya, merasakan kehilangan sosok pemimpin alm Jenderal TNI (Purn) Pramono Edhie yang dikenal sederhana, tegas, dan berwibawa.

Kasad Andika Perkasa menyerahkan bendera Merah Putih kepada istri alm. Ibu Kiki Pramono Edhie Wibowo

Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa yang didampingi oleh istri Ny. Hetty Andika Perkasa terlihat sangat haru, memimpin upacara pemakaman salah seorang senior yang sangat dihormatinya dan menjadi tokoh teladannya sejak meniti karier di Kopassus, Kostrad dan Mabes Angkatan Darat.

“Setelah penimbunan dan peletakan karangan bunga, Kasad menyerahkan bendera Merah Putih kepada istri alm. Ibu Kiki Pramono Edhie Wibowo,” ujar Nefra.(*)

Sumber berita dan foto (*/ Dispenad )
Editor (+rony banase)

Tiga Kepala Staf TNI Siap Dukung Penerapan Adaptasi ‘New Normal’

175 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Para Kepala Staf TNI menyatakan kesiapannya untuk mendukung upaya pemerintah dalam menjalankan adaptasi kebiasaan baru atau new normal di tengah masyarakat. Para prajurit TNI secara lebih giat akan turut mendisiplinkan masyarakat untuk menaati protokol kesehatan sehingga tetap produktif sekaligus aman dari Covid-19.

Hal tersebut terungkap dalam keterangan pers Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Minggu, 14 Juni 2020.

“Tentunya TNI Angkatan Laut akan tetap membantu percepatan penanganan Covid-19 ini. Sekarang pada tahap untuk pendisiplinan masyarakat tentunya kita juga akan lebih giat lagi, terutama pasukan-pasukan yang di lapangan untuk membantu pemerintah daerah untuk mendisiplinkan masyarakat,” kata Laksamana TNI Yudo Margono.

Ketiga Kasad TNI saat bersama Presiden Jokowi

Hal senada diungkapkan oleh KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo yang menyatakan kesiapan angkatan yang dipimpinnya untuk membantu sejumlah hal terkait penanganan Covid-19. Selain pendisiplinan masyarakat, TNI AU juga mendukung pengiriman peralatan kesehatan ke seluruh penjuru Indonesia.

“Untuk TNI Angkatan Udara kami tetap siap untuk mendukung dan kami seperti contohnya kita melaksanakan pengiriman peralatan-peralatan kesehatan ke seluruh pelosok Tanah Air yang di mana ada pangkalan udara dan bandara. Kami juga tetap melaksanakan operasi-operasi udara karena tetap harus menjaga kedaulatan wilayah negara,” tegas Marsekal TNI Fadjar Prasetyo.

Sementara itu, KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa menjelaskan bahwa Presiden secara khusus meminta angkatan darat bisa meneladani capaian mantan KSAD Jenderal TNI Pramono Edhie yang baru saja berpulang. Presiden juga mendoakan almarhum dan mengucapkan terima kasih atas seluruh jasanya.

“Presiden secara spesifik menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Mantan Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Pramono Edhy Wibowo. Beliau benar-benar mengucapkan terima kasih atas semua jasa-jasa, juga mengucapkan harapan agar keluarga tetap kuat dan angkatan darat bisa meneladani apa yang bisa dicapai Pramono Edhy selama beliau menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat,” ungkap Jenderal TNI Andika Perkasa.(*)

Sumber berita dan foto (*/BPMI Setpres) Editor (+rony banase)

Riak RUU Haluan Ideologi Pancasila, Ini Sikap Pemerintah

64 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Sikap Pemerintah terkait Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) sebagaimana disampaikan oleh Menko Polhukam RI, Mahfud MD pada webinar Tokoh Madura Lintas Provinsi dan Negara pada Sabtu, 13 Juni 2020.

Menurut Mahfud, RUU HIP disusun oleh DPR dan masuk dalam Prolegnas tahun 2020. Tahapan sampai saat ini pemerintah belum terlibat pembicaraan dan baru menerima RUU-nya. Presiden belum mengirim Supres (Surat Presiden) untuk membahasnya dalam proses legislasi.

