Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Pidato Pukul Dua Subuh, Prabowo Siap Mati Demi Berantas Korupsi

Pidato Pukul Dua Subuh, Prabowo Siap Mati Demi Berantas Korupsi

  • account_circle Rosadi Jamani
  • calendar_month Jum, 26 Des 2025
  • visibility 535
  • comment 0 komentar

Loading

Pukul dua dini hari, ketika yang lain sudah terkapar di kasur empuk, Presiden Prabowo Subianto justru segar bugar menjalankan tugas negara. Bukan tugas receh seperti tanda tangan map warna-warni, tapi berdiri gagah di Kejaksaan Agung, menatap gunungan uang Rp6,6 triliun sambil berpidato berapi-api. Pukul dua subuh. Jam sakral bagi mi instan, renungan hidup, dan kegalauan eksistensial. Tapi bagi Prabowo, itu jam emas untuk menantang korupsi dan memberi pesan pada dunia, negara ini bahkan tidak tidur demi melawan memberantas tikus gorong-gorong.

Di saat rakyat sedang memeluk bantal dan cicilan, Prabowo datang sekitar pukul 02.00 WIB pada Rabu, 24 Desember 2025. Ia melangkah ke Gedung Jampidsus Kejaksaan Agung seperti tokoh utama film epik yang sengaja muncul di adegan paling tidak masuk akal. Di lobi, uang Rp6,625 triliun ditumpuk setinggi kurang lebih dua meter, pecahan Rp100 ribu semua, dibungkus plastik bening, merah menyala, lebih dramatis daripada dekorasi Lebaran. Itu bukan sekadar uang, itu puisi visual tentang dosa yang akhirnya pulang ke kas negara.

Prabowo lalu berpidato. Bukan pidato basa-basi. Ini pidato orang yang kelihatannya lupa, tubuh manusia butuh istirahat. Ia bicara tentang korupsi sebagai kebocoran darah bangsa. Tentang negara yang bisa kolaps jika kekayaannya terus mengalir keluar. Tentang ancaman kekuatan asing yang ingin mencuri sumber daya alam Indonesia. Dengan nada tanpa kompromi, ia menyatakan siap mati demi rakyat Indonesia.

“Kalau badan manusia tiap hari bocor sekian cc, badan itu kolaps. Negara sama” tegasnya.

“Kalau saya bicara kekuatan asing, saya diketawain, saya tidak peduli. Saya dipilih, saya dilantik oleh rakyat Indonesia, saya akan mati untuk rakyat Indonesia”. Luar biasa pidato beliau.

Data tentu tidak main-main. Dari Rp6,625 triliun itu, sekitar Rp2,34 triliun berasal dari denda administratif kehutanan yang ditagih Satgas Penertiban Kawasan Hutan. Sementara Rp4,28 triliun lainnya adalah hasil sitaan perkara korupsi yang ditangani Kejaksaan RI. Ini bukan angka khayalan motivator. Ini uang nyata yang membuat kalkulator berkeringat. Uang yang dikembalikan setelah negara bertahun-tahun dicopet dengan sopan.

Malam itu juga dipamerkan prestasi yang bikin target malu sendiri. Dalam 10 bulan, Satgas PKH berhasil menguasai kembali kawasan hutan dan perkebunan seluas 4.081.560,58 hektar, lebih dari 400 persen target awal. Nilai indikasi lahannya lebih dari Rp150 triliun. Dari luas itu, 2.482.220,343 hektar sudah diserahkan, termasuk 1.708.033,583 hektar kebun sawit yang dikelola PT Agrinas Palma Nusantara, 688.427 hektar kawasan konservasi untuk dipulihkan, dan 81.793 hektar Taman Nasional Tesso Nilo yang akan dihijaukan kembali. Bahkan hutan pun akhirnya dapat kesempatan kedua.

Para pejabat lengkap hadir, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, dan lainnya, berdiri seperti saksi sejarah bahwa negara bisa tegas sambil kurang tidur. Tentu semua ini simbolik, karena uangnya nanti kembali ke rekening negara. Tapi simbol jam dua subuh itu mahal. Pesannya jelas, perang melawan korupsi tidak mengenal jam kantor. Ayah Didit Hediprasetyo ini, dengan segala dramanya, memilih waktu ketika dunia terlelap untuk berkata lantang, negara ini sedang bangun, dan ia di depan, sendirian melawan kantuk, demi Indonesia.

