Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » China Budidaya, Serangga Berpotensi Jadi Sumber Protein Masa Depan Indonesia

China Budidaya, Serangga Berpotensi Jadi Sumber Protein Masa Depan Indonesia

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 21 Des 2025
  • visibility 355
  • comment 0 komentar

Loading

Pakar entomologi Dadan Hindayana menjelaskan tidak semua serangga dapat dikonsumsi oleh manusia. Dalam kajian ilmiah, dikenal kelompok edible insects yang aman dan layak dikonsumsi.

 

Jakarta | Sejumlah serangga di Nusantara seperti belalang, jangkrik, dan ulat sagu dinilai memiliki potensi besar sebagai sumber protein alternatif. Pemanfaatan serangga dianggap lebih efisien, bergizi, dan ramah lingkungan dibandingkan sumber protein hewani konvensional.

Isu ini mengemuka dalam temu wicara Melacak Jejak Pangan Nusantara yang dihelat di Studio KompasTV, Jakarta.

Pakar entomologi Dadan Hindayana menjelaskan tidak semua serangga dapat dikonsumsi oleh manusia. Dalam kajian ilmiah, dikenal kelompok edible insects yang aman dan layak dikonsumsi. Jenis serangga yang termasuk kelompok tersebut antara lain belalang, jangkrik, ulat jati, dan laron.

Dadan menyebut serangga memiliki kandungan protein yang sangat tinggi dengan efisiensi produksi yang lebih baik dibandingkan ternak. Dari sisi lingkungan, budidaya serangga dinilai menghasilkan dampak yang jauh lebih rendah.

Ia menambahkan rasa belalang dan jangkrik sering dianggap mirip udang karena kedekatan struktur biologisnya. Selain protein, serangga juga mengandung vitamin dan asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh.

FAO menyatakan serangga yang dapat dimakan mengandung protein berkualitas tinggi dan berpotensi menjadi solusi kebutuhan protein global. Keunggulan utama serangga terletak pada efisiensi pakan dalam menghasilkan protein. Untuk jumlah protein yang sama, jangkrik membutuhkan pakan jauh lebih sedikit dibandingkan sapi, domba, babi, dan ayam broiler. Serangga juga menghasilkan emisi gas rumah kaca dan amonia yang lebih rendah.

Dadan menyebut China telah membudidayakan belalang secara masif dengan lahan sempit dan teknologi sederhana.

Di Indonesia, pemanfaatan serangga sebagai pangan masih bersifat tradisional dan bergantung pada tangkapan alam. Kondisi ini menyebabkan pasokan belum stabil dan nilai ekonominya belum optimal.

Menurut Dadan, tantangan terbesar pemanfaatan serangga adalah kebiasaan konsumsi masyarakat.

Peneliti CS-IFA Repa Kustipia menilai pangan serangga tidak bisa dilepaskan dari sejarah sistem pangan Nusantara. Ia menjelaskan selera makan masyarakat juga dipengaruhi faktor kekuasaan dan kebijakan dalam sejarah kolonial. Diversifikasi pangan, termasuk serangga, dinilai sebagai upaya merebut kembali kedaulatan pangan.

Sementara itu, BRIN menegaskan Indonesia memiliki kekayaan sumber daya genetik pangan yang sangat besar. Kolaborasi riset, pemerintah, dan masyarakat dinilai penting agar pangan lokal dan alternatif bisa dimanfaatkan secara luas.(*)

 

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemprov Serahkan Kredit Mikro Merdeka Bank NTT ke Warga

    Pemprov Serahkan Kredit Mikro Merdeka Bank NTT ke Warga

    • calendar_month Kam, 18 Agu 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, bersama Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi, menyerahkan  kredit Mikro Merdeka kepada warga. Penyerahan tersebut berlangsung di alun-alun rumah jabatan Gubernur NTT, pada Rabu 17 Agustus 2022 saat upacara peringatan Hari Ulang Tahun Ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia Tingkat Provinsi NTT. Skim Kredit Mikro Merdeka memang sengaja dihadirkan oleh […]

  • Belum Tanda Tangan NPHD, KPU Manggarai Belum Bisa Lakukan Tahapan Pilkada

    Belum Tanda Tangan NPHD, KPU Manggarai Belum Bisa Lakukan Tahapan Pilkada

    • calendar_month Sel, 15 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sebanyak 9 Kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan melaksanakan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada tahun 2020 antara lain Kabupaten Sabu Raijua, Timor Tengah Utara (TTU), Malaka, Sumba Timur, Belu, Ngada, Sumba Barat, Manggarai Barat, dan Kabupaten Manggarai. Berdasarkan Peraturan KPU Nomor 15 tahun 2019 tentang Tahapan, Program […]

  • Simak Yuk Fitur ‘Smart E-Mirror’ di Suzuki XL7

    Simak Yuk Fitur ‘Smart E-Mirror’ di Suzuki XL7

    • calendar_month Ming, 1 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 235
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kehadiran Suzuki XL7 membuat pasar SUV di Indonesia terutama di Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur NTT (NTT), semakin bergairah. Selain dibekali dengan tampilan gagah dan modern, Suzuki XL7 juga memiliki beragam fitur canggih dan menarik khas mobil masa kini. Salah satunya adalah fitur Smart E-Mirror yang hadir di Suzuki XL7 varian […]

  • Hari Ke-4, Ratusan Veteran Belu dan Malaka Bertahan di Kanminvet Kupang

    Hari Ke-4, Ratusan Veteran Belu dan Malaka Bertahan di Kanminvet Kupang

    • calendar_month Sab, 12 Mar 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Ratusan anggota LVRI asal Kabupaten Belu dan Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mendatangi Kantor Administrasi Veteran (Kanminvet) Kupang atas inisiatif sendiri sejak Selasa, 8 Maret 2022 hingga hari keempat, Sabtu, 12 Maret 2022; masih tetap memilih bertahan untuk menunggu realisasi hak – haknya. Baca juga : https://gardaindonesia.id/2022/03/11/kantor-minvet-kupang-dinilai-hambat-hak-ratusan-veteran-belu-dan-malaka/ Kondisi memprihatinkan, […]

  • Program Kemitraan Masyarakat Politeknik Negeri Kupang Bantu Usaha Abon Ikan

    Program Kemitraan Masyarakat Politeknik Negeri Kupang Bantu Usaha Abon Ikan

    • calendar_month Ming, 15 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Politeknik Negeri Kupang (PNK) dengan Program Kemitraan Masyarakat terus dan konsisten membantu usaha kecil dalam mengembangkan usahanya. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) merupakan salah satu kegiatan pengabdian masyarakat dri Kemenristek Dikti untuk membantu usaha kecil. Kali ini yang memperoleh bantuan yakni usaha abon ikan yang dikelola oleh Filbert Sereh dan berlokasi di […]

  • 4 Air Terjun Tertinggi di NTT Jadi Incaran Wisatawan, Ada Air Terjun Pangkadari

    4 Air Terjun Tertinggi di NTT Jadi Incaran Wisatawan, Ada Air Terjun Pangkadari

    • calendar_month Sen, 18 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Loading

    Selain terlihat kece dan unik, air terjun yang ada di Provinsi NTT ini terbilang tinggi. Maka pada kesempatan ini kita akan bahas beberapa air terjun tertinggi yang terletak di Kabupaten Manggarai.   Manggarai | Ada hal yang tidak kita ketahui bahwa Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) salah satu provinsi di timur Indonesia yang memiliki ragam […]

expand_less