Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi dan Bisnis » Milenial NTT Berdiskusi, Tantangan dan Peluang di Tahun 2021

Milenial NTT Berdiskusi, Tantangan dan Peluang di Tahun 2021

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 3 Jan 2021
  • visibility 55
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Guna menjawab tantangan dan peluang di tahun 2021, Rumah Milenial Indonesia wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) menghelat diskusi online pada Sabtu, 2 Januari 2021 dengan tema, “Tantangan dan Peluang di Tahun 2021.” Menjadi pemateri dalam diskusi tersebut adalah Sahat M. P Sinurat, Pendiri Rumah Millenial Indonesia, Sahat. M.P Sinurat; Aktivis dan pengusaha muda, Aulora Modok; Pengusaha Millenial, Stefanie Loemau dan Ningsi Bunga, Aktivis Lintas Agama serta diikuti oleh sekira 50-an peserta.

Diawali dengan sambutan dari Direktur Rumah Millenial Indonesia Wilayah NTT, Christo Kolimo, menegaskan bahwa semua orang menikmati saat berselancar dalam dunia digital. “Ditambah lagi dengan pandemi, membuat semua orang harus beradaptasi. Masa muda itu untuk senang-senang, saya pikir kurang pas, karena akan rugi sekali jika kita tidak memanfaatkan masa muda untuk berkiprah,” terangnya.

Melakukan suatu hal yang berguna, imbuh Christo, karena sekarang segala jenis kemudahan itu banyak seperti bermain media sosial (medsos), konten kreator, dan investasi.

“Investasi bukan hanya uang, tapi investasi buku, kesehatan, relasi, dan aset,” urai Direktur Rumah Millenial Indonesia Wilayah NTT ini dengan antusias seraya menambahkan melalui diskusi ini, berharap bisa mendapat pengalaman dan pengetahuan tentang tantangan dan peluang milenial di tahun 2021.

Pendiri Rumah Millenial Indonesia, Sahat. M.P Sinurat, dalam paparan materi, menyampaikan  4 (empat) pokok penting yakni sebagai anak muda milenial apa yang menjadi tujuan di tahun 2021. “Kedua, Kompetensi yang harus di siapkan para pemuda milenial dan ketiga, harus mampu membangun relasi atau jaringan untuk mencapai tujuan yang sudah dibangun,” jelas Sahat.

Yang keempat, imbuhnya, memperkuat karakter dan yakin dan percaya diri untuk menetapkan apa yang menjadi tujuan.

“Tantangan untuk milenial adalah akses informasi,” tandas Sahat sembari mengatakan NTT masuk daerah termiskin tertinggal dengan 13 kabupaten, oleh karena itu milenial harus mengambil peran dalam pembangunan daerah.

Senada, disampaikan oleh Aulora Modok, anak muda millenial harus mencari kawan yang punya misi dan visi serupa, dan harus bisa mampu menjadi pelopor perubahan. “Di daerah NTT, banyak sekali SDM dan SDA, tetapi belum ada komunitas untuk menampung dan belum ada kerja sama yang baik. Saya sendiri bergerak di dunia pertanian sebagai Petani, karena masih ada 1,5 juta lahan tidur yang belum tersentuh di NTT,” ungkapnya.

Sementara, Stefanie Loemau menegaskan, pemuda milenial harus mampu menangkap  peluang dengan membangun usaha yang  memperdayakan warga sekitar. “Menjadi kuncinya adalah jangan pernah ragu untuk memulai sesuatu usaha dari diri sendiri,” terang pengusaha milenial yang menanam Sereh Merah seluas 10 hektar di Oelamasi, Kabupaten Kupang.

Pemateri keempat. Ningsi Bunga, dari Komunitas Peace Maker (KOMPAK), mengatakan bahwa pemuda milenial harus mampu membangun jejaring lintas agama, saling bekerja sama baik itu di media sosial dan lain sebagainya. “Yang terpenting adalah menjaga nilai-nilai agama di lintas daerah. Di Kupang ada Komunitas Peace Maker yang bergerak mengajak anak muda menularkan virus toleransi dari NTT untuk Indonesia,” tandasnya.

Dari hasil diskusi ini, diharapkan mampu menyumbang ide pengetahuan dan sharing pengalaman untuk anak milenial agar lebih maju dan berkembang di Nusa Tenggara Timur dan Indonesia. Rumah Milenial Indonesia wilayah NTT juga mengajak anak-anak muda bergabung untuk berkarya bagi NTT.(*)

Sumber berita dan foto (*/tim)

Editor (+roni banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Musuh Pancasila adalah Manipulator Agama!

