Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Pasca-Bencana Banjir di Malaka, Ribuan Hektar Lahan Pertanian Rusak

Pasca-Bencana Banjir di Malaka, Ribuan Hektar Lahan Pertanian Rusak

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 6 Mei 2021
  • visibility 74
  • comment 0 komentar

Loading

Malaka, Garda Indonesia | Pasca-bencana alam Banjir Bandang akibat luapan air dari Sungai Benenain pada Minggu, 4 April 2021, mengakibatkan kerusakan lahan pertanian masyarakat di Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Dinas Pertanian-red) Pertanian Kabupaten Malaka, langsung terjun ke lapangan untuk mendata kerusakan lahan warga dan kerusakan lainnya.

“Setelah mendapat perintah dari Bupati Malaka, staf dan penyuluh pertanian lapangan kami langsung turun ke lapangan untuk mendata kerusakan lahan pertanian berupa lahan yang kekurangan air yang ada di masyarakat terdampak bencana,” ujar Plt. Kadis Pertanian Kabupaten Malaka, Nikolas Seran pada Selasa 4 Mei 2021 di aula Kantor Bupati Malaka.

Nikolas Seran memaparkan, sejak bencana banjir lalu, banyak lahan yang hancur, rusak dan luluh lantah tertimpa sedimen lumpur, termasuk hasil pertanian seperti jagung, padi dan tanaman hortikultura. “Dampaknya sangat terasa oleh masyarakat petani yang desanya terdampak langsung bencana banjir. Ribuan hektare lahan yang rusak dan tidak bisa dimanfaatkan dan yang mengalami kekurangan air hingga saat ini,” urainya.

Lebih lanjut, Nikolas Seran melalui Kabid Tanaman Pangan Fransiskus Nahak menginformasikan bahwa data kerusakan yang berhasil diperoleh berupa lahan sawah yang kekurangan air. “Kita mendata lahan warga yang saat ini kekurangan air dan butuh intervensi atau penanganan segera sehingga tidak terjadi gagal panen dan merugikan masyarakat,” ucapnya sambil mengatakan kekurangan air itu akibat putusnya saluran induk Bendungan Benenain, di Desa Kakaniuk sepanjang 200 meter.

Saluran induk Bendungan Benenain di Desa Kakaniuk putus diterjang banjir

Adapun data yang diperoleh dari Dinas Pertanian di Kecamatan Malaka Barat, luas lahan 1.050 ha, rusak akibat banjir seluas 750 ha dan yang mengalami kekurangan air sebesar 145 ha.

Lahan Pertanian terdampak berada di  Kecamatan Weliman luas lahan 837 ha, kerusakan akibat banjir 629,7 ha, yang mengalami kekurangan air 202,3 ha. Kecamatan Io Kufeu luas lahan 208 ha, kerusakan akibat banjir 25,8 ha. Kecamatan Malaka Tengah luas lahan 1725 ha, kerusakan akibat banjir 75 ha dan yang mengalami kekurangan air 1187 ha. Kecamatan Laenmanen luas lahan 502 ha, kerusakan akibat banjir 31 ha. Kecamatan Kobalima luas lahan 760 ha, kerusakan akibat banjir 45,1 ha dan kekurangan air 400 ha.

“Jadi total keseluruhan beberapa kecamatan itu, untuk luas lahan sebesar 5.082 ha, kerusakan akibat banjir 1.557 ha dan yang mengalami kekurangan air 1.934 ha. Lahan-lahan itu terdapat tanaman yang hampir seluruhnya belum dipanen,” rinci Fransiskus.

