Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Menkeu Purbaya Seperti ‘Musuh’ Bagi Kepala Daerah

Menkeu Purbaya Seperti ‘Musuh’ Bagi Kepala Daerah

  • account_circle Rosadi Jamani
  • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
  • visibility 203
  • comment 0 komentar

Loading

Ingat, itu musuh tanda kutip, bukan musuh sesungguhnya. Itulah yang dirasakan Menkeu Purbaya seperti musuh bagi kepala daerah. Untuk saat ini, hampir semua kepala daerah tak senang ceplas-ceplosnya Akang asal Bogor itu.

Saat Purbaya buka mulut dan bilang ada uang daerah mengendap di bank, republik ini langsung gemetar. Seperti disiram kopi panas di pagi hari, para gubernur yang tenang mendadak panik. Purbaya menyebut angka fantastis, ratusan triliun rupiah uang rakyat tak dipakai, hanya nongkrong di rekening bank sambil menghasilkan bunga.

Seperti biasa, setelah ledakan data datanglah opera bantahan nasional. Satu per satu gubernur muncul di layar kaca, bukan membawa solusi, tapi dalih yang berlapis-lapis. Hanya satu yang mengaku jujur, DKI Jakarta. Selebihnya, semua tampil sebagai bintang tamu di sinetron bertajuk “Itu Tidak Benar, Pak Menteri!”

Dari timur Jawa, Khofifah Indar Parawansa (Gubernur Jatim) paling dulu buka suara. Katanya dana Rp 6,2 triliun itu bukan “mengendap,” tapi “SILPA”—Sisa Lebih Perhitungan Anggaran. Sebuah istilah ajaib yang membuat uang tidur terdengar seperti sedang bermeditasi fiskal.

Di utara sedikit, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menepis tudingan Rp 4,1 triliun dana nganggur. “Itu bukan deposito, tapi giro!” katanya mantap. Seolah kalau uangnya bisa dicairkan sewaktu-waktu, maka ia tak malas, hanya rebahan produktif.

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi ikut beraksi. Ia membantah keras tudingan Purbaya, dana Rp 1,9 triliun milik Jateng mengendap. “Itu dana operasional yang sedang berjalan,” ujarnya. Bahasa halus dari, uangnya belum digunakan, tapi jangan ditanya kenapa.

Sementara dari Kalsel, Gubernur Muhidin tak mau ketinggalan. Katanya dana Rp 5,1 triliun itu “tidak mengendap, tapi bergerak.” Bergerak ke mana, tidak dijelaskan. Mungkin berlari di jalur lintas bank sambil menikmati bunga deposito.

Dari Sumatra Utara, suara juga muncul. Pemprov Sumut membantah tudingan Rp 3,1 triliun dana tidur. Mereka menyebut itu hasil keterlambatan proyek dan proses administrasi.

Lalu dari Sulawesi Tengah, Gubernur Anwar Hafid mengatakan uang Rp 819 miliar yang disebut “mengendap” itu masih “proses asistensi di Kemendagri.” Sebuah alasan yang sudah menjadi mantra sakti semua birokrat.

Di Babel, Pemprov juga menyangkal keras kabar adanya Rp 2,1 triliun di bank, katanya jumlah sebenarnya cuma Rp 200 miliar.

Dari Maluku serta Papua, meski tak ada bantahan resmi, keheningan mereka seolah berkata, “Kami juga tidak bersalah, cuma belum sempat bicara.”

Kini, Purbaya berdiri sendirian di tengah badai bantahan. Ia bicara pakai data, mereka membalas dengan drama. Ia minta uang rakyat bekerja, mereka malah sibuk mendefinisikan kata “mengendap” seolah sedang menulis kamus baru. Di mata para kepala daerah, Purbaya kini tampak seperti “musuh” musuh dari kenyamanan saldo yang gemuk, musuh dari bunga deposito yang manis.

Padahal data ia ungkap bukan dongeng. Kalsel Rp 3,9 triliun deposito + Rp 846 miliar giro. Jatim Rp 6,2 triliun. Jabar Rp 4,1 triliun. Jateng Rp 1,9 triliun. Sumut Rp 3,1 triliun. Sulteng Rp 819 miliar. Babel Rp 2,1 triliun. Totalnya bisa membiayai beasiswa nasional dan bikin jalan tol sampai Merauke. Tapi uang itu lebih suka berjemur di bank, menghasilkan bunga sambil menatap nasib rakyat dari kejauhan.

Lucunya, pejabat jujur di negeri ini sering tampak seperti pemberontak. Purbaya bukan sedang menyerang, ia cuma membuka jendela agar rakyat melihat, uang mereka ternyata lebih rajin jadi nasabah dari jadi pembangunan. Namun dalam republik hobi berdalih, kebenaran memang sering kelihatan seperti ancaman.

