Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Diduga Pengelolaan BUMDes Oelet di Kabupaten TTS Bermasalah

Diduga Pengelolaan BUMDes Oelet di Kabupaten TTS Bermasalah

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 22 Agu 2019
  • visibility 83
  • comment 0 komentar

Loading

Oelet-TTS, Garda Indonesia | Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Oelet diambil alih oleh Kepala Desa, M. Nurdin Tapoin, S. Sos, sejak April 2019 lalu. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua BUMDes Oelet, Andi Anin yang ditemui di Oelet pada Rabu, 21 Agustus 2019.

Baca juga :

http://gardaindonesia.id/2019/08/21/krisis-air-bersih-di-tts-masyarakat-minta-pemdes-sediakan-sumur-bor/

Anin menjelaskan bahwa dirinya mendapatkan informasi adanya penambahan modal BUMDes yang akan dicairkan melalui rekening BUMDes Oelet, namun pihaknya sama sekali tidak mengetahui dengan jelas sumber dana dan sasaran penggunaan dana tersebut.

Ketua BUMDes Oelet, Andi Anin

“Saya selalu Ketua BUMDes Oelet tidak pernah mengajukan proposal untuk penambahan modal, dan saya tidak tahu dana tersebut akan digunakan untuk apa,” jelas Anin.

Lanjut Anin, bahwa setiap penambahan modal atau peningkatan modal harus melalui proposal yang dibuat oleh pengurus BUMDes yang didalamnya menjelaskan tentang tujuan penambahan modal, serta sasaran dari modal tersebut dan program apa yang akan dijalankan.

Selain itu, Anin juga menyampaikan bahwa semua anggota BUMDes Oelet tidak mengetahui tentang penambahan modal tersebut. Sehingga Anin dengan tegas menolak jika benar adanya penambahan modal untuk BUMDes Oelet.

“Saya tidak akan kelola dana tersebut karena saya tidak pernah ajukan proposal dan saya tidak tahu tujuannya untuk apa. Kalau saya kelola dan kedepan bermasalah siapa yang harus tanggung jawab,” tegas Anin.

Dirinya menerangkan bahwa pada Senin, 19 Agustus 2019, Kepala Desa Oelet pergi ke rumahnya dan meminta buku rekening beserta stempel BUMDes tanpa memberikan penjelasan yang mendetail. Karena tidak ada alasan yang jelas maka Anin tidak menyerahkan stempel juga buku rekening atas nama BUMDes Oelet.

“Dia (Kepala Desa, red) datang dan minta stempel serta buku rekening BUMDes, tapi tidak kasih tahu untuk keperluan apa, hanya bilang dari atasan yang minta,” jelas Anin.

Anin meminta agar Kepala Desa segera melakukan evaluasi kinerja pengurus BUMDes, sehingga bisa mengetahui dengan jelas pengelolaan BUMDes.

“Saya sudah beberapa kali minta untuk evaluasi tapi tidak ditanggapi,” tutup Anin.

Kepala Desa Oelet M. Nurdin Tapoin, S. Sos, yang dikonfirmasi di ruang kerjanya mengatakan bahwa, sejak SK diterbitkan pada 5 Desember 2018, pengelolaan BUMDes berapa persewaan tenda jadi yang dijalankan oleh pengurus, tidak ada pemasukan sama sekali.

“Selama ini saya nilai, tapi tidak menghasilkan sama sekali malah merugikan,” ujar Tapoin.

Tapoin menjelaskan bahwa Ketua BUMDes saat ini bukan warga Desa Oelet. Terkait pengangkatan sebagai Ketua BUMDes saat itu, dirinya tidak mengetahui dengan jelas status kependudukan dari yang bersangkutan.

“Saat itu saya dari Kupang dan tidak mengetahui dengan jelas statusnya, “ ujar Tapoin.

Lanjutnya, pemilihan Ketua BUMDes berdasarkan hasil musyawarah bersama masyarakat, namun berjalannya waktu masyarakat komplain sehingga setelah dilakukan pengecekan baru diketahui bahwa Ketua BUMDes bukan penduduk Desa Oelet.

Sementara itu, terkait informasi adanya dana yang akan dicairkan melalui rekening BUMDes, Tapoin menepis bahwa tidak ada dana sama sekali.

Tapoin menambahkan bahwa tujuan dirinya meminta buku rekening dan stempel BUMDes atas permintaan dari bank untuk memastikan keberadaan BUMDes Oelet.

“Itu permintaan dari bank supaya (pastikan) BUMDes itu memang ada atau tidak di desa, “ tutup Tapoin.

Pada kesempatan yang berbeda, Kepala Unit Simpan Pinjam Desa (USPD) Bank NTT cabang Oe’ekama, Javed Tanesib yang dikonfirmasi di ruang kerjanya mengatakan bahwa pihaknya belum bisa memberikan kepastian terkait dana yang akan cair di rekening BUMDes Oelet.

Kepala Unit Simpan Pinjam Desa (USPD) Bank NTT cabang Oe’ekama, Javed Tanesib

Namun menurut Tanesib, Kepala Desa Oelet, pada beberapa hari lalu pernah berkunjung ke kantor USPD Oe’ekam dan menyampaikan bahwa akan ada dana yang cair lewat rekening BUMDes Oelet.

