Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Pemanfaatan Dunia Digital dalam Terobosan Kebudayaan

Pemanfaatan Dunia Digital dalam Terobosan Kebudayaan

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 20 Mei 2021
  • visibility 64
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : I Gusti Agung Gede Artanegara

Harus diakui pandemi memaksa masyarakat untuk lebih adaptif dengan kondisi perubahan sosial yang sporadis. Mau tidak mau, tatanan kemanusiaan mulai bergeser menuju bentuk lainnya yang pastinya jauh berbeda dari sebelumnya. Perubahan-perubahan besar hampir di segala aspek termasuk dalam ruang kebudayaan, perubahan tersebut menjadi keniscayaan dalam berkebudayaan.

Dampak pandemi mengakibatkan tempat pertunjukan, obyek wisata cagar budaya, museum, dan tempat budaya lainnya menjadi sepi pengunjung. Walaupun begitu masih ada medium lain yang dapat digunakan dalam berekspresi yaitu dengan teknologi, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi menjadi cara baru dalam menyampaikan ide dan gagasan. Relasi sosial berubah ketika semua mau masuk ke dalam perkembangan digitalisasi di mana relasi yang dulu harus dilakukan secara langsung, sekarang tidak perlu lagi.

Penggunaan youtube, sosial media, dan berbagai macam format video menjadi jembatan dalam penyebaran informasi kebudayaan. Pada saat Pekan Kebudayaan Nasional yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek, kegiatan tersebut menggunakan format sepenuhnya online dan terlihat jumlah penontonnya lumayan besar sekali.

Penggunaan teknologi bukan suatu keharusan dan juga bukan sebagai pilihan tetapi kenyataan yang mau tidak mau harus diterima, yang mana desa-desa adat, museum, tempat pertunjukan, rumah seni, dan sebagainya dapat diketahui masyarakat. Kemampuan teknologi dapat dimanfaatkan guna meng-upgrading atau mengenalkan kebudayaan melalui program konten-konten budaya kepada masyarakat dan itu merupakan cara yang paling mudah dan paling murah untuk menarik orang mengonsumsi berbagai macam inovasi budaya kita.

Memang tidak ada cara lain kecuali forum digital dan itu merupakan kanal terbesar, termurah, paling efektif, dan dapat dihitung hasilnya. Jadinya itu suatu keniscayaan dan kalau tidak memikirkan berbagai macam inovasi baik dari sisi animasi, augmented reality, serta cara berinteraksi antara budaya dan sejarah maka, kebudayaan Indonesia dapat ketinggalan zaman dan anak-anak muda tidak akan pernah senang untuk datang ke lokasi-lokasi cagar budaya, seni pertunjukkan, maupun tempat budaya lainnya.

Teknologi dapat dipandang positif, ketika membawa manfaat besar dan membantu aktivitas manusia. Fenomena digital tidak bisa dipungkiri telah masuk ke dalam sendi kemanusiaan, penetrasinya hingga ke dalam perilaku manusia dan kehidupan sehari-hari. Keterbukaan pikiran dan rasa ingin tahu menyebabkan fenomena tersebut sebagai realita.

Disadari bahwa pada era digital ini dapat menyebabkan benturan budaya (clash of civilization), di mana kultur tidak bisa begitu saja pudar dan menghilang, namun akan terjadi terus menerus selalu ada sisi membangun dan sisi mendestruksi. Era digitalisasi di mana segala sesuatu mudah diakses, harus membuat manusia menjadi lebih pintar dan lebih dapat mengembangkan diri karena kemudahan akses tersebut, itu semua harus diimbangi dengan ketekunan dan membaca.

Memang pada realitasnya, kunjungan ke lokasi cagar budaya, museum maupun kantong budaya lokal sepenuhnya tidak berjalan secara organik. Lihat saja, bagaimana kebanyakan orang tua tidak memainkan peran dalam mengenalkan kebudayaan. Anak-anak mendapatkan intervensi dari sekolah yang telah mengatur waktu untuk datang ke sana, sementara yang diinginkan dan diharapkan adalah tempat yang jauh lebih dinamis agar orang datang ke suatu cagar budaya, museum, maupun tempat budaya lainnya.

