Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Delapan Anak Buah Purbaya Kena OTT KPK, Sindiran Prabowo Maut

Delapan Anak Buah Purbaya Kena OTT KPK, Sindiran Prabowo Maut

  • account_circle Rosadi Jamani
  • calendar_month Ming, 11 Jan 2026
  • visibility 484
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Rosadi Jamani

Benar-benar maut sindiran Prabowo di hadapan Menkeu Purbawa soal pegawai pajak yang nakal. Beberapa hari kemudian delapan pegawai pajak yang notabene anak buah Purbaya kena OTT KPK.

Mari kita marah. Jangan ditahan. Negara ini terlalu sering meminta kita sabar, sementara kesabarannya sendiri sudah lama bangkrut.

Saya ini rakyat jelata yang taat. Taat betul. Pajak motor dibayar tepat waktu. Antre di Samsat seperti ritual tahunan, muka lelah, semua dirasakan demi satu kalimat sakti, “Demi negara.” Takut telat. Takut denda. Sehari telat, setahun hukumannya. Negara galak kalau menagih. Tapi mendadak rabun kalau yang dijaga adalah uang rakyat.

Lalu Jumat malam, 9 Januari 2026. Hari sudah libur. Saat rakyat rebahan, pegawai pajak malah “lembur”. Tapi bukan lembur untuk APBN. Mereka lembur untuk amplop. KPK menggerebek Kantor Pajak Jakarta Utara. Delapan orang diamankan. Pegawai pajak dan swasta. Barang bukti? Ratusan juta rupiah dan valuta asing. Gepokan. Uang keringat rakyat, disulap jadi tiket diskon pajak bagi mereka yang punya koneksi dan keberanian menyuap.

Pajak dikorting. Bukan karena kebijakan negara. Tapi karena uang diselipkan di meja yang tepat.

Jangan pura-pura kaget. Ini bukan kejadian perdana. Sejak Gayus Tambunan tahun 2009 membuka pintu neraka bernama mafia pajak, kita disuguhi parade busuk tanpa jeda. Gayus dengan paspor palsu dan plesiran. Dhana Widyatmika dengan kekayaan Rp60 miliar. Handang Soekarno. Yul Dirga. Wawan Ridwan. Angin Prayitno Aji. Rafael Alun Trisambodo. Nama boleh berbeda, modus tetap sama. Institusi sama. Bau sama.

Yang tumbang selalu orangnya. Sistemnya? Tetap berdiri pongah. Seolah korupsi hanyalah kesalahan individu, bukan penyakit menahun yang dipelihara.

Kasus Rafael Alun bahkan lebih biadab. Bukan cuma soal pajak, tapi soal moral. Anak menganiaya, harta Rp56 miliar terkuak. Dari situ rakyat sadar, selama ini kita bukan sedang membayar pajak, tapi membiayai gaya hidup segelintir bajingan. Maka lahirlah #StopBayarPajak. Bukan karena rakyat malas, tapi karena rakyat muak. Bayar pajak rasanya seperti menuang air ke drum bocor. Kita setor, mereka foya-foya. Kita antre, mereka liburan. Kita gemetar kena denda, mereka santai buka koper.

Ironi makin sempurna ketika Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa baru saja mengumumkan pembebasan PPh 21 bagi pegawai bergaji di bawah Rp10 juta. Katanya demi keadilan. Tapi beberapa hari sebelumnya, Presiden Prabowo sudah menyentil keras Ditjen Pajak dan Bea Cukai di Hambalang.

“Apakah kita akan terus dibohongi oleh oknum pajak dan bea cukai?”

Purbaya bilang dirinya “tertampar”.

Masalahnya, tamparan itu seperti menepuk nyamuk di lengan badak. Belum kering rasa perihnya, KPK sudah harus turun lagi. OTT lagi. Di kantor pajak lagi.

Ingat baik-baik, 80 persen APBN kita berasal dari pajak. Bukan dari SDA yang katanya melimpah ruah. Dari pajak gaji pejabat dibayar, subsidi digelontorkan, jalan dibangun. Ketika pajak dikorupsi, itu bukan sekadar kejahatan hukum. Itu pengkhianatan nasional. Itu perampokan terang-terangan dengan stempel negara.

Saya, rakyat kecil yang takut telat bayar pajak motor, merasa seperti badut. Kita dipaksa patuh. Mereka bebas berulah. Kita ditakut-takuti denda. Mereka Cuma “diperiksa internal”. Kita disuruh cinta negara, tapi negara kadang berperilaku seperti pacar paling toxic, minta terus, berkhianat terus.

