Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Kota » Empat Rumah Sakit Jadi ‘Second Line’ Cegah Covid-19 di Kota Kupang

Empat Rumah Sakit Jadi ‘Second Line’ Cegah Covid-19 di Kota Kupang

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 16 Apr 2020
  • visibility 53
  • comment 0 komentar

Loading

Kota Kupang, Garda Indonesia | Berdasar SK Gubernur NTT tentang rumah sakit second line kasus Covid-19, maka Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang melakukan koordinasi dengan 4 (empat) rumah sakit di Kota Kupang yang ditunjuk menjadi rumah sakit Second Line di antaranya RSUD S. K. Lerik, RS Bhayangkara Tingkat III Kupang, RS Tingkat III Wirasakti Kupang dan RS Siloam Kupang.

Wakil Wali (Wawali) Kota Kupang, dr. Hermanus Man ketika melakukan koordinasi dengan para Direktur RS Se-Kota Kupang, pada Rabu, 15 April 2020 menyampaikan koordinasi ini perlu dilakukan untuk membahas langkah-langkah penanganan pasien Covid-19 di rumah sakit penyanggah dan rumah sakit rujukan yang ada di Kota Kupang.

“Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam upaya penanganan ini, di antaranya adalah alur penanganan penderita,” ujar dr. Herman Man.

Wakil Wali Kota Kupang menegaskan agar semua temuan kasus Covid 19 di Kota Kupang baik oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), rumah sakit Second Line maupun Non Second Line harus dibawa ke Klinik Covid-19 di RSUD S. K. Lerik. Saat ini, RSUD S. K. Lerik memiliki delapan tempat tidur untuk ruang isolasi dan dalam waktu dekat akan bertambah menjadi 20 tempat tidur.

“Jika nantinya ruang isolasi tersebut penuh, pihak RSUD S. K. Lerik wajib melapor ke Posko (Dinas Kesehatan Kota Kupang) untuk mengalihkan pasien ke RS Second Line lainnya. RS Second Line sendiri hanya bisa menangani pasien yang masih dalam kategori ODP, PDP ringan dan sedang. Jika sudah masuk kategori PDP berat harus dirujuk ke RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang,” terang dr. Herman Man.

Diakuinya, dalam penanganan Covid-19 ini bukan tidak mungkin ada juga pasien yang memeriksakan diri di Runah Sakit Non Second Line. Pihak Rumah Sakit bisa menangani pasien tersebut dan klaim pembayarannya bisa diajukan ke BPJS setelah ada notifikasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kupang. “Penanganan lebih lanjut harus dilakukan di RS Second Line, karena jika pasien harus dirujuk, RS rujukan hanya menerima pasien dari RS Second Line,” bebernya.

Wawali Kota Kupang menambahkan, karena kebijakan ini ada kaitannya dengan penggunaan APBD, maka prioritas utama mereka tentunya adalah Warga Kota Kupang yang dibuktikan dengan KTP atau KK, atau orang yang sedang berkunjung ke Kota Kupang yang dibuktikan dengan surat jalan atau surat tugas. Namun dia menegaskan jangan sampai urusan administrasi menghambat pelayanan terhadap pasien.

Dalam waktu dekat Pemkot Kupang akan menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan empat rumah sakit tersebut terkait upaya penanganan Covid-19 ini. Selain tentang alur penanganan penderita, pertemuan tersebut juga membahas soal pengadaan Alat Perlindungan Diri (APD) bagi para tenaga medis di rumah sakit second line.

Selain meminta bantuan pemerintah pusat lewat Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT, Pemkot Kupang juga telah mengalokasikan APBD untuk kebutuhan tersebut. Selain untuk APD, Pemkot Kupang juga telah mengalokasikan anggaran untuk operasional para tenaga medis yang khusus menangani pasien Covid-19.

Disamping itu, saat ini Pemkot Kupang juga sedang melakukan koordinasi dan negosiasi dengan sejumlah hotel yang akan menjadi tempat istirahat bagi para tenaga medis selama menangani pasien Covid-19 dengan standar minimal harus hotel bintang tiga.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kupang, dr Fauzi Lukman Nurdiansyah, M.M. yang turut hadir dalam koordinasi tersebut menyampaikan BPJS siap menerima klaim rumah sakit untuk penanganan pasien Covid-19 selama orang tersebut memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK). Namun dia mengapresiasi kebijakan Pemkot Kupang yang melakukan koordinasi seperti ini sehingga nantinya tidak terjadi double claim dari pihak rumah sakit, karena sudah dapat dukungan juga baik dari APBN maupun APBD.

