Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Sampai Kapan Covid-19 Berakhir

Sampai Kapan Covid-19 Berakhir

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 11 Okt 2020
  • visibility 112
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Dra. Bernadeta Meriani Usboko, M.Si. Staf Ahli Gubernur NTT Bidang Kesra

Saat ini seluruh belahan bumi resah karena tidak pasti masa tinggalnya Covid-19. Ibarat anak manusia, kehadirannya sangat dirindukan dan menggemaskan. Berbeda dengan makhluk yang satu ini. Besarnya tak terlihat mata telanjang, keberadaannya tidak disadari dan kejamnya melebihi bom nuklir. Sakit, takut, gelisah dan sangat meradang hadirnya.

Dalam permenungan panjang kupandangi langit biru yang begitu tenang dan dalam batin aku bertanya, Covid-19 mengapa kau harus datang, mengapa planet bumi ini juga dihuni olehmu dan mengapa engkau enggan pergi, ini salah dan dosa siapa?. Tuhan…masih adalah setitik cinta-Mu untuk kami?.

Banyak berita yang aku perolehi dan perdebatan silih berganti memenuhi benakku, benakmu dan benak mereka tentang ketidakpastian kapan Covid-19 berakhir. Beradaptasi dengan kebiasaan baru merupakan pilihan tepat akan kehadiran Covid-19. Beradaptasi dengan kebiasaan baru protokol kesehatan perlu didisiplinkan, kerja sama semua pemangku kepentingan sangat penting. Di samping itu, dialog dan diskusi dengan berbagai pihak, membangun kemitraan, juga penting untuk belajar dari berbagai pengalaman dalam menyikapi makhluk yang satu ini, juga perlu sinergi dalam pencegahan dan penanganannya bahkan kerja sama antar wilayah dan negara.

Ini tantangan besar dan berat, kesehatan dan ekonomi perlu diseimbangkan dengan tepat. Bagaimana orang sakit dapat bekerja mencari nafkah, bagaimana memenuhi kebutuhan pokok?. Bagaimana dapat bekerja bebas dan bukan hanya bersuara bebas?. Tidak dapat mungkiri, kita harus dapat bekerja, kebutuhan harus tercukupi dan itu vital.

Ketika pemerintah melonggarkan kebijakan seperti tempat kerja, pasar, rumah ibadah bahkan sebentar lagi pilkada serentak kemungkinan besar angka Covid-19 naik dan muncul kluster baru. Untuk mencegahnya, selain taat protokol kesehatan, sangat diperlukan komunikasi, informasi dan edukasi terutama bagi masyarakat yang tak terjangkau dan tak terlayani yang minim informasi.

Perlu ditingkatkan kewaspadaan antara orang yang satu dengan orang yang lain. Kita tidak tahu apakah pada diri kita, orang lain juga demikian dan atau pada orang yang barusan ketemu. Waspada itu penting kata bang Napi, demikian pula kita dalam mewaspadai pergerakan Covid-19.

Mencermati maraknya penularan covid-19 yang diperoleh dari berbagai media dan tercatat tentang NTT dari Pusdalops NTT (Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTT), kasus positif Covid-19 hingga Minggu, 11 Oktober 2020, terkonfirmasi 565 kasus, masih dirawat 205 pasien, sembuh 353 orang dan meninggal 7 orang; Probable 1 kasus, sembuh 1 dan meninggal 6 orang; Suspek saat ini 65 orang, sembuh 2.309, meninggal 26 orang; Kontak Erat saat ini 976 orang, dan selesai 3.884 orang.

Berita tentangnya terus menyusul entah kapan akan surut dan berakhir, karena itu, kita harus waspada dan taati protokol kesehatan. Kita mesti berkomitmen dengan menjaga diri sendiri dan orang-orang tercinta kita di rumah, tempat kerja dan lingkungan di mana kita berada. Berkaitan dengan hal tersebut di atas, langkah yang telah dilakukan antara lain menaati regulasi linier dan bersinergi dari pusat sampai daerah, protokol kesehatan (pemakaian masker, mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer, jaga jarak), lockdown, pembatasan sosial berskalah besar (PSBB), pembatasan penumpang dan Pool Test.

Dalam rangka menghambat lonjakan penularan Covid-19 dan mendukung masyarakat NTT kembali pada zona hijau, maka diseminasi informasi sebagai berikut :

Pertama, Perbanyak frekuensi penyebaran informasi positif singkat, padat dan jelas dalam berbagai bentuk (selebaran, poster, siaran radio, folder, cerita berseri seperti hidup sehat bebas corona, diskusi, talk show) ke seluruh pelosok secara terpadu dan berkesinambungan;

Kedua, Penyebaran informasi dapat menggunakan/memanfaatkan Lembaga keagamaan/rumah ibadah, tempat-tempat umum dan strategi dengan menggunakan papan reklame, spanduk dan videotron;

Ketiga, Perketat patroli, ronda, penjagaan tempat-tempat strategis dari kerumunan orang banyak dan pemberian sanksi yang dapat memberi efek jerah;

Keempat, Batasi penumpang darat, laut dan udara baik masuk maupun keluar dari dan ke NTT termasuk kabupaten dan kota;

Kelima, Batasi aktivitas masyarakat pada jam malam di luar rumah;

Keenam, Setiap lembaga pemerintah, swasta, sekolah, toko-toko, warung/rumah makan, tempat umum dan setiap rumah wajib menjalankan protokol kesehatan dengan menyiapkan sarana cuci tangan, hand sanitizer dan menggunakan masker;

Ketujuh, Informasi yang disampaikan bersumber dari instansi yang berwenang dan dapat dipertanggungjawabkan kemudian disebarluaskan oleh dan untuk semua;

Kedelapan, Informasinya dikemas menarik, isinya singkat, padat dan jelas disertai gambar untuk mendukung masyarakat yang belum melek huruf;

Kesembilan, Selain informasi pencegahan Covid-19, informasikan juga pola hidup sehat seperti hindari stres, perbanyak minum air panas, olahraga dan konsumsi Vitamin C serta istirahat yang cukup.

