Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Masalah Sampah di Kota Kupang, Gubernur VBL: Desain Penanganan Harus Jelas

Masalah Sampah di Kota Kupang, Gubernur VBL: Desain Penanganan Harus Jelas

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 30 Sep 2020
  • visibility 203
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Masalah penanganan sampah, menjadi perhatian serius Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), ia pun meminta Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore dan jajarannya untuk memperhatikan secara serius pengelolaan sampah. Sebagai Ibu Kota Provinsi NTT, Kota Kupang harus punya desain penanganan sampah yang jelas.

“Desainnya (penanganan sampah, red) dulu harus jelas. Kita perlu armada untuk pengumpulan sampah berapa? Bagaimana para lurah dan ketua RT/RW lakukan sosialisasi manajemen sampah rumah tangga? Titik-titik sampah ditempatkan di mana, itu menjadi tanggung jawab Lurah dan RT/RW. Ini dulu harus jelas,” jelas Gubernur VBL dalam sambutannya saat lakukan Kunjungan Kerja di Kota Kupang, pada Rabu, 30 September 2020.

Acara yang dilaksanakan di Pantai Lasiana tersebut dihadiri oleh Wali Kota Kupang, Doktor Jefri Riwu Kore, Wakil Wali Kota, Dokter Herman Man, Wakil Ketua DPRD Kota Kupang, Padron A.S. Paulus, Forkompinda Kota Kupang, Pimpinan Perangkat Daerah, para camat, Lurah dan Kepala puskesmas se-Kota Kupang, para staf khusus Gubernur, Pimpinan Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Provinsi NTT, insan pers dan undangan lainnya.

Menurut Gubernur, sebagai ibu Kota Provinsi NTT, Kota Kupang harus menampilkan ciri khas sebuah kota. Yakni malam terang, siang bersih, parkirannya jelas dan sampahnya dikelola dengan baik. Pembangunan kota itu terutama berkaitan dengan aspek services atau pelayanan publik termasuk dalamnya manajemen pengelolaan sampah atau waste management harus didorong secara serius.

“Pungut sampah atau collecting itu hanya merupakan satu aspek dari manajemen pengelolaan sampah. Kalau soal ini saja sudah merupakan masalah berat, bagaimana kita bicara aspek lain seperti Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan proses daur ulang. Termasuk di dalamnya bak-bak sampah harus ditempatkan di tempat yang sesuai, bukan di jalan-jalan protokol,” terang Gubernur VBL.

Lebih lanjut pria asal Semau tersebut mengungkapkan, persoalan sampah di Kota Kupang bukan hanya tanggung jawab pemerintah kota Kupang tapi juga pemerintah provinsi. Perlu ada kerja sama dan pembagian tanggung jawab yang jelas, mana yang jadi tanggung jawab provinsi dan juga termasuk pemerintah pusat. Harus dirumuskan secara tegas.

“Saya serius sekali bicara seluruh permasalahan di kota ini, bukan karena tidak suka atau punya maksud tertentu tapi karena ini kota provinsi. Yang malu kalau kota ini tidak tertata dengan baik dan kotor, bukan hanya wali kota tapi juga gubernur. Saya ingin kita menjadi pemimpin yang in charge, kerja terlibat dan sampai tuntas, tidak hanya omong saja. Hari ini saya datang bertemu pak wali (wali kota), kita bagi tugas, saya punya tugas apa dan pak wali punya apa,” ungkap Gubernur NTT.

Persoalan sampah, lanjut mantan Ketua Fraksi NasDem DPR tersebut, harus menjadi gerakan bersama seluruh komponen di Kota Kupang. Termasuk TNI/Polri, perguruan tinggi dan lembaga pendidikan dari SD sampai dengan SMA. Karena hal ini berkaitan dengan membangun peradaban dan mindset.

“Kalau kita bisa tanamkan kebiasaan membuang sampah pada tempatnya sejak anak usia SD, pengaruhnya akan sangat besar. Guru-guru juga harus latih anak-anak hal ini. Ini sosialisasi dan gerakan yang harus dilakukan secara terus-menerus untuk bangun peradaban. Tinggal tiap pagi kita bisa atur, misalnya Gubernur selama beberapa menit sosialisasi di sekolah mana, Wali Kota masuk SD mana, Dandim masuk SMP mana dan Kapolres di sekolah mana. Termasuk melibatkan pihak swasta baik itu pemilik toko, restoran dan penanggung jawab hotel. Kalau ini kita lakukan dengan baik, saya yakin dalam tempo 6 bulan, masalah sampah bisa selesai,” ungkap Gubernur VBL.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga memberikan apresiasi kepada Wali Kota Jefri yang telah memperjuangkan ke Presiden Jokowi untuk penataan trotoar di Kota Kupang. Juga untuk pembenahan taman-taman. Adanya predestrian yang baik untuk pejalan kaki menunjukkan kota makin maju.

“Presiden Jokowi sangat cinta NTT terutama Kota Kupang. Presiden sudah siapkan lagi dana tambahan untuk rapikan lagi jalan-jalan di Kota Kupang. Jadi seumpama kebutuhan air bersih direncanakan dengan baik, kita tinggal omong Kota tanggung berapa, provinsi buat apa dan minta juga di pusat mumpung Presidennya sangat perhatian dengan kita,” jelas Gubernur.

Sementara itu, Wali Kota Kupang, Doktor Jefri Riwu Kore mengakui, persoalan sampah memang menjadi momok bagi Kota Kupang. Pemerintah Kota Kupang terus berupaya untuk menangani permasalahan tersebut.