Purbaya kini bukan musuh negara, tapi musuh bagi mereka yang nyaman tidur di atas saldo.(*)

 

  • Penulis: Rosadi Jamani

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Yuk Ikut Lomba Karya Tulis Ilmiah & Video Edukatif Bank NTT Ramai Skali Periode II

    Yuk Ikut Lomba Karya Tulis Ilmiah & Video Edukatif Bank NTT Ramai Skali Periode II

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Peluncuran (Launching) Program Gerakan Menabung Sejak Dini atau ‘Ramai Skali Bank NTT’ Periode II resmi dibuka oleh Direktur Pemasaran Dana, Harry Alexander Riwu Kaho dan Ketua Dewan Juri, Pater Gregorius Neonbasu, SVD., PhD. pada Kamis, 5 Maret 2020 pukul 13.00 WITA di Resto Subasuka Paradise Kupang. ‘Ramai Skali Bank NTT’ merupakan […]

  • PLN Raih 15 Penghargaan Proper Emas & ‘CEO Green Leadership’ Utama

    PLN Raih 15 Penghargaan Proper Emas & ‘CEO Green Leadership’ Utama

    • calendar_month Kam, 29 Des 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | PT PLN (Persero) mencatat sejarah meraih 15 penghargaan Program Penilaian Kinerja Perusahaan (Proper) Emas Tahun 2022 yang dihelat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Penghargaan tersebut diberikan kepada beberapa pembangkit listrik milik PLN karena telah menjalankan tata kelola lingkungan yang baik serta melakukan berbagai upaya dalam mengurangi emisi Gas Rumah Kaca […]

  • Dibuka Wury Ma’ruf Amin, Dekranasda NTT Tuan Rumah Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha

    Dibuka Wury Ma’ruf Amin, Dekranasda NTT Tuan Rumah Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha

    • calendar_month Ming, 17 Okt 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT,  Garda Indonesia | Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTT telah melakukan berbagai terobosan strategis program pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di masa kepemimpinan Ketua Julie Sutrisno Laiskodat dan Wakil Ketua Maria Fransiska Djogo. Sejumlah prestasi ditorehkan Dekranasda NTT menjadi perhatian nasional. Pada tahun 2021, Dekranasda NTT menjadi tuan rumah pelaksanaan pembukaan program […]

  • Megawati Telah Ingatkan Urgensi Proyek Kereta Cepat Sejak 2015

    Megawati Telah Ingatkan Urgensi Proyek Kereta Cepat Sejak 2015

    • calendar_month Kam, 30 Okt 2025
    • account_circle melihatindonesia
    • visibility 321
    • 0Komentar

    Loading

    Megawati sempat mempertanyakan apakah proyek kereta cepat sudah tepat dilakukan pada saat itu dan bagaimana manfaatnya bagi masyarakat luas.   Jakarta | Ketua DPP PDI Perjuangan My Esti Wijayati mengungkapkan bahwa Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri telah jauh-jauh hari menyoroti urgensi pembangunan proyek kereta cepat Whoosh sejak tahun 2015. Pernyataan ini disampaikan My Esti menanggapi […]

  • Riak RUU Haluan Ideologi Pancasila, Ini Sikap Pemerintah

    Riak RUU Haluan Ideologi Pancasila, Ini Sikap Pemerintah

    • calendar_month Ming, 14 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Sikap Pemerintah terkait Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) sebagaimana disampaikan oleh Menko Polhukam RI, Mahfud MD pada webinar Tokoh Madura Lintas Provinsi dan Negara pada Sabtu, 13 Juni 2020. Menurut Mahfud, RUU HIP disusun oleh DPR dan masuk dalam Prolegnas tahun 2020. Tahapan sampai saat ini pemerintah belum terlibat […]

  • HHCI Edukasi dan Putuskan Mata Rantai Covid-19 di Wilayah Denpasar

    HHCI Edukasi dan Putuskan Mata Rantai Covid-19 di Wilayah Denpasar

    • calendar_month Sen, 30 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Loading

    Denpasar, Garda Indonesia | Sejumlah relawan yang menamakan diri Happy Helping Community Indonesia (HHCI) turun langsung untuk membantu memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Mereka melakukan penyemprotan disinfektan sekaligus memberi pemahaman kepada masyarakat terkait cara-cara pencegahan Covid-19 di Panti Asuhan Tat Twam Asi, pada Senin, 30 Maret 2020. Ketua Umum Happy Helping Community Indonesia (HHCI), Ida […]

expand_less