Kesepuluh, Masalah Covid-19 sangat berdampak pada ekonomi masyarakat karena itu, perlu mencari solusi terbaik dan terpadu, secara khusus memberi perhatian kepada masyarakat yang bekerja serabutan melalui keterampilan hidup yang terorganisir dengan baik dan pendampingannya dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini instansi yang punya kewenangan dengan melibatkan tokoh kunci setempat.

Permenunganku berlanjut … Sampai kapankah gerangan, hati kami mendung dikerandakan Covid-19. Koyakkan hatimu dan bukan bajumu, kita bersatu dan angkat hati. Teringat aku pada bacaan Kitab Suci 1 Raja-Raja 17 : 7-24 tentang Elia dan janda di Sarfat. Kusimak bacaan tersebut, ternyata Iman dan kepercayaan yang menyelamatkan. Tuhan kami percaya Engkau berkuasa atas segalanya, jika Engkau membuka tingkap langit dan mencurahkan berkat tidak ada yang dapat menutupnya atau sebaliknya.

Terima kasih Tuhan kami masih diberi waktu untuk berbenah. Kuatkan dan sertai kami dalam situasi ini. Hanya kepada Tuhan kami berharap dan berpasrah. Suara Ryan Lasso dengan judul lagu Waktu Tuhan Pastilah Yang Terbaik, menyadarkan lamunanku. (*)

Foto utama (*/istimewa)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menteri Pendidikan Larang Pelajar SD Main Game Roblox

    Menteri Pendidikan Larang Pelajar SD Main Game Roblox

    • calendar_month Kam, 7 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 316
    • 0Komentar

    Loading

    Pemerintah telah meluncurkan Program Tunas dan menerbitkan PP Nomor 17 Tahun 2025 untuk memperkuat perlindungan anak di ruang digital.   Jakarta | Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, melarang pelajar sekolah dasar (SD) bermain Roblox karena platform tersebut dinilai mengandung unsur kekerasan dan kata-kata tidak pantas yang bisa berdampak negatif pada perkembangan anak. Menurutnya, […]

  • Pengamen Cilik Jakarta

    Pengamen Cilik Jakarta

    • calendar_month Sab, 4 Feb 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Roni Banase Pada Selasa malam, 6 Desember 2022 sekitar pukul 21.35 WIB, saya menyempatkan diri makan malam di salah satu warteg terkenal di jalan Biak, daerah Cideng, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat. Suguhan kuliner warteg ini khusus untuk masakan khas olahan daging Kambing dan Sapi. Dan di lokasi inilah, saya bertemu dengan seorang pengamen […]

  • IMO-Indonesia Dorong Anggota Media Berbadan Hukum & Miliki Sertifikat UKW

    IMO-Indonesia Dorong Anggota Media Berbadan Hukum & Miliki Sertifikat UKW

    • calendar_month Kam, 20 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ketua Umum Ikatan Media Online (IMO) Indonesia, Yakub Ismail meminta kepada seluruh jaringan media online khususnya anggota perusahaan media yang tergabung agar memerhatikan dua hal pokok, yakni soal legalitas media dan kompetensi pewarta. “Memang kalau kita perhatikan perkembangan media online belakangan ini cukup pesat. Namun, yang perlu diperhatikan adalah soal status […]

  • Ketum IMO : Rutan ‘Justice Collaborator’ Harus Jadi Prioritas Negara

    Ketum IMO : Rutan ‘Justice Collaborator’ Harus Jadi Prioritas Negara

    • calendar_month Rab, 24 Agu 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ketua Umum Ikatan Media Online (Ketum IMO) Indonesia, Yakub F. Ismail menyambut baik rencana pembangunan rumah tahanan (rutan) khusus bagi justice collaborator. Rencana yang semula diajukan Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Hasto Atmojo Suroyo ini sebelumnya telah disetujui oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly. Namun, hingga kini […]

  • Lima Arahan Presiden Jokowi ke Polri

    Lima Arahan Presiden Jokowi ke Polri

    • calendar_month Sab, 15 Okt 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 183
    • 1Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo menyampaikan 5 (lima) arahan kepada jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), mulai dari para pejabat utama Mabes Polri, kepala kepolisian daerah (kapolda), hingga kepala kepolisian resor (kapolres) seluruh Tanah Air di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 14 Oktober 2022. Arahan pertama Presiden Jokowi adalah agar Polri memperbaiki apa […]

  • Dua Kali Gempa Bumi Guncang Sukabumi, Sejumlah Rumah Rusak

    Dua Kali Gempa Bumi Guncang Sukabumi, Sejumlah Rumah Rusak

    • calendar_month Sel, 10 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Loading

    Sukabumi, Garda Indonesia | Gempa bumi dengan magnitudo 4,9 mengguncang wilayah Sukabumi, pada Selasa,10 Maret 2020 pukul 17.18 WIB. Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pusat gempa tersebut berada pada koordinat 6.81 LS dan 106.66 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 23 kilometer arah Timur Laut Kota Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Provinsi […]

expand_less