“Pemerintah sudah mulai mempelajarinya secara saksama dan sudah menyiapkan beberapa pandangan,” ungkapnya.

Nanti, imbuh Mahfud, jika saat tahapan sudah sampai pada pembahasan, pemerintah akan mengusulkan pencantuman TAP MPRS No XXV/MPRS/1966 dalam konsiderans dengan payung “Mengingat: TAP MPR No. I/MPR/1966”. Di dalam Tap MPR No. I/MPR/2003 itu ditegaskan bahwa Tap MPR No. XXV/1966 terus berlaku.

“Pemerintah akan menolak jika ada usulan memeras Pancasila menjadi Trisila atau Ekasila. Bagi pemerintah Pancasila adalah lima sila yang tercantum di dalam Pembukaan UUD 1945 yang disahkan tanggal 18 Agustus 1945 dalam satu kesatuan paham. Kelima sila tersebut tidak bisa dijadikan satu atau dua atau tiga tetapi dimaknai dalam satu kesatuan yang bisa dinarasikan dengan istilah ‘satu tarikan nafas,” tegas Mahfud.

Menko Polhukam RI, Mahfud MD pada webinar Tokoh Madura Lintas Provinsi dan Negara pada Sabtu, 13 Juni 2020.

Mengenai pelarangan komunisme di Indonesia, tegas Mahfud, bersifat final sebab berdasarkan TAP MPR No I Tahun 2003 tidak ada ruang hukum untuk merubah atau mencabut TAP MPRS XXV Tahun 1966.

Mahfud MD sebagai Menko Polhukam dan putra Madura mengajak seluruh warga Madura untuk mempertahankan komitmennya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasar Pancasila yang semula digagas dan diusulkan oleh Bung Karno pada 1 Juni 1945 merupakan satu rangkaian dengan Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945 dan rumusan Pembukaan tanggal 18 Agustus 1945. Perumusannya semua dipimpin oleh Bung Karno sampai ada kesepakatan pendiri bangsa pada sidang BPUPKI tanggal 18 Agustus 1945.

Mahfud MD yang alumni ponpes Almardhiyyah, Waru, Pamekasan Madura itu mengatakan bahwa orang Madura mempunyai jati diri yang pernah dirumuskan oleh ulama Bassra (Badan Silaturrahim Ulama se-Madura) yaitu Islami, Indonesiawi, Manusiawi, dan Madurawi.

“Orang Madura itu bersifat inklusif dan egaliter dengan etos kerja keras dan blak-blakan alias tegas,” kata Mahfud menegaskan pernyataannya.

Hadir dalam webinar tokoh-tokoh Madura itu Prof. Didik Rachbini (Indef), Prof. Khairil Anwar Notodiputro (IPB), Prof. Arif Satria (Rektor ITB), para ulama dan bupati se Madura, Prof. Amien Rifai, dan tokoh-tokoh Madura dari lintas negara.(*)

Sumber berita (*/Tim Media Menko Polhukam)
Foto utama oleh kompas.id
Editor (+rony banase)

‘New Normal’ di Sumut, Kapolda : Jalankan Aktivitas Tapi dengan Protokol Kesehatan

27 Views

Medan, Garda Indonesia | Penerapan New Normal di Provinsi Sumatra Utara (Sumut) masih menjadi perbincangan di kalangan masyarakat. Sebagai Wakil Ketua 2 Satgas Gugus Tugas Covid-19 Sumut, Kapolda Sumut Irjen Pol. Drs. Martuani Sormin, M.Si. mengatakan untuk penerapannya tidak cukup hanya dilakukan pemerintah namun masyarakat juga ikut melaksanakannya.

New Normal atau tatanan normal baru yaitu memulai budaya baru dalam menjalankan aktivitas dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak dan selalu mencuci tangan. Di tempat keramaian seperti mal, sentra pelayanan publik maupun pasar akan dipasang tempat cuci tangan serta menerapkan phsycal distancing.

