Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Pesan di Balik Tarian Hodi Deket, Tarian Sambut Pj Gubernur NTT

Pesan di Balik Tarian Hodi Deket, Tarian Sambut Pj Gubernur NTT

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 11 Sep 2023
  • visibility 71
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Karolus Kopong Medan

Tarian Hodi Deket ditampilkan Sanggar Sole Oha di bawah pimpinan Daniel Lebu Raya pada penjemputan Penjabat Gubernur Provinsi NTT, Ayodhia Gehak Lakunamang Kalake pada Jumat, 8 September 2023 di aula El Tari Kupang.

Lantas, apa makna dari Tarian Hodi Deket?

Video : Tarian Hodi Deket, tarian penyambutan Penjabat Gubernur NTT Ayodhia Kalake

https://vt.tiktok.com/ZSLwd8yWh/

Tarian Hodi Deket merupakan perpaduan antara dua jenis tarian tradisi Lamaholot, yaitu tarian Hedung (tarian perang) dan tarian kolosal Sole Oha yang melibatkan sekelompok orang baik laki-laki dan perempuan sebagai pemain. Mereka sambil berpegangan tangan dan menghentakkan kaki diiringi bunyi giring-giring (bolong) dan lantunan syair-syair adat oleh beberapa penutur yang memiliki keahlian khusus.

Perpaduan kedua tarian tradisi Lamaholot tersebut dimaksudkan untuk memberikan pesan kepada khalayak dan terkhusus kepada tokoh yang dijemput, dalam hal ini Penjabat Gubernur NTT Odhi Kalake yang dipersonifikasikan sebagai seorang deket (pemimpin hebat, pemberani), yang setidak-tidaknya memiliki jiwa kesatria dan terus berupaya menanamkan nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan dan kekompakan dengan berbagai elemen masyarakat dalam membangun daerah.

Oleh karena pesan yang ingin diwartakan seperti itu, maka Daniel Lebu Raya selaku pimpinan Sanggar Sole Oha dan sekaligus sebagai kreator Tarian Hodi Deket berusaha memadukan tarian Hedung dan tarian kolosal Sole Oha.

Tarian Hedung dimaksudkan untuk menampilkan pesan keberanian atau ksatria, sedangkan tarian kolosal Sole Oha lebih menonjolkan semangat kekompakan, kebersamaan dan persaudaraan.

Tarian Hodi Deket yang ditampilkan oleh Sanggar Sole Oha itu merupakan sebuah hasil kemasan baru. Selama ini, dalam event-event seperti ini lebih banyak ditampilkan aspek heroiknya melalui tarian Hedung (tarian perang). Padahal ada sisi lain yang terkadang diabaikan yaitu nilai-nilai persaudaraan, kekompakan dan kebersamaan yang juga sangat penting sebagai modal sosial dalam membangun negeri.

Tarian Hodi Deket kemasan baru yang ditampilkan ini sekaligus mau mengubah persepsi orang luar tentang watak orang-orang Lamaholot, terkhusus orang Adonara yang cenderung keras, suka berkonflik, dan bahkan berperang tanding saling membunuh.

Orang Lamaholot sesungguhnya juga memiliki watak yang sangat humanis dan selalu mengedepankan nilai-nilai kebersamaan, kekompakan dan persaudaraan dalam berbagai situasi, baik situasi suka maupun situasi duka.

Tatanan Tarian Hodi Deket

Dalam tarian Hodi Deket biasanya diawali dengan sejumlah seremoni adat, seperti behin-baun (menyuguhkan minuman tuak), golo tutun (memberi lintingan rokok dari daun lontar), ore wua warak (menyuguhkan siri pinang), dan seremoni loge boren (penyematan sarung tenunan Lamaholot).

Seremoni adat behin baun tuak (menyuguhkan minuman tuak), dalam wujud yang nyata merupakan salah satu bentuk ekspresi dari nilai persaudaraan, kebersamaan dan kekompakan. Dengan meminum tuak dari sumber yang sama dan dari cawan yang sama, maka “Sang Tokoh” diajak untuk terus memupuk nilai-nilai utama tersebut dalam memimpin dan membangun negeri (daerah).

Selain itu, seremoni adat behin baun tuak ini juga mengandung nilai sakral ala Lamaholot untuk menghadirkan dan mengikutsertakan Tuhan (Dewa Rerawulan Tanaekan) dan Leluhur (Koda Kewokot) dalam berbagai aktivitas, termasuk dalam mengawali kepemimpinan “Sang Tokoh”. Simbol kehadiran dan keikutsertaan Tuhan dan Leluhur itu ditandai dengan penuangan sedikit minuman ke tanah sebelum meminumnya.

Seremoni adat golo tutun (memberi lintingan rokok dari daun lontar) dan ore wua warak (menyuguhkan siri pinang) lebih sebagai simbol penyatuan, menyatukan berbagai hal yang berbeda seperti suku, agama dan ras. Termasuk juga menyatukan dan menyelaraskan sikap tindak dan pola pikir agar seirama, sehati dan sesuara (one tou kirin ehan) dalam membangun negeri.