Kesempatan yang sama, Nikolaus dan Fransiskus mengutarakan bahwa jika saluran primer itu bisa dikerjakan sehingga aliran air bisa berfungsi maka lahan akibat kekurangan air itu bisa ditanggulangi. Pihaknya juga melalui staf dan penyuluh pertanian terus memberikan pendampingan kepada masyarakat untuk mencari solusi terbaik. (*)

Sumber berita dan foto (*/kominfomalaka)

Editor (+roni banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Palestina—Israel ‘Two-State Solution’ or ‘One-State Solution’

    Palestina—Israel ‘Two-State Solution’ or ‘One-State Solution’

    • calendar_month Sab, 22 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Josef Herman Wenas Akhir-akhir ini di dunia maya mendadak muncul banyak “ahli” soal kisruh Israel-Palestina yang berbicara tentang “two-state solution.” Tetapi saya tidak melihat satu pun mereka yang bisa menjelaskan dengan fakta-fakta kenapa solusi ini gagal sejak Resolusi DK PBB No. 242 dikeluarkan pada 22 November 1967. Ada kesan kuat para “ahli” di dunia […]

  • Tantangan dan Peluang Produksi Benih Jagung Hibrida di NTT

    Tantangan dan Peluang Produksi Benih Jagung Hibrida di NTT

    • calendar_month Sel, 18 Jan 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Emmanuel Richardo, SP, Pengawas Benih Tanaman Muda Anggota Ikatan Pengawas Benih Tanaman Indonesia Produktivitas pertanian khususnya jagung di Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam satu dekade terakhir masih sangat rendah di kisaran 2,633 ton/ha jika dibandingkan dengan produksi nasional yaitu 5,241 ton/ha. Salah satu penyebab rendah produktivitas jagung tersebut adalah masih rendahnya penggunaan benih […]

  • Tolak Teken Berita Acara Bantuan, Sikap Kades Oeinlasi TTS Disesali Masyarakat

    Tolak Teken Berita Acara Bantuan, Sikap Kades Oeinlasi TTS Disesali Masyarakat

    • calendar_month Kam, 17 Feb 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Loading

    SoE, Garda Indonesia | Masyarakat Desa Oeinlasi, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menyesalkan sikap Kepala Desa Oeinlasi, Nahum Nomleni yang menolak tanda tangan berita acara (BA) penyerahan bantuan ternak ayam petelur 500 (lima ratus) ekor dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian RI ke Kelompok […]

  • Solmet Dukung Penuh Hak Prerogatif Presiden Pilih Menteri & Wakil Menteri

    Solmet Dukung Penuh Hak Prerogatif Presiden Pilih Menteri & Wakil Menteri

    • calendar_month Sel, 29 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ketua Umum Solidaritas Merah Putih Silfester Matutina mendukung penuh dan percaya pilihan Presiden Jokowi atas Menteri Menteri dan Wakil Menteri yang membantu beliau adalah yang terbaik dan tepat. “Kami Relawan tidak akan pernah masuk ke persoalan lain khususnya yang menjadi domain ranah Hak Prerogatif seorang Presiden dalam menyusun kabinet. Tidak ada […]

  • Resesi Terjadi di NTT? BPS : NTT Alami Deflasi pada Juli dan Agustus 2020

    Resesi Terjadi di NTT? BPS : NTT Alami Deflasi pada Juli dan Agustus 2020

    • calendar_month Sel, 1 Sep 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pada Juli 2020, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami deflasi sebesar 0,32 persen dengan pertumbuhan ekonomi triwulan II (April—Juni 2020) mengalami kontraksi -1,96 persen year on year, meski tak sebesar provinsi lain di Indonesia bahkan secara nasional. Apakah kondisi pertumbuhan ekonomi serupa bakal dialami oleh NTT pada triwulan III? Apakah penurunan […]

  • Antisipasi Konflik Batas ‘Food Estate Belu’ Pemda Koordinasi dengan BPN

    Antisipasi Konflik Batas ‘Food Estate Belu’ Pemda Koordinasi dengan BPN

    • calendar_month Jum, 6 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Guna menyukseskan program food estate ‘lumbung pangan’ di Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Bupati dr. Agustinus Taolin, Sp-PD, FINASIM. bertatap muka dengan masyarakat Dusun Rotiklot, Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak pada Rabu, 4 Agustus 2021. “Jadi, hari ini kami bersama Satker Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, OPD terkait, […]

expand_less