Untuk di sentra pelayanan publik sendiri akan dibatasi jumlah orang yang akan dilayani. Pelayanan publik di Samsat dan pemeriksaan masyarakat oleh penyidik juga mengalami perubahan. Seperti para penyidik tidak boleh bersentuhan langsung dengan yang diperiksa dan harus dilakukan penyekatan. Masyarakat yang berada disentra pelayanan Kepolisian juga akan diatur jarak tempat duduknya.

Para personel Polda Sumut maupun Polres dan Polsek jajaran yang terlibat dalam operasi penanganan Covid-19 ini juga dilengkapi dengan APD, masker, sarung tangan maupun face shield untuk memastikan anggota tetap terjaga keselamatan ketika bertugas.

“Untuk anggota dipastikan dalam keadaan sehat karna yang diandalkan dalam penerapan New Normal adalah anggota TNI-Polri maupun pemerintah Provinsi dan Kota,” jelas Kapolda Sumut pada Senin, 1 Juni 2020.

Bagi para pelaku usaha dan industri akan dibuat kesepakatan untuk pembagian sif para pekerja dan perlu dilakukan pengawasan oleh pemerintah dan dinas kesehatan serta TNI-Polri agar pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik dengan tetap mengikuti protokol kesehatan. Begitu pula bagi pemilik tempat hiburan yang tidak menaati Maklumat Kapolri dan melakukan pelanggaran jam operasional akan dibubarkan

Selain itu, jam besuk tahanan juga sudah diganti dengan pola baru yaitu memanfaatkan teknologi tidak lagi bertatapan muka namun menggunakan aplikasi zoom yang dipersiapkan dengan peralatan lengkap dan di ruangan tertentu untuk memastikan keamanan para tahanan dan petugas

Terkait ketahanan pangan yang menjadi program pemerintah dalam memperbaiki perekonomian masyarakat akibat dampak Covid-19, maka Polda Sumut dan jajaran akan turut serta berperan mencari lahan dan melakukan penanaman sayur mayur maupun sektor perikanan

“Rabu ini kami akan tanam jagung di Samosir. Begitu pula Polres Pakpak Bharat menanam tanaman hidroponik untuk sayur mayur di mana ada juga anggota Bhabinkamtibmas membantu disektor perikanan. Untuk Polres lain tentunya mengikuti disesuaikan dengan kebutuhan dan iklim”, ujar Kapolda Sumut

Hal ini diharapkan dapat membantu perekonomian masyarakat dikarenakan masalah ekonomi sangat rentan menjadi penyebab terjadinya kriminalitas dan masyarakat kesulitan mencari nafkah di masa pandemi Covid-19. (*)

Sumber berita dan foto (*/Leodepari)
Editor (+rony banase)

Presiden Jokowi Lantik KSAL dan KSAU di Istana Negara

121 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo melantik Laksamana Madya TNI Yudo Margono sebagai Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) dan Marsekal Madya TNI Fadjar Prasetyo sebagai Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) di Istana Negara, pada Rabu, 20 Mei 2020. Pelantikan keduanya dilaksanakan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan secara ketat dan dihadiri undangan terbatas.

Yudo Margono dilantik berdasarkan surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 32/TNI Tahun 2020 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Staf Angkatan Laut. Yudo menggantikan Laksamana TNI Siwi Sukma Aji yang akan memasuki masa pensiun.

Sementara itu, Fadjar Prasetyo dilantik berdasarkan surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 33/TNI Tahun 2020 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Staf Angkatan Udara. Fadjar menggantikan Marsekal TNI Yuyu Sutisna yang juga akan memasuki masa pensiun. Pembacaan Keppres keduanya dilakukan oleh Sekretaris Militer Presiden Mayjen TNI Suharyanto.

Bersamaan dengan itu, Yudo Margono juga mendapatkan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi menjadi Laksamana TNI. Demikian juga dengan Fadjar Prasetyo yang kini berpangkat Marsekal TNI. Kenaikan pangkat keduanya didasarkan pada surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 34 dan 35/TNI Tahun 2020 tentang Kenaikan Pangkat dalam Golongan Tinggi TNI.

