Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Keuangan dan Perbankan » Menuju Merdeka Belajar, Bank NTT Konsisten Edukasi Literasi Keuangan

Menuju Merdeka Belajar, Bank NTT Konsisten Edukasi Literasi Keuangan

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 7 Mei 2021
  • visibility 57
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho memaparkan program Bank NTT yang mendukung Literasi Keuangan dan pro kepada pelajar guna mendorong generasi muda NTT untuk dapat merdeka dalam berpikir, kreatif dan secara mandiri berekspresi. Pemaparan Alex Riwu Kaho (sapaan akrabnya, red) disampaikan dalam temu wicara atau talk show Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2021 bersama Bank NTT, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT yang dihelat pada Kamis siang, 6 Mei 2021 di salah satu hotel di Kota Kupang.

Mengedepankan protokol kesehatan ketat yang mana setiap peserta dari perwakilan siswa dan guru dari SMP/SMA/SMK dan Perguruan Tinggi se-Kota Kupang yang menjadi mitra Bank NTT, wajib mengikuti rapid test antigen dan dinyatakan negatif yang selanjutnya boleh mengikuti temu wicara yang mengusung tema “Melalui Literasi Inklusi Keuangan, NTT Serentak Bergerak, Wujudkan Merdeka Belajar” ini menjadikan momentum Hari Pendidikan Nasional sebagai dasar untuk membangkitkan semangat belajar di masa Pandemi Covid-19 guna mewujudkan “Merdeka Belajar”.

Temu Wicara yang berfokus membahas tentang Literasi Keuangan dan Merdeka Belajar tersebut dipandu moderator Feby Angi Dosen Fakultas Bisnis dan Ekonomi Universitas Nusa Cendana Kupang, dihelat secara tatap muka dan virtual meeting dengan pembicara atau keynote speaker yaitu Linus Lusi Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Linus Lusi; Kasubag Administrasi/Plh. Kasubag Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Perwakilan NTT, Dony Prasetyo dan Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho dan turut memberikan spesial testimoni Dinna Noach Staf Khusus Gubernur NTT Bidang Disabilitas (Juara III Lomba Karya Tulis Ilmiah Program Ramai Skali Bank NTT 2019,red).

Alex Riwu Kaho saat memaparkan program Literasi Keuangan Bank NTT dalam mendukung Program Merdeka Belajar

Bank NTT, tegas Alex Riwu Kaho, konsisten mendukung program inisiatif “Merdeka Belajar” guna mendorong generasi muda NTT agar dapat merdeka berpikir, inovatif, dan mandiri secara finansial. “Sebagai bentuk dukungan terhadap Pendidikan di Provinsi NTT, maka Bank NTT memberikan Tabungan Simpanan Pelajar (Simpel) kepada 1.000 Pelajar sesuai program OJK Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) selama bulan Inklusi keuangan Mei sampai Oktober.

Alex Riwu Kaho, ponakan dari Tokoh Pendidikan NTT, Bapak Robert Riwu Kaho (anak dari Bapak Simon Riwu Kaho mantan Kepala Cabang Bank NTT Atambua, red) ini pun menekankan 3 (tiga) komponen yang mendukung Literasi Keuangan yakni murid, guru, dan orang tua. “Bank NTT telah membangun sistem guna membangun kemerdekaan belajar, berpikir, dan berekspresi melalui produk yang dikemas oleh teman-teman dari Direktorat Dana Bank NTT yang menyelenggarakan aktivitas yang edukasi dan berharap dari setiap kegiatan dapat memicu pengetahuan Literasi Keuangan,” paparnya.

Bank NTT konsisten menghasilkan kegiatan Literasi Keuangan yang variatif dan dikemas dalam situasi sulit dapat terbantu dengan Aplikasi Pendidikan. “Tantangan ke depan bakal sangat menantang, sehingga anak harus diisi dengan pengetahuan Literasi Keuangan sehingga mampu mandiri, berpikir kreatif  dan berekspresi yang dapat menjadi pondasi,” ucapnya.

