Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Jangan Berasumsi Terhadap Teman Difabel

Jangan Berasumsi Terhadap Teman Difabel

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 23 Feb 2021
  • visibility 209
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Jangan bantu aku, alat bantuku adalah bagian dari tubuhku, jangan memegang atau memindahkan,” petikan pernyataan dari para penyandang disabilitas atau difabel yang disampaikan oleh Kuni Fatonah, Amd. saat Webinar Pelatihan Pshycology First Aid (PFA) dan Self Care oleh Humanity And Inclusion yang diikuti oleh para peserta di wilayah Kota Kupang pada tanggal 22—23 Februari 2021.

Kondisi tersebut, ujar Duta Inklusi tahun 2016 ini, dapat terjadi pada teman-teman difabel yang menggunakan tongkat. “Misalnya ada antrean di balai desa, ketika dia duduk dan tongkatnya disimpan di samping, lalu dipindahkan, bagaimana dia berjalan,” tanya Kuni seraya menyampaikan kondisi serupa dapat terjadi saat ada gempa bumi di mana semua orang lari, sementara teman difabel masih harus mencari tongkatnya.

Kondisi serupa, urai Kuni, dapat pula diberlakukan pada difabel yang menggunakan kursi roda. “Misalnya teman wartawan ingin bertanya (wawancara, red) dengan teman difabel pengguna kursi roda, maka dapat mengambil posisi jongkok agar sejajar, saat berbicara, maka upayakan pandangan mata sejajar, begitu pun ketika teman-teman non-difabel berjalan dengan teman difabel, pastikan dapat berjalan seirama,” urainya.

Ilustrasi saat mewancarai teman difabel pengguna kursi roda

Hal lain, imbuh Kuni yang juga merupakan difabel pengguna kursi roda, ketika teman non-difabel ingin membantu teman difabel pengguna kursi roda, maka pastikan jalur jalan lurus dan tidak terlalu menanjak. “Jika ingin membantu mendorong kursi pada posisi turun atau naik, maka sebaiknya buka kuncinya dulu kemudian dorong secara perlahan,” terangnya.

Selain itu, lanjut Kuni, jika teman non-difabel bertemu teman difabel Tuli (memiliki hambatan pendengaran, red). “Teman-teman yang memiliki hambatan pendengaran lebih nyaman dan suka dipanggil dengan “Teman Tuli” dan bukan Tuna Rungu. Cara berkomunikasi dengan mereka dapat dilakukan dengan bahasa isyarat atau dengan membuat gerakan bibir kita,” terang Asisten Program I am Safe di lembaga Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB) Indonesia (Kolaborasi SIGAB dan Human And Inclusion).

Maka, tegas peraih Penghargaan “Wanita Insipiratif “  di Kabupaten Sleman pada tanggal  21 April 2018, jika ingin membangun komunikasi dengan teman-teman Tuli, jangan berasumsi dengan mereka. “Saat bertemu dengan mereka, jangan bingung atau khawatir. Khusus di masa pandemi ini, tersedia masker transparan untuk Teman-teman Tuli. Juga kepada teman wartawan saat bertanya kepada Teman Tuli, upayakan bertanya tidak panjang (bertele-tele) dan dapat menggunakan gerak bibir,” jelasnya.

Kuni Fatonah (kiri bawah) saat menyampaikan materi dalam webinar yang dihelat oleh Humanity And Inclusion pada Senin, 22 Februari 2021

Bagaimana saat teman non-difabel bertemu dengan teman difabel netra (memiliki hambatan penglihatan, red) dan mengutamakan pendengaran? “Teman Netra memaksimalkan pendengaran. Ketika bertemu dengan mereka, kita dapat menggunakan cara visual (menggunakan suara dan menggambarkan situasi, red) dan saat ingin membantu menuntun berjalan, maka mereka yang memegang kita, bukan kita yang memegang mereka. Tujuannya agar saat kondisi naik atau turun mereka dapat merasakan gerak tubuh kita sambil memberikan penjelasan secara visual sambil menuntun mereka merasakan pijakan untuk mereka,” urai wanita kelahiran Bantul, 25 Mei 1973 ini dengan gamblang.

Lalu, bagaimana kita berinteraksi dengan teman-teman yang memiliki hambatan  intelektual (down syndrom)? Caranya secara perlahan kita memberikan tugas satu per satu, misalnya setiap pagi kita berikan tugas menyapa di pagi hari dan dilakukan secara terus-menerus dan memberikan  kepada mereka. “Dan bagaimana berhadapan dengan teman-teman yang memiliki hambatan mental (orang dengan gangguan jiwa [ODGJ] atau orang dengan gangguan psikososial [ODGP]), maka jangan kasar kepada mereka, kita harus sabar dan menghargai mereka,” tandasnya.

