Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pertanian Perkebunan » CIRMA Terapkan Pertanian Ekologi dan Inovasi Lokal

CIRMA Terapkan Pertanian Ekologi dan Inovasi Lokal

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 23 Agu 2025
  • visibility 238
  • comment 0 komentar

Loading

CIRMA menempatkan keadilan iklim sebagai elemen utama dalam membangun green economy. Di Timor Barat, persoalan akses terhadap air bertani dan sumber daya alam lainnya sangat erat dengan kerentanan sosial-ekonomi.

 

Timor | Salah satu langkah konkret CIRMA dalam mewujudkan ekonomi hijau adalah melalui pengembangan pertanian ekologi. CIRMA mendorong praktik-praktik agroekologi, penggunaan pupuk organik, serta pemanfaatan eco-enzyme sebagai solusi lokal untuk meningkatkan kesuburan tanah, mengurangi limbah organik, dan menekan ketergantungan pada pupuk kimia. Inovasi eco-enzyme yang digerakkan komunitas tidak hanya mendukung dekarbonisasi, tetapi juga memperkuat kemandirian petani.

Pada perspektif green economy, pendekatan ini mencerminkan prinsip “doing more with less” – menghasilkan nilai ekonomi dan sosial yang lebih besar, sambil meminimalkan jejak karbon dan kerusakan ekologis. Praktik-praktik ekologi berbasis komunitas juga menciptakan lapangan kerja baru, peluang kewirausahaan sosial, dan menggerakkan ekonomi sirkular di tingkat desa.

Keadilan iklim dan tata kelola air berbasis komunitas

CIRMA juga menempatkan keadilan iklim sebagai elemen utama dalam membangun green economy. Di Timor Barat, persoalan akses terhadap air bertani dan sumber daya alam lainnya sangat erat dengan kerentanan sosial-ekonomi. Melalui inisiatif tata kelola air berbasis komunitas, CIRMA memperjuangkan hak masyarakat atas air secara adil, setara, dan berkelanjutan.

Pendekatan ini tidak hanya memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, tetapi juga membuka peluang ekonomi produktif yang lebih hijau, seperti pertanian berbasis irigasi hemat air, pengelolaan DAS partisipatif, dan usaha mikro yang bergantung pada sumber daya air. Dengan demikian, tata kelola air bukan sekadar urusan teknis, tetapi juga strategi membangun fondasi green economy yang berpihak pada komunitas rentan.

Pendidikan iklim dan transformasi pengetahuan

Ekonomi hijau hanya dapat terwujud bila ada perubahan paradigma dalam pengelolaan sumber daya. CIRMA, bekerja sama dengan BMKG, menginisiasi Sekolah Lapang Iklim (SLI) yang memperkuat literasi iklim petani kecil. Melalui SLI, petani belajar membaca data iklim, memprediksi cuaca, dan merancang pola tanam yang lebih adaptif.

Staf DFC CIRMA dan petani menimbang hasil pengolahan pupuk organik di Kabupaten Belu. Foto : tim CIRMA

Peningkatan kapasitas ini tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga mengurangi risiko gagal panen dan kerugian ekonomi. SLI menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan modern dan kearifan lokal, yang pada akhirnya memperkuat posisi petani dalam transisi menuju green economy. Pengetahuan yang dimiliki komunitas menjadi modal sosial untuk mendorong perubahan sistem pangan dan sistem ekonomi yang lebih resilien.

Kolaborasi global untuk ekonomi hijau lokal

Transisi menuju ekonomi hijau membutuhkan kolaborasi lintas batas. CIRMA menyadari pentingnya dukungan global dalam mengakselerasi perubahan di tingkat lokal. Kemitraan dengan Climate Justice Resilience Fund (CJRF) adalah contoh nyata bagaimana solidaritas global menopang gerakan lokal. Inisiatif CJRF tidak hanya memberikan dukungan finansial, tetapi juga memperkuat posisi CIRMA dalam jejaring global keadilan iklim dan ekonomi hijau.

Dukungan semacam ini penting agar transformasi yang dilakukan komunitas petani kecil di Timor Barat tidak berjalan sendiri, tetapi menjadi bagian dari gerakan global menuju dunia yang lebih adil dan berkelanjutan. Dengan adanya kolaborasi ini, CIRMA mampu menghubungkan inovasi lokal dengan agenda global, serta memastikan bahwa green economy benar-benar berakar pada kebutuhan masyarakat di akar rumput.