Presiden Joko Widodo melantik dan mengambil sumpah Laksamana Madya TNI Yudo Margono sebagai Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) dan Marsekal Madya TNI Fadjar Prasetyo sebagai Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) di Istana Negara

Selanjutnya, Presiden Joko Widodo memimpin sumpah jabatan keduanya secara bersamaan.

“Demi Allah saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dan dengan penuh rasa tanggung jawab. Bahwa saya akan menjunjung tinggi sumpah prajurit,” ucap Presiden Jokowi mendiktekan sumpah jabatan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pengangkatan sumpah jabatan keduanya. Rangkaian acara pelantikan diakhiri dengan pemberian ucapan selamat yang diawali oleh Presiden Joko Widodo untuk kemudian diikuti oleh tamu undangan terbatas.

Turut hadir dalam pelantikan antara lain, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md., Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Idham Azis, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andhika Perkasa, mantan KSAL Laksamana TNI Siwi Sukma Aji, dan mantan KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna. (*)

Sumber berita dan foto (*/BPMI Setpres)

Mantan Panglima TNI, Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso Tutup Usia

449 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Kabar duka datang dari keluarga besar TNI/TNI AD. Mantan Panglima TNI, yang juga Mantan Kasad, Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso, meninggal dunia pada Minggu pagi, 10 Mei 2020 pukul 06.30 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, karena sakit.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Kolonel Inf Nefra Firdaus dalam keterangan persnya di Jakarta, Minggu, 10 Mei 2020.

Dijelaskan oleh Kadispenad bahwa jenazah Almarhum setelah prosesi perawatan jenazah di RSPAD Gatot Soebroto, Almarhum dibawa ke rumah duka di Jalan Bambu Apus Raya nomor 100 RT 12/RW 3, Bambu Apus, Kec. Cipayung, Jakarta Timur.

Selanjutnya, Jenazah Almarhum akan diberangkatkan dari rumah duka pada Minggu, 10 Mei pukul 13.00 WIB menuju pemakaman Sandiego Hills, Karawang Jawa Barat dan akan dilaksanakan upacara pemakaman secara militer sekitar pukul 14.00 WIB.

“Selain Kasad, akan hadir para pejabat teras TNI / TNI AD, para mantan Kasad, para purnawirawan Pati TNI, keluarga, kerabat dan sanak keluarga serta para pelayat di rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir dan mendoakan agar Almarhum Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso diterima disisi-Nya dan husnul khotimah”, ujar Nefra.

Suami dari Angky Retno Yudianti ini merupakan Panglima TNI ke -16 (28 Desember 2007 s.d. 28 September 2010). “Sebelumnya, Almarhum, menjabat Kasad ke-24, sejak tanggal 18 Februari 2005 hingga 28 Desember 2007,”ujar Nefra

Pria sosok yang tegas dan perhatian terhadap para prajurit ini meninggalkan seorang istri dan 2 orang anak yaitu Andika Pandu Puragabaya dan Ardhya Pratiwi Setiowati.

“Sebagai bentuk penghormatan dan rasa duka cita yang mendalam atas kepergian Almarhum Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso, seluruh satuan jajaran TNI/TNI Angkatan Darat mulai hari ini mengibarkan bendera setengah tiang,” pungkas Nefra.(*)

Sumber berita dan foto (*/Dispenad)
Editor (+rony banase)

Irjen. Pol. Iqbal Jadi Kapolda NTB, Ini Pesannya kepada Divisi Humas Polri

118 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Irjen. Pol. Mohammad Iqbal resmi menjadi Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) dan meninggalkan jabatan Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri. Kepada jajaran Humas Polri, ia berpesan untuk tetap melaksanakan strategi manajemen media, yaitu membombardir berita dan tayangan positif ke masyarakat dan mengecilkan isu negatif.

“Tak bisa terelakkan Humas Polri sebagai garda terdepan Harkamtibmas (pemelihara keamanan dan ketertiban masyarakat) harus piawai dan andal menganalisis, mengelola dan me-manage media, menaikkan isu positif dan menekan isu negatif. Prinsip, Humas Polri harus semasif mungkin membombardir berita, tayangan positif ke masyarakat di media,” kata Irjen Pol Iqbal, pada Jumat, 8 Mei 2020.