Selain pimpinan dari empat rumah sakit second line, ikut juga dalam pertemuan tersebut sejumlah pimpinan rumah sakit yang ada di Kota Kupang. Turut hadir pula Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Kupang, Drs. Yos Rera Beka dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, M.Kes. beserta jajarannya. (*)

Sumber berita (*/PKP_ans)
Editor dan foto utama (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • September 2021, Persentase Penduduk Miskin NTT Turun 0,55 Persen

    September 2021, Persentase Penduduk Miskin NTT Turun 0,55 Persen

    • calendar_month Sen, 17 Jan 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 79
    • 1Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merilis persentase penduduk miskin, menggunakan konsep kebutuhan dasar (basic need approach) untuk mengukur kemiskinan. Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan non makanan yang diukur menurut garis kemiskinan (makanan dan bukan makanan). Metode […]

  • RAMAH LINGKUNGAN! Kandungan H2S Geotermal PLTP Ulumbu

    RAMAH LINGKUNGAN! Kandungan H2S Geotermal PLTP Ulumbu

    • calendar_month Sel, 5 Nov 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Loading

    Pengoperasian PLTP Ulumbu yang mengandung H2S juga masih aman bagi lingkungan terbukti dengan hijau dan suburnya tanaman yang ada di sekitar kawasan geotermal.   Manggarai | Manager Unit Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu, Royatul Hosnan, mengungkapkan bahwa kandungan Asam Sulfur (H2S) pada aktivitas geotermal Ulumbu berkisar 4,78 mg/Nm3 dan jauh di bawah baku […]

  • Fokus Program Satu Juta Rumah Bagi Perumahan Berbasis Komunitas

    Fokus Program Satu Juta Rumah Bagi Perumahan Berbasis Komunitas

    • calendar_month Sen, 4 Feb 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Perlu promosi yang lebih masif disamping media konvensional juga melalui internet dan media sosial, sehingga masyarakat lebih mudah mencari lokasi rumah subsidi yang diminatinya, sehingga target Program Satu Juta Rumah pada tahun 2019 sebanyak 1,25 juta unit dari target tahun sebelumnya 1 juta unit dapat tercapai. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Plt. Dirjen […]

  • SMPTK Manekat Se’i Resmi Beroperasi, Kantongi SK Kemenag NTT

    SMPTK Manekat Se’i Resmi Beroperasi, Kantongi SK Kemenag NTT

    • calendar_month Sab, 15 Nov 2025
    • account_circle Daud Nubatonis
    • visibility 379
    • 0Komentar

    Loading

    Diterbitkannya SK, maka SMPTK Manekat Se’i resmi memiliki legitimasi menyelenggarakan pendidikan, membina peserta didik, dan menjalankan proses pembelajaran sesuai kurikulum Pendidikan Keagamaan Kristen.   SoE | Kepala Bidang (Kabid), Bimbingan Masyarakat(Bimas) Kristen Kantor wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menyerahkan SK Izin Penyelenggaraan SMPTK Manekat Se’i. Di aula Kantor Kementerian Agama TTS, pada […]

  • Kutuk Penembakan Wartawan di Sumut, IMO-Indonesia: Tangkap dan Adili

    Kutuk Penembakan Wartawan di Sumut, IMO-Indonesia: Tangkap dan Adili

    • calendar_month Ming, 20 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ketua umum IMO-Indonesia, Yakub Ismail mengutuk penembakan terhadap Pemimpin Redaksi LasserNewsToday, Mara Salem Harahap yang dilakukan orang tidak dikenal (OTK). “IMO-Indonesia mengutuk keras insiden yang dialami Mara Salem Harahap. Ini merupakan kejahatan kemanusiaan yang harus diusut tuntas siapa pelakunya,” tegas Yakub Ismail kepada wartawan, pada Minggu, 20 Juni 2021. Kepala Badan […]

  • Kenaikan Kasus Omicron di Indonesia dari Pelaku Perjalanan Luar Negeri

    Kenaikan Kasus Omicron di Indonesia dari Pelaku Perjalanan Luar Negeri

    • calendar_month Sel, 11 Jan 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Hingga saat ini, penyebaran kasus Covid-19 varian Omicron telah menyebar ke 150 negara di dunia, sebagian besar di antaranya menginfeksi berbagai negara maju hingga mencapai puncaknya dan lebih tinggi dari gelombang sebelumnya yaitu varian Delta. Di Indonesia, sebagian besar peningkatan kasus Covid-19 disebabkan oleh pelaku perjalanan luar negeri (PPLN). Demikian disampaikan […]

expand_less