Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Kematian Siswa SD di Ngada, AKPRESI NTT Sorot Peran Negara

Kematian Siswa SD di Ngada, AKPRESI NTT Sorot Peran Negara

  • account_circle Ferdy Daud
  • calendar_month Ming, 8 Feb 2026
  • visibility 267
  • comment 0 komentar

Loading

Ketua DPD AKPERSI NTT, Lusia Djunencahayanna, menekankan bahwa tragedi tersebut tidak dapat dipandang sebagai persoalan kemiskinan semata.

 

Manggarai | Peristiwa kematian seorang siswa sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 29 Januari 2026, memantik keprihatinan Publik. Salah satunya datang dari Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Keluarga Pers Indonesia, Nusa Tenggara Timur (DPD AKPERSI NTT).

Tragedi kematian Siswa SD tersebut diduga mengakhiri hidup akibat tekanan ekonomi setelah tidak mampu membeli buku dan alat tulis untuk keperluan sekolah.

DPD AKPERSI NTT, menegaskan peristiwa tersebut sebagai cermin lemahnya peran negara dalam menjamin hak dasar anak, khususnya di sektor pendidikan dan perlindungan sosial.

Ketua DPD AKPERSI NTT, Lusia Djunencahayanna, menekankan bahwa tragedi tersebut tidak dapat dipandang sebagai persoalan kemiskinan semata. Menurut dia, kasus ini menjadi alarm serius bagi Pemerintah Kabupaten Ngada, Pemprov NTT dan Presiden Prabowo Subianto serta bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan.

“Kematian ananda Yohanes merupakan tamparan bagi kita semua. Ketika seorang anak kehilangan harapan hanya karena tidak mampu membeli alat tulis, itu menandakan sistem perlindungan sosial dan pendidikan belum berjalan sebagaimana mestinya,” kata Lusia dalam keterangan tertulis yang diterima Portal Berita Garda Indonesia, Sabtu, 7 Februari 2026.

Senada dengan itu, Sekretaris DPD AKPERSI NTT, Arnoldus Yurgo Purab, menyebut peristiwa tersebut sebagai refleksi krisis solidaritas sosial. Ia menilai tragedi itu menunjukkan rapuhnya kepedulian terhadap anak-anak dari keluarga rentan.

“Surat yang ditinggalkan anak tersebut menjadi pengingat bahwa solidaritas sosial kita sedang melemah. Buku dan pena seolah bernilai lebih mahal daripada masa depan seorang anak,” ujar Arnoldus.

Sorot amanat konstitusi

AKPERSI NTT menilai tragedi tersebut mengindikasikan belum optimalnya pelaksanaan amanat Pasal 31 Undang-Undang Dasar 1945. Pasal tersebut menjamin hak setiap warga negara untuk memperoleh pendidikan dan mewajibkan negara membiayai pendidikan dasar.

Menurut AKPERSI, peristiwa ini memperlihatkan kesenjangan antara komitmen konstitusional dan realitas di lapangan, terutama di wilayah terpencil NTT yang masih menghadapi keterbatasan fasilitas pendidikan dan akses bantuan.

AKPERSI NTT juga mendesak kepada pemerintah pusat untuk mempercepat realisasi program Sekolah Rakyat yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut dinilai penting untuk memperluas akses pendidikan yang merata, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di daerah terisolasi.

Pernyataan sikap

‎Pernyataan sikap dari Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) NTT menitikberatkan perhatian pada lima sektor krusial sebagai upaya akselerasi kualitas pendidikan di daerah,

Pertama, mendesak Pemkab Ngada dan Pemprov NTT mengevaluasi penyaluran dana bantuan pendidikan secara transparan agar menyentuh keluarga paling rentan. Dan menagih janji konstitusi tentang mencerdaskan kehidupan bangsa. Bagaimana mungkin di tengah narasi “Indonesia Emas 2045”, seorang anak harus meregang nyawa karena alat tulis? Kami mengkritik keras alokasi anggaran yang sering kali habis untuk birokrasi, namun gagal menyentuh meja belajar anak-anak di pelosok

‎Kedua, ‎kepada para pemuka agama, kami mengetuk pintu rumah ibadah. Agama tidak boleh hanya berhenti di mimbar dan ritual. Jika di samping rumah ibadah yang megah masih ada anak yang putus asa karena sebatang pena, maka ada yang salah dengan cara kita beriman.Tugas agama adalah memastikan tidak ada umat yang merasa sendirian dalam penderitaannya.

‎Ketiga, budaya dan sosial, tragedi ini terjadi di tengah-tengah kita. Ini adalah sinyal bahwa kohesi sosial kita sedang sakit. Kita terlalu sibuk dengan gawai dan urusan sendiri hingga gagal melihat tetangga yang sedang sekarat dalam kemiskinan. Jangan biarkan individualisme membunuh kearifan lokal kita untuk saling menjaga semangat gotong royong “Pata Dela” dan “Fai Ga’e” agar beban ekonomi tidak dipikul sendirian.

‎Keempat, untuk rekan Pers, ‎saya menginstruksikan seluruh anggota Asosiasi Keluarga Pers Indonesia untuk tidak berhenti pada berita permukaan. Gali hingga ke akar masalah. Jadikan pena kalian sebagai alat untuk menuntut keadilan, agar tidak ada lagi nyawa yang hilang hanya karena ingin belajar.

