Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Kemah Konservasi Selancar Pertama Dihelat di Sumba Barat NTT

Kemah Konservasi Selancar Pertama Dihelat di Sumba Barat NTT

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 22 Okt 2024
  • visibility 56
  • comment 0 komentar

Loading

Pertumbuhan wisata selancar dan pembangunan di daerah pesisir Sumba Barat diharapkan dapat diimbangi dengan upaya pelestarian ekosistem sekitar agar tetap berpegang teguh pada nilai-nilai leluhur.

Waikabubak | Puluhan anak muda dari 4 (empat) desa pesisir di Kecamatan Laboya Barat, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) berkumpul di Pantai Kerewei dan Pantai Watu Bela, Desa Patiala Bawa untuk mengikuti kegiatan Kemah Konservasi Selancar (Surf Conservation Camp), sejak 21 hingga 23 Oktober 2024. Kegiatan ini diinisiasi oleh Konservasi Indonesia (KI) dan Yayasan Satu Visi (YSV) berkolaborasi dengan Pemda Sumba Barat bertujuan membangun hubungan yang lebih erat dengan ekosistem pesisir melalui pelatihan dalam keterampilan berselancar dan pendidikan lingkungan hidup.

Di pesisir Sumba Barat, potensi pariwisata selancar menjadi salah satu sektor yang menjanjikan. Berbagai ekosistem seperti mangrove, terumbu karang, dan padang lamun menjadi elemen krusial yang mendukung keberlanjutan wisata selancar. Selain membangun kapasitas anak muda dalam selancar.

Kemah Konservasi Selancar bertujuan menyatukan para peselancar, pencinta lingkungan, dan anggota masyarakat untuk membangun masa depan yang berkelanjutan bagi ekosistem laut Pulau Sumba. Ekosistem-ekosistem ini berada dalam wilayah komunitas adat lokal yang selama bertahun-tahun hidup berdampingan dengan alam.

Penjabat Bupati Sumba Barat, Dra. Flouri Rita Wuisan, M.M. mengatakan wisata selancar saat ini sedang berkembang pesat di Sumba, khususnya di Kabupaten Sumba Barat. Dan Kemah Konservasi Selancar merupakan ruang dipakai mengembangkan wisata selancar sehingga menunjang perekonomian masyarakat.

“Tugas kami sebagai pemerintah akan terus mendukung program konservasi selancar (Surf Conservation) di Sumba Barat. Strategi pemerintah Sumba Barat dalam membangun daerah akan selalu melibatkan stakeholder seperti LSM, masyarakat, dan akademisi untuk pembangunan wilayah pesisir. Dari pemerintah di tingkat desa hingga pemerintah kabupaten, semua siap mendukung dan berkolaborasi dalam program ini,” ujarnya saat membuka Kemah Konservasi Selancar.

Penjabat Bupati Sumba Barat, Flouri Rita Wuisan membuka sekaligus menyambut para peserta yang hadir di acara Kemah Konservasi Selancar. Foto : tim

Komunitas adat di Sumba atau yang dikenal dengan masyarakat Marapu, hidup dengan nafas kearifan lokal secara turun temurun yang sangat kental terkait keterhubungan antara darat dan laut. Para Rato (pemimpin adat) yang juga turut hadir dalam kegiatan ini mengungkapkan pertumbuhan wisata selancar dan pembangunan di daerah pesisir Sumba Barat diharapkan dapat diimbangi dengan upaya pelestarian ekosistem sekitar agar tetap berpegang teguh pada nilai-nilai leluhur.

“Saya bersama masyarakat adat di Sumba ini turun-temurun menjaga alam karena alam sangat penting bagi masyarakat Marapu. Kami memiliki kesepakatan adat yang mengatur tentang pengelolaan sumber daya alam darat, pesisir dan laut wilayah adat,” ungkap Rato Mati Duka Kobu. Melalui program Konservasi Selancar, pemberdayaan masyarakat lokal dikuatkan dalam mengelola sumber daya alam dan mempertahankan kearifan lokal yang telah dijaga selama ini.

