Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » CCM XII, Peserta & Guru Pendamping Lebih Dekat & Ceria Bersama Matematika

CCM XII, Peserta & Guru Pendamping Lebih Dekat & Ceria Bersama Matematika

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 23 Sep 2019
  • visibility 144
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kelompok Studi Mahasiswa Matematika (KSMM) menggelar lomba Cerdas Cermat (CCM) XII tingkat SD sedaratan Timor, Flores Timur dan Rote Ndao. Dilaksanakan di Aula Rektorat lama Undana Kupang, pada Senin, 23 September 2019, CCM XII berlangsung meriah.

Para peserta lomba diajak bersenang-senang dalam acara matematika ceria. Dipimpin oleh beberapa orang panitia, para siswa menyanyikan lagu-lagu matematika dan juga lagu-lagu CCM. Selain itu, siswa-siswi diajak untuk sama-sama memperagakan tepuk tangan CCM.

Terpancar senyum tulus dari para panitia dibalas senyum dari para peserta yang dengan penuh antusias mengikuti rangkaian acara matematika ceria.

Panitia punya cara-cara yang sangat kreatif dalam berbaur bersama peserta juga memperkenalkan sesama peserta yang diramu melalui sebuah lagu perkenalan khas CCM.

Setelah saling berkenalan, para peserta ditantang dalam sebuah permainan yang dirancang oleh panitia yang disebut dengan permainan ulat bulu.

Permainan tersebut caranya sangat mudah, semua peserta cukup meniup sebuah kertas yang sudah digunting menyerupai ulat bulu untuk bergerak sepanjang lintasan kurang lebih 150 cm untuk mencapai sebuah kertas yang telah disiapkan digaris akhir lintasan.

Peserta yang paling cepat meniup ulat bulu tersebut dan berhasil mencapai garis akhir, peserta tersebut berhak mengerjakan soal yang berada pada kertas di garis finis tersebut.

Tujuan permainan ini sebenarnya sederhana saja yaitu untuk melatih para peserta untuk berkompetisi dan juga belajar tentang matematika.

Peserta Cerdas Cermat Matematika tingkat Sekolah Dasar sedaratan Timor, Flores Timur dan Rote Ndao

Wakil koordinator seksi acara CCM XII, Vestri Bleveni, mengatakan bahwa tujuan permainan tersebut untuk memperkenalkan kepada para peserta bahwa matematika itu asyik dan menyenangkan.

“Sebelum menghadapi perlombaan kita ingin menanamkan dalam benak para peserta bahwa matematika itu tidak sulit. Matematika merupakan teman bermain untuk bersenang-senang sekaligus belajar,” jelas Vestri

Di akhir permainan tersebut, peserta yang berhasil menjawab soal dengan benar dan paling cepat pertama sampai keempat diberikan rangsangan berupa hadiah alat peraga menebak umur. Sementara peserta yang menjawab benar dan tercepat kelima sampai kedelapan diberikan penghargaan berupa gantungan kunci KSMM sebagai kenang-kenangan.

Di tempat yang berbeda, para guru pendamping bersama Bapak Ibu Dosen Pendidikan Matematika mengikuti seminar tentang integrasi teknologi dan budaya dalam pembelajaran matematika yang dibawakan oleh Dr. Wara Sabon Dominikus, M.Sc. yang berlangsung di Laboratorium Pendidikan Matematika.

Dalam penyampaian materinya, Wara Sabon mengatakan bahwa matematika sudah diterapkan oleh para leluhur kita melalui bangunan-bangunan rumah adat, maupun berbagai perlengkapan rumah tangga bahkan pakaian adat daerah sudah menerapkan ilmu matematika.

“Orang tua kita sudah mengenal matematika dan mereka gunakan dalam kehidupan mereka sehari-hari, misalnya dalam menghitung hasil panen padi maupun jagung,” ujarnya.

Dirinya menguraikan bahwa dalam ilmu matematika yang khusus membahas tentang matematika dalam budaya disebut etnomatematika. Lanjutnya, perkembangan teknologi saat ini harus dimanfaatkan untuk mempelajari tentang budaya yang mengandung unsur matematika sehingga dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di dalam kelas untuk mendapatkan suasana belajar yang realistis dalam meningkatkan minat dan prestasi belajar.