‎Pers tetap menjalankan kontrol sosial tajam sebagai jembatan informasi antara kemiskinan pelosok dan pemegang kebijakan.

‎Ia juga menambahkan, bahwa rasa empati menjadi jembatan solidaritas Tanpa Batas serta Komitmen jurnalis sebagai penyambung lidah bagi mereka yang tak terdengar agar tidak ada lagi “pena yang patah” karena beban hidup.

‎”Kami tidak akan membiarkan pena yang gagal ia beli menjadi prasasti kegagalan kita sebagai bangsa. AKPERSI NTT akan terus mengawal isu ini hingga ada perubahan kebijakan konkret,” tambah Lusia.

‎Menutup keterangannya, AKPERSI NTT juga mengingatkan seluruh media massa yang tergabung dalam AKPERSI NTT untuk tetap menjaga etika jurnalistik dalam peliputan isu sensitif ini. Media diharapkan menghormati privasi keluarga korban dan menghindari pemberitaan yang bersifat traumatis demi menjaga psikologi masyarakat.(*)

  • Penulis: Ferdy Daud

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PLN Siap Strategi Mitigasi Perubahan Iklim ‘Carbon Neutral’ pada 2060

    PLN Siap Strategi Mitigasi Perubahan Iklim ‘Carbon Neutral’ pada 2060

    • calendar_month Sel, 30 Agu 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Loading

    Nusa Dua, Garda Indonesia | PT PLN (Persero) melakukan sejumlah upaya mitigasi perubahan iklim, salah satunya dengan memaksimalkan operasional pembangkit yang ada dan secara paralel mengganti pembangkit listrik yang lebih ramah lingkungan. Direktur Perencanaan Korporat PLN, Evy Haryadi mengatakan, PLN telah berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon. Selain dukungan penugasan dari pemerintah, juga sebagai bentuk tanggung […]

  • Densus 88 Tangkap 13 Pelaku Terorisme di Riau

    Densus 88 Tangkap 13 Pelaku Terorisme di Riau

    • calendar_month Ming, 18 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Polri menyampaikan bahwa jumlah pelaku tindak pidana terorisme yang ditangkap Densus 88 Antiteror Polri di Provinsi Riau bertambah. Total sebanyak 13 pelaku ditangkap Densus 88. “Densus 88 Antiteror Polri melakukan upaya penegakan hukum penangkapan terhadap 13 orang pelaku tindak pidana terorisme di provinsi Riau,” jelas Jubir Divhumas Polri Kombes. Pol. Ade […]

  • HUT Ke-95 NU, Ketua KPK Urai Sumbangsih NU Bagi Pemberantasan Korupsi

    HUT Ke-95 NU, Ketua KPK Urai Sumbangsih NU Bagi Pemberantasan Korupsi

    • calendar_month Ming, 31 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Minggu 31 Januari 2021, warga Nahdliyin memperingati Hari Lahir (Harlah) Ke-95 Nahdlatul Ulama (NU). Bukan hanya organisasi sosial keagamaan dengan basis dukungan sosial terbesar di Indonesia bahkan di dunia, NU adalah salah satu komponen bangsa yang sangat besar peranannya dalam berjuang merebut, membentuk, mempertahankan dan menjaga negeri ini. Demikian ujar Ketua […]

  • Ajang ENSIA 2025, Pertamina Patra Niaga Raih 70 Penghargaan

    Ajang ENSIA 2025, Pertamina Patra Niaga Raih 70 Penghargaan

    • calendar_month Sab, 20 Sep 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Loading

    ENSIA telah menjadi panggung apresiasi bergengsi sejak pertama kali dihelat pada tahun 2022. Tahun 2025 ini menandai penyelenggaraan keempat mengangkat tema “Innovation for Socio-Economic and Ecological Harmony”.   Jakarta | Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus kembali membuktikan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan dan sosial dengan meraih prestasi gemilang di ajang Environmental and Social Innovation Award (ENSIA) […]

  • HLN 2018 – Menteri Rini Himbau PLN Jadikan Indonesia Terang Benderang

    HLN 2018 – Menteri Rini Himbau PLN Jadikan Indonesia Terang Benderang

    • calendar_month Ming, 18 Nov 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Hari Listrik Nasional (HLN) diperingati setiap tanggal 27 Oktober. Pada HLN ke-73, PLN merayakan kegiatan Family Fun Day 2018 bersama 25.000 peserta yang terdiri dari pegawai dan keluarga besar PLN se-Jabodetabek, Minggu (18/11/18) di Jakarta Convention Center, Jakarta. Kegiatan ini dimulai dengan fun walk di sekitar Senayan yang diikuti oleh Menteri BUMN […]

  • Gubernur VBL Pinta Pemda Rote Ndao Siapkan Festival Mulut Seribu

    Gubernur VBL Pinta Pemda Rote Ndao Siapkan Festival Mulut Seribu

    • calendar_month Kam, 8 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Loading

    Rote Ndao-NTT, Garda Indonesia | Pada hari Rabu, 7 Agustus 2019, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), kembali melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Rote Ndao Kedatangan Gubernur VBL kali ini selain untuk melihat perkembangan kemajuan kehidupan masyarakat di beberapa kecamatan di Rote Ndao, juga untuk melakukan peletakan batu pertama pembangunan cottage di dekat […]

expand_less