Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pertanian Perkebunan » Musim Hujan NTP NTT Turun, Dinas Pertanian Inisiasi Demo Tani

Musim Hujan NTP NTT Turun, Dinas Pertanian Inisiasi Demo Tani

  • account_circle Roni Banase
  • calendar_month Sab, 10 Jan 2026
  • visibility 210
  • comment 0 komentar

Loading

NTP NTT tercatat mengalami penurunan pada periode musim hujan. Kondisi ini mencerminkan melemahnya daya beli petani akibat ketidakseimbangan antara harga yang diterima petani dan biaya produksi yang terus meningkat.

 

Kupang | Pada Desember 2025, Nilai Tukar Petani Nusa Tenggara Timur (NTP NTT) sebesar 101,46 dengan NTP masing-masing subsektor tercatat sebesar 103,67 untuk subsektor tanaman padi-palawija (NTP-P), 92,71 untuk subsektor hortikultura (NTP-H); 96,77 untuk subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTP-TPR); 105,74 untuk subsektor peternakan (NTP-Pt) dan 96,18 untuk subsektor perikanan (NTP-Pi).

Terjadi penurunan sebesar 0,09 persen pada Desember 2025 jika dibandingkan dengan NTP November 2025. Perubahan ini disebabkan oleh perkembangan indeks harga terima yang lebih lambat dibandingkan harga bayar.

Nilai Tukar Petani Desember 2025 didasarkan pada perhitungan NTP dengan tahun dasar 2018 (2018=100). Penghitungan NTP ini mencakup 5 subsektor, yaitu subsektor padi & palawija, hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, peternakan dan perikanan.

Penurunan NTP NTT pada Desember 2025 tercatat sebesar 101,46 atau turun tipis dibandingkan November 2025 yang berada pada angka 101,50 disebabkan karena kenaikan indeks harga yang dibayar petani lebih tinggi. Indeks harga yang diterima petani naik 0,46 persen, sementara indeks harga yang dibayar meningkat 0,55 persen. Demikian disampaikan Kepala BPS NTT, Matamira B. Kale, Senin, 5 Januari 2026.

“Kenaikan harga barang konsumsi dan sarana produksi menjadi faktor utama penekan Nilai Tukar Petani. Kondisi tersebut menyebabkan pengeluaran petani meningkat lebih cepat dibandingkan pendapatan dari hasil pertanian,” ungkapnya.

Matamira menyebutkan sejumlah komoditas yang mendorong kenaikan indeks harga yang diterima petani selama Desember 2025. Komoditas tersebut antara lain gabah, kemiri, jagung, kopi, kacang hijau, ayam ras, kacang tanah, dan bawang merah.

Masalah produksi, harga, dan akses pasar

NTP NTT tercatat mengalami penurunan pada periode musim hujan. Kondisi ini mencerminkan melemahnya daya beli petani akibat ketidakseimbangan antara harga yang diterima petani dan biaya produksi yang terus meningkat.

Penurunan NTP di musim hujan bukan fenomena baru di NTT, namun kembali terulang akibat kombinasi faktor struktural dan musiman yang belum tertangani secara optimal.

Adapun penyebab penurunan NTP diantaranya :

Pertama, produksi pertanian meningkat secara bersamaan, terutama pada komoditas pangan seperti padi, jagung, dan hortikultura. Panen serentak menyebabkan pasokan melimpah, sementara kemampuan penyerapan pasar terbatas. Akibatnya, harga jual di tingkat petani turun tajam, bahkan sering kali di bawah biaya produksi.

Kedua, biaya produksi meningkat di musim hujan. Petani harus mengeluarkan tambahan biaya untuk pestisida dan obat tanaman akibat meningkatnya serangan hama dan penyakit. Selain itu, biaya tenaga kerja dan transportasi ikut naik karena kondisi cuaca dan infrastruktur jalan yang rusak atau sulit dilalui.

