Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » GPS Bersihkan Sampah, Orson Basoeki: Jangan Lempar Tanggung Jawab

GPS Bersihkan Sampah, Orson Basoeki: Jangan Lempar Tanggung Jawab

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 13 Mar 2021
  • visibility 65
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sejak terbentuk pada Februari 2019, Gerakan Peduli Sampah, tim yang digagas langsung oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) ini, terus bergerilya mengatasi masalah sampah yang saat ini menjadi momok bagi masyarakat Kota Kupang dan sekitarnya.

Baca juga: http://gardaindonesia.id/2020/06/27/konsistensi-gerakan-peduli-sampah-bersihkan-wajah-kotor-kota-kupang/

Seperti pada Sabtu pagi,13 Maret 2021, tanpa mengenal kata putus asa, sebagian besar anggota di bawah komando Ketua GPS, Orson Basoeki; Kepala Biro Umum Setda Provinsi NTT, George Hadjoh; dan Wakil Ketua DPRD Kota Kupang, Pardon Paulus; kembali melakukan aksi pungut sampah yang berlokasi di seputar Bukit Cinta, Kelurahan Penfui, Kabupaten Kupang.

Aksi yang melibatkan lebih kurang 100 orang ini, melibatkan anggota GPS, ASN serta Tenaga Kontrak dari Biro Umum Setda Provinsi NTT serta beberapa tenaga relawan lainnya. Kegiatan ini sendiri berlangsung sejak pukul 07.00 WITA—selesai.

Sampah berserakan di pinggir jalan sekitar Bukit Cinta

Ketua GPS yang ditemui sesaat setelah kegiatan ini selesai mengungkapkan bahwa untuk mengatasi masalah sampah dibutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Bukan saja pemerintah Kota dan seluruh masyarakat Kota Kupang, tetapi juga dalam hal ini Pihak Pemerintah Kabupaten juga harus terlibat. Menurut Orson karena lokasi yang saat ini sedang dibersihkan merupakan wilayah Kabupaten Kupang, tetapi masih berada di pinggiran Kota Kupang yang sering dilalui oleh orang banyak, apalagi daerah ini sangat dekat dengan bandara yang menjadi pintu masuk bagi para tamu yang datang berkunjung ke Kota Kupang.

“Jangan ada lempar tanggung jawab, karena masalah sampah merupakan masalah yang tidak bisa diselesaikan secara sendiri – sendiri,” tegas Orson Basoeki.

Masalah sampah yang saat ini masih sangat tinggi, imbuh Orson, diakibatkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat itu sendiri dan juga karena minimnya sarana pendukung. Oleh karena itu, ke depan mulai dari pihak RT/RW, Lurah dan Dinas Kebersihan harus mampu memberikan edukasi secara terus menerus kepada masyarakat, agar masyarakat sadar akan pentingnya pola hidup bersih. Apalagi menurutnya sampah merupakan pemicu tumbuh kembangnya penyakit Demam Berdarah yang angkanya cukup tinggi di NTT.

“Kalau ini berjalan baik, ditambah dukungan sarana yang cukup maka masalah sampah akan bisa diatasi, sehingga dengan sendirinya  kasus demam berdarah dapat ditekan jumlahnya,” ungkap Orson optimis.

Tim GPS, ASN Biro Umum Setda NTT, dan relawan membersihkan sampah di sekitar Bukit Cinta

Sementara itu, Andry Nabut salah seorang ASN di lingkup Pemprov. NTT mengatakan bahwa dirinya merasa terpanggil untuk terlibat dalam aksi ini karena masalah sampah di Kota Kupang merupakan masalah serius yang sudah seharusnya mendapat perhatian khusus, bukan saja dari masyarakat tetapi juga dari pihak pemerintah.

“Saya merasa terpanggil untuk ikut terlibat dalam tim GPS yang digagas oleh Bapak Gubernur, karena sampah merupakan penentu kesehatan masyarakat itu sendiri dan juga kesehatan lingkungan,” ungkapnya.

