Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Percakapan terakhir Didi Kempot dengan Letjen Doni Monardo

Percakapan terakhir Didi Kempot dengan Letjen Doni Monardo

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 8 Mei 2020
  • visibility 58
  • comment 0 komentar

Loading

Catatan Egy Massadiah

Sulit percaya untuk menerima kenyataan bahwa Didi Kempot telah berpulang, Selasa pagi, 5 Mei 2020. Betapa tidak. Di tengah kesibukan menangani amuk virus corona, setidaknya dalam tiga hari terakhir, nama Didi Kempot selalu jadi salah satu topik pembicaraan Letjen Doni Monardo.

Apa pasal, nama Didi Kempot memenuhi hari-hari Doni Monardo?

Bermula dari kedatangan tim kreatif yang mengusulkan penggunaan jingle lagu bagi kepentingan sosialisasi Covid-19, termasuk imbauan untuk tidak mudik di Lebaran mendatang.

Di ruang multimedia lantai 10 Graha BNPB sore itu, bermunculan ide. Selain Doni Monardo yang antusias diskusi, wartawan senior Tommy Suryo Pratomo, serta sejumlah anggota Gugus Tugas dan tim kreatif.

Salah satu usulan adalah lagu “Garuda di Dadaku” tetapi diubah liriknya. Ada yang setuju, tapi ada yang menolak.

Yang setuju beranggapan, lagu itu sudah sangat populer. Sedang yang menolak, beralasan, itu lagu “trade mark” milik suporter sepakbola. Tidak tepat, dan terlalu dipaksakan.

Lalu, muncul gagasan untuk meminta bantuan “The Godfather of Broke Heart, Lord Didi Kempot”. Begitu muncul nama Didi Kempot, seisi ruang hening sejenak, ada yang saling pandang, semua seolah mengekspresikan kesadarannya yang baru datang setelah pergi entah ke mana.

“Oh iya…. Kenapa tidak pakai Didi Kempot saja? Bagus itu,” suara sebagian orang hampir bersamaan.

Pendek kata, diskusi pun makin seru. Nama Didi Kempot memenuhi ruang pembicaraan. Esensinya, semua pembicaraan yang mendukung pemakaian suara Didi Kempot untuk kampanye “Jangan Mudik” serta sosialisasi terkait Covid-19 lain.

Terlebih, Didi Kempot sudah berjuang sebagai relawan Covid-19. Di daerahnya, Ngawi, Jawa Tengah, Didi Kempot membagi-bagikan sembako. Bahkan, melalui salah satu stasiun televisi, dengan dukungan Presiden Joko Widodo, Didi Kempot melakukan konser dari rumah, untuk menggalang dukungan dana bagi korban Covid-19. Tak kurang dari Rp 7 miliar dana terkumpul.

Info kiprah Didi di atas meluncur kembali dari WA Tommy ke saya. Saya segera menyampaikan ke Ketua Gugus Tugas. Sebagai rasa terima kasih kepada Didi Kempot, Letjen TNI Doni Monardo membuat video pendek pada hari Sabtu sore, 2 Mei 2020. Begini narasi video berdurasi 1,5 menit itu yang saya rekam menggunakan hape saya:

“Mas Didi, saya Doni Monardo, Ketua Gugus Tugas menyampaikan ucapan terima kasih kepada mas Didi yang telah ikut berpartisipasi dalam membantu masyarakat kita. Para pahlawan bukan hanya mereka yang berjuang mengangkat senjata, atau para pahlawan kemanusiaan seperti dokter yang membantu mereka yang menderita akibat serangan virus corona, tetapi juga orang-orang seperti mas Didi, para budayawan, para seniman yang telah mengajak masyarakat untuk ikut meningkatkan disiplin, agar tidak terpapar virus corona. Termasuk upaya dan langkah-langkah mas Didi yang telah membantu meringankan saudara-saudara kita baik yang terpapar virus corona, maupun yang terkapar karena kehilangan pekerjaan. Lanjutkan perjuangan mas, semoga Tuhan selalu bersama kita semua. Salam tangguh. Salam kemanusiaan.”

Tak hanya itu. Hari selanjutnya, esok hari Minggu, Didi Kempot sempat melakukan video call dengan Tomy Suryo. Tentu saja membicarakan rencana memakai jasa mas Didi Kempot untuk kampanye “Jangan Mudik” dan sosialisasi Covid-19.

Kemasannya bahkan direncanakan melalui sebuah konser dari rumah dalam skala yang lebih besar dari konser dari rumah sebelumnya.

Tommy pun segera mengarahkan video call itu ke Doni Monardo. Saat itu, Doni baru saja meninggalkan ruang multimedia di lantai 10 Graha BNPB untuk persiapan sholat ashar. Tommy segera mendatangi ruang Doni. Ia menjumpai Doni baru selesai wudhu.

Gagang HP diserahkan Tommy ke Doni. Doni pun melakukan video call dengan Didi Kempot. Dengan senyum lebar, Doni dan Didi saling sapa. Tak lupa, Doni mengucapkan terima kasih atas apa yang sudah dilakukan Didi Kempot sebagai relawan membantu penanganan Covid-19.