Ketiga, kerusakan pascapanen meningkat. Curah hujan tinggi menyebabkan hasil panen mudah rusak, terutama komoditas hortikultura. Keterbatasan fasilitas pengeringan, penyimpanan, dan pengolahan membuat petani terpaksa menjual cepat dengan harga rendah untuk menghindari kerugian lebih besar.

Keempat, akses pasar petani NTT masih lemah. Ketergantungan pada tengkulak membuat posisi tawar petani rendah, terutama saat produksi melimpah. Minimnya industri pengolahan dan lemahnya sistem resi gudang memperparah situasi.

Kelima, komponen konsumsi rumah tangga petani meningkat. Pada musim hujan, pengeluaran untuk pangan, energi, dan kebutuhan kesehatan naik, sementara pendapatan dari hasil pertanian justru menurun. Kondisi ini secara langsung menekan NTP.

Demo Tani inisiasi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Penurunan NTP berdampak pada menurunnya kesejahteraan petani, meningkatnya kerentanan ekonomi rumah tangga tani, serta memperbesar risiko kemiskinan di wilayah pedesaan NTT. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat melemahkan ketahanan pangan dan mempercepat alih fungsi tenaga kerja dari sektor pertanian.

Menilik kondisi ini, maka Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT menginisiasi pelatihan peningkatan sumber daya manusia terutama para petani dan pekebun agar siap memasuki era pertanian modern dan digital.

Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Umbu Wanda pada Senin, 5 Januari 2026, mengungkapkan bahwa petani usia di atas 50 tahun terus meningkat, sementara anak muda cenderung menjauh dari sektor pertanian. Namun pembangunan bersifat hilirisasi dari Presiden Prabowo dan Dasa Cita Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, dapat membangun kerja sama pentahelix mendorong sektor pertanian dengan pola lahan kering menjadi lebih kekinian.

“Kalau kita ingin panen dalam waktu empat bulan, kita tanam padi atau jagung, kalau ingin panen lima hingga sepuluh tahun, kita tanam kopi atau kakao, namun kalau kita ingin mencapai generasi emas, maka kita harus menanam pendidikan,” bebernya.

Anak muda NTT, imbuh Joaz Umbu Wanda, harus dipersiapkan agar mereka paham pola pertanian adaptif dengan kecenderungan mulai menanam pada musim hujan dengan durasi hujan pendek 3—4 bulan periode Oktober—Maret

Tak hanya pelatihan bagi para petani dan pekebun, diungkapkan Joaz, Gubernur NTT, Melki Laka Lena menggelontorkan dana per OPD sebesar Rp300 juta mulai tahun 2027 untuk mengangkat potensi ekonomi desa bersifat hulu hilir dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menginisiasi desa model pertanian (Demo Tani) diterapkan di desa miskin ekstrem dengan pemberian bantuan hortikultura dan pelatihan.

“Presiden RI (pertama) Ir. Soekarno menyatakan pangan merupakan harga diri suatu bangsa, oleh karena itu, kedaulatan pangan dan mandiri pangan merupakan komitmen bersama untuk swasembada pangan sesuai Dasa Cita, dari ladang dan laut menuju pasar dan Dasa Cita 10, Ayo Bangun NTT sebagi suatu gerakan bersama mewujudkan mandiri pangan dari hulu hingga hilir sebagai upaya hilirisasi nilai tambah ekonomi bagi petani,” tandas Joaz Umbu Wanda.(*)

  • Penulis: Roni Banase

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 82 Orang Terpapar, Wakil Bupati Belu Pinta ASN Jadi Agen Cegah Covid–19

    82 Orang Terpapar, Wakil Bupati Belu Pinta ASN Jadi Agen Cegah Covid–19

    • calendar_month Jum, 25 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Data Satgas Covid–19 di Kabupaten Belu per Kamis, 24 Juni 2021 mencatat 82 (delapan puluh dua) orang positif Covid–19. Terkait kondisi tersebut, Wakil Bupati Belu secara tegas mengimbau masyarakat agar tetap menaati protokol kesehatan 5 M yakni, mencuci tangan; memakai masker; menjaga jarak; menghindari kerumunan; dan mengurangi mobilitas. Usai pembukaan acara […]

