Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Hikmah di Balik Orang NTT Pertama Positif Covid-19

Hikmah di Balik Orang NTT Pertama Positif Covid-19

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 11 Apr 2020
  • visibility 309
  • comment 0 komentar

Loading

Hikmah di Balik Orang NTT Pertama Positif Covid-19

Oleh : Rony Banase

Membayangkan kita terpapar Covid-19, dinyatakan positif lalu diumumkan dan masuk dalam list orang positif Covid-19, ibarat peristiwa paling menyeramkan dalam sejarah hidup kita. Namun, kondisi ini berbeda terhadap seorang Putra Terbaik asal Pulau Alor Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bernama El Asamau.

Dengan predikat baru yang disandang “Pasien 01” pemilik nama lengkap Elyas Y. Asamau, S.IP., MPP. Tak urungkan niat baik untuk secara terbuka mengumumkan jati dirinya (melalui chanel youtube https://youtu.be/uw1b9YvJwjo  mengidap Corona Virus Disease (Covid-19) yang melanda dunia dan tercatat (Hingga 10 April 2020) ada 1.600.984 kasus, dengan jumlah kematian sebanyak 95.604 jiwa dan yang telah sembuh sebanyak 355.671 orang (data dari Worldometer).

Kondisi ini drastis mengubah predikat “Zona Hijau NTT Negatif Covid-19” menjadi Zona Merah dan mereposisi provinsi dengan julukan New Tourism Territory sebagai provinsi ke-33 yang terpapar Covid-19 diumumkan oleh Jubir Pemerintah Penanganan Covid-19 di Indonesia (baca : http://gardaindonesia.id/2020/04/09/ntt-1-positif-covid-19-total-nasional-capai-3-293-kasus/

Kondisi tersebut tak pelak menjawab teka-teki siapa orang positif pertama Covid-19 (karena muncul berbagai spekulasi warga media sosial [citizen journalism]), dalam hitungan detik berbagai sudut medsos dibanjiri oleh viralnya pengakuan tulus El dengan bumbu penguatan dan edukasi bagi seluruh masyarakat NTT agar siap mental dan tenang menghadapi pandemi Covid-19.

Tak lazim? Memang, siapa di dunia ini yang berani dan berbesar hati mengumbar kondisi positif Covid-19 (meski protap Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Covid-19, wajib merahasiakan identitas pasien Covid-19). Berbanding terbalik bagi El Asamau, pegiat literasi yang sempat viral beberapa waktu (sekitar 2—3 bulan) lalu di berbagi platform media sosial karena kegigihan dan ketabahan berupaya mencari jalan agar saudari perempuan tersayangnya sembuh dari penyakit kejiwaan dan kembali waras.

Sontak berbagai pemberitaan bermunculan ibarat jamur di musim hujan, mulai dari postingan ala kadar di medsos hingga karya jurnalistik merebak seisi pengguna smartphone yang setiap detik menelusuri berita Covid-19 yang mengalahkan rating berita hubungan asmara pejabat publik, kasus pemerkosaan, pelecehan seksual, korupsi, pembunuhan, hingga berita edukatif dan komunikatif di media daring (online), elektronik dan cetak.

Warganet pun menggapai ide dan memperoleh ruang ekspresi mengumbar dan menjual berita hot “Orang NTT Pertama Positif Covid-19” berbagai sudut dihiasi potret El Asamau, beragam corak pemberitaan hingga meme kaya ragam menghiasi dinding layar hp android teman kita sehari-hari.

Lantas, apa hikmah dari pengakuan tulus El Asamau? Itu sebuah pelajaran berharga bagi kita Orang NTT yang dikenal gigih dan berwatak keras layaknya batu karang. Kita diedukasi oleh anak seorang petani yang mengenyam pendidikan hingga jenjang S3 (Doktor) di American University. Lagi pula, Tuhan amat baik bagi kita karena peneguhan positif Covid-19 El Asamau bertepatan pada rentetan momentum sakral umat kristiani di Provinsi Nusa Terindah Toleransi.

Masa Paskah 2020, bersanding mesra dengan masa tanggap darurat Covid-19, masa ini memaksa kita memindahkan lokasi altar pemujaan, puji-pujian dan penyembahan dari gereja ke rumah masing-masing. Masa Paskah tahun ini memotret sejarah dan bakal dikenang oleh anak cucu kita bahwasanya tergores dalam tatanan budaya, Prosesi Semana Santa di Kota Reinha Flores Timur dibatalkan, Pawai Paskah di Kupang pun demikian, hingga pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang mengekang ekspresi di beberapa kota.

Lalu, sebuah pesan menggantung manja di benak saya, apa pesan Tuhan bagi kita melalui Pandemi Covid-19 ini? El tertular Covid-19 bukanlah sebuah kebetulan, tetapi Tuhan punya rancangan dan rencana yang luar biasa, Tuhan menyiapkan El Asamau menjadi saluran berkat dan bermanfaat lebih besar bagi Nusa Tenggara Timur.

Namun, kita dituntut lebih memproteksi diri dari Covid-19, kita dipaksa dengan pertimbangan keselamatan jiwa untuk melakukan pembatasan interaksi sosial (social distancing), jaga jarak interaksi (physical distancing), membudayakan diri cuci tangan, memakai masker, dilarang berjabat tangan hingga menakar tradisi cium hidung (Henge’do) yang menjadi budaya keakraban dan pemutus sengketa.

