Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Minimalkan Dampak Bencana di NTT, BMKG Pasang ‘WRS New Gen’

Minimalkan Dampak Bencana di NTT, BMKG Pasang ‘WRS New Gen’

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 30 Jun 2020
  • visibility 63
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kini, WRS NewGen terpasang di Stasiun Geofisika Kupang pada Rabu, 24 Juni 2020. Warning Receiver System (WRS) merupakan salah satu alat yang digunakan untuk penyebaran informasi gempa bumi dan tsunami melalui komputer BMKG kepada komputer institusi lokal (pemerintahan, TNI, POLRI, media televisi, radio, dan lain-lain) dengan pendaftaran IP Address.

Sholakhudin Noor Falah, Kasi Data dan Informasi BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) Stasiun Geofisika Kampung Baru Kupang menyampaikan alasan penyebaran informasi bencana gempa bumi dan tsunami menjadi salah satu tugas penting dari BMKG, sehingga peningkatan terhadap layanan ini terus dilakukan.

Menurut Sholakhudin, peningkatan dilakukan dengan merilis WRS New Gen (Warning Receiver System New Generation) berupa smart display sehingga informasi dapat disebarluaskankan secara real-time. “Peralatan ini diharapkan dapat menjamin penyebaran informasi di daerah potensi gempa bumi dan tsunami menjadi lebih cepat sehingga para stakeholder dapat mengambil langkah penting pada saat terjadi bencana,” urainya.

Wilayah Nusa Tenggara Timur, imbuh Sholakhudin, dikenal dengan lokasi yang memiliki tingkat kejadian gempa bumi yang cukup tinggi. Hal ini disebabkan karena wilayah Nusa Tenggara Timur termasuk dalam zona transisi akibat adanya pertemuan tiga lempeng tektonik besar yaitu lempeng Eurasia, lempeng Pasifik dan lempeng Indo-Australia.

“Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, telah tercatat lebih dari 990 kejadian gempa yang didominasi oleh gempa dengan magnitude > 4,0,” ungkapnya.

Mengingat tingginya risiko akibat gempa bumi, terdapat 19 titik pemasangan WRS New Gen yang tersebar di seluruh NTT. Beberapa lokasi yang telah terpasang peralatan tersebut di antaranya Stasiun Geofisika Kupang, BPBD Flores Timur, BPBD Manggarai Barat, BPBD Ende, BPBD Nagekeo, BPBD Manggarai, Kantor Bupati Ngada, dan BPBD Sumba Barat Daya.

“Diharapkan, tujuan awal dari pemasangan WRS New Gen tersebut dapat berjalan secara maksimal sehingga dampak dari bahaya bencana gempa bumi yang terjadi dapat diminimalkan,” tandas Sholakhudin.(*)

Sumber berita dan foto (*/BMKG Kampung Baru Kupang)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPK Tetapkan AKBP Bambang Kayun Jadi Tersangka

    KPK Tetapkan AKBP Bambang Kayun Jadi Tersangka

    • calendar_month Rab, 4 Jan 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bambang Kayun, kini berstatus sebagai tersangka, setelah KPK berhasil mengungkap adanya dugaan aliran dana suap dan gratifikasi hingga Rp50 miliar. AKBP Bambang Kayun telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 12 (a) atau Pasal 12 (b) atau Pasal 11 dan 12B UU RI Nomor 31 […]

  • Presiden Jokowi Melayat Ibunda SBY

    Presiden Jokowi Melayat Ibunda SBY

    • calendar_month Sab, 31 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo pada Sabtu, 31 Agustus 2019, datang melayat ke kediaman Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Puri Cikeas, Bogor. Ibunda dari Presiden ke-6 Republik Indonesia, Siti Habibah, berpulang dalam usia 87 tahun sekitar pukul 19.21 WIB pada Jumat, 30 Agustus 2019 di RS Mitra Keluarga Cibubur. Tiba di rumah duka […]

  • PKK NTT Inisiasi Desa Model & Kerja Kolaboratif Pencegahan Stunting

    PKK NTT Inisiasi Desa Model & Kerja Kolaboratif Pencegahan Stunting

    • calendar_month Rab, 12 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Upaya Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur meminimalisir dan mencegah stunting atau anak kerdil terus dilakukan melalui berbagai program. Upaya tersebut didukung oleh Tim Penggerak PKK NTT dengan melakukan kerja kolaboratif mencegah stunting Stunting adalah kekurangan gizi kronis sejak bayi dalam kandungan hingga masa awal anak lahir yang biasanya tampak setelah anak […]

  • Pantau Vaksinasi, Gubernur VBL Bantu 250 Juta Bangun Gedung SMA Efata SoE

    Pantau Vaksinasi, Gubernur VBL Bantu 250 Juta Bangun Gedung SMA Efata SoE

    • calendar_month Sab, 25 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Loading

    SoE-TTS, Garda Indonesia | Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) melakukan kunjungan kerja dan memantau pelaksanaan vaksinasi tahap 1 untuk siswa-siswi dalam rangka persiapan pembelajaran tatap muka terbatas, bertempat di SMA Efata SoE pada Jumat, 24 September 2021. Hadir Bupati Timor Tengah Selatan Eguesem Tahun beserta jajarannya, Kepala SMA Efata SoE, Rovis […]

  • Tolak Perkawinan Usia Dini Anak

    Tolak Perkawinan Usia Dini Anak

    • calendar_month Ming, 15 Jul 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta,gardaindonesia.id – Satu lagi perkawinan usia dini anak kembali terjadi. Beredar melalui foto dan video di media sosial, kejadian ini memancing banyak respon masyarakat. Sebelumnya diberitakan, mempelai pria (A) yang diketahui baru berusia 13 tahun dan mempelai perempuan (I) berusia 14 tahun warga Binuang, Kalimantan Selatan, melangsungkan perkawinan secara siri, atau tidak melalui KAU setempat. […]

  • Siswa SMPN 3 Raih Juara 1 Lomba Orasi Tingkat SMP Se-Kota Kupang

    Siswa SMPN 3 Raih Juara 1 Lomba Orasi Tingkat SMP Se-Kota Kupang

    • calendar_month Sel, 8 Nov 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Siswa SMPN 3 Kota Kupang, Adinda Nenabu keluar sebagai juara 1 lomba orasi tingkat pelajar SMP/Sederajat. Perlombaan tersebut dihelat oleh Komunitas Sadar Literasi (SATE). Perlombaan tersebut diikuti oleh 20 orang pelajar dari 8 SMP/Sederajat di Kota Kupang dan 1 SMP dari Kabupaten Kupang. Para peserta mengirimkan video orasi dengan durasi 3—5 […]

expand_less