Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Anak dan Perempuan » Di Kupang, Ayah Aniaya Balita Hingga Patah Tulang & Disulut Api Rokok

Di Kupang, Ayah Aniaya Balita Hingga Patah Tulang & Disulut Api Rokok

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 18 Jul 2019
  • visibility 52
  • comment 0 komentar

Loading

Kab.Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kekerasan terhadap anak kembali menimpa (DDS) balita berumur 2 (dua) tahun asal Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur; Perlakuan tak pantas tersebut harus diterima putri bungsu dari 8 (delapan) bersaudara hasil perkawinan dari Pasutri (AS) dan (ELS).

Pelaku (AS) yang merupakan ayah kandung dari (DDS), berprofesi sebagai petani juga melakukan penganiayaan setiap hari namun disertai ancaman bagi kakak-kakak korban sehingga mereka juga takut menceritakan kepada Ibu mereka.

Meskipun mengetahui kondisi anaknya, (ELS) tidak melaporkan perbuatan suaminya ke pihak kepolisian atau keluarga karena selalu diancam menggunakan barang tajam. Takut akan ancaman suaminya, (ELS) hanya bisa diam sambil merawat anaknya dengan obat-obatan yang seadanya. Dan, pelaku terus melakukan penganiayaan setiap hari dan dalam keadaan sadar.

Namun, karena tak tahan dengan penganiayaan disertai ancaman pembunuhan yang dilakukan oleh (AS). Maka, pada Minggu, 14 Juli 2019, (ELS) ke Polsek Batakte dan melaporkan penganiayaan yang dilakukan oleh (AS) kepada anak kandungnya sendiri yang masih balita, karena (ELS) tidak tahan melihat kondisi anaknya.

Menurut pengakuan (ELS) ketika ditemui oleh Garda Indonesia pada Kamis, 18 Juli 2019, penganiayaan sudah dilakukan oleh (AS) berulang kali dan dilakukan ketika dirinya tidak berada di rumah.

“Su ulang-ulang mulai ini satu (DDS, red) masih 1 (satu) tahun”, ujar (ELS) dengan Bahasa Melayu Kupang.

(ELS) yang berprofesi sebagai penjual sayur mayur keliling, harus meninggalkan anaknya di rumah bersama pelaku yang juga ayah kandung korban bersama beberapa orang kakak dari korban.

“Pulang datang ini anak (DDS, red) darah, bengkak, biru balau, kalau ditanya selalu bilang kakaknya yang pukul atau injak”, kisah (ELS).

“Dia tidak mabuk. Tapi dia sering ancam dengan parang (barang tajam). Saya hanya tinggal diam. anak punya kaki tangan patah juga saya tinggal diam”, ujar perempuan 42 tahun itu.

(ELS) juga mengisahkan bahwa anaknya mengalami patah tulang ketika berusia 1 (satu) tahun lebih. Mirisnya, korban tidak hanya dipukuli bukan tetapi terkadang dilempari batu, juga dibakar menggunakan api rokok.

“Kalau dia pukul dan kita tegur, dia selalu bilang hanya main gila (bercanda). Tapi dia pukul pakai kayu besar”, jelas (ELS)

Kekerasan fisik yang terus dialam (DDS), berujung dengan mengalami patah tulang yang kedua kali pada hari Jumat lalu. Dan pada hari Minggu,14 Juli 2019, (ELS) bersama korban berada di rumah kakaknya. ES yang tiba di rumah, sekitar pukul 17:00 WITA, pelaku sedang mengasah parang sambil mengancam membunuh istrinya.

Sekalian ancaman, pelaku (AS) juga menyuruh istrinya untuk membawa anak bungsunya pergi dari rumah. Kakak korban yang berada di rumah, ketakutan dan lari ketika ayah mereka mengayunkan parang ke arah Ibu mereka.

“Hari minggu itu, ketika pulang dari kakak punya rumah dia sementara asah parang sambil mengancam saya. Dia (AS) suruh saya keluar dari rumah, karena katanya saya dengan anak ini (DDS) yang bikin susah dia”, kisah (ELS)

(ELS) tidak merespon ketika diancam terus-menerus. Dirinya lalu bersama anak-anaknya bergegas menuju Polsek Batakte dan melaporkan kejadian yang dialaminya juga anak bungsunya. Bukan hanya ancam istrinya saja, pelaku juga mengancam akan siap menghadapi keluarga maupun pihak kepolisian.

Setelah melaporkan kasus tersebut, (ELS) diantar oleh pihak kepolisian ke rumah kakaknya.

Selain kekerasan fisik, pelaku (AS) juga melarang untuk tidak memberi makan kepada anak bungsunya sehingga mengakibatkan pertumbuhan (DDS) terhambat.