Pola pikir dan pemahaman orang Lamaholot yang demikian itu dapatlah dimengerti, karena sadar atau tidak, tembakau (kebako) dan irisan daun lontar (koli) yang disatukan membentuk lintingan rokok, ketika dibakar dan dihisap hanya mengeluarkan asap dengan warna yang sama. Demikian pula siri (malu), pinang (wua), kapur (apu), gambir (gabe), dan tembakau (kebako) dengan warna yang berbeda-beda tetapi ketika disatukan dan dikunyah dalam mulut akan menghasilkan satu wara, yaitu merah maron.

Seremoni adat loge boren dengan menyematkan sarung tenunan Lamaholot ke pundak Sang Tokoh atau pemimpin yang dijemput bukan hanya sekedar pemberian hadiah, melainkan sebagai simbol yang memberi pesan kepada sang pemimpin harus bisa mendengarkan dan merasakan apa yang dirasakan oleh masyarakat. Sang pemimpin juga harus bisa merasakan hangat tidaknya balutan sarung yang sama seperti yang dimiliki oleh masyarakat.

Seremoni ini pun mau mengingatkan kepada Sang Pemimpin untuk selalu mendengar dengan sungguh-sungguh cermat beban penderitaan, keluh-kesah, keinginan dan harapan dari warga masyarakat yang dipimpinnya.(*)

Penulis merupakan salah satu personil Sanggar Sole Oha dan Peneliti Budaya Lamaholot

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • GP Ansor Klarifikasi Penyusupan Bendera HTI dalam Acara Hari Santri Nasional

    GP Ansor Klarifikasi Penyusupan Bendera HTI dalam Acara Hari Santri Nasional

    • calendar_month Rab, 24 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta,gardaindonesia.id | Mencermati peristiwa pembakaran bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang terjadi pada 22 Oktober 2018 saat peringatan Hari Santri Nasional di Limbangan, Garut, Jawa Barat, Gerakan Pemuda Ansor melalui surat yang ditanda tangan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat, H Yaquat Choll Qoumas dan Sekretaris Jenderal, Abdul Rochman, Rabu/24 Oktober 2018; merasa perlu untuk menjelaskan […]

  • Perkuat Modal Inti, Bank NTT Kerja Sama Bank DKI

    Perkuat Modal Inti, Bank NTT Kerja Sama Bank DKI

    • calendar_month Kam, 22 Des 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Loading

    Tambolaka, Garda Indonesia | Pada momentum HUT ke-64 Provinsi NTT, Selasa, 20 Desember 2022), di Desa Hameli Ate Kecamatan Kodi Utara Kabupaten Sumba Barat Daya, PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (PT. BPD NTT) menandatangani kesepakatan dengan Bank Pembangunan Daerah Khusus Indonesia (Bank DKI). Adapun kesepahaman bersama yang ditandatangani oleh Direktur Utama Bank NTT, […]

  • HUT Ke-80 RI, PKK NTT Helat Pameran Pembangunan Perempuan Merdeka

    HUT Ke-80 RI, PKK NTT Helat Pameran Pembangunan Perempuan Merdeka

    • calendar_month Kam, 7 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Loading

    Perempuan Merdeka dihelat pada Sabtu pagi, 9 Agustus 2025 pukul 07:00 Wita—selesai meliputi jalan sehat, lomba best etnich drescode tenun NTT, talk show live RRI, kampanye kesehatan mental, dan ragam kegiatan lainnya.   Kupang | Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Provinsi Nusa Tenggara Timur (TP PKK NTT) dinakhodai Mindriyati Astiningsih Laka Lena menginisiasi ragam […]

  • Partai Golkar Belu Kawal Program Pengobatan Gratis Paket SEHATI

    Partai Golkar Belu Kawal Program Pengobatan Gratis Paket SEHATI

    • calendar_month Jum, 19 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Partai Golkar Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), berkomitmen mengawal pelaksanaan 5 (lima) program prioritas paket SEHATI, pasangan Bupati dan Wakil Bupati terpilih, dr. Agustinus Taolin – Aloysius Hale Serens. “Kami dari Partai Golkar Belu sudah berkomitmen merangkul partai–partai pengusung lainnya dalam mengawal lima program paket SEHATI, salah satunya pengobatan […]

  • Ramadan 2024, Hanya 200 Ribuan Tambah Daya Listrik Hingga 5.500VA

    Ramadan 2024, Hanya 200 Ribuan Tambah Daya Listrik Hingga 5.500VA

    • calendar_month Rab, 13 Mar 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | PT PLN (Persero) kembali menghadirkan promo diskon kepada pelanggan yang ingin tambah daya listrik melalui program tambah daya listrik saat Ramadan 2024. Melalui promo ini, pelanggan hanya perlu membayar biaya tambah daya sebesar Rp202.403,-. Promo ini berlaku bagi penambahan daya pelanggan 450 Volt Ampere (VA) hingga ke daya 5.500 VA. Pada […]

  • Poli Boimau—Kiper Masa Depan dari TTS dalam ETMC 2019

    Poli Boimau—Kiper Masa Depan dari TTS dalam ETMC 2019

    • calendar_month Sen, 22 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Loading

    Malaka-NTT, Garda Indonesia | Partai per delapan besar Turnamen Sepak Bola El Tari Memorial Cup ( ETMC) 2019, saat pertandingan Perse Ende vs Perss SoE, pada Jumat 19 Juli 2019 lalu menjadi salah satu momen paling menegangkan sepanjang perhelatan ETMC 2019 yang berlangsung di lapangan utama Betun, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pertandingan yang […]

expand_less