Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi dan Bisnis » MAMA ANA, Antusias Usaha Perempuan Timor dan Mimpi Go International 

MAMA ANA, Antusias Usaha Perempuan Timor dan Mimpi Go International 

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 18 Feb 2026
  • visibility 427
  • comment 0 komentar

Loading

Nama Mama Ana tak asing lagi sebagai jenama lokal camilan sehat dan alami khas Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal ini berkat komitmen dan inovasi produknya yang tanpa bahan tambahan, camilan Mama Ana kini terus digemari karena menghadirkan cita rasa terbaik. Bahkan, setelah merambah pasar nasional, Mama Ana pun mulai bermimpi untuk Go International, dan berkolaborasi dengan JNE sebagai mitra ekspedisi.

Kisah sukses brand lokal Mama Ana Kupang ini berawal dari ide dan semangat Olivira Ballo, sang owner Mama Ana yang biasa disapa Kak Ira, untuk memulai usaha kuliner khas Timor-NTT pada tahun 2013. Ide dasarnya adalah pengolahan bahan baku makanan khas NTT menjadi produk yang bisa dijual ke pasar dan mendatangkan cuan atau keuntungan. Perjalanan bisnis Kak Ira ini Ia ceritakan dalam podcast Cerita Bersama Brand Lokal di kanal YouTube JNE_ID https://bit.ly/CeritaBersamaMamaAna

Misi Ira pada waktu itu adalah bagaimana membangun ekonomi lewat bahan baku lokal. Namun dari sekian banyak bahan baku lokal Mama Ana sendiri fokus pada pengolahan kacang-kacangan, gula lontar dan serelia atau biji-bijian seperti sorgum. Sedangkan untuk memberi identitas produknya saat itu Kak Ira terbersit memberi nama usahanya dengan nama mama kandungnya sendiri yakni Mama Ana, yang kini berusia 80 tahun. Ternyata, pemilihan nama sebagai brand atau merk sebuah produk memiliki makna dan rasa tersendiri. Nama seperti nyawa, seperti hidup, dan memiliki hokinya sendiri. Dalam perjalanannya Mama Ana ternyata banyak melibatkan para perempuan dengan semangat wanita timor dalam proses produksi berbagai produknya.

“Dalam keseharian kita sering bermitra dengan para perempuan hebat di seantero Timor, NTT. Dari mereka yang mengelola kenari di Alor, petani kacang tanah, sorgum, dan ibu-ibu kelompok penganyam daun lontar yang menyediakan anyaman lontar, jadi semangat Mama Ana hidup di alam bawah sadar sehingga terciptalah berbagai produk lokal yang berkualitas ,” kata Kak Ira.

Seiring berjalannya waktu, serta terpaan masalah dan tantangan yang dihadapi dalam berbisnis, maka muncullah kreativitas, ide dan inovasi produk dengan tetap berkomitmen menjaga ciri khas rasa sebagai nilai budaya. Bisnis Mama Ana kemudian mengerucut pada produk camilan tanpa bahan tambahan, yang menghadirkan cita rasa terbaik.

Ada produk Kacang Panggang, Selai Kacang, Gula Semut Lontar Timor, Sagu Timor dan paket produk lokal lainnya seperti Kacang Timor Panggang, Kacang Panggang Rasa Manis Pedas, Kacang Timor Panggang Rasa Cokelat & Kayumanis, Kacang Kenari Alor Oven, Kacang Kenari Alor Oven Rasa Original, Kacang Kenari Alor Oven Rasa Asin bawang putih dan lain-lain. Aneka kacang lokal pilihan ini diproses panggang tanpa minyak, bebas dari bahan tambahan pangan, renyah dan bikin nagih.

“Semuanya adalah camilan makanan khas yang kekinian, tapi tidak meninggalkan cita rasa khas yang sesungguhnya. Ciri khas dari penyediaan pangan atau gastronomi, dengan proses masak dan bumbu yang sederhana serta tanpa bahan pengawet,” kata Kak Ira.

Saat ini produk camilan Brand Lokal Mama Ana sudah menembus pasar nasional dan memiliki pusat penjualan atau toko di Denpasar-Bali, Surabaya-Jawa Timur, Tangerang-Banten dan DKI Jakarta serta di kota-kota lainnya. Sementara untuk wilayah NTT pasar tertingginya masih di Labuan Bajo diikuti Kota Kupang.

“Pesanannya dari market NTT, yang terbesar di Labuan Bajo diikuti Kupang, dan 30 persen pesanannya untuk Jakarta, diikuti Surabaya dan spot-spot kecil lainnya. Untuk luar negeri, kita pernah kirim produk Mama Ana ke Singapura dan Korea. Mimpi kita Adalah Go Internasional terutama ke negeri tetangga dulu,” kata Kak Ira.