“Kami malu pak Gub (Gubernur) karena sampah masih bertebaran di mana-mana. Sampai saat ini, kami baru bisa angkut sekitar 87 persen sampah. Karena beberapa kendala seperti bin kontainer yang hanya 6 unit saja saat kami memimpin. Sejak tahun 2019, kami adakan 40 bin kontainer untuk penataan kota. Mobil sampah ada sekitar 30 unit, 23 unit sudah tua. Periode ini kita tambah 8 unit mobil baru. Dalam dua tahun terakhir kita juga adakan 2.000 unit tong sampah. Kami berterima kasih atas bantuan satu unit mobil penyapu jalan dari pemerintah provinsi,” jelas Wali Kota Jefri.

Wali Kota Kupang memberikan apresiasi atas motivasi dan perhatian dari Gubernur NTT terhadap berbagai permasalahan di Kota Kupang. Jefri berjanji akan mengambil langkah-langkah strategis dan lebih tegas untuk mengelola sampah di kota Kupang.

“Terima kasih banyak Bapak Gubernur atas semua masukan dan catatan yang luar biasa. Kasih tanggung jawab kepada kami untuk kami berubah dalam enam bulan ini khususnya dalam penataan kebersihan ini. Kita akan kerjakan dengan lebih sungguh,” pungkas Jefri Riwu Kore.(*)

Sumber berita dan foto (*/Aven Rame—Humas dan Protokol Setda NTT)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sampoerna Telekomunikasi Tunggak Pemasukan Negara Selama 2 Tahun

    Sampoerna Telekomunikasi Tunggak Pemasukan Negara Selama 2 Tahun

    • calendar_month Sen, 19 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia menunggak pembayaran Biaya Hak Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio untuk Izin Pita Frekuensi Radio pada Rentang 450—457,5 MHz berpasangan dengan 460—467,5 MHz selama 2 (dua) tahun. Tunggakan atas pembayaran BHP IPFR Tahun Keempat (2019) dan Tahun Kelima (2020) itu berdampak terhadap pemasukan […]

  • Wisuda III UPG 1945 NTT, 335 Mahasiswa Transisi PGRI ke UPG Diwisuda

    Wisuda III UPG 1945 NTT, 335 Mahasiswa Transisi PGRI ke UPG Diwisuda

    • calendar_month Rab, 18 Des 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sebanyak 335 mahasiswa yang percaya pada perubahan, mereka yang tetap teguh dalam proses migrasi Universitas PGRI ke UPG 1945 NTT, bakal diwisuda pada Sabtu, 21 Desember 2018 di Hotel Cahaya Bapa Kupang. Proses penomoran ijazah nasional bagi 335 calon wisudawan dari Kemenristek DIKTI telah diperoleh UPG 1945 NTT sesuai dengan Surat […]

  • 100 Persen Gardu Induk & Penyulang Listrik di Palu, Sigi dan Donggala Pulih

    100 Persen Gardu Induk & Penyulang Listrik di Palu, Sigi dan Donggala Pulih

    • calendar_month Sen, 8 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Loading

    Palu,gardaindonesia.id – Seminggu pasca gempa yang mengguncang Donggala, Palu dan Sigi. PLN Berhasil memulihkan 45 penyulang dan 7 Gardu Induk. Selain itu PLN juga berhasil memperbaiki 1.192 Gardu Distribusi dan total 2.253 Gardu Distribusi yang rusak. “Saat ini seluruh penyulang di Palu sebanyak 45 penyulang telah berhasil dipulihkan oleh tim gabungan PLN. Dari total 2.253 […]

  • Polri : Seragam Baru Satpam Pakai Warna Krem

    Polri : Seragam Baru Satpam Pakai Warna Krem

    • calendar_month Jum, 14 Jan 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Polri akan memamerkan seragam satpam yang baru atau bertepatan dengan hari ulang tahun (HUT) Satpam pada 31 Januari 2022. Diketahui, korps Bhayangkara berencana mengganti warna seragam harian Satuan Pengamanan (Satpam) dari yang sebelumnya berwarna cokelat muda menjadi warna krem. Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan bahwa rincian mengenai […]

  • Deklarasi GWJ Kota Kupang-Aksi Simpatik Bagi Anakan Kelor & Tong Sampah

    Deklarasi GWJ Kota Kupang-Aksi Simpatik Bagi Anakan Kelor & Tong Sampah

    • calendar_month Sab, 15 Des 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Gerakan Wadyabala Jokowi (GWJ) Kota Kupang dalam deklarasi yang dilaksanakan pada Sabtu,15 Des 2018 pukul 07.00 WITA—selesai di Arena Car Free Day Jalan El Tari Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur; menarik perhatian dari deklarasi GWJ karena adanya aksi pembagian anakan kelor bagi masyarakat Kota Kupang dan tong sampah bagi pedagang jagung […]

  • Berusia 1 Tahun, IMO-Indonesia Semakin Eksis di Industri Pers

    Berusia 1 Tahun, IMO-Indonesia Semakin Eksis di Industri Pers

    • calendar_month Sab, 27 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia | Sabtu 27 Oktober 2018 – Satu Tahun sejak dideklarasikan pada tanggal 27 Oktober 2017, bukanlah menjadi waktu yang singkat bagi IMO-Indonesia. Pasalnya, banyak hal dan liku yang dilalui yang tentunya menjadikan IMO-Indonesia semakin dewasa dalam berorganisasi. Seluruh DPW Yang tergabung dalam IMO-Indonesia tetap semangat semakin eksis dalam di Industri Pers Online Tanah […]

expand_less