Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pertanian Perkebunan » Produksi Padi NTT Meningkat, Dari Kupang Menuju Swasembada Pangan

Produksi Padi NTT Meningkat, Dari Kupang Menuju Swasembada Pangan

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 16 Feb 2026
  • visibility 350
  • comment 0 komentar

Loading

Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Wanda menyampaikan capaian Pemprov NTT meraih Pin Penghargaan Swasembada Pangan Nasional dari Kementerian Pertanian RI pada Januari 2026 atas peningkatan signifikan produksi padi.

 

Manusak | Sektor pertanian memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kedaulatan negara, terutama dalam upaya memperkuat ketahanan pangan. Berdasarkan laporan Kementerian Pertanian tahun 2020, padi merupakan tanaman pangan yang memiliki jumlah produksi terbesar di Provinsi NTT dengan total produksi mencapai 1,09 juta ton pada tahun 2017 atau berkontribusi sebesar 1.34 persen dari total produksi padi nasional.

Sektor pertanian di Provinsi NTT memiliki kontribusi penting bagi masyarakat. Namun, pengembangan sektor pertanian perlahan terlupakan karena sering dianggap sebagai unsur penunjang dalam perekonomian. Oleh sebab itu, pengembangan sektor pertanian yang lebih masif perlu dilakukan karena dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi kesenjangan pembangunan wilayah.

Salah satu upaya implementasi ketahanan pangan tersebut yakni dilaksanakan Gerakan Tanam Padi Serentak se-Provinsi Nusa Tenggara Timur Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan. Kegiatan ini dipusatkan di Desa Manusak, Kecamatan Kupang Timur – Kabupaten Kupang pada Senin pagi, 16 Februari 2026.

Hadir Gubernur NTT, Melki Laka Lena bersama Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, Ketua DPRD NTT, Emi Nomleni, Bupati Kupang, Yosef Lede, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Bily Oemboe Wanda, Perwakilan Kementerian Pertanian RI, TNI/POLRI, Para Penyuluh Pertanian serta Kelompok Tani dan juga Rektor Undana Prof. Dr. Jefri Semuel Bale, bersama para mahasiswa.

Gerakan tanam padi serentak pada Senin pagi, 16 Februari 2026 di Manusak Kabupaten Kupang. Foto : Gerald

Gubernur NTT Melki Laka Lena mengungkapkan Gerakan Tanam Padi Serentak tersebut sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah, kelompok tani, penyuluh pertanian, serta semua pihak yang terlibat dalam mendukung sektor pertanian sebagai fondasi utama perekonomian masyarakat. ”Melalui gerakan tanam serentak ini juga, kita bisa memuliakan para petani. Para petani adalah para pejuang-pejuang memberikan dampak langsung bagi keberlangsungan hidup kita sekalian. Karena melalui petani maka kita bisa makan dan menikmati berbagai jenis menu di meja makan kita, maka perlu kita maknai bahwa petani adalah pahlawan bagi kita sekalian,” jelasnya.

Gubernur Laka Lena menggambarkan progres capaian produksi gabah kering giling (GKG) di NTT yang hampir mencapai 1 juta ton di tahun 2025. ”Tahun 2025 produksi GKG itu hampir 1 juta ton, dengan angka 968.324 ton GKG. Produksi ini meningkat sebesar 260.532 ton GKG atau 36,81% dari tahun sebelumnya. Selanjutnya produksi beras Tahun 2025 sebesar 567.178 Ton mengalami peningkatan sebesar 152.602 Ton (35,38%) jika dibandingkan dengan Tahun 2024 sebesar 414.576 Ton. Peningkatan produksi beras tahun 2025 turut berdampak positif bagi peningkatan penyerapan beras oleh perum Bulog di NTT sebanyak 6.056 ton,” paparnya.

Ia pun memberikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian RI, terutama Menteri Pertanian, Amran Sulaiman yang senantiasa menaruh perhatian maksimal terhadap kebutuhan para petani di daerah termasuk Nusa Tenggara Timur.

Sejurus, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma juga mendorong strategi adaptasi sektor pertanian tidak saja hanya dengan komoditi padi melainkan juga dengan produksi sorgum atau jagung. Hal tersebut disampaikan beliau saat memberi arahan kepada Bupati Sabu Raijua dan jajaran.

Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma memberkati bantuan benih padi kepada petani. Foto : Gerald

Sementara itu, Bupati Kupang, Yosef Lede menargetkan produksi padi tahun 2026 menjadi 100.000 ton. ”Kita ingin tahun ini kita bisa produksi sampai 100.000 ton dibandingkan tahun lalu sebanyak 87.000 ton,” jelasnya.

Ia menambahkan, pentingnya upaya mekanisasi dan sistem brigade alsintan. Strategi yang diterapkan mencakup penggunaan sistem “brigade” untuk alat mesin pertanian (alsintan), program cetak sawah rakyat, dan optimalisasi lahan tadah hujan. Selain itu, pemerintah Kabupaten Kupang juga tengah menyiapkan regulasi untuk pembentukan BUMD Agrobisnis guna menjamin stabilitas harga hasil panen petani. Inisiatif ini juga dipersiapkan untuk memastikan seluruh kebutuhan pangan berasal dari hasil produksi petani lokal di Kabupaten Kupang.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Bily Oemboe Wanda melaporkan Pemerintah Provinsi NTT pada tahun 2026 menargetkan peningkatan luas tanam padi sebesar 7,90% (273.800 ha) dari tahun 2025 seluas 253.700 ha dengan target produksi padi sebesar 1.186.456 Ton GKG dan produksi beras 694.944 Ton. Hal tersebut didasarkan untuk memenuhi rata-rata kebutuhan beras NTT di kisaran 650.000 ton/tahun.