“Dengan belajar hal-hal yang ada dalam kehidupan sehari-hari maka siswa tidak akan berpikir bahwa matematika itu susah karena yang mereka pelajari adalah yang setiap hari mereka lihat dan yang mereka gunakan,” tandas Wara Sabon. (*)

Penulis (*/Joe Tkikhau)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nono vs Mono – Tepis Stigma Namkak NTT

    Nono vs Mono – Tepis Stigma Namkak NTT

    • calendar_month Kam, 2 Feb 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Jondry Siki, CMF Nusa Tenggara Timur; salah satu provinsi yang unik di Indonesia. Keunikannya cukup mencolok di mata nasional. Hal ini dapat dilihat dari pelbagai aspek sosial di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah kesehatan, ekonomi dan pendidikan. Berbicara tentang bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi, NTT sering dan bahkan terus-menerus disoroti oleh pemerintah pusat. Nusa […]

  • Alumni SMAN 1 Kupang Jadi Guru Besar Politeknik Negeri Kupang

    Alumni SMAN 1 Kupang Jadi Guru Besar Politeknik Negeri Kupang

    • calendar_month Jum, 21 Mar 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Loading

    Pria kelahiran Kupang, 19 Juni 1976 ini menempuh pendidikan menengah atas di SMA Negeri 1 Kupang pada tahun 1991—1994, sementara pendidikan dasar pada SD Negeri Naikoten 1 Kupang tahun 1982—1988 dan SMP Negeri 2 Kupang tahun 1988—1991.   Kupang | Ketua Prodi S2 Terapan – pemasaran, inovasi dan teknologi Politeknik Negeri Kupang (PNK), Jappy Parlindungan […]

  • Di Kupang, Ayah Aniaya Balita Hingga Patah Tulang & Disulut Api Rokok

    Di Kupang, Ayah Aniaya Balita Hingga Patah Tulang & Disulut Api Rokok

    • calendar_month Kam, 18 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Loading

    Kab.Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kekerasan terhadap anak kembali menimpa (DDS) balita berumur 2 (dua) tahun asal Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur; Perlakuan tak pantas tersebut harus diterima putri bungsu dari 8 (delapan) bersaudara hasil perkawinan dari Pasutri (AS) dan (ELS). Pelaku (AS) yang merupakan ayah kandung dari (DDS), berprofesi sebagai petani […]

  • Nelayan Amfoang Sepakat Dukung Simon Petrus Kamlasi

    Nelayan Amfoang Sepakat Dukung Simon Petrus Kamlasi

    • calendar_month Sel, 12 Nov 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Loading

    Nataniel Liunome, warga, Kelurahan Naikliu, Kecamatan Amfoang Utara, Kabupaten Kupang, menekankan bahwa pengorbanan Simon Petrus Kamlasi (SPK) menanggalkan pangkat Brigadir Jenderal adalah tanda cinta yang besar bagi kami masyarakat NTT.   Amfoang | Harapan masyarakat agar Simon Petrus Kamlasi memimpin NTT sebagai gubernur semakin membesar. Pasalnya, figur Simon Petrus Kamlasi dinilai memiliki kemampuan dan kepedulian […]

  • Tim Pemburu Koruptor Segera Terbentuk, Mahfud MD: Cantelannya ke Inpres

    Tim Pemburu Koruptor Segera Terbentuk, Mahfud MD: Cantelannya ke Inpres

    • calendar_month Rab, 15 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Proses pengaktifan tim pemburu koruptor terus berlanjut. Hal ini ditegaskan Menko Polhukam Mahfud MD menanggapi sejumlah pertanyaan tentang tindak lanjut wacana akan diaktifkannya kembali tim pemburu koruptor tersebut. “Cantelannya itu adalah Inpres, maka sekarang Inpres tentang tim pemburu aset, pemburu tersangka, terpidana koruptor dan tindak pidana lain, sudah ada ditangan Kemenko […]

  • UMKM Binaan Bank NTT di Labuan Bajo Dikunjungi Hingga Pejabat Negara

    UMKM Binaan Bank NTT di Labuan Bajo Dikunjungi Hingga Pejabat Negara

    • calendar_month Sen, 6 Feb 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Loading

    Labuan Bajo, Garda Indonesia | Siapa tidak kenal “Komodo Gift” sebuah pusat penjualan kain tenun terlengkap dan juga aksesoris khas NTT yang terletak di jalan Raymundus Rambu No 17 RT 03/013 Desa Batu Cermin Kecamatan Komodo, Labuan Bajo. UMKM milik Ibu Kendy ini, kini sudah menjadi ikon di destinasi super premium, Labuan Bajo. Setiap tamu […]

expand_less