    Musuh Pancasila adalah Manipulator Agama!

    • calendar_month Ming, 28 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Bukan agama yang jadi musuh Pancasila. Tapi manipulasi terhadap agamalah yang jadi musuh Pancasila. Itu jelas. Tak perlu dipolemikkan, atau dipolitisir. Buang tenaga dan buang waktu saja. Realitas politik belakangan ini menunjukkan fakta bahwa isu agama adalah komoditi paling murah (gampangan) untuk menyulut emosi massa. Ada dua permasalahan di sini. Pertama, […]

  • Hari Pertama, 8 Kab di NTT Papar Hasil Perolehan Suara Pemilu 2019

    Hari Pertama, 8 Kab di NTT Papar Hasil Perolehan Suara Pemilu 2019

    • calendar_month Sel, 7 Mei 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Perhitungan Perolehan Suara Pemilu Tahun 2019 Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur, mulai digelar pada Selasa, 7 Mei 2019 pukul 09.00 WITA di Aula Sahid T More Hotel Kupang, dibuka oleh Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi dan dihadiri oleh Wakapolda NTT, Brigjen Pol Joni Asadoma dan […]

  • Tsunami Selat Sunda: 43 Meninggal, 584 Luka-Luka & 2 Orang Hilang

    Tsunami Selat Sunda: 43 Meninggal, 584 Luka-Luka & 2 Orang Hilang

    • calendar_month Ming, 23 Des 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Dampak tsunami yang menerjang pantai di Selat Sunda pada 22 Desember 2018 sekitar pukul 21.27 WITA, khususya di daerah Pandenglang, Lampung Selatan dan Serang terus bertambah. Hingga 23/12/2018 pukul 07.00 WIB, data sementara jumlah korban dari bencana tsunami di Selat Sunda tercatat 40 orang meninggal dunia, 584 orang luka-luka dan 2 orang […]

  • SIAGA AIR di Sumba Barat Daya, Diprediksi Menang Besar

    SIAGA AIR di Sumba Barat Daya, Diprediksi Menang Besar

    • calendar_month Ming, 3 Nov 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Loading

    Waitabula | Warga Kabupaten Sumba Barat Daya menyatakan siap untuk memenangkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Nusa Tenggara Timur nomor urut 3, Simon Petrus Kamlasi-Adrianus Garu dalam pilkada 2024. Kehadiran calon gubernur NTT, Simon Petrus Kamlasi bersama Ketua Teritori Partai NasDem Provinsi NTT, Julie Sutrisno Laiskodat dan para pengurus untuk mengikuti konsilidasi Partai Nasdem […]

  • “Cinta Terpaut 4 Dekade” Ahmad Albar Dewi Astuti Hidup Bahagia

    “Cinta Terpaut 4 Dekade” Ahmad Albar Dewi Astuti Hidup Bahagia

    • calendar_month Ming, 23 Jun 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Loading

    Ahmad Albar, rocker legendaris Indonesia, kembali mengejutkan publik dengan pernikahannya pada tahun 2009 lalu. Di usianya ke-63 tahun, Iyek, begitu sapaan akrabnya, menikahi Dewi Sri Astuti, seorang wanita yang baru berumur 26 tahun. Usia terpaut 37 tahun, Ahmad Albar hidup harmonis bersama Dewi Astuti Kisah cinta yang berbeda Pertemuan Ahmad Albar dengan Dewi Sri Astuti […]

  • Kali Kedua, Bank NTT Beri CSR 250 Juta Kepada Pemda Rote Ndao

    Kali Kedua, Bank NTT Beri CSR 250 Juta Kepada Pemda Rote Ndao

    • calendar_month Kam, 23 Jun 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Loading

    Ba’a, Garda Indonesia | Bank NTT Cabang Rote Ndao kembali memberi bantuan CSR senilai Rp250 juta kepada Pemerintah Kabupaten Rote Ndao. Bantuan itu digunakan untuk pembangunan alun-alun Kota Ba’a dan membangun patung Bupati Pertama, Christian Nehemia Dillak, S.H. “Kami berterima kasih kepada Bank NTT yang telah menyalurkan CSR-nya kepada Pemerintah Kabupaten Rote Ndao masuk tahap kedua,” […]

expand_less