Ia juga menjelaskan capaian Pemerintah Provinsi NTT yang meraih Pin Penghargaan Swasembada Pangan Nasional dari Kementerian Pertanian RI pada Januari 2026 atas peningkatan signifikan produksi padi. ”Untuk pencapaian produksi tersebut, oleh Kementerian Pertanian memberikan Pin Swasembada bagi 5 (lima) provinsi yaitu Jawa Timur, Jawa Barat, NTT, Banten dan Papua Selatan. Kami juga memberi apresiasi kepada 3 (tiga) Kabupaten dengan produksi padi tertinggi di NTT yaitu Manggarai Barat, Kupang dan Sumba Timur,” jelas Joaz.(*)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ‘Pemegang Saham Kecewa’, Komut Bank NTT : Perlu Orang Tepat di Posisi Tepat

    ‘Pemegang Saham Kecewa’, Komut Bank NTT : Perlu Orang Tepat di Posisi Tepat

    • calendar_month Kam, 7 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Usai mendampingi Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat menyampaikan keterangan pers pada awak media terkait hasil pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) luar biasa dan RUPS tahunan pada Rabu,6 Mei 2020 di Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT; Komisaris Utama (Komut) Bank NTT Juvenile Jodjana, menyampaikan RUPS berjalan dengan baik, hanya dari pemegang […]

  • Karo Humas Pemprov NTT : Hoaks! ODP Meninggal di RS Leona Terpapar Corona

    Karo Humas Pemprov NTT : Hoaks! ODP Meninggal di RS Leona Terpapar Corona

    • calendar_month Kam, 2 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Karo Humas dan Protokol Setda Pemprov NTT sekaligus Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Covid-19 di wilayah Provinsi Nusa Tenggara (NTT), Dr. Jelamu Ardu Marius pada Kamis, 2 April 2020 pukul 14.00 WITA mengklarifikasi berita yang beredar di berbagai platform media sosial tentang perihal meninggal seorang ibu beranak satu asal Baumata […]

  • Tak Hanya Apresiasi Rutan SoE Semakin Asri dan Bersih, Ini Nasihat Merci Jone

    Tak Hanya Apresiasi Rutan SoE Semakin Asri dan Bersih, Ini Nasihat Merci Jone

    • calendar_month Sab, 13 Nov 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Loading

    SoE, Garda Indonesia | Kakanwil Kemenkumham NTT, Marciana Dominika Jone saat mengunjungi Rutan SoE, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) pada Sabtu, 13 November 2021; mengapresiasi kinerja dan terobosan yang dilakukan Kepala Rutan SoE, Nixon Osingmahi. Rutan SoE mampu diubah oleh Nixon Osingmahi, dari tempat yang dianggap angker menjadi asri, bersih dan nyaman. “Saya sangat mengapresiasi […]

  • Tempat Cuci Tangan dari Rotary Club untuk NTT, Dorong Budaya Cuci Tangan

    Tempat Cuci Tangan dari Rotary Club untuk NTT, Dorong Budaya Cuci Tangan

    • calendar_month Ming, 18 Okt 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sebagai wahana edukasi budaya cuci tangan dan meminimalisir penyebaran Covid-19, maka Rotary Club Kupang Central kembali mendistribusikan 5 buah tempat cuci tangan permanen kepada 5 institusi pendidikan yakni Rumah Sejuta Mimpi – Naimata (tempat belajar anak2 putus sekolah), SMP Surya Mandala ( sekolah gratis yang didirikan oleh Yoseph Bikokolong, seorang pemulung), […]

  • LPSK Cabut Perlindungan Darurat kepada Tersangka Bharada E

    LPSK Cabut Perlindungan Darurat kepada Tersangka Bharada E

    • calendar_month Sen, 15 Agu 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Keputusan bulat terkait status perlindungan darurat yang semula diberikan kepada tersangka Bharada E akhirnya dicabut Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Ketua LPSK, Hasto Atmojo Suroyo menjelaskan, langkah tersebut diputuskan dalam Rapat Paripurna (Sidang Mahkamah) LPSK yang dihelat pada Senin pagi, 15 Agustus 2022 di Gedung LPSK. “Menurut catatan kami, Bharada […]

  • Jelang Pemilu 2019 Banyak Hoaks Beredar; Bamsoet: “Jangan Terlibat”

    Jelang Pemilu 2019 Banyak Hoaks Beredar; Bamsoet: “Jangan Terlibat”

    • calendar_month Kam, 24 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Loading

    Banjarnegara, gardaindonesia.id | Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta segenap elemen masyarakat mencegah serta tidak terlibat dalam pembuatan dan penyebaran berita bohong (hoaks) serta ujaran kebencian. Jelang pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019, potensi penyebaran hoaks dan ujaran kebencian cenderung meningkat. “Berdasarkan data Kementerian Kominfo, jelang Pemilu 2019 berita hoax mengalami peningkatan setiap bulannya. Dari awal […]

expand_less