Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Lestarikan Tradisi Perkawinan, Dinas P&K TTS Helat Lomba Antar Pelajar SD dan SMP

Lestarikan Tradisi Perkawinan, Dinas P&K TTS Helat Lomba Antar Pelajar SD dan SMP

  • account_circle Daud Nubatonis
  • calendar_month Ming, 23 Nov 2025
  • visibility 232
  • comment 0 komentar

Loading

Musa Benu berharap para peserta mampu menunjukkan pemahaman dan praktik nilai-nilai budaya luhur karena kemenangan bukanlah tujuan utama, melainkan proses belajar, bekerja sama, dan menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah.

 

SoE | Suasana meriah dan penuh warna mewarnai pelaksanaan Lomba Upacara Adat Perkawinan tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), yang dihelat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS, Sabtu, 22 November 2025, bertempat di Hotel Timor Megah, SoE.

Kegiatan ini berhasil menarik perhatian para pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, masyarakat, guru, serta para orang tua yang hadir menyaksikan langsung penampilan para peserta muda dalam membawakan kekayaan tradisi perkawinan dari berbagai daerah di TTS.

Pada sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS, Musa S. Benu, S.H., sekaligus membuka kegiatan secara resmi, menyampaikan bahwa pelaksanaan lomba ini merupakan wujud komitmen dalam melestarikan nilai-nilai budaya daerah, khususnya adat dan tradisi masyarakat TTS yang kaya akan simbol, tata cara, serta filosofi luhur.

“Upacara adat perkawinan bukan sekadar prosesi seremonial, tetapi juga merupakan wadah pendidikan moral, etika, penghargaan terhadap anak-anak dan keluarga, serta keselarasan hidup dalam masyarakat,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa melalui kegiatan lomba ini, nilai-nilai budaya ditanamkan sejak dini kepada anak-anak agar mereka tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga berkarakter, berbudaya, dan memiliki rasa bangga terhadap identitas sebagai anak TTS.

“Kepada anak-anakku peserta lomba, saya berpesan: bertandinglah dengan penuh sportivitas, tampilkan yang terbaik, dan jadikan kegiatan ini sebagai kesempatan untuk belajar, melatih kepercayaan diri, serta memahami akar budaya kita,” ujar Musa.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kebudayaan merupakan identitas tempat jati diri tumbuh, serta wadah pewarisan nilai dan kearifan dari generasi ke generasi. Perkembangan zaman yang begitu cepat, menurutnya, kerap membuat generasi muda semakin jauh dari akar budaya sendiri. Karena itu, kegiatan seperti lomba upacara adat perkawinan menjadi sangat penting sebagai sarana untuk mengenalkan sekaligus menghayati adat istiadat yang penuh makna tentang hormat, kebersamaan, dan tanggung jawab.

“Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh SD dan SMP yang telah mempersiapkan peserta didik dengan penuh dedikasi,” ujarnya lagi.

Ia berharap para peserta mampu menunjukkan pemahaman dan praktik nilai-nilai budaya luhur, karena kemenangan bukanlah tujuan utama, melainkan proses belajar, bekerja sama, dan menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah.

Sementara itu, Ketua Panitia, Okran K. H. Betty, S.Hut, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini digelar sebagai bagian dari upaya melestarikan kekayaan budaya bangsa, khususnya tradisi upacara adat perkawinan warisan leluhur.

“Budaya harus ditanamkan sejak dini agar generasi muda mengenal dan memahami akar budaya mereka. Saat ini, nilai budaya kita mulai memudar,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa penilaian dalam lomba tidak hanya berfokus pada kemampuan menampilkan prosesi adat, tetapi juga pada kreativitas, kerja sama tim, dan keberanian peserta dalam menunjukkan identitas budaya masing-masing.

“Harapan kami, kegiatan ini dapat menjadi sarana edukasi sekaligus memperkuat rasa bangga terhadap keberagaman budaya Indonesia, khususnya budaya di TTS tercinta,” tutur Okran.

Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan bahasa daerah serta ritual adat kepada para pelajar SD dan SMP di TTS, sekaligus menjadi tolok ukur komitmen dalam melestarikan budaya daerah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya generasi muda, akan pentingnya adat dan budaya sebagai identitas yang harus dijaga.

