Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Hasan Nasbi “Sosok Baja” Tak Banyak Diketahui Publik

Hasan Nasbi “Sosok Baja” Tak Banyak Diketahui Publik

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 17 Mei 2025
  • visibility 98
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Yakub F. Ismail

Publik sempat dihebohkan oleh keputusan Hasan Nasbi yang belum lama ini menyodorkan surat pengunduran diri dari jabatannya sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO).

Banyak spekulasi bermunculan pasca-terbit surat tersebut. Mayoritas mengaitkan pengunduran tersebut ditengarai oleh pernyataannya soal teror kiriman kepala babi ke kantor Tempo.

Namun, semua itu hanya soal spekulasi, tidak ada yang tahu pasti soal alasan sebenarnya. Namun, hal yang luput dari amatan publik adalah soal ketegaran dan jiwa kesatria Hasan Nasbi yang bak “baja”.

Hasan Nasbi bukanlah orang baru di dunia media dan komunikasi publik. Beliau telah cukup lama bergelut dengan lingkungan dan dunia media tanah air. Singkatnya, ia terlalu cukup matang dan mapan dalam urusan keprotokolan birokrasi pemerintahan.

Karenanya, wawasan, pengalaman, menjadikannya sosok yang tangguh dan tidak banyak berbasa-basi. Hal terakhir ini yang banyak luput dan tidak disadari banyak orang.

Bukan terbentuk dari rahim politik

Diakui ataupun tidak, hampir sebagian besar elite politik yang muncul di panggung politik nasional adalah mereka yang dibentuk dari “rahim politik”.

Ada yang lahir dari pengaderan partai politik, sebagian ada yang diinkubasi langsung oleh tokoh politik nasional melalui organisasi politik yang dibentuk, hingga mereka yang sejak awal hingga masa tuanya memang mengabdikan diri di jalur politik praktis.

Namun, pengalaman unik dilalui sosok Hasan Nasbi–seorang pria dengan mental “baja” yang justru tak banyak diketahui publik namun tiba-tiba tampil di publik dengan jabatan yang terbilang “mewah”–Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan.

Sebuah jabatan yang tentu tidak mudah diduduki oleh sembarang orang, kalau bukan karena kapasitas, pengalaman dan jam terbang yang cukup di bidangnya.

Bukan rahasia umum bahwa nama Hasan Nasbi mungkin terdengar asing bagi sebagian besar masyarakat. Beberapa yang mengenal beliau hanyalah mereka yang telah lama berkecimpung di dunia media dan strategi komunikasi publik.

Perjalanan karier beliau memang tidak mudah. Ia merupakan pendiri Cyrus Network, sebuah lembaga konsultan politik yang telah melahirkan banyak tokoh nasional di tanah air.

Hasan Nasbi memang bukan sosok konsultan politik kemarin sore. Ia telah lama malang melintang dan melanglang buana di semesta perpolitikan Indonesia.

Memang, dirinya terkenal tidak suka tampil di depan kamera – satu peran yang tampak sedikit kontradiktif dengan tugas dan perannya saat ini. Namun, begitulah ia memperlihatkan dirinya ke publik apa adanya. Ia tipe orang yang tidak suka pencitraan. Barangkali inilah yang membuat dirinya sedikit berbeda dalam hal membangun komunikasi publik dengan minus embel-embel basa-basi.

Orangnya sangat to the point dan berbicara penuh makna. Orang awam bahkan di kalangan intelektual sekalipun jarang memahami pernyataannya secara taken for granted, kalau tidak melalui sebuah interpretasi yang dalam.

Pekerjaannya di belakang layar memang jauh dari sorotan kamera. Tapi, justru bekerja dalam sunyi itulah memainkan perannya dengan penuh kecermatan—lugas, tajam, dan strategis.

Ketajaman membaca arah politik

Satu kelebihan dari Hasan Nasbi yang mungkin tidak banyak orang tahu ialah kepiawaiannya dalam membaca arah politik.

Pergulatannya di dunia konsultan politik membawanya ke dalam sebuah “habitus” yang tidak dimiliki banyak orang: tajam dalam menganalisis probabilitas politik.

Untuk sampai pada tahap ini, ia harus jatuh bangun, bahkan pernah hilang arah. Tapi justru dari kejatuhan berkali-kali inilah ia belajar bagaimana menyusun tumpuan yang kokoh untuk “melompat”.

Seperti besi yang ditempa panas berkali-kali, Hasan Nasbi terbentuk oleh masalalu yang penuh lika-liku. Membuatnya ia menjadi sosok yang tangguh, ulet, dan tak gampang menyerah.

Berangkat dari masa kelam penuh getir itulah muncul “baja” dalam dirinya. Baja bukan hanya logam kuat, tapi ia merupakan simbol dari ketangguhan, keberanian, dan konsistensi.

Dalam beragam hasil wawancara maupun tulisan yang jarang terekspos tentang dirinya, Hasan tampil tidak sekadar konsultan politik, melainkan sebagai pemikir yang gelisah akan arah bangsa.

Ia tanpa ragu meninggalkan tugas dan titipan tanggung jawab, jika ia merasa apa yang dikerjakannya tidak membawa makna apa pun bagi kebaikan bangsa.

