Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pertanian Perkebunan » Langkah CIRMA Tekan Penurunan Nilai Tukar Petani NTT Saat Musim Hujan

Langkah CIRMA Tekan Penurunan Nilai Tukar Petani NTT Saat Musim Hujan

  • account_circle Roni Banase
  • calendar_month Ming, 11 Jan 2026
  • visibility 188
  • comment 0 komentar

Loading

Merespons kondisi ini, tekan John Mangu Ladjar, langkah konkret CIRMA tidak berhenti pada bantuan sesaat, tetapi pada perbaikan struktur ekonomi petani kecil. Ada beberapa intervensi kunci yang sedang dan terus didorong.

 

Kupang | Nilai Tukar Petani Nusa Tenggara Timur (NTP NTT) tercatat mengalami penurunan pada periode musim hujan. Kondisi ini mencerminkan melemahnya daya beli petani akibat tidak seimbangnya harga yang diterima petani dan biaya produksi yang terus meningkat. Penurunan NTP di musim hujan bukan fenomena baru di NTT, namun kembali terulang akibat kombinasi faktor struktural dan musiman yang belum tertangani secara optimal.

Penurunan NTP NTT pada Desember 2025 tercatat sebesar 101,46 atau turun tipis dibandingkan November 2025 yang berada pada angka 101,50 disebabkan karena kenaikan indeks harga yang dibayar petani lebih tinggi. Indeks harga yang diterima petani naik 0,46 persen, sementara indeks harga yang dibayar meningkat 0,55 persen. Demikian disampaikan Kepala BPS NTT, Matamira B. Kale, Senin, 5 Januari 2026.

Mencermati kondisi ini, lembaga swadaya masyarakat, Centrum Inisiatif Rakyat Mandiri (CIRMA) yang melakukan pendampingan dan pembinaan kepada petani di 30 desa di Timor Barat menyampaikan bahwa pada periode musim hujan (Oktober—Maret), NTP di NTT cenderung tertekan.

Direktur CIRMA, John Mangu Ladjar pada Jumat, 9 Januari 2026 menyatakan, dari pembacaan lapangan CIRMA di Timor Barat, ada dua faktor utama yang berulang setiap tahun.

Pertama, masa tanam hortikultura utama sudah terlewat, sementara sebagian besar petani kecil masih sangat bergantung pada hortikultura musiman sebagai sumber pendapatan cepat. Ketika fase panen berakhir dan belum ada komoditas baru yang masuk siklus produksi, arus kas petani melemah, sementara biaya konsumsi dan kebutuhan rumah tangga tetap berjalan.

Kedua, lemahnya sandaran komoditas non-hortikultura dan komoditas umur panjang di tingkat petani kecil. Ini membuat petani tidak memiliki penyangga ekonomi ketika hortikultura berhenti berproduksi. Akibatnya, pada musim hujan, petani berada pada posisi rentan: pendapatan turun, daya beli melemah, dan NTP ikut tertekan.

Merespons kondisi ini, tekan John Mangu Ladjar, langkah konkret CIRMA tidak berhenti pada bantuan sesaat, tetapi pada perbaikan struktur ekonomi petani kecil. Ada beberapa intervensi kunci yang sedang dan terus didorong di Timor Barat berupa:

Diversifikasi sumber pendapatan petani. CIRMA mendorong petani tidak hanya bertumpu pada hortikultura musiman, tetapi mulai membangun portofolio komoditas non-horti dan umur panjang seperti pinang, kopi, kemiri, serta agroforestri berbasis lahan kering. Ini penting sebagai penyangga pendapatan lintas musim.

Penyesuaian kalender tanam berbasis iklim. Melalui Sekolah Lapang Iklim dan Serial Belajar Iklim, CIRMA membantu petani membaca pola hujan, menghindari salah waktu tanam, dan meminimalkan gagal produksi yang berdampak langsung pada NTP.

Penguatan kelembagaan kelompok tani. Ketika petani berkelompok dengan SOP produksi, pencatatan biaya, dan perencanaan tanam yang jelas, tekanan biaya bisa ditekan dan posisi tawar petani terhadap pasar menjadi lebih baik, meski di musim paceklik.

Pendampingan intensif, bukan kunjungan sesaat. CIRMA menggunakan pendekatan live-in dan pendampingan berkelanjutan agar petani mampu mengambil keputusan ekonomi yang lebih rasional, termasuk kapan menanam, kapan menahan jual, dan bagaimana mengelola pendapatan antar musim.

Mendorong komoditas sebagai tabungan jangka panjang. Komoditas umur panjang tidak kami posisikan sekadar tanaman, tetapi sebagai “aset hidup” rumah tangga petani yang kelak menjadi bantalan ekonomi saat hortikultura tidak lagi menjadi penopang utama.