Dengan tema “Empowering the next generation of Indigenous Surfers and Conservation Leaders”, acara ini terdiri atas kegiatan belajar dan latihan (baik di darat maupun di air), dengan dipandu oleh para instruktur dan pegiat konservasi.

Petrus Laja sebagai instruktur selancar lokal asal Sumba Barat menyampaikan antusiasmenya dapat melatih anak-anak muda. “Saya percaya bahwa alam Sumba harus kita jaga demi kehidupan kita semua. Saya merasa bangga dapat terlibat dalam kegiatan ini berharap suatu saat nanti saya bisa mendirikan sekolah khusus selancar bagi anak-anak di Sumba Barat agar dapat menciptakan lapangan pekerjaan. Di sisi lain, ada banyak terumbu karang, hewan-hewan laut seperti ikan, penyu, bahkan dugong dan lainnya yang harus kita jaga,” ujarnya.

Para peserta beserta undangan berfoto bersama seusai kegiatan pembukaan Kemah Konservasi Selancar di depan Pantai Kerewei, Sumba Barat. Foto : tim

Selain pemberian keterampilan teknis berselancar, anak-anak juga mendapatkan donasi papan selancar dari para donatur. ”Saya semakin bersemangat mencoba belajar selancar, selama ini hanya ikut lomba berenang saja, dan belum pernah mencoba berselancar. Di acara ini saya tidak hanya bertemu banyak teman tapi juga bisa belajar dari para instruktur yang dengan sabar membimbing kami semua,” ucap Apliana Dedu Ngara, siswi SMP dari Desa Baliloku yang menjadi salah satu peserta acara ini.

Vice President Program Konservasi Indonesia, Fitri Hasibuan mengungkapkan bahwa kemah konservasi selancar menjadi satu pendekatan yang dilakukan untuk membangun generasi peselancar berikutnya yang memiliki kesadaran lingkungan dan budaya lokal dengan berbasis pada keadilan gender dan kesetaraan sosial. “Kami yakin kegiatan ini adalah langkah yang baik untuk meningkatkan kepekaan anak-anak muda terhadap upaya perlindungan ombak kelas dunia dan ekosistem laut yang sangat penting untuk masa depan,” ungkapnya.

Acara Kemah Konservasi Selancar 2024 merupakan bagian dari program Konservasi Selancar yang diinisiasi oleh Konservasi Indonesia dan para mitra untuk meningkatkan kerja-kerja konservasi melalui dukungan kepada komunitas selancar untuk turut menjaga lingkungan. Di Indonesia, program Konservasi Selancar tak hanya dilaksanakan di Sumba Barat tetapi juga di wilayah lainnya yaitu Nias, Sumatra Utara.

Tentang Konservasi Indonesia

Konservasi Indonesia (KI) merupakan yayasan nasional yang bertujuan mendukung pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan di Indonesia. KI percaya pentingnya kemitraan multi pihak yang bersifat lintas sektor dan yurisdiksi untuk mendukung pelestarian lingkungan di Indonesia. Bermitra dengan Pemerintah dan para mitra, KI merancang dan menghadirkan solusi inovatif berbasis-alam, serta pendekatan strategi pengelolaan bentang alam dan bentang laut yang terintegrasi dan berkelanjutan untuk menghasilkan dampak positif dalam jangka panjang bagi masyarakat dan alam Indonesia. Informasi lebih lanjut: http://www.konservasi-id.org

Sumber (*/tim Konservasi Indonesia)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fortiter In Re, Suaviter In Modo, Potret Laka Lena atas Mgr. Petrus Turang

    Fortiter In Re, Suaviter In Modo, Potret Laka Lena atas Mgr. Petrus Turang

    • calendar_month Sel, 8 Apr 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 72
    • 1Komentar

