Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Nyepi–Hari Suci Umat Hindu di Bali

Nyepi–Hari Suci Umat Hindu di Bali

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 14 Mar 2021
  • visibility 46
  • comment 0 komentar

Loading

Nyepi adalah hari raya Umat Hindu yang dirayakan setiap Tahun Baru Saka. Hari ini jatuh pada hitungan Tilem Kesanga (IX) yang dipercayai merupakan hari penyucian dewa-dewa yang berada di pusat samudera yang membawa inti sari amerta air hidup. Untuk itu Umat Hindu melakukan pemujaan suci terhadap mereka.

Hari Raya Waisak, bersamaan dengan Hari Raya Nyepi, ditetapkan sebagai hari libur nasional berdasarkan Keputusan Presiden Indonesia Nomor 3 tahun 1983 tanggal 19 Januari 1983.

Makna Nyepi

Nyepi berasal dari kata sepi (sunyi, senyap). Hari Raya Nyepi sebenarnya merupakan perayaan Tahun Baru Hindu berdasarkan penanggalan atau Kalender Caka, yang dimulai sejak tahun 78 Masehi. Tidak seperti perayaan Tahun Baru Masehi, Tahun Baru Saka di Bali dimulai dengan menyepi. Tidak ada aktivitas seperti biasa. Semua kegiatan ditiadakan, termasuk pelayanan umum, seperti Bandar Udara Internasional pun tutup, namun tidak untuk rumah sakit.

Tujuan utama Hari Raya Nyepi adalah memohon ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa, untuk menyucikan Bhuana Alit (alam manusia/microcosmos) dan Bhuana Agung/macrocosmos (alam semesta). Sebelum Hari Raya Nyepi, terdapat beberapa rangkaian upacara yang dilakukan umat Hindu, khususnya di daerah Bali.

Melasti, Tawur (Pecaruan), dan Pengrupukan

Tiga atau dua hari sebelum Nyepi, umat Hindu melakukan Penyucian dengan melakukan upacara Melasti atau disebut juga Melis atau Mekiyis. Pada hari tersebut, segala sarana persembahyangan yang ada di Pura (tempat suci) diarak ke pantai atau danau, karena laut atau danau adalah sumber air suci (tirta amerta) dan bisa menyucikan segala leteh (kotor) di dalam diri manusia dan alam.

Prosesi Melasti Umat Hindu Bali, foto oleh bulelengkab.go.id

Sehari sebelum Nyepi, yaitu pada “tilem sasih kesanga” (bulan mati yang ke-9), Umat Hindu melaksanakan upacara Buta Yadnya di segala tingkatan masyarakat, mulai dari masing-masing keluarga, banjar, desa, kecamatan, dan seterusnya, dengan mengambil salah satu dari jenis-jenis caru (semacam sesajian) menurut kemampuannya. Buta Yadnya itu masing-masing bernama Pañca Sata (kecil), Pañca Sanak (sedang), dan Tawur Agung (besar).

Tawur atau pecaruan sendiri merupakan penyucian/pemarisuda Buta Kala, dan segala leteh (kekotoran) diharapkan sirna semuanya. Caru yang dilaksanakan di rumah masing-masing terdiri dari nasi manca (lima) warna berjumlah 9 tanding paket beserta lauk pauknya, seperti ayam brumbun (berwarna-warni) disertai tetabuhan arak atau tuak. Buta Yadnya ini ditujukan kepada Sang Buta Raja, Buta Kala dan Batara Kala, dengan memohon supaya mereka tidak mengganggu umat.

Mecaru diikuti oleh upacara pengerupukan, yaitu menyebar-nyebar nasi tawur, mengobori-obori rumah dan seluruh pekarangan, menyemburi rumah dan pekarangan dengan mesiu, serta memukul benda-benda apa saja (biasanya kentongan) hingga bersuara ramai/gaduh. Tahapan ini dilakukan untuk mengusir Buta Kala dari lingkungan rumah, pekarangan, dan lingkungan sekitar. Khusus di Balipengrupukan biasanya dimeriahkan dengan pawai ogoh-ogoh yang merupakan perwujudan Buta Kala yang diarak keliling lingkungan, dan kemudian dibakar. Tujuannya sama yaitu mengusir Buta Kala dari lingkungan sekitar.

Ogoh Ogoh di Bali, foto ilustrasi/metrobali.com

Puncak Acara Nyepi

Keesokan harinya, yaitu pada pinanggal pisansasih Kedasa (tanggal 1, bulan ke-10), tibalah Hari Raya Nyepi sesungguhnya. Pada hari ini suasana menjadi sepi, tidak ada kesibukan aktivitas seperti biasa. Pada hari ini umat Hindu melaksanakan “Catur Brata” Penyepian yang terdiri dari amati geni (tiada berapi-api/tidak menggunakan dan atau menghidupkan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak mendengarkan hiburan).

Bagi yang mampu juga melaksanakan tapa, brata, yoga, dan semadhi. Pada hari ini umat Hindu sama sekali tidak melakukan aktivitas mereka seperti biasa lingkungan tampak sepi, malah seperti kota mati, tidak ada lampu yang menyala, semua orang diam di rumah mereka.

Prosesi Ngambak Geni Umat Hindu Bali, foto oleh wowkeren.com

Demikianlah untuk masa baru, benar-benar dimulai dengan suatu halaman baru yang putih bersih. Untuk memulai hidup dalam Tahun Baru Caka pun, dasar ini dipergunakan, sehingga semua yang kita lakukan berawal dari suci dan bersih. Tiap orang berilmu (sang wruhing tattwa jñana) melaksanakan brata (pengekangan hawa nafsu), yoga (menghubungkan jiwa dengan paramatma (Tuhan), tapa (latihan ketahanan menderita), dan samadi (manunggal kepada Tuhan, yang tujuan akhirnya adalah kesucian lahir batin).

