Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Cewek Berhijab asal Indonesia Jadi Tentara Amerika

Cewek Berhijab asal Indonesia Jadi Tentara Amerika

  • account_circle Rosadi Jamani
  • calendar_month Kam, 22 Jan 2026
  • visibility 620
  • comment 0 komentar

Loading

Sebelumnya ada personel marinir dan Brimob desersi, lalu bergabung menjadi tentara Rusia. Kali ini giliran seorang cewek cantik asal Tangerang, Indonesia menjadi tentara Amerika Serikat. Cuma, hijaber ini menjadi tentara Paman Sam lewat prosedur.

Di sebuah bandara, di antara suara roda koper dan pelukan yang dipaksa kuat agar tidak runtuh, lahirlah satu adegan kecil yang berubah jadi epos nasional. Seorang perempuan muda berhijab berdiri tegak, matanya basah tapi punggungnya lurus, seolah sedang pamit bukan hanya pada ibu kandungnya, tapi pada satu bab hidup yang akan diganti dengan disiplin, barak, dan seragam loreng bertuliskan “US Army”.

Namanya Kezia Syifa, 20 tahun, asal Tangerang, warga negara Indonesia (WNI) yang sejak 2023 menetap di Maryland bersama keluarga. Internet lalu bergetar. Timeline berguncang. Grup WhatsApp keluarga mendadak berubah jadi sidang darurat PBB versi emak-emak dan om-om sok ahli.

Syifa viral bukan karena sensasi murahan, melainkan karena satu hal yang sering diperdebatkan tapi jarang dibuktikan, hijab tetap melekat di kepala, bahkan ketika dunia mengira ia harus dilepas demi “standar”.

Pada 2025, Syifa resmi bergabung dengan Maryland Army National Guard, satuan militer negara bagian Amerika Serikat. Ia diterima sebagai MOS 92A, Automated Logistical Specialist. Ini bukan pasukan tempur, bukan pembawa senjata di garis depan, melainkan jantung senyap yang memastikan semuanya berjalan, stok tercatat, gudang tertata, distribusi rapi, peralatan tidak hilang entah ke mana. Dalam bahasa sederhana, tanpa logistik, tentara cuma barisan orang bingung berseragam.

Di tengah hiruk-pikuk itu, Safitri, sang ibu, maju menjelaskan dengan nada yang lebih tenang daripada komentar warganet. Putrinya mendaftar secara resmi, lewat jalur legal, dengan status permanent resident atau green card. Tidak ada penyusupan. Tidak ada jalan pintas. Tidak ada drama konspirasi. Video perpisahan yang ia unggah hanyalah dokumentasi keluarga, bukan pancingan viral. Tapi seperti biasa, publik lebih suka spekulasi ketimbang verifikasi.

Lebih membuat cerita ini meledak bukan hanya seragam, melainkan hijab yang tetap dikenakan saat bertugas. Militer AS mengizinkan Syifa berhijab sesuai kebijakan inklusif bagi anggota dengan keyakinan tertentu. Sebuah ironi yang terasa hidup. Institusi militer asing memberi ruang bagi identitas religius. Sementara di negeri sendiri hijab kerap dijadikan bahan debat tanpa akhir. Di titik ini, cerita Syifa berubah dari kabar viral menjadi tamparan simbolik yang halus tapi nyaring.

Tentu saja, pro dan kontra bermunculan. Ada yang bangga, melihat Syifa sebagai simbol keberanian hijaber muda menembus sistem global. Ada pula yang gelisah, mempertanyakan status kewarganegaraan dan loyalitas. Secara hukum, pemerintah Indonesia menegaskan, kasus seperti ini harus dilihat dari status resmi dan pilihan hukum yang diambil, termasuk potensi konsekuensi terhadap kewarganegaraan. Fakta ini penting, dan tidak boleh ditenggelamkan oleh emosi atau patriotisme instan berbasis komentar.

Saat ini, Syifa masih berada dalam tahap pelatihan dan pengembangan diri. Profil detail seperti riwayat pendidikan atau latar belakang organisasi belum dipublikasikan luas. Yang tersedia di ruang publik hanyalah data dasar. Ia perempuan, 20 tahun, asal Tangerang, domisili Maryland sejak 2023, bergabung pada 2025, MOS 92A, logistik, bukan tempur, berhijab, dan didukung keluarga. Data yang sederhana, tapi daya getarnya luar biasa.