Ia ingin demokrasi yang dibangun di rahim Ibu Pertiwi ini benar-benar substantif, dalam arti ia lahir dari rakyat, bekerja untuk rakyat dan menderita dalam pelukan rakyat.

Akhirnya, di negeri yang kerap sibuk mengejar sensasi ketimbang substansi, Hasan Nasbi hadir sebagai paradoks yang menampar wajah elite. Ia menunjukkan bahwa seorang pelayan publik semestinya bekerja untuk rakyat. Dan, seorang pekerja dalam sunyi tidak mesti membuktikan suaranya terdengar gahar. Cukup dengan segala bukti dan dedikasi, maka rakyat akan menilai dengan nurani dan kejernihan pikir.

Hasan Nasbi adalah cahaya sunyi dalam kegelapan yang telah lama menyelimuti negeri. Ia hadir membawa pelita untuk menerangi bangsa yang tengah terhuyung mencari jalan kebajikan.(*)

Penulis adalah Ketua Umum Ikatan Media Online (IMO) Indonesia.

 

 

 

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ‘Pemegang Saham Kecewa’, Komut Bank NTT : Perlu Orang Tepat di Posisi Tepat

    ‘Pemegang Saham Kecewa’, Komut Bank NTT : Perlu Orang Tepat di Posisi Tepat

    • calendar_month Kam, 7 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Usai mendampingi Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat menyampaikan keterangan pers pada awak media terkait hasil pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) luar biasa dan RUPS tahunan pada Rabu,6 Mei 2020 di Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT; Komisaris Utama (Komut) Bank NTT Juvenile Jodjana, menyampaikan RUPS berjalan dengan baik, hanya dari pemegang […]

  • Gubernur VBL : Jepang Minta 40 Ton Bubuk Kelor Setiap Minggu

    Gubernur VBL : Jepang Minta 40 Ton Bubuk Kelor Setiap Minggu

    • calendar_month Jum, 3 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Usai melakukan panen jagung di Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) juga menyempatkan diri untuk melakukan penanaman anakan Kelor di kecamatan Amabi Oefeto pada Kamis, 2 April 2020, tepatnya di lahan milik PT. Timor Mitra Niaga. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2020/04/02/ikut-program-tjps-gubernur-vbl-apresiasi-kinerja-kelompok-tani-fajar-pagi/ Gubernur menyampaikan rasa terima […]

  • Membangun Perbenihan Tanaman Pangan di NTT

    Membangun Perbenihan Tanaman Pangan di NTT

    • calendar_month Ming, 25 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Emmanuel Richardo, S.P. Pengawas Benih Tanaman Ahli Muda Anggota Ikatan Pengawas Benih Tanaman Indonesia (IPBTI) Sektor pertanian sampai saat ini masih menempati peringkat pertama dalam menyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Nusa Tenggara Timur (NTT)  selama kurun waktu 2015—2019 di mana setiap tahunnya berada di angka yang mendekati 30%, tanaman pangan menyumbang antara […]

  • “Anti Padam Listrik” PLN UP3 Kupang Selama Masa PPKM

    “Anti Padam Listrik” PLN UP3 Kupang Selama Masa PPKM

    • calendar_month Sel, 27 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4 di Kota Kupang pada 26 Juli—2 Agustus 2021, maka PLN UP3 Kupang menghelat kegiatan ANTI PADAM (Andal-Optimal-Tanpa-Padam) yang ditangani oleh Tim Khusus Pekerjaan dalam Keadaan Bertenggangan (PDKB) UP3 Kupang yang berlokasi di Kota Kupang dan dilakukan di 2 (dua) lokasi yakni Penyulang […]

  • Banyak Siswa di Kabupaten Kupang Belum Dapat Dana PIP, Anita Gah Singkap

    Banyak Siswa di Kabupaten Kupang Belum Dapat Dana PIP, Anita Gah Singkap

    • calendar_month Rab, 11 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Loading

    Kab.Kupang, Garda Indonesia | Sebanyak 58.398 siswa dari total 67.000 siswa di Kabupaten Kupang menerima beasiswa hingga pada tahun 2019 dengan kisaran anggaran Dana Program Indonesia Pintar (PIP) sebesar Rp.31.800.000.000,- (Tiga Puluh Satu Miliar Delapan Ratus Juta Rupiah). Kepastian penerimaan beasiswa tersebut disampaikan oleh Anita Jacoba Gah, Anggota Komisi X DPR RI saat melakukan reses […]

  • ‘Imported Case Covid-19 Bali’, Konjen Jepang Apresiasi Kerja Gugus Tugas

    ‘Imported Case Covid-19 Bali’, Konjen Jepang Apresiasi Kerja Gugus Tugas

    • calendar_month Jum, 24 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Loading

    Denpasar-Bali, Garda Indonesia | Saat melakukan kunjungan ke Gubernur Bali Wayan Koster pada Kamis, 23 April 2020 siang di Rumah Jabatan Jaya Sabha; Konsul Jenderal (Konjen) Jepang di Denpasar Hirohisa Chiba mengucapkan salam perpisahan karena dirinya akan mengakhiri masa jabatannya di Indonesia pada 3 Mei 2020 mendatang. Gubernur Koster pun mengucapkan terima kasih atas kerja […]

expand_less