Menuju community-driven green economy

CIRMA meyakini bahwa green economy hanya dapat terwujud jika dikendalikan dan digerakkan oleh komunitas. Transisi hijau yang hanya berpusat pada teknologi atau investasi besar berisiko melupakan suara masyarakat kecil. Oleh karena itu, pendekatan community-driven change menjadi prinsip utama dalam setiap program CIRMA.

Komunitas petani kecil di Timor Barat bukan hanya penerima manfaat, tetapi menjadi aktor utama yang memimpin perubahan. Dengan memperkuat kapasitas mereka, membangun jaringan kolektif, dan membuka akses ke sumber daya, CIRMA memastikan bahwa green economy tidak hanya menjadi jargon, melainkan realitas hidup sehari-hari masyarakat desa.(*)

Sumber (*/tim CIRMA)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar, Menteri Agama Kutuk Keras

    Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar, Menteri Agama Kutuk Keras

    • calendar_month Ming, 28 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Loading

    Makassar, Garda Indonesia | Aksi bom bunuh diri terjadi pada saat perayaan Minggu Palma di Gereja Katedral Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan pada Minggu pagi, 29 Maret 2021 sekitar pukul 10.00 WITA atau pukul 09.00 WIB. Hingga saat ini polisi masih olah tempat kejadian perkara (TKP) dan belum ada kronologi lengkap terkait aksi tersebut. Menteri Agama […]

  • Bank Indonesia ‘Bapote Rupiah’ di GMIT Expo 2025

    Bank Indonesia ‘Bapote Rupiah’ di GMIT Expo 2025

    • calendar_month Jum, 25 Apr 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Loading

    Perlu diketahui bahwa “Bapote” merupakan dialek Melayu Kupang yang bermakna mengutarakan maksud dengan berbincang bersama. Bank Indonesia “Bapote Rupiah” saat Expo Pemuda GMIT.   Kupang | Expo Pemuda GMIT Sinode dibuka Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo dan dihadiri Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, Anggota DPD RI, Abraham Paul Liyanto, Ketua DPRD NTT, Emelia Julia […]

  • Wakil Gubernur NTT Senang Suhu Tubuhnya Normal

    Wakil Gubernur NTT Senang Suhu Tubuhnya Normal

    • calendar_month Sel, 17 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Josef Nae Soi mengaku gembira karena hasil pemeriksaan menggunakan alat pengukur suhu menunjukkan suhu tubuhnya normal. “Itu salah ciri bahwa tubuh kita masih sehat. Tentu upaya pengukuran suhu ini akan terus diterapkan selama beberapa pekan ke depan di kantor Gubernur sebagai bagian dari […]

  • Presiden Jokowi Bertemu Pimpinan Serikat Pekerja di Istana Bogor

    Presiden Jokowi Bertemu Pimpinan Serikat Pekerja di Istana Bogor

    • calendar_month Sab, 27 Apr 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Loading

    Bogor, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo pada Jumat, 26 April 2019, menerima pimpinan serikat pekerja. Pertemuan berlangsung di Ruang Garuda, Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat sekira pukul 10.30 WIB. “Tadi baru saja saya bertemu dengan ketua-ketua serikat pekerja yang intinya kita berbicara beberapa hal, yang pertama yang berkaitan dengan peringatan hari Buruh, May Day […]

  • 26 Ton Limbah B3 di Kota Kupang, DLHK :  Itu Milik PT Sabena Eraka Lauda

    26 Ton Limbah B3 di Kota Kupang, DLHK : Itu Milik PT Sabena Eraka Lauda

    • calendar_month Sen, 16 Mei 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Kupang, Orson Genes Nawa pada Senin, 16 Mei 2022 menegaskan bahwa usai ditemukan penimbunan limbah B3 tak berizin, maka secara tegas bakal mengambil langkah sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku. “Karena sesuai pengamatan kami di lapangan dengan bukti-bukti yang ada, itu tidak sesuai […]

  • Catholic Relief Services Bantu Warga Rentan NTT via INCIDENT

    Catholic Relief Services Bantu Warga Rentan NTT via INCIDENT

    • calendar_month Sab, 3 Agu 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Catholic Relief Services (CRS) melaksanakan program INCIDENT (Increasing Resiliency through Disaster Risk Reduction and Climate Change Adaptation) yang berlokus di Kabupaten Belu, Flores Timur dan Lembata sejak tahun 2022 dan berakhir pada Agustus 2024. Pasca-tahun kedua berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan lembaga mitra kerja lokal seperti CIS Timor meningkatkan ketangguhan masyarakat di Kabupaten […]

expand_less