Syahdan. Kesepakatan sudah bulat. Tim teknis pun sudah mempersiapkan rencana konser Didi Kempot bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Innalilahi wa inaillaihi roji’un…. Selasa pagi, 5 Mei 2020, bak petir menyambar, demi mendengar berita kabar Didi Kempot meninggal dunia. Ambyar hati Doni Monardo. Ambyar semua hati orang-orang Gugus Tugas, terlebih yang sedang intens membicarakan konsep kerja kemanusiaan bareng-bareng. Ambyar perasaan bangsa Indonesia.

Begitulah Tuhan sudah menunjukkan kebesaran dan kekuasaanNya. Dengan perasaan remuk, suara yang tersekat di leher, Doni Monardo pun berusaha tegar saat mengucapkan bela sungkawa melalui video pendek.

Katanya, “Kami segenap keluarga besar Gugus Tugas menyampaikan rasa duka cita yang mendalam, atas wafatnya sahabat, seniman nasional, dan relawan kemanusiaan, almarhum Didi Kempot. Semoga almarhum Didi Kempot mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa. Diterima semua amal kebaikannya, diampuni segala kesalahannya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, keikhlasan, dan ketabahan.”

Sejurus berkelebat sebuah bayangan melintas di benaknya… Lelaki berambut gondrong, bersurjan hitam dan mengenakan blangkon, dengan senyum yang tersungging di bibir berseru, “Saya pamit, jenderal..” ***

Foto utama (*Instagram Didi Kempot)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wakil Wali Kota Kupang: “Hingga Tanggal 2 Januari 2021 Tak Boleh Ada Pesta”

    Wakil Wali Kota Kupang: “Hingga Tanggal 2 Januari 2021 Tak Boleh Ada Pesta”

    • calendar_month Rab, 23 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Wakil Wali Kota Kupang, dr. Herman Man menegaskan bahwa kesehatan dan keselamatan seluruh warga Kota Kupang merupakan prioritas utama yang wajib dipertimbangkan dalam upaya menekan penularan transmisi lokal Covid-19 di Kota Kupang. Jika ada kegiatan atau ada acara, maka diperbolehkan hanya sampai pukul 21.00 WITA (9 malam) saja seperti edaran […]

  • Bibit Siklon Tropis 99S Terpantau, Begini Dampak Cuacanya

    Bibit Siklon Tropis 99S Terpantau, Begini Dampak Cuacanya

    • calendar_month Jum, 25 Feb 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | BMKG melalui Jakarta Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) memonitor adanya peningkatan intensitas sirkulasi udara menjadi satu sistem Bibit Siklon Tropis 99S yang mulai terbentuk di sekitar Laut Timor sebelah utara Australia, tepatnya di posisi 12.6°LS 128.3°BT di mana area tersebut sudah masuk di wilayah tanggung jawab TCWC Australia. Sistem Bibit Siklon […]

  • Paus Baru ke-267 Telah Terpilih, Siapakah Dia?

    Paus Baru ke-267 Telah Terpilih, Siapakah Dia?

    • calendar_month Jum, 9 Mei 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Loading

    Habemus Papam (Puji Tuhan). Paus ke-267 Gereja Katolik akan muncul di jendela tengah Basilika Santo Petrus Vatikan.   Vatikan | Para Kardinal pemilih Paus baru pengganti Paus Fransiskus telah menghelat konklaf sejak Rabu pagi, 7 Mei 2025 waktu setempat. 133 Kardinal, termasuk Kardinal Suharyono dari Indonesia telah melakukan pemilihan Paus baru. Habemus Papam (Puji Tuhan) […]

  • Dulu Pelita Sekarang Listrik PLN, Terang Listrik Enam Desa di NTT

    Dulu Pelita Sekarang Listrik PLN, Terang Listrik Enam Desa di NTT

    • calendar_month Sel, 13 Jun 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Loading

    NTT, Garda Indonesia | PT PLN (Persero) berhasil menyelesaikan pembangunan jaringan listrik ke enam desa di empat kabupaten yang berada di Nusa Tenggara Timur. Kehadiran listrik PLN selama 24 jam di enam desa tersebut menjadi bukti kehadiran negara melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) guna mewujudkan energi berkeadilan. Hadirnya listrik 24 jam ini pun disambut sukacita […]

  • Mahfud MD : Korupsi Bukan Jati Diri Bangsa Indonesia

    Mahfud MD : Korupsi Bukan Jati Diri Bangsa Indonesia

    • calendar_month Jum, 3 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Loading

    Yogyakarta, Garda Indonesia | Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan bahwa budaya merupakan produk akal budi (hasil daya cipta, rasa, dan karsa) manusia yang baik sehingga tidak mungkin korupsi dianggap sebagai budaya Indonesia. Demikian disampaikan dalam Sarasehan Online bertema Kembali Pancasila Jati Diri Bangsa, yang diselenggarakan oleh Dewan Guru Besar UGM pada Jumat, 3 Juli 2020. […]

  • Stefen Messakh Dilantik Sebagai Direktur Pemasaran Kredit Bank NTT

    Stefen Messakh Dilantik Sebagai Direktur Pemasaran Kredit Bank NTT

    • calendar_month Rab, 10 Feb 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Jajaran direksi dan komisaris Bank NTT bersama pemegang saham pengendali, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) meneguhkan dan menetapkan Paulus Stefen Messakh, S.E. sebagai Direktur Pemasaran Kredit Bank NTT dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur yang dilangsungkan di ruang rapat Gubernur NTT […]

expand_less