“Beliau (Kepala Desa Oelet, red) datang dan menyampaikan bahwa akan cair dana sekitar 300 juta lebih melalui rekening BUMDes Oelet, “ jelas Tanesib.

Menanggapi hal tersebut, Tanesib menyampaikan bahwa pihak bank NTT selalu siap melayani, namun harus melalui prosedurnya, yaitu dengan melakukan pengecekan terlebih dahulu.

” Saya sarankan agar Ketua dan bendahara BUMDes datang untuk cek apakah betul ada dana yang masuk ke rekening BUMDes, karena proses pengecekan maupun pencairan harus mereka (Ketua dan bendahara BUMDes, red) yang bisa melakukan itu,” ujar Tanesib.

Tanesib juga mengklarifikasi bahwa pihaknya tidak meminta rekening dan stempel BUMDes. Lanjutnya, pihaknya hanya meminta untuk memenuhi administrasi jika ingin mencairkan dana melalui rekening BUMDes.

“Kami tidak minta (rekening dan stempel BUMDes, red) karena itu kewenangan mereka, “ tutup Tanesib. (*)

Penulis (*/Joe Tkikhau)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • PLTP Ulumbu 5—6 Poco Leok: Energi Bersih Bekal Transisi Energi

    PLTP Ulumbu 5—6 Poco Leok: Energi Bersih Bekal Transisi Energi

    • calendar_month Sab, 17 Jun 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Loading

    Mataram, Garda Indonesia | Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi atau PLTP Ulumbu 5—6 di Poco Leok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), sementara digarap oleh PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) merupakan langkah besar menuju transisi energi yang ramah lingkungan. General Manager (GM) PT PLN (Persero) UIP Nusra, Abdul […]

  • Prabowo Subianto : Saya Diejek, Difitnah dan Dihina, Jogetin Saja!

    Prabowo Subianto : Saya Diejek, Difitnah dan Dihina, Jogetin Saja!

    • calendar_month Sen, 11 Des 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Ya, tak perlu baperan. Diejek dan dihina ya jogetin saja. Itu pertanda orang yang percaya diri. Sedangkan yang minder, takut kalah dan memang berkarakter lemah biasanya suka menjelek-jelekkan orang lain. Begitulah aura yang terjadi di arena politik Indonesia akhir-akhir ini. Semua merasakan, bahkan sebagian (kecil) melakukannya. Sedangkan, sebagian besar memilih diam […]

  • Pasca-banjir Nagekeo, PLN Pulihkan 4.815 Pelanggan Listrik

    Pasca-banjir Nagekeo, PLN Pulihkan 4.815 Pelanggan Listrik

    • calendar_month Sen, 15 Sep 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Loading

    Kurang dari 72 jam sejak bencana terjadi pada Senin, 8 September 2025, tim tanggap darurat PLN berhasil memulihkan 90% layanan listrik bagi masyarakat yang terdampak.   Nagekeo | PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur kembali membuktikan dedikasinya untuk masyarakat dengan menunjukkan kepedulian tinggi dalam merespons banjir bandang yang melanda Kabupaten Nagekeo. Kurang dari […]

  • Political Murder dan Tendencious Judicial Mahkamah Konstitusi

    Political Murder dan Tendencious Judicial Mahkamah Konstitusi

    • calendar_month Sab, 11 Nov 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ketua Umum Persatuan Advokat Indonesia (Peradin) Firman Wijaya menilai situasi Indonesia terkini sedang dalam prahara konstitusional. “Hal itu bermula ketika palu godam yang dijatuhkan Mahkamah Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK, red) pada Selasa, 7 November 2023 dengan hasil dua kali RPH tanggal 3 November 2023 dan 6 November 2023 oleh Jimly Asshidiqqie, […]

  • Suku Atoin Meto di Pulau Timor, Kekerabatan Hingga Hukum Adat

    Suku Atoin Meto di Pulau Timor, Kekerabatan Hingga Hukum Adat

    • calendar_month Sen, 21 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 243
    • 0Komentar

    Loading

    Atoin Meto adalah sebutan lain untuk Suku Atoni, suku bangsa mendiami Pulau Timor, khususnya di Timor Barat termasuk sebagian besar Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), dan Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) Indonesia, dan di Oecussi-Ambeno, Timor Leste. Mereka sering disebut sebagai Atoin Pah Meto, yang berarti “orang dari tanah kering”. […]

  • Lestari Tenun Belu, Kumham NTT & Pemda Diseminasi Kekayaan Intelektual Komunal

    Lestari Tenun Belu, Kumham NTT & Pemda Diseminasi Kekayaan Intelektual Komunal

    • calendar_month Sab, 16 Okt 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Kementerian Hukum dan HAM (Kumham) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Belu menghelat workshop ‘temu wicara’ promosi dan diseminasi Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) di aula Gedung Wanita Betelalenok Atambua pada Jumat, 15 Oktober 2021. Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi antara Pemda dan masyarakat Kabupaten Belu […]

expand_less