Negara tidak boleh mengantuk ketika rakyatnya dirampok. Ketika seorang presiden rela berdiri di depan gunungan uang sitaan saat tubuh manusia normalnya menyerah pada kantuk, publik diajak memahami bahwa kejujuran, kedaulatan, dan keberanian memang menuntut pengorbanan, bahkan waktu tidur.(*)

 

 

 

  • Penulis: Rosadi Jamani

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bank NTT Kucurkan Pinjaman Daerah Rp.150 Miliar bagi Pemprov NTT

    Bank NTT Kucurkan Pinjaman Daerah Rp.150 Miliar bagi Pemprov NTT

    • calendar_month Kam, 19 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) mengucurkan pinjaman daerah sebesar Rp.150 Miliar untuk Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur yang diperuntukkan bagi 15 paket pembangunan jalan provinsi sepanjang 108 km. Tahapan realisasi pencairan dana pinjaman daerah diawali dengan Penandatanganan Pinjaman Daerah antara Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan Direktur […]

  • 22 Perwira Tinggi TNI Naik Pangkat, Satunya Asal NTT

    22 Perwira Tinggi TNI Naik Pangkat, Satunya Asal NTT

    • calendar_month Jum, 5 Jul 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta | Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto menerima Laporan Korps kenaikan pangkat 22 Perwira Tinggi (Pati) TNI, bertempat di Aula Gatot Soebroto, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur pada Jumat, 5 Juli 2024. Panglima TNI mengingatkan bahwa  kenaikan pangkat ini bukan  hadiah yang diterima dengan biasa-biasa saja, karena banyak perwira-perwira yang berkeinginan naik pangkat atau […]

  • DPR RI Ketok Palu Sahkan Batas Usia Perkawinan Jadi 19 Tahun

    DPR RI Ketok Palu Sahkan Batas Usia Perkawinan Jadi 19 Tahun

    • calendar_month Sel, 17 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) sebagai Lembaga Legislasi telah membuat sejarah bagi Bangsa dan 80 juta anak Indonesia dengan melakukan terobosan progresif melalui pengesahan RUU Perubahan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. “Batas minimal umur perkawinan bagi perempuan dan laki-laki dipersamakan, yaitu 19 tahun,” ujar Menteri Pemberdayaan […]

  • Wolter Sedo Dapat Motor Gratis dari Bank NTT

    Wolter Sedo Dapat Motor Gratis dari Bank NTT

    • calendar_month Sab, 26 Mar 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Bank NTT Kantor Cabang Utama Kupang menyerahkan 1 (satu) unit sepeda motor Yamaha Nmax kepada nasabah atas nama Wolter Anderson Sedo, beralamat di Jalan Poco Ranaka RT 007 RW 002, Kelurahan Kuanino Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Sepeda motor merupakan satu dari berbagai hadiah yang bisa […]

  • Bupati Belu Pimpin Brigade Keliling Kota Imbau Tertib Prokes Covid–19

    Bupati Belu Pimpin Brigade Keliling Kota Imbau Tertib Prokes Covid–19

    • calendar_month Jum, 9 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Guna memutuskan mata rantai penyebaran Covid–19 di Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD – KGEH, FINASIM., didampingi Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, M.M. bersama Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Johanes Andes Prihatin, S.E., M.Si. Asisten Administrasi Umum, Drs. Alfredo Pires Amaral memimpin […]

  • Pastor Paroki Halilulik Apresiasi Kinerja Polsek Tasbar Saat Bulan Rosario

    Pastor Paroki Halilulik Apresiasi Kinerja Polsek Tasbar Saat Bulan Rosario

    • calendar_month Sel, 1 Nov 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Loading

    Belu, Garda Indonesia | Paroki Roh Kudus Halilulik, Keuskupan Atambua, yang terletak di Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui pastor paroki Rm. Febronius Fenat, Pr. mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Belu, AKBP Yosep Krisbiyanto atas keterlibatan aktif pihak kepolisian melalui Kapolsek Tasifeto Barat, IPDA Sam Ihim bersama para […]

expand_less