Anehnya, dari ke-8 orang anaknya hanya (DDS) yang mendapatkan perlakuan tak pantas itu. Kelakuan bejat (AS) sering diprotes oleh anaknya yang kedua, namun anaknya juga mendapatkan ancaman yang sama seperti Ibunya. (*)

Penulis (*/Joe Tkikhau)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • 15 Bulan Berhenti, Dibuka Lagi Kasus Pencabulan Anak Oleh Kakek Kadung

    15 Bulan Berhenti, Dibuka Lagi Kasus Pencabulan Anak Oleh Kakek Kadung

    • calendar_month Sel, 19 Okt 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Loading

    Denpasar, Garda Indonesia | Kasus pencabulan dialami seorang anak berinisial MC yang dilakukan oleh kakek tirinya di Balikpapan Kalimantan Timur (Kaltim). Kasus ini bergulir tanpa kepastian meski peristiwa tersebut berlangsung cukup lama. “Peristiwanya sudah dari 1 tahun 3 bulan, tapi terduga pelaku yang harusnya ditahan nyatanya masih bebas berkeliaran menghirup udara bebas,” kata advokat Siti […]

  • Krisis BBM di NTT Akhir Tahun 2025, Pertamina Beber Fakta

    Krisis BBM di NTT Akhir Tahun 2025, Pertamina Beber Fakta

    • calendar_month Kam, 27 Nov 2025
    • account_circle Roni Banase
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Loading

    Beberapa hari terakhir, masyarakat Kabupaten Manggarai dan sekitar mengeluhkan kesulitan mendapatkan BBM dan di pengecer sendiri, BBM (Pertalite) dijual dengan harga selangit.   NTT | Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) menegaskan komitmennya menjaga kelancaran distribusi energi hingga ke seluruh pelosok negeri. Berbagai langkah proaktif serta upaya mitigasi terus dilakukan […]

  • Penyanyi Rian D’Masiv & PRB Bantu Korban Badai Seroja Rote Ndao

    Penyanyi Rian D’Masiv & PRB Bantu Korban Badai Seroja Rote Ndao

    • calendar_month Sel, 13 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Loading

    Rote Ndao-NTT, Garda Indonesia | Rian Ekky Pradipta atau terkenal dengan sapaan Rian D’Masiv yang bergerak dalam Yayasan Sosial “Jangan Menyerah Indonesia” bersama Relawan PRB (Perkumpulan Rote Bersatu), menyambangi korban bencana Badai Seroja (badai yang memorak-porandakan Pulau Rote Ndao, red), menyambangi korban bencana di Desa Kuli Aisele, Kecamatan Lobalain, dan di Dusun Olalain, Kelurahan Onatali, Kecamatan […]

  • Timor Creative People Konsisten Angkat Derajat Tenun Ikat NTT

    Timor Creative People Konsisten Angkat Derajat Tenun Ikat NTT

    • calendar_month Sab, 22 Sep 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Timor Creative People (TCP) sejak didirikan pada tahun 2014 hingga kini; sering berkecimpung di berbagai kegiatan dengan menampilkan berbagai hasil desain Tenun Ikat NTT yang dituangkan dalam peragaan busana dan dibawakan oleh anggota TCP. Di tahun 2018; TCP melaksanakan kegiatan workshop dan audisi TCP Model Hunt 2018 di Celebes Resto & Cafe, […]

  • Gubernur VBL : Konstruksi Bangunan Kita Harus Tahan Gempa dan Bencana

    Gubernur VBL : Konstruksi Bangunan Kita Harus Tahan Gempa dan Bencana

    • calendar_month Kam, 15 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Loading

    Sabu Raijua, Garda Indonesia | Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat mengunjungi Sabu Raijua untuk melihat dampak dari Badai Seroja mengatakan, hingga saat ini, badai yang terjadi di NTT telah terjadi dua kali. Ke depanya perlu mengantisipasinya dengan kebijakan yang lebih mementingkan keselamatan masyarakat. “Tentunya momentum seperti ini, kita belajar, ke depanya agar konstruksi bangunan […]

  • Era Normal Baru, Pemkot Kupang Tutup Lagi Sejumlah Pusat Keramaian

    Era Normal Baru, Pemkot Kupang Tutup Lagi Sejumlah Pusat Keramaian

    • calendar_month Kam, 16 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Sejumlah pusat keramaian di Kota Kupang kembali ditutup. Kebijakan penutupan ini dalam rangka mencegah penyebaran virus corona yang masih terus mengancam di masa normal baru. Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man turun langsung untuk mengimbau masyarakat di sejumlah lokasi, pada Rabu malam, 15 Juli 2020 pukul 21.00 WITA. Aksi […]

expand_less