Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi dan Bisnis » Masyarakat Indonesia Pemakan Tempe Tapi Impor Kedelai 70 Persen

Masyarakat Indonesia Pemakan Tempe Tapi Impor Kedelai 70 Persen

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 9 Feb 2026
  • visibility 201
  • comment 0 komentar

Loading

Titiek menekankan, swasembada kedelai seharusnya menjadi target nasional seperti halnya beras dan jagung yang telah berhasil dicapai tahun 2025.

 

Jakarta | Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) menyoroti keras kondisi pangan Indonesia yang masih bergantung pada impor kedelai. Ia menyebut lebih dari 70% kebutuhan kedelai dalam negeri dipenuhi dari luar negeri, padahal tahu dan tempe menjadi makanan pokok masyarakat.

Titiek menyebut kondisi ini memalukan dan meminta pemerintah segera melakukan langkah nyata agar kedelai bisa diproduksi sendiri.

Pada acara Panen Fest 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta, Titiek mendorong agar kedelai bisa swasembada seperti beras dan jagung. Ia bahkan menyarankan agar TNI Angkatan Darat ikut turun tangan menanam kedelai. Menurutnya, Indonesia tidak boleh terus bergantung pada impor untuk bahan pangan utama, karena hal ini menyangkut kedaulatan pangan dan harga diri bangsa.

“Bayangkan, kita bangsa penghasil tempe dan tahu, tapi hampir semua kedelai kita impor. Ini memalukan dan harus segera diperbaiki,” tegas Titiek, Sabtu, 7 Februari saat Panen Fest 2026 di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Titiek menekankan, swasembada kedelai seharusnya menjadi target nasional seperti halnya beras dan jagung yang telah berhasil dicapai tahun 2025. “Kita sudah berhasil swasembada beras dan jagung. Sekarang saatnya fokus pada kedelai, gula, garam, dan bawang-bawangan lainnya. Semua yang masih impor harus kita kurangi, bahkan hilangkan ketergantungannya,” ujarnya.

Politisi Partai Gerindra ini juga menyoroti pentingnya pemanfaatan bibit kedelai lokal. Menurutnya, para akademisi di universitas-universitas Indonesia sudah berhasil mengembangkan bibit unggul yang sesuai dengan iklim lokal, sehingga tidak ada lagi alasan untuk impor bibit dari luar negeri.

“Bibit lokal sudah ada, kualitasnya bagus, dan cocok dengan tanah serta iklim Indonesia. Kita harus dorong produksi dalam negeri, libatkan akademisi, petani, dan pemerintah,” kata Titiek.

Ia menegaskan, keberhasilan swasembada kedelai akan menjadi bukti nyata kedaulatan pangan Indonesia, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan pangan pokok.(*)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Elite PKS Menghadap Prabowo di Istana, Denyut Politik Baru?

    Elite PKS Menghadap Prabowo di Istana, Denyut Politik Baru?

    • calendar_month Rab, 30 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 299
    • 0Komentar

    Loading

    Selain Muzzammil, hadir pula Ketua Majelis Syuro Sohibul Iman, Sekjen PKS Muhammad Kholid, Bendahara Umum Noerhadi, dan Kepala Staf Presiden PKS Pipin Sopian.   Jakarta | Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang baru terpilih, Muzzammil Yusuf, bersama jajaran elite partainya, melakukan kunjungan ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa sore, 29 Juli 2025. Kunjungan ini menandai momen […]

  • 7 Fraksi DPRD TTS Bentuk Panitia Hak Angket dan Mulai Bekerja

    7 Fraksi DPRD TTS Bentuk Panitia Hak Angket dan Mulai Bekerja

    • calendar_month Rab, 13 Apr 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Loading

    SoE, Garda Indonesia | Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), telah membentuk panitia hak angket, untuk menyelidiki lebih dalam terhadap pelaksanaan suatu undang-undang/kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan hal penting, strategis, dan berdampak luas pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang diduga bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. Setelah […]

  • Memaknai Tingkat Kemiskinan dan Ketimpangan Penduduk di NTT

    Memaknai Tingkat Kemiskinan dan Ketimpangan Penduduk di NTT

    • calendar_month Sel, 18 Feb 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 292
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Yezua Abel Statistisi pada BPS Provinsi NTT Perkembangan penduduk miskin di NTT selama 2 (dua) tahun terakhir menunjukkan tren yang positif baik secara persentase maupun secara absolut dibanding beberapa periode sebelumnya. Persentase penduduk miskin Provinsi NTT September 2024 menurun sebesar 0,46% poin menjadi 19,02%, terhadap Maret 2024 dan menurun 0,94% poin terhadap Maret […]

  • Klarifikasi JAM-Pidsus Febrie Adriansyah Lelang Saham PT GBU

    Klarifikasi JAM-Pidsus Febrie Adriansyah Lelang Saham PT GBU

    • calendar_month Sab, 1 Jun 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta | Selain isu penguntitan, Kapuspenkum juga menanggapi pelaporan terhadap JAM-Pidsus Dr. Febrie Adriansyah ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait isu pelelangan terhadap saham PT Gunung Bara Utama (GBU). Kapuspenkum menyampaikan proses lelang dilakukan oleh Pusat Pemulihan Aset Kejaksaan Agung dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara pada Kementerian Keuangan Negara. “Adanya proses pelelangan terkait aset PT […]

  • Korem 161/Wira Sakti Edukasi Empat Konsensus Berbangsa & Bernegara

    Korem 161/Wira Sakti Edukasi Empat Konsensus Berbangsa & Bernegara

    • calendar_month Ming, 15 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Korem 161/Wira Sakti memenuhi undangan Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera ( DPW PKS ) Provinsi NTT sebagai Pemateri dalam kegiatan Konsolidasi dan Pembekalan Struktur Anggota Legislatif Kab/Kota terpilih PKS se-Prov Nusa Tenggara Timur. Materi tentang Empat Konsensus Berbangsa dan Bernegara serta Bela Negara ini diberikan kepada 41 peserta, termasuk 18 […]

  • Jangan Asal Beli, Ini Tips Pilih AC Agar Tak Boros

    Jangan Asal Beli, Ini Tips Pilih AC Agar Tak Boros

    • calendar_month Rab, 27 Jul 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Loading

    Saat ini sudah banyak jenis AC (Air Conditioner) yang beredar di pasaran, mulai dari merek, model dan harga yang beranekaragam. Namun memilih ac juga harus sesuai dengan kebutuhan Anda. Dimana kebutuhan AC saat ini meningkat di beberapa lokasi yang memiliki iklim panas sepanjang tahun. Sehingga memiliki AC meski dengan harga yang paling ekonomis juga tidak […]

expand_less