Irjen. Pol. Iqbal juga berpesan Humas Polri harus memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat. Menurut Irjen Pol Iqbal, penampilan juru bicara Polri yang cerdas profesional dapat membuat masyarakat dan polisi lainnya bangga dan menaruh hormat.

“Humas Polri juga harus tampil sebagai spoke person atau jubir yang cerdas dan profesional sehingga informasi yang disampaikan tersebut clear, jelas dan tidak off side. Agar juga masyarakat dan polisi-polisi se-Nusantara bangga dan respect bila menonton jubir Polri tampil,” ujar Irjen. Pol. Iqbal.

Irjen. Pol. Iqbal berpendapat Humas Polri harus kreatif dan banyak membuat program yang bertujuan menyampaikan pesan-pesan positif dari kepolisian dan menunjukkan sisi humanis polisi. Irjen. Pol. Iqbal mencontohkan program yang dia maksud seperti film layar lebar tentang polisi, mini series di televisi hingga seminar bertajuk diskusi grup.

“Humas Polri juga harus kreatif, banyak ide, sering membuat program seperti membuat film layar lebar di bioskop dan mini series di TV tentang dinamika kehidupan polisi, menginisiasi program Polisiku di TV nasional untuk menampilkan postur dan sosok polisi penjamin keamanan dan pengayom masyarakat,” ucap Irjen. Pol. Iqbal. (*)

Sumber berita dan foto (*/Tim IMO Indonesia)
Editor (+rony banase)

Dandim 1417/Kendari : “Tentara Adalah Manusia yang Disempurnakan”

64 Views

Kendari, Garda Indonesia | Jam komandan merupakan kegiatan rutin yang diberikan sebagai forum komunikasi sekaligus bentuk kepedulian Komandan terhadap satuan serta anggotanya. Di mana di dalamnya, terdapat penekanan dan instruksi yang perlu dilaksanakan.

Komandan Kodim 1417/Kendari Kol. Inf. Drs. Alamsyah, M.Si. memberikan jam komandan kepada seluruh Prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Persit Kodim 1417/Kendari di Aula Serbaguna Makodim usai Upacara Bendera pada Senin, 9 Maret 2020.

Kol. Inf. Drs. Alamsyah M.Si. dalam Jam Komandan menyampaikan bahwa Tentara itu beda dengan profesi lain, Tentara itu harus memiliki kriteria lain yang tidak dimiliki profesi lain. Sehingga Tentara dapat dikatakan adalah manusia yang disempurnakan. Kenapa…?, Karena Tentara itu mulai dari perekrutan sampai masuk melalui berbagai seleksi yang ketat. Tentara itu dituntut harus sehat, kuat, berakhlak baik, profesional dalam segala hal, berani, loyal, disiplin, dan mampu menyesuaikan di segala situasi.

“Kita sebagai seorang prajurit, kehidupannya serba diatur sedemikian rupa. Ciri setiap prajurit harus mempunyai sikap disiplin dan loyal. Oleh karena itu, kita harus bangga menjadi seorang prajurit,”ujarnya.

Kalau Babinsa itu manusia yg di muliakan, kenapa..?, karena Babinsa ada ujung tombak TNI maupun Negara, yang mampu melaksanakan berbagai macam tugas di berbagai aspek, semata mata berujung pada kejayaan dan kemakmuran bangsa Indonesia.

“Olehnya level manusia yang di muliakan itu, jangan dinodai dengan berbagai bentuk pelanggaran,“ucapnya.

Laksanakan kegiatan dengan benar sesuai program kerja, Protap yang berlaku, sehingga dapat hasil yang terbaik. Pelihara sinergisitas dengan semua instansi guna tercapainya tugas pokok sebagai Apkowil.

Tak lupa juga ditekankan tentang pentingnya olahraga bersama di wilayah sehingga terjalin suasana keakraban antara Instansi, dan masyarakat.

Di akhir pengarahan Dandim juga ingatkan Prajurit dan Persit agar bijak dalam bermedia sosial. (*)

Sumber berita (*/Penrem Kodim Kendari)
Editor (+rony banase)