  • Budaya Menabung Sejak Dini Antisipasi Kebutuhan di Masa Depan

    Budaya Menabung Sejak Dini Antisipasi Kebutuhan di Masa Depan

    • calendar_month Ming, 24 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Loading

    Selama periode Hari Indonesia Menabung (HIM) tahun 2025 pada 1 Juli hingga 10 Agustus, tercatat telah dibuka 263.109 rekening pelajar baru dengan total nominal tabungan mencapai Rp338,6 miliar.   Jakarta | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama kementerian/ lembaga, industri jasa keuangan, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan terkait terus mendorong budaya menabung sejak dini yang penting […]

  • 10 Restoran Flobamora Segera Hadir di Kota-Kota Besar Indonesia

    10 Restoran Flobamora Segera Hadir di Kota-Kota Besar Indonesia

    • calendar_month Sen, 2 Jun 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Loading

    Bali akan menjadi lokasi perdana pembangunan restoran yang akan menjadi showcase kuliner dan budaya NTT.   Kupang | Sebagai upaya memperkuat ekonomi daerah dan memperkenalkan kuliner khas Nusa Tenggara Timur (NTT) ke seluruh Indonesia, Pemerintah Provinsi NTT mengumumkan rencana ambisius pembangunan 10 (sepuluh) restoran Flobamora di berbagai kota besar Tanah Air. Gubernur NTT, Melki Laka […]

  • Yayasan Sabas Angkat Miel Teftae Jadi Plt Kepala SMT Kristen Arastamar SoE

    Yayasan Sabas Angkat Miel Teftae Jadi Plt Kepala SMT Kristen Arastamar SoE

    • calendar_month Kam, 9 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Loading

    SoE-TTS, Garda Indonesia | Yayasan Setia Arastamar Bagi Bapa Surgawi (Ya Sabas TTS),  Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK) Arastamar, menunjuk atau mengangkat pelaksana tugas (Plt) Kepala SMTK Arastamar SoE berdasar surat keputusan nomor: 01.14/SK/YASABAS-TTS/IX/2021 pada Rabu, 8 September 2021. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2021/09/02/yayasan-sabas-segel-kantor-smt-kristen-arastamar-soe/ Ketua Yayasan Sabas TTS,  Margarita D.I. Ottu, M.Pd.K. menyampaikan pemberhentian Kepala SMTK […]

  • Kapolri Merotasi 11 Jenderal Polisi

    Kapolri Merotasi 11 Jenderal Polisi

    • calendar_month Sen, 26 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menerbitkan surat telegram berisi mutasi di sejumlah jabatan di lingkungan institusi Polri dengan nomor: ST/2046/IX/KEP./2022. Sigit merotasi 11 jenderal polisi yang dirotasi. Perincian 11 jenderal polisi ini, 4 (empat) berpangkat inspektur jenderal (irjen), kemudian 7 (tujuh) lainnya pangkat brigadir jenderal (brigjen). Jenderal yang terkena rotasi […]

  • Peluncuran di Malioboro, 1 Juta Pedagang Kali Lima & Warung Dapat Bantuan Tunai

    Peluncuran di Malioboro, 1 Juta Pedagang Kali Lima & Warung Dapat Bantuan Tunai

    • calendar_month Sab, 9 Okt 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Loading

    Yogyakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo meresmikan peluncuran Program Penyaluran Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima dan Warung (BT-PKLW) di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, pada Sabtu, 9 Oktober 2021. Nanti, BT-PKLW akan diserahkan kepada 1 juta PKL dan warung di seluruh Indonesia masing-masing diberikan sebesar 1,2 juta rupiah. “1,2 juta rupiah cukup menurut hitungan kita […]

expand_less