Bagi CIRMA, penurunan NTP bukan sekadar isu statistik, tetapi cerminan rapuhnya struktur ekonomi petani kecil. Karena itu, intervensi dari pihak mana pun perlu diarahkan untuk memastikan petani tidak terus-menerus jatuh setiap musim hujan, melainkan perlahan memiliki ketahanan ekonomi yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Apresiasi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Umbu Wanda menyampaikan apresiasi kepada CIRMA yang menaruh perhatian kepada pembinaan dan pendampingan petani di Timor Barat.

“Pertanian mulai bergairah dari sisi ekonomi semenjak diterapkan program hilirisasi dari Presiden Prabowo Subianto dan Dasa Cita pembangunan dari Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, dapat membangun kerja sama pentahelix mendorong sektor pertanian,” ungkapnya.

Ditekankan Joaz Umbu Wanda, ke depan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di NTT harus mulai melakukan proses pendampingan dan pemberdayaan dan menerapkan konsep pertanian cerdas atau smart farming dengan langkah mitigasi dan kolaborasi pentahelix.

“Kita inginkan semua lembaga swadaya masyarakat tak hanya melakukan pendampingan, namun perlu juga dilakukan pemberdayaan. Dan kami berterima kasih CIRMA yang telah melakukan proses tersebut,” tandasnya.(*)

  • Penulis: Roni Banase

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot Kupang Teken MoU dengan Rumah Sakit ‘Second Line Covid-19’

    Pemkot Kupang Teken MoU dengan Rumah Sakit ‘Second Line Covid-19’

    • calendar_month Kam, 7 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Pemkot Kupang berkomitmen untuk meningkatkan kesigapan dalam penanganan Covid-19 terutama di bidang medis melalui rumah sakit second line. Pada Rabu, 6 Mei 2020, Pemkot Kupang melakukan penandatanganan kerja sama (MoU) dengan rumah sakit second line yang dilaksanakan di Podium Lapangan Upacara Kantor Walikota Kupang, sesuai keprotokolan pencegahan penularan Covid-19 dalam […]

  • Banjir Bandang Melanda Sumbar; 3 Orang Wafat & 2 Hilang, Puluhan Rumah Terendam

    Banjir Bandang Melanda Sumbar; 3 Orang Wafat & 2 Hilang, Puluhan Rumah Terendam

    • calendar_month Jum, 12 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Loading

    Sumbar, gardaindonesia.id | Kejadian Bencana Alam berupa banjir bandang di beberapa tempat di Sumatera Barat (Sumbar) pada hari Kamis/11 Oktober 2018 sejak sore hingga malam hari. Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB kepada media menyampaikan data data sebagai berikut: 1. Kabupaten Pesisir Selatan Koto Rawang, Kecamatan Lengayang genangan air 40-50 cm; […]

  • Timor Leste Pinta PB Perbakin Kerja Sama Perkuat Atlet Petembak

    Timor Leste Pinta PB Perbakin Kerja Sama Perkuat Atlet Petembak

    • calendar_month Sab, 24 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pengurus Besar Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Indonesia (PB Perbakin), menerima tawaran kerja sama dengan East Timor Shooting Federation  dari Timor Leste dalam rangka memperkuat atlet petembak mereka. Penandatanganan kerja sama (MoU) antara kedua pihak dilangsungkan pada Sabtu, 24 Agustus 2019 pukul 08.00 WIB di gedung Lapangan Tembak Senayan. Ketua Umum […]

  • Waspada Potensi Angin Kencang di Wilayah NTT pada 12—16 Juni 2025

    Waspada Potensi Angin Kencang di Wilayah NTT pada 12—16 Juni 2025

    • calendar_month Kam, 12 Jun 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Loading

    Forcaster BMKG NTT kepada media menyampaikan bahwa pada tanggal 13—16 Juni 2025, diprakirakan kecepatan angin di wilayah NTT berkisar antara 5—25 knots.   Kupang | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat di sejumlah wilayah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang yang diperkirakan terjadi pada hari ini, Kamis, 13 Juni 2025 hingga Minggu, […]

  • Perdana, Kota Kupang Raih Opini WTP Sejak Jadi Daerah Otonom

    Perdana, Kota Kupang Raih Opini WTP Sejak Jadi Daerah Otonom

    • calendar_month Kam, 30 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Untuk pertama kalinya dalam sejarah sejak berdiri sebagai daerah otonom 24 tahun lalu, Kota Kupang meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kota Kupang Tahun 2019. Penyerahan LHP BPK kali ini berbeda dari biasanya karena berlangsung […]

  • Imbauan Wali Kota Kupang Terkait Cuaca Ekstrem Periode 4—7 Januari 2020

    Imbauan Wali Kota Kupang Terkait Cuaca Ekstrem Periode 4—7 Januari 2020

    • calendar_month Jum, 3 Jan 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Wali Kota Kupang, Jefry Riwu Kore dalam rilisnya bernomor 01/PKP.019/I/2020 tertanggal 3 Januari 2020 menyampaikan imbauan terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah Kota Kupang dan sekitarnya yang didasarkan atas informasi BMKG tentang ‘Waspada Potensi Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan’. Berdasarkan hasil pantauan BMKG masih terdapat indikasi peningkatan potensi cuaca ekstrem […]

expand_less