Di balik semua debat, ada satu pesan epik yang sering luput, hijaber tidak harus mengecilkan mimpi agar diterima dunia. Identitas tidak harus ditanggalkan demi kesempatan. Kezia Syifa berdiri sebagai bukti hidup, disiplin, iman, dan profesionalisme bisa berjalan seiring. Ia tidak mengangkat senjata, tapi mengangkat standar. Di situlah kisah ini menjadi lebih dari sekadar viral, ia menjelma jadi inspirasi yang diam-diam menguatkan banyak kepala yang juga berbalut hijab.(*)

  • Penulis: Rosadi Jamani

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tidak Berpotensi Tsunami, Gempa Bumi Tektonik M=5,5 Guncang Sumbawa

    Tidak Berpotensi Tsunami, Gempa Bumi Tektonik M=5,5 Guncang Sumbawa

    • calendar_month Sab, 13 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Loading

    Sumbawa-NTB, Garda Indonesia | Sabtu, 13 Juli 2019, pukul 01.01.57 WITA, wilayah Kab. Sumbawa diguncang gempa bumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukan informasi awal gempa bumi ini berkekuatan M=5,5 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=5,3. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,99 LS dan 117,82 BT pada kedalaman 43 km, atau tepatnya berlokasi di laut […]

  • Undana Siapkan 1.190 Komputer Hadapi UTBK dalam SBMPTN 2019

    Undana Siapkan 1.190 Komputer Hadapi UTBK dalam SBMPTN 2019

    • calendar_month Kam, 10 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Undana (Universitas Nusa Cendana) Kupang menyiapkan sekitar 1.190 personal computer (PC) untuk menghadapi proses Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019 yang saat ini ditangani oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMT); Kehadiran LTMT dilatarbelakangi karena pemerintah ingin meningkatkan kualitas proses seleksi dengan satu sistem […]

  • Pasca Putusan MK, Jokowi & Ma’ruf Imbau Rekonsiliasi Bangun Indonesia

    Pasca Putusan MK, Jokowi & Ma’ruf Imbau Rekonsiliasi Bangun Indonesia

    • calendar_month Jum, 28 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak permohonan dari pemohon PHPU (Perselisihan Hasil Pemilihan Umum), pasangan calon nomor urut 02 Prabowo-Sandi dan menyatakan Ir. H. Joko Widodo dan Prof. KH. Ma’aruf Amin (Jokowi-MA) sebagai pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia terpilih pada Kamis, 27 Juni 2019 pukul 21:16 WIB. […]

  • Tim Bank NTT vs Rivi Sport Bakal Berduel di Final ‘Open Tournament Volly JPO’

    Tim Bank NTT vs Rivi Sport Bakal Berduel di Final ‘Open Tournament Volly JPO’

    • calendar_month Sab, 2 Nov 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Semi Final Open Tournament Volly Cup IV Pemuda Lingkungan X Jemaat Pniel Oebobo (JPO) mempertemukan tim tangguh Teratai melawan juara bertahan tim Bank NTT pada partai perdana, Jumat 1 November 2019. Pertandingan yang berlangsung di lapangan Volly lingkungan x JPO, tim teratai memimpin pada set pertama. Bank NTT tidak mau menyerah […]

  • Rudenim Kupang Mulai ‘Resettlement’ Pengungsi ke Negara Ketiga

    Rudenim Kupang Mulai ‘Resettlement’ Pengungsi ke Negara Ketiga

    • calendar_month Kam, 3 Nov 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kupang bekerja sama dengan International Organization for Migration (IOM) memindahkan 1 (satu) pengungsi inisial MN asal Afghanistan, dari Kupang menuju ke Jakarta. Sebelumnya, pengungsi tersebut tinggal beberapa tahun di tempat penampungan sementara di Kota Kupang. Proses pemindahan dilakukan dengan pengawalan ketat oleh Rudenim Kupang pada Selasa, 1 […]

  • Ketua DPRD Kota Kupang Bicara SARA Provokatif, PADMA Indonesia Bereaksi

    Ketua DPRD Kota Kupang Bicara SARA Provokatif, PADMA Indonesia Bereaksi

    • calendar_month Sab, 29 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Beredarnya suara rekaman di media sosial (medsos) dan berita terkait ujaran kebencian dan SARA di Provinsi NTT yang diduga dilontarkan oleh Ketua DPRD Kota Kupang, Yezkial Loudoe terkait aksi dan mosi tidak percaya kepadanya, wajib segera diredam dan diselesaikan bukan dibiarkan meluas dan liar di medsos. Demikian ditegaskan oleh Gabriel Goa, […]

expand_less