Sementara itu untuk urusan logistik Kak Ira mempercayakan pengirimannya melalui JNE. Mama Ana tercatat sebagai customer corporate JNE Kupang. “Kenapa pilih JNE sebagai mitra pengiriman, karena ketepatan dan kecepatan komunikasi JNE lebih mampu, sehingga kebutuhan pengiriman Mama Ana dapat terakomodir dengan baik. Dan sejak 13 tahun lalu memang kami sudah bersama JNE, bahkan sudah menjadi pelanggan setia JNE, ” kata Kak Ira.

Selain itu, kata Kak Ira, Mama Ana juga melakukan penjualan secara online, baik melalui Instagram maupun melalui website Mama Ana, karena akan segera melakukan launching e-commerce sehingga konsumen bisa belanja produk langsung di website Mama Ana.(*)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Percepat Penanganan Pasca gempa M7,2, BNPB Kerahkan Sumber Daya

    Percepat Penanganan Pasca gempa M7,2, BNPB Kerahkan Sumber Daya

    • calendar_month Kam, 18 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan sumber daya, baik personel dan bantuan logistik, untuk percepatan penanganan pasca gempa bumi M 7,2 di Halmahera Selatan, Maluku Utara. Baca juga:  http://gardaindonesia.id/2019/07/17/enam-orang-meninggal-dunia-pasca-gempa-bumi-di-halmahera-selatan/ Plh. Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, menyampaikan pada Kamis pagi, 18 Juli 2018, Kepala BNPB Doni Monardo menuju ke Ternate […]

  • Selain Zona Hijau, Sekolah di Zona Lain Belum Boleh Lakukan Tatap Muka

    Selain Zona Hijau, Sekolah di Zona Lain Belum Boleh Lakukan Tatap Muka

    • calendar_month Ming, 5 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pandemi Covid-19 masih berdampak di berbagai sektor, salah satunya pendidikan. Lebih dari empat bulan kegiatan belajar di lingkungan sekolah dilakukan secara online atau daring. Sekolah di zona hijau atau tidak terdapat kasus Covid-19 dipertimbangkan untuk dimulai pembelajaran tatap muka secara bertahap. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2020/07/04/kiat-sukses-belajar-daring-saat-pandemi/ Pembukaan sektor Pendidikan harus terlebih dahulu […]

  • RUU PKS Ditarik dari Prolegnas Prioritas 2020, Menteri Bintang Minta Dukungan

    RUU PKS Ditarik dari Prolegnas Prioritas 2020, Menteri Bintang Minta Dukungan

    • calendar_month Rab, 9 Sep 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pembahasan Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) telah melalui proses yang sangat panjang, mulai penyusunan konsep, naskah akademik, hingga menjadi Rancangan Undang-Undang. Namun, pada 2 Juli 2020, Ketua Badan Legislasi DPR RI menjelaskan RUU PKS ditarik dari Program legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2020. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2020/09/03/menteri-bintang-dorong-ruu-pks-masuk-prolegnas-2021-dalam-raker-dpr-ri/ Menteri Pemberdayaan Perempuan […]

  • Polri Ramah Kaum Disabilitas

    Polri Ramah Kaum Disabilitas

    • calendar_month Sen, 19 Des 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Sesuai atas arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Sigit, personel Polri mulai dari Mabes, Polda hingga Polsek agar memberikan pelayanan ramah bagi kelompok rentan, khususnya kaum disabilitas. Demikian ditegaskan oleh Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo dan Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri, Komjen Pol Prof Dr Rycko Amelza Dahniel saat […]

  • Warga Kampung Sabu di Oebobo Terima Bantuan dari Anita Jacoba Gah

    Warga Kampung Sabu di Oebobo Terima Bantuan dari Anita Jacoba Gah

    • calendar_month Sel, 12 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Mudah-mudahan ke depan masih ada lagi bantuan bagi kami dari ibu Anita dan kami memiliki harapan-harapan khusus. Ke depannya, silaturahmi ini tetap dibangun. Kami belum mendapat bantuan dari pemerintah setempat. Sebagai pengemudi grab, penghasilan saya sangat menurun dan tidak mencapai target. Kami berterima kasih kepada Ketua Umum Partai Demokrat, Bapak AHY, […]

  • Penyaluran BPNT & BPNTD, Wali Kota Jefri: “Jangan Ada Diskriminasi dalam Pendataan!”

    Penyaluran BPNT & BPNTD, Wali Kota Jefri: “Jangan Ada Diskriminasi dalam Pendataan!”

    • calendar_month Sen, 29 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Program BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) dan BPTND (Bantuan Pangan Non Tunai Daerah) merupakan salah satu program dalam upaya untuk mempertahankan dan meningkatkan kesejahteraan Warga Kota yang kurang mampu sehingga dapat memenuhi akan kebutuhan dasarnya setiap hari. Untuk memberikan informasi dan pemahaman tentang mekanisme pelaksanaan penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai […]

expand_less