    Loading

    Gubernur Laka Lena memandang Mgr. Petrus Turang bukan hanya sebagai seorang gembala, namun menanamkan benih-benih kebaikan dan cinta kasih dalam perbuatan nyata untuk mendorong pemberdayaan ekonomi umat dan masyarakat.   Kupang | Uskup Agung Kupang kedua, Mgr. Petrus Turang disemayamkan di sisi Timur Gereja Katedral Kristus Raja Kupang pada Selasa, 8 April 2025. Sosok uskup […]

  • Januari—Maret 2024, Tarif Listrik PLN Tidak Naik

    Januari—Maret 2024, Tarif Listrik PLN Tidak Naik

    • calendar_month Jum, 29 Des 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | PT PLN (Persero) siap menjalankan keputusan pemerintah untuk menjaga tarif listrik tidak mengalami perubahan atau tetap pada periode Januari—Maret 2024. Hal ini dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat dan menjaga pertumbuhan ekonomi. Kebijakan ini berlaku bagi 13 pelanggan nonsubsidi dan 25 golongan pelanggan bersubsidi. Meskipun dalam tantangan perekonomian global dan harga […]

  • Tantangan Pendidikan Filsafat dan Perlunya Polisi Berkarakter

    Tantangan Pendidikan Filsafat dan Perlunya Polisi Berkarakter

    • calendar_month Jum, 3 Feb 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Irjen Pol (P) Drs. Sisno Adiwinoto, M.M. Ke depan diprediksi masih akan ada elite atau kelompok kepentingan tertentu yang akan terus mempersoalkan “posisi Polri.” Hal ini karena polisi memang selalu “seksi.” Saat ini dan terutama ke depan, sangat diperlukan sosok anggota Polri yang berkarakter. Nah, karakter bagaimana yang dibutuhkan ke depan, jawabannya tegas: […]

  • SMKN 3 Mataram dan PLN UIP Nusra Kejar Bengkel Konversi Grade A

    SMKN 3 Mataram dan PLN UIP Nusra Kejar Bengkel Konversi Grade A

    • calendar_month Ming, 18 Mei 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Loading

    Bengkel konversi SMKN 3 Mataram juga telah menghasilkan 66 produk kendaraan listrik, termasuk motor konversi, dokar listrik, buggy car, sepeda listrik, dan gerobak listrik. Produk unggulan SMK 3, R-One Smekti, bahkan berhasil tampil di ajang nasional IEMS 2022 di Jakarta.   Mataram | Sekolah binaan program ‘PLN Peduli’ PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa […]

  • Mohammad Tonny Harjono Jadi Kepala Staf Angkatan Udara

    Mohammad Tonny Harjono Jadi Kepala Staf Angkatan Udara

    • calendar_month Sab, 6 Apr 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Mohammad Tonny Harjono merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Udara lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 1993. Ia pun mendapatkan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi menjadi Marsekal TNI. Kenaikan pangkatnya didasarkan pada surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 26/TNI/Tahun 2024 tentang Kenaikan Pangkat dalam Golongan Perwira Tinggi TNI. Mohammad Tonny Harjono […]

  • Temu Majelis Jemaat Baith El Oelanisa, VBL: Gereja Harus Jadi Pusat Belajar

    Temu Majelis Jemaat Baith El Oelanisa, VBL: Gereja Harus Jadi Pusat Belajar

    • calendar_month Sen, 5 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT,  Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL)  dalam berbagai kesempatan bertatap muka dengan pemuka agama meminta agar gedung gereja tidak hanya menjadi tempat ibadah tapi juga menjadi pusat pengembangan pendidikan. “Gereja harus juga jadi pusat belajar.  Bukan hanya untuk belajar ilmu-ilmu ketuhanan tapi juga ilmu-ilmu lainnya. Gedung gereja dapat juga digunakan sebagai […]

expand_less