Kondisi tersebut interaktif buat anak-anak dan ada berbagai macam pemandu wisata membantu memfasilitasi anak-anak untuk belajar dengan fakta-fakta yang menarik. Menjadi sebuah pengalaman menarik jika kita dapat memanfaatkan teknologi digital, animasi, proyeksi 3D, augmented reality, merupakan keniscayaan yang harus kita tempuh agar tidak menjadi irrelevant untuk generasi berikutnya. (*)

*/Penulis merupakan Pamong Budaya Ahli Muda BPCB Provinsi Bali

Foto utama oleh medcom.id/ilustrasi digit

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kinerja Bank NTT Semakin Profesional di Tengah Pandemi & Pasca-Badai Seroja

    Kinerja Bank NTT Semakin Profesional di Tengah Pandemi & Pasca-Badai Seroja

    • calendar_month Sel, 27 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Loading

    Bank Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur yang menjadi kebanggaan masyarakat NTT, menunjukkan kinerja semakin profesional dalam mendorong dan membangun potensi NTT. Sejumlah tokoh berkompeten di bidangnya. Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) NTT, Abraham Paul Liyanto, kepada Timor Express menegaskan kondisi tersebut. “Kami dari Kadin mengamati, ada sebuah perubahan signifikan di Bank NTT. Baik dalam […]

  • Menteri Basuki Terima Penghargaan GridOto Award 2018 Kategori Kontribusi Untuk Negeri

    Menteri Basuki Terima Penghargaan GridOto Award 2018 Kategori Kontribusi Untuk Negeri

    • calendar_month Kam, 11 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta,gardaindonesia.id |Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menerima penghargaan GridOto Award 2018 untuk kategori khusus yakni Kontribusi Untuk Negeri yang diselenggarakan oleh Kompas Gramedia melalui situs otomotif GridOto.com. Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Harry Kristianto dari GridOto kepada Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto mewakili Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, di Jakarta, Rabu 10 […]

  • Densus 88 Tangkap Tiga Pengurus Partai Dakwah Rakyat Indonesia

    Densus 88 Tangkap Tiga Pengurus Partai Dakwah Rakyat Indonesia

    • calendar_month Kam, 18 Nov 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap Ketua Umum Partai Dakwah Rakyat Indonesia (PDRI) Ustaz Farid Okbah dan Ahmad Zain An Najah. Selain keduanya, ada lagi seorang berinisial AA yang diamankan. Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan menyebut ketiganya berstatus tersangka tindak pidana terorisme. Ketiganya ditangkap di Bekasi, Jawa […]

  • Menangkal Salah Tafsir Tentang RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

    Menangkal Salah Tafsir Tentang RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

    • calendar_month Kam, 14 Mar 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU-PKS) menjadi salah satu topik hangat yang banyak dibicarakan masyarakat sejak akhir tahun 2018. Namun, Deputi Perlindungan Hak Perempuan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Vennetia R Danes menilai isu yang berkembang cenderung bernuansa negatif karena adanya pihak yang kontra. “RUU PKS makin simpang […]

  • PLN Ekspose Jalan Akses PLTP Ulumbu ke Forkopimda Manggarai

    PLN Ekspose Jalan Akses PLTP Ulumbu ke Forkopimda Manggarai

    • calendar_month Sen, 2 Jun 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Loading

    Ekspose ini menyampaikan progres pengadaan tanah pada jalan akses (Access Road) STA 0+000 hingga STA 7+200 dan tikungan jalan yang melintasi Desa Wewo dan Desa Ponggeok, Kecamatan Satar Mese.   Manggarai | PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) bersama Tim Pelaksana Pengadaan Tanah melaksanakan ekspose hasil inventarisasi dan identifikasi pengadaan tanah kepada […]

  • Wow!, Ternyata Belajar Bahasa Indonesia Asyik dan Menyenangkan

    Wow!, Ternyata Belajar Bahasa Indonesia Asyik dan Menyenangkan

    • calendar_month Rab, 14 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara dan bahasa pemersatu bagi 1.340 suku (sensus BPS tahun 2010) dan pemersatu dalam keberagaman dan kebhinnekaan atas 34 provinsi di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI); terus ber-ubah dan menyesuaikan diri dengan pembaruan sebanyak dua kali setahun. Tak ketinggalan, Bahasa Indonesia juga menyesuaikan diri di era […]

expand_less