Kita pun dipinta oleh pemerintah untuk tidak panik dan melakukan protokol kesehatan diri, jangan menciptakan kerumunan, menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan bergizi dan berolahraga, dan memakai masker, baca http://gardaindonesia.id/2020/04/10/pasien-positif-covid-19-dirawat-di-rs-w-z-yohanes-gubernur-pinta-jangan-panik/

Efek kejut dari pengakuan tulus dari pegiat literasi dan pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kabupaten Alor ini justru agak memudahkan pemerintah melakukan penelusuran (contact tracing) dengan siapa saja El Asamau berinteraksi. Prosedur ini tampaknya bakal berbuntut pada kesadaran kita untuk lebih mawas diri memosisikan lokasi berdiri mengantri saat berbelanja obat di apotik, namun tidak serupa saat berbelanja di pasar tradisional, memesan makanan favorit via aplikasi, menghabiskan waktu membaca buku favorit, memainkan game online, berkumpul bersama keluarga tercinta (menepis sejenak kesibukan diri), bahkan menyadarkan kita membaca buku terlaris di dunia (Alkitab, red) guna mengisi waktu perpanjangan masa Pandemi Covid-19 entah sampai kapan.

Salam Sehat dan Jaga Jarak. Tuhan Memberkati Nusa Tenggara Timur

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polri Terus Dalami Kasus Roy Suryo dan Minta Keterangan 4 Ahli

    Polri Terus Dalami Kasus Roy Suryo dan Minta Keterangan 4 Ahli

    • calendar_month Sel, 9 Jan 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan Polri masih melakukan penyelidikan terkait laporan terhadap Roy Suryo. “Terkait dua laporan polisi terhadap Roy Suryo, masih dalam proses penyelidikan,” katanya di Mabes Polri pada Selasa, 9 Januari 2024. Kedua laporan polisi tersebut masing-masing Laporan Polisi Nomor: LP/B/2/I/2024/SPKT/BARESKRIM POLRI tanggal […]

  • GEMPAR Indonesia Menggurita di NTT, Yosef Lede Ambil Tongkat Estafet

    GEMPAR Indonesia Menggurita di NTT, Yosef Lede Ambil Tongkat Estafet

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • account_circle Roni Banase
    • visibility 524
    • 0Komentar

    Loading

    GEMPAR Indonesia merupakan salah satu organisasi kemasyarakatan (Ormas) bagi pemuda Kristen Protestan dan Kristen Katolik. Pembentukan ormas ini guna memberikan dampak positif bagi masyarakat dan salah satu visi besarnya adalah bergerak bersama menuju Indonesia Emas 2045.   Kupang | Generasi Muda Pembaharu Indonesia (GEMPAR Indonesia) merupakan organisasi pemuda yang bertujuan mentransformasi pembangunan Indonesia melalui kontribusi […]

  • Kematian Ternak Babi di Belu, Kadis Peternakan Pastikan Bukan Penyakit ASF

    Kematian Ternak Babi di Belu, Kadis Peternakan Pastikan Bukan Penyakit ASF

    • calendar_month Sab, 25 Jan 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Loading

    Belu- NTT, Garda Indonesia | Terkait kematian ternak babi yang sedang terjadi akhir- akhir ini di wilayah Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kepala dinas Peternakan, Umbu Niko memastikan bukan akibat dari adanya jangkitan virus African Swine Fever (ASF). “Sampai saat ini, sesuai dengan hasil lab., sampel darah babi sakit yang kami kirim ke […]

  • Relawan Milenial TTU Bertekad Menangkan SIAGA

    Relawan Milenial TTU Bertekad Menangkan SIAGA

    • calendar_month Sab, 12 Okt 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Loading

    Kefa | Sejumlah mahasiswa di Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang tergabung dalam Relawan Milenial secara resmi menyatakan dukungan untuk pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTT periode 2024—2029 nomor urut 3, Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu (SIAGA) pada Jumat, 11 Oktober 2024. Deklarasi dihelat di bundaran kilometer 9 jurusan Kupang, Kota […]

  • Indonesia–Iran, Berbagi Praktik Baik Penerapan Kab/Kota Layak Anak

    Indonesia–Iran, Berbagi Praktik Baik Penerapan Kab/Kota Layak Anak

    • calendar_month Rab, 18 Nov 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Loading

    Denpasar, Garda Indonesia | Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Iran telah memperpanjang kesepakatan bersama dalam melaksanakan program strategis sebagai wujud kerja sama dan persahabatan erat, terutama untuk mencapai kualitas hidup perempuan dan anak lebih baik dan komprehensif. Salah satunya melalui kegiatan Forum Internasional Berbagi Praktik Baik Implementasi Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) antara Indonesia dan Iran, yang […]

  • Gubernur Viktor : Pemimpin & ASN Harus Mengabdi dengan Semangat Militan

    Gubernur Viktor : Pemimpin & ASN Harus Mengabdi dengan Semangat Militan

    • calendar_month Rab, 18 Des 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Seorang manusia itu hebat kalau dia berkarya dan punya jiwa yang militan. Orang militan itu, dia tidak peduli terhadap hambatan yang ada. Dia tahan terhadap berbagai tekanan dan tantangan. Tidak mudah menyerah. Kalau dengan semangat militan pasti kita bisa capai tujuan. Baca : http://gardaindonesia.id/2019/12/16/anugerah-satya-lencana-karya-satya-bagi-asn-gubernur-viktor-asn-harus-fokus-kerja/ Demikian dikatakan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat […]

expand_less