Adapun peserta lomba kategori SD terdiri atas tujuh sekolah, yaitu SD GMIT SoE 1, SD Negeri Hane, SD Inpres Kobelete, SD Inpres Oenali, SD Inpres Sekip, SD Inpres Oekamusa, dan SD Inpres Nefotes.

Sementara kategori SMP diikuti oleh tiga sekolah, yaitu SMP Negeri Sakteo, SMP Negeri Naip, dan SMP Negeri Boentuka.(*)

 

  • Penulis: Daud Nubatonis
  • Editor: Roni Banase

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Provinsi NTT Jadi Contoh Kehidupan Bertoleransi di Indonesia

    Provinsi NTT Jadi Contoh Kehidupan Bertoleransi di Indonesia

    • calendar_month Sab, 4 Jan 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) pada Jumat, 3 Januari 2020, bertempat di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT, bertindak selaku Inspektur Upacara pada Peringatan ke-74 Hari Amal Bakti. Sambutan tertulis Menteri Agama RI yang dibacakan langsung oleh Gubernur NTT, mengatakan bahwa Kementerian Agama lahir di tengah kancah revolusi […]

  • Golkar Copot Adies Kadir dari DPR Gegara Kisruh Tunjangan

    Golkar Copot Adies Kadir dari DPR Gegara Kisruh Tunjangan

    • calendar_month Ming, 31 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Loading

    Nama Adies Kadir ramai diperbincangkan publik usai komentarnya soal tunjangan DPR RI. Pada Selasa,19 Agustus 2025, Adies sempat menyebut adanya kenaikan beberapa komponen tunjangan, termasuk tunjangan beras dan transportasi.   Jakarta | Partai Golongan Karya (Golkar) resmi menonaktifkan Wakil Ketua DPR RI periode 2024–2029, Adies Kadir, dari keanggotaan DPR RI. Keputusan itu diumumkan langsung oleh […]

  • Uji Materi UU Pers Resmi Diajukan ke Mahkamah Konstitusi

    Uji Materi UU Pers Resmi Diajukan ke Mahkamah Konstitusi

    • calendar_month Kam, 8 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Permohonan pengujian materiil Pasal 15 ayat (2) huruf f dan ayat (5) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, resmi didaftarkan di Mahkamah Konstitusi dengan Nomor Online : 31/PAN.ONLINE/2021 pada Rabu 7 Juli 2021. Pemohon uji materi UU Pers ini tercatat atas nama […]

  • 735 Warga Miskin Terima Bantuan Hukum Gratis dari Kemenkumham NTT

    735 Warga Miskin Terima Bantuan Hukum Gratis dari Kemenkumham NTT

    • calendar_month Sab, 14 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Nusa Tenggara Timur (Kanwil Kemenkumham NTT) terus berupaya meningkatkan pelayanan pemberian bantuan hukum secara gratis melalui pendirian Pos Bantuan Hukum (Posbakum), agar lebih dirasakan oleh warga miskin dan yang sedang berhadapan dengan hukum di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) […]

  • Bupati Manggarai : Pengembangan PLTP Ulumbu Adalah Keharusan

    Bupati Manggarai : Pengembangan PLTP Ulumbu Adalah Keharusan

    • calendar_month Sel, 23 Agu 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Loading

    Ruteng, Garda Indonesia | Pemerintah Manggarai bersama PLN melaksanakan kegiatan multi-stakeholder workshop atau penyuluhan rencana pembangunan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu (2 x 20 MW) pada Senin, 22 Agustus 2022 di Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Turut hadir segenap forkompinda Kabupaten Manggarai, penggiat organisasi lingkungan dan mahasiswa, tokoh masyarakat, dan masyarakat adat […]

  • Indeks Pembangunan Manusia Sabu Raijua Terendah di Provinsi NTT

    Indeks Pembangunan Manusia Sabu Raijua Terendah di Provinsi NTT

    • calendar_month Rab, 4 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | IPM (Indeks Pembangunan Manusia) merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia (masyarakat/ penduduk). IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya. IPM diperkenalkan oleh United Nations Development Programme (UNDP) pada tahun 1990 dan metode penghitungan direvisi pada tahun 2010. […]

expand_less