Penyerahan secara simbolis Tabungan Simpanan Pelajar (Simpel) kepada 1.000 Pelajar sesuai program OJK Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) selama bulan Inklusi keuangan Mei sampai Oktober; dari Direktur Umum Bank NTT, Yohanes Landu Praing kepada Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Linus Lusi

Bank NTT butuh sinergisitas dan kolaborasi, imbuh Alex, anak-anak mulai terlatih menggunakan aplikasi Perbankan yang sehat berupa mobile banking serta berperan serta dalam berbagai lomba yang mendorong peningkatan Literasi Keuangan.

Kenapa konsep Merdeka Belajar dimunculkan dan diterapkan di NTT?

Linus Lusi menjabarkan tentang konsep Merdeka Belajar dari Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim; ketika Pendidikan Indonesia diterapkan pada tahun 1947 banyak mengalami hambatan yang mana harus mengikuti tren gobalisasi yang bertumbuh kembang, maka Merdeka Belajar dalam konsep aplikasi oleh para guru adalah mengoptimalkan, mengeksplorasi berbagai multi-kecerdasan para siswa sehingga dapat mengerti secara jelas, berpikir kritis dari sebuah subyek dan objek pembelajaran dan siswa sebagai sentra pembelajaran.

Linus Lusi mengungkapkan bahwa dalam konteks Nusa Tenggara Timur, kemampuan literasi, numerasi, dan pendidikan karakter di sekolah menuai sorotan (dapat dilihat di rekam jejak di media sosial dan media massa). “Bagaimana seorang anak kandung bisa memperkarakan ibu kandungnya,” ungkapnya seraya berkata ketika ditanya berasal dari sekolah mana.

Merdeka Belajar, urai Linus Lusi, bukan merdeka segalanya, namun perlu variabel dan indikator sebagai bingkai di dalam desain pembelajaran. “Dalam sektor pendidikan, gaya belajar seperti membelenggu (datang, duduk, diam, catat, dan lipat tangan) karena tidak ada dialektika ketika terjun dalam berbagai sektor pendidikan sehingga kepatuhan tumbuh dan berkembang adalah kepatuhan semu. Dan dengan konsep belajar ini (Merdeka Belajar, red), anak perlu memiliki jati diri dan konsep demokrasi pembelajaran,” bebernya.

Selain itu, tegas Linus Lusi, perlu adanya perubahan gaya belajar dan ruang aktualisasi diri di dalam berbagai ragam kegiatan belajar mengajar dapat mempengaruhi indeks demokrasi pembelajaran.

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Linus Lusi

Isu Literasi Keuangan pun, tandas Linus Lusi, harus dibumikan dengan melatih anak menabung sejak dini, misalnya pada tahun 1985 melalui gerakan menabung. “Perlu diberlakukan Kurikulum Literasi Keuangan belajar mengelola tata keuangan dan sikap konsumtif anak NTT, perlu didorong adanya minat menabung dan perlu dikaji tingkat partisipasi menabung,” pungkasnya.

Sementara itu, Dony Prasetyo, perwakilan otoritas jasa keuangan (OJK) Perwakilan NTT menandaskan peran OJK dalam mengoptimalkan gerakan Literasi Keuangan melalui “Satu Rekening Satu Pelajar” (KEJAR) pada 2019 dan gerakan Indonesia Menabung melalui Simpanan Pelajar (Simpel).

“Sebanyak 16 ribu rekening (dari total 13 ribu pelajar [data tahun 2020]) dengan total saldo tabungan sebesar Rp.500 miliar disimpan di rekening Simpel oleh pelajar NTT di seluruh bank (data per April 2021),” urainya sembari menyampaikan bertujuan meningkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan.

Tingkat Literasi Keuangan di NTT, ungkap Dony, masih di bawah nasionalis sebesar 28,82 persen lebih rendah dibandingkan nasional sebesar 38 persen. “Dari 100 pelajar hanya 28 pelajar tahu dan paham tentang manfaat menabung sisanya belum tahu, dan kami berupaya untuk meningkatkan Literasi Inklusi Keuangan ke 29 persen di tahun 2024 dan akan terus berlanjut,” urainya.