Oleh karena itu, tandas Andry Nabut, saya mengajak seluruh masyarakat dan juga pemerintah agar bergandengan tangan dan juga kompak untuk mengatasi masalah sampah di kota Kupang. “Ke depan kota ini menjadi kota yang sehat dan bersih. Maju Terus GPS,” ujarnya sembari meninggalkan lokasi.(*)

Sumber berita dan foto (*/Sam Babys, Staf Biro Umum Setda Prov.NTT / Anggota Tim GPS)

Editor (+roni banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tips Ajarkan Anak Tentang Kejujuran dan Integritas

    Tips Ajarkan Anak Tentang Kejujuran dan Integritas

    • calendar_month Ming, 30 Nov 2025
    • account_circle Logikafilsuf
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Loading

    Kejujuran sering dianggap nilai sederhana, tetapi justru nilai sederhana inilah yang paling mudah dikhianati tanpa sadar. Lebih mengejutkan lagi, banyak anak belajar berbohong bukan dari niat jahat, tetapi dari contoh kecil yang dianggap biasa oleh orang dewasa. Mengapa hal sesederhana itu bisa membentuk karakter besar di masa depan Sejumlah studi perkembangan anak menunjukkan bahwa anak […]

  • PLN Jadi Keluarga Poco Leok, Bangun Geotermal dengan Ritual Adat Penti

    PLN Jadi Keluarga Poco Leok, Bangun Geotermal dengan Ritual Adat Penti

    • calendar_month Rab, 20 Nov 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Loading

    Dukungan masyarakat semakin menguat setelah ritual adat Penti ini, yang mengukuhkan PLN sebagai Ase Kae di sepuluh gendang yang tersebar di Poco Leok. Kehadiran masyarakat dalam prosesi ini menegaskan harapan agar pembangkit listrik berbasis panas bumi dapat segera terealisasi demi kesejahteraan dan kemajuan bersama.   Manggarai | Guna menjunjung tinggi dan menghormati adat istiadat di […]

  • Majelis GMIT Ebenhaezer Oeba Teken Kontrak dengan BPJS Kesehatan

    Majelis GMIT Ebenhaezer Oeba Teken Kontrak dengan BPJS Kesehatan

    • calendar_month Rab, 2 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Perdana di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Majelis Jemaat Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Ebenhaezer Oeba memutuskan untuk teken Perjanjian Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan Cabang Kupang untuk melindungi 100 jemaat melalui Program Diakonia. Peserta BPJS Kesehatan Mandiri secara kolektif sebanyak 100 orang jemaat dari Ebenhaezer Oeba melalui Program Diakonia merupakan […]

  • Menuju Garis Akhir RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

    Menuju Garis Akhir RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

    • calendar_month Rab, 28 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Proses penyelesaian Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) terus berjalan. Panitia kerja (Panja) DPR RI bersama Panja pemerintah untuk RUU PKS, yakni Kementerian PPPA dan Kementerian/ Lembaga terkait menghelat Diskusi Kelompok Terarah atau Focus Group Discussion (FGD) di Jakarta, pada Selasa, 27 Agustus 2019. Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI […]

  • “Ferdy Sambo Tak Pernah Ada di Lapas” IMO-Indonesia Angkat Suara

    “Ferdy Sambo Tak Pernah Ada di Lapas” IMO-Indonesia Angkat Suara

    • calendar_month Sab, 6 Jan 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Keberadaan narapidana Ferdy Sambo belakangan ini dipersoalkan publik usai pengacara bernama Alvin Lim membuat pernyataan kontroversial mengenai keberadaan Ferdy Sambo di Lapas Salemba. Hal itu disampaikan Alvin di salah satu acara Podcast milik Richard Lee. Ia menyebut Ferdy Sambo tidak pernah ada di Lapas. Saat ini, sontak pernyataan Alvin menimbulkan beragam […]

  • Registrasi Sosial Ekonomi Pecut Perlindungan Sosial Tepat Sasaran

    Registrasi Sosial Ekonomi Pecut Perlindungan Sosial Tepat Sasaran

    • calendar_month Kam, 15 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendorong pemerintah daerah (Pemda) menjalankan program Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) guna mewujudkan perlindungan sosial yang tepat sasaran. Regsosek merupakan pendataan seluruh penduduk yang mencakup berbagai profil dan kondisi sosial ekonomi masyarakat, mulai dari kondisi demografi, kepemilikan aset, perumahan, hingga kondisi disabilitas. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito […]

expand_less