Kuni Fatonah pun kembali menegaskan bahwa kita jangan berasumsi kepada teman-teman difabel. “Pernah terjadi terhadap Teman Tuli, ketika seorang dokter tak bisa bahasa isyarat dan tidak ada juru bicara bahasa isyarat, maka terjadi kesalahan dalam pemberian obat,” pungkasnya seraya menyampaikan teman difabel mempunyai hak yang sama dengan teman non-difabel sehingga perlu perlakuan yang sama.

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto utama oleh trubus.id

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anita Gah Berteriak Lantang Tentang Peran Kader Posyandu

    Anita Gah Berteriak Lantang Tentang Peran Kader Posyandu

    • calendar_month Sel, 22 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Loading

    Kab Kupang, gardaindonesia.id | Para kader posyandu yang berasal dari desa-desa di Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang-Provinsi Nusa Tenggara Timur menyampaikan unek-unek mereka kepada Anita Jacoba Gah tentang pelayanan posyandu yang minim sarana dan prasarana seperti belum ada tempat atau rumah posyandu dan hal lain yang menghambat pelayanan para kader. Anita Gah anggota Legislatif Partai […]

  • SURYANATA Desak Copot Kasatpol PP Samarinda, Dampak Keroyok 8 Mahasiswa

    SURYANATA Desak Copot Kasatpol PP Samarinda, Dampak Keroyok 8 Mahasiswa

    • calendar_month Kam, 15 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Loading

    Samarinda, Garda Indonesia | Bermula dari aksi brutalisme ratusan Satpol PP menyerbu 8 aktivis saat diskusi dan ngopi, Aliansi Suara Rakyat Nusantara (SURYANATA) mendesak agar segera mencopot Kepala Satpol PP Samarinda dari Jabatannya serta oknum anggotanya yang terlibat dalam kasus tersebut. “Kami tidak membenarkan tindakan kejahatan tidak berperi kemanusiaan tersebut, karena telah melanggar dari norma […]

  • Pemuda dan Pancasila dalam Konflik Horisontal di Indonesia

    Pemuda dan Pancasila dalam Konflik Horisontal di Indonesia

    • calendar_month Sel, 4 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Denny Agiel Prasetyo Jakarta, Garda Indonesia | Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia saat ini yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo atau lebih dikenal dengan Pak Jokowi mencanangkan Gerakan Revolusi Mental yang Bertujuan untuk Mewujudkan Indonesia Raya yang Berdaulat dalam Politik, Berdikari dalam Ekonomi dan Berkepribadian dalam Kebudayaan atau disebut Trisakti. Namun pada kenyataannya […]

  • Ramadan 2024, PLN IP UBP Bukittinggi Salur Zakat Harta Pegawai

    Ramadan 2024, PLN IP UBP Bukittinggi Salur Zakat Harta Pegawai

    • calendar_month Kam, 14 Mar 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Loading

    Bukittinggi, Garda Indonesia | PLN Indonesia Power UBP Bukittinggi bekerja sama dengan Baznas Kabupaten Solok dan Basnaz Kabupaten Tanah Datar, menyalurkan zakat di Nagari Selingkar Danau Singkarak. Total zakat yang akan didistribusikan senilai 76 juta rupiah untuk Mustahik di 13 Nagari Salingka Danau Singkarak, yakni Nagari Paninggahan, Muaro Pinggai, Sumani, Singkarak, Kacang, Tikalak yang berada […]

  • Budidaya Cacing LR, Upaya Pemkot Kupang Dongkrak Ekonomi Pemulung

    Budidaya Cacing LR, Upaya Pemkot Kupang Dongkrak Ekonomi Pemulung

    • calendar_month Rab, 23 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Pemerintah Kota Kupang, melalui Tim Penggerak (TP) PKK, melakukan panen perdana cacing Lumbricus Rubellus (LR), yang dibudidayakan oleh masyarakat di kampung pemulung ‘Aku Ada’, Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Kota Lama, pada Selasa, 22 Oktober 2019. Ketua Pokja 3, PKK Kota Kupang, Henny Lukas menyampaikan bahwa program tersebut merupakan program utama […]

  • Tim Satops Patnal Lapas Kelas IIB Atambua Geledah Insidental Kamar WBP

    Tim Satops Patnal Lapas Kelas IIB Atambua Geledah Insidental Kamar WBP

    • calendar_month Jum, 8 Okt 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Guna mencegah gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui tim Satuan Operasional Kepatuhan Internal Pemasyarakatan (Satops Patnal) melakukan penggeledahan insidental terhadap semua kamar hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) pada Jumat malam, 8 Oktober 2021, pukul 20.00 WITA. Kepala […]

expand_less