Penulis, editor dan foto (+roni banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gegara Komitmen ‘Fee’ Bupati Banjarnegara Ditahan KPK

    Gegara Komitmen ‘Fee’ Bupati Banjarnegara Ditahan KPK

    • calendar_month Sab, 4 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyampaikan informasi penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kabupaten Banjarnegara tahun 2017—2018. Demikian disampaikan Ketua KPK H. Firli Bahuri kepada awak media, bahwa setelah dilakukan pengumpulan berbagai informasi dan data yang kemudian ditemukan adanya bukti permulaan yang cukup. “Bahwa KPK telah […]

  • Hari Peluncuran KKB Tanpa Uang DP, Bank NTT Bukukan Rp 2,1 M

    Hari Peluncuran KKB Tanpa Uang DP, Bank NTT Bukukan Rp 2,1 M

    • calendar_month Sen, 30 Mei 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Bertempat di Atrium Lippo Plaza Kupang Minggu petang, 29 Mei 2022, Bank NTT meluncurkan skim Kredit Kendaraan Bermotor (KKB). Hari pertama peluncuran itu, Bank NTT membukukan kredit Rp2,1 miliar. Yang menarik dari jenis kredit ini, nasabah dapat memilih kendaraan bermotor apa saja, baik itu roda dua, empat maupun alat pertanian tanpa […]

  • VBL Imbau Pemuda Bawa Perubahan di Tengah Masyarakat

    VBL Imbau Pemuda Bawa Perubahan di Tengah Masyarakat

    • calendar_month Sen, 13 Des 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) bersama Ketua Sinode GMIT Pdt. Merry Kolimon meresmikan Gedung Kebaktian Jemaat Efata Bello, Kupang pada Minggu, 12 Desember 2021. Dalam sambutannya, VBL mengatakan, pentingnya kader-kader anak muda untuk memiliki kemampuan dalam hal spiritual, kecerdasan, networking, dan kesehatan baik secara fisik dan mental. Hal tersebut untuk […]

  • Perkuat Modal Inti, Bank NTT Kerja Sama Bank DKI

    Perkuat Modal Inti, Bank NTT Kerja Sama Bank DKI

    • calendar_month Kam, 22 Des 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Loading

    Tambolaka, Garda Indonesia | Pada momentum HUT ke-64 Provinsi NTT, Selasa, 20 Desember 2022), di Desa Hameli Ate Kecamatan Kodi Utara Kabupaten Sumba Barat Daya, PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (PT. BPD NTT) menandatangani kesepakatan dengan Bank Pembangunan Daerah Khusus Indonesia (Bank DKI). Adapun kesepahaman bersama yang ditandatangani oleh Direktur Utama Bank NTT, […]

  • Kedubes Australia ‘Media Visit’ 4 Hari di NTT

    Kedubes Australia ‘Media Visit’ 4 Hari di NTT

    • calendar_month Sen, 1 Jul 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Kedutaan Besar Australia di Jakarta melakukan kunjungan media ke Kupang, Nusa Tenggara Timur pada tanggal 25—28 Juni 2024. Kunjungan ini untuk memberikan kesempatan kepada rekan-rekan wartawan mengetahui lebih dalam dan melihat secara langsung tentang kemitraan strategis antara Australia dan Indonesia dalam sektor pembangunan terutama dalam hal penanggulangan bencana, pendidikan, kesetaraan gender, ketahanan masyarakat […]

  • Ponirah Terpidana

    Ponirah Terpidana

    • calendar_month Sel, 8 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Dra. Bernadeta M. Usboko, M.Si. Ponirah, nama seorang gadis desa blasteran Jawa dan Timor. Berleher jenjang, berparas cantik dengan kulit sawo matang dan memiliki bola mata yang indah. Sayangnya tidak ditunjang dengan pendidikan dan keterampilan yang memadai. Waktu terus berganti, gadis manis ini tumbuh begitu cepat dan menjadi kembang manis di desa tersebut. […]

expand_less