Semua itu menjadi keharusan bagi Umat Hindu agar memiliki kesiapan batin untuk menghadapi setiap tantangan kehidupan pada tahun yang baru.

Ngembak Geni (Ngembak Api)

Rangkaian terakhir dari perayaan Tahun Baru Saka adalah hari Ngembak Geni yang jatuh pada “pinanggal ping kalih” (tanggal 2) sasih kedasa (bulan X). Pada hari ini Tahun Baru Saka tersebut memasuki hari ke dua. Umat Hindu melakukan Dharma Shanti dengan keluarga besar dan tetangga, mengucap syukur dan saling maaf memaafkan (ksama) satu sama lain, untuk memulai lembaran tahun baru yang bersih.

Inti Dharma Santi adalah filsafat Tattwamasi yang memandang bahwa semua manusia di seluruh penjuru bumi sebagai ciptaan Ida Sanghyang Widhi Wasa hendaknya saling menyayangi satu dengan yang lain, memaafkan segala kesalahan dan kekeliruan. Hidup di dalam kerukunan dan damai.(*)

Sumber (*/wikipedia)

Foto utama oleh denpasarkota.go.id

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Burung Paling Putih

    Burung Paling Putih

    • calendar_month Sen, 28 Agu 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Loading

    Bangau adalah burung pantai hias yang paling menarik dan langka di dunia dan merupakan indikator penting dari kesehatan lingkungan rawa. Mereka memiliki nilai bulu yang tinggi, dengan bulu sebagian besar berwarna putih dan bulu perkawinannya yang panjang serta indah selama musim kawin. Kebiasaan mereka mirip dengan burung camar lainnya, tetapi beberapa spesies mungkin akan berbeda […]

  • Pesan Ayodhia Kepada Pj Bupati Sikka Adrianus Parera

    Pesan Ayodhia Kepada Pj Bupati Sikka Adrianus Parera

    • calendar_month Kam, 21 Sep 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Penjabat Gubernur NTT Ayodhia Gehak Lakunama Kalake, S.H., MDC resmi melantik Adrianus Firminus Parera S.E., M.Si. menjadi Penjabat Bupati Sikka. Hal tersebut ditandai dalam acara pengambilan janji jabatan dan pelantikan atas nama Presiden Republik Indonesia, bertempat di aula El Tari Kupang pada Rabu, 20 September 2023. Acara pelantikan diawali pembacaan Keputusan […]

  • Cegah Covid-19, Komisi IV DPRD Lampung Tinjau Simpul Transportasi Publik

    Cegah Covid-19, Komisi IV DPRD Lampung Tinjau Simpul Transportasi Publik

    • calendar_month Kam, 2 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Loading

    Lampung, Garda Indonesia | Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 melalui simpul transportasi publik, Komisi IV DPRD Provinsi Lampung berperan aktif melakukan kunjungan kerja langsung ke beberapa simpul transportasi yang merupakan pintu-keluar, guna mendukung upaya pemerintah melakukan percepatan penanganan dan pencegahan Virus Corona Desease (Covid-19) di Provinsi Lampung. Selain itu, tujuan kunjungan kerja tersebut pada Selasa, 31 […]

  • ‘Whiskey Is Liquid Sunshine’ Wiski Adalah Sinar Mentari Cair

    ‘Whiskey Is Liquid Sunshine’ Wiski Adalah Sinar Mentari Cair

    • calendar_month Sen, 15 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas George Bernard Shaw bilang begitu. Mungkin konsep itulah yang bikin ia begitu kreatif dan produktif semasa hidupnya. Ia seorang sastrawan asal Irlandia, penulis naskah teater, kritikus dan juga aktivis politik. Tahun 1925 ia dianugerahi hadiah Nobel bidang sastra. Lalu kita beralih ke Mississippi, salah satu negara bagian Amerika Serikat. Peristiwanya terjadi […]

  • Biinmaffo Berduka, Berpulangnya Frengky Saunoah

    Biinmaffo Berduka, Berpulangnya Frengky Saunoah

    • calendar_month Ming, 1 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Loading

    Kefa-TTU, Garda Indonesia | Tokoh Politik PDI-Perjuangan  Kabupaten Timor tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timor (NTT), Frengky Saunoah, S.E., menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit S.K.Lerik – Kupang pada Sabtu, 31 Juli 2021; usai dirujuk dari Rumah Sakit Umum Kefamenanu karena mengalami sakit. Kerinduan masyarakat Biinmaffo terhadap sosok Frengky Saunoah untuk menjadi agen pembaharuan […]

  • Lahan Tidur Lapas Kalabahi Jadi Produktif & Bermanfaat bagi Masyarakat Alor

    Lahan Tidur Lapas Kalabahi Jadi Produktif & Bermanfaat bagi Masyarakat Alor

    • calendar_month Sen, 20 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Loading

    Kalabahi, Garda Indonesia | Pasca-sidak mendadak pada Minggu siang, 19 September 2021  sekitar pukul 11.10 WITA–selesai di Lapas Kalabahi, Kakanwil Kemenkumham Provinsi NTT, Marciana Dominika Jone melihat progres pengolahan lahan tidur Lapas Kalabahi seluas 15.000 m2 (1,5 hektar) di Kadelang yang dioptimalkan menjadi ladang sayur oleh Kalapas Kalabahi dan warga binaan pemasyarakatan (WBP). Lahan tersebut […]

expand_less