Sudah waktunya berhenti marah setengah-setengah. Sudah waktunya menuntut lebih dari sekadar jargon reformasi dan konferensi pers kosong. Kalau tidak, kita akan selamanya jadi sapi perah. Mereka akan terus berpesta di atas punggung kita.

Selamat menikmati hari libur. Jangan lupa bayar pajak. Karena telat sehari, dendanya setahun. Tapi kalau korupsi? Ah, mungkin cukup izin cuti.(*)

  • Penulis: Rosadi Jamani

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Panglima TNI : 41 Perwira Tinggi TNI Naik Pangkat

    Panglima TNI : 41 Perwira Tinggi TNI Naik Pangkat

    • calendar_month Jum, 14 Feb 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Sebanyak 41 Perwira Tinggi TNI menerima kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi dari pangkat semula. Kenaikan pangkat ini berdasarkan Surat Perintah Panglima TNI Nomor Sprin/397/II/2020, tanggal 13 Februari 2020. Panglima TNI, Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P. menerima Laporan Korps Kenaikan Pangkat 41 Perwira Tinggi (Pati) TNI terdiri dari 17 […]

  • JNE ‘Lift up’ Seniman Disabilitas, Kolaborasi Tab Space & Grammars

    JNE ‘Lift up’ Seniman Disabilitas, Kolaborasi Tab Space & Grammars

    • calendar_month Jum, 22 Sep 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Loading

    Bandung, Garda Indonesia | JNE terus berkomitmen untuk mendukung berbagai program untuk memajukan bangsa serta bermanfaat bagi masyarakat. Hingga berkolaborasi dengan Tab Space, sebuah organisasi sosial yang berbasis di Bandung yang memproduksi karya-karya seni yang dibuat oleh para seniman disabilitas. Mengusung tema “Open New Tab”, Tab Space melakukan program menarik di salah satu community offline […]

  • HUT Ke-60, Bank NTT Tekan Angka Stunting pada 6 Ribu Baduta

    HUT Ke-60, Bank NTT Tekan Angka Stunting pada 6 Ribu Baduta

    • calendar_month Rab, 22 Jun 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Bank NTT berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi NTT dan pemerintah kabupaten/kota se-NTT, memberi makanan tambahan bagi anak gizi kurang. Program ini merupakan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting. Sasarannya adalah 6.000 anak Baduta (bawah dua tahun) dengan usia 6—23 bulan. Kegiatan ini berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi NTT dalam hal ini Pokja Percepatan Pencegahan […]

  • ETMC XXXIII Liga IV Mulai Senin 3 Maret, 32 Tim Siap Berlaga

    ETMC XXXIII Liga IV Mulai Senin 3 Maret, 32 Tim Siap Berlaga

    • calendar_month Sen, 3 Mar 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | El Tari Memorial Cup (ETMC) ke-33 (XXXIII) Liga IV siap dibuka pada Senin sore, 3 Maret 2025 pukul 15:00 Wita oleh Gubernur NTT, Melki Laka Lena dan jajaran Asprov PSSI NTT. Perhelatan sebelum, ETMC XXXII 2023 di Rote Ndao dan terpilih tuan rumah ETMC XXXIII yakni Manggarai Barat, namun berhalangan hingga diambil alih […]

  • 7—23 April, Gubernur VBL Kunjungan Kerja di Daratan Flores

    7—23 April, Gubernur VBL Kunjungan Kerja di Daratan Flores

    • calendar_month Kam, 7 Apr 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) bersama rombongan mengawali kunjungan kerja (Kunker) di Kabupaten Lembata pada Kamis, 7 April 202, sebagai rangkaian kunker selama 17 hari, guna melihat secara langsung perkembangan geliat pembangunan di Kabupaten Lembata dan 8 kabupaten se-daratan Flores. Kunker ini guna mewujudkan visi NTT Bangkit menuju Masyarakat Sejahtera […]

  • Pelayanan Traktor Distanbun Belu Tak Merata, Warga Desa Duakoran Kesal

    Pelayanan Traktor Distanbun Belu Tak Merata, Warga Desa Duakoran Kesal

    • calendar_month Sel, 1 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Ketua Komisi II DPRD Belu, Theodorus Seran Tefa mengemukakan bahwa pelayanan traktor Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Belu harus merata. Kepala dinas terkait, wajib mengontrol kerja para operatornya di setiap desa se–Kabupaten Belu. “Dua hari lalu, saya baru telepon kepala dinas. Tolong cek operator, jangan sampai dia kerja hanya pilih […]

expand_less