Arsip Tag: badan narkotika nasional

Presiden Jokowi Lantik Irjen Pol Petrus Golose Jadi Kepala BNN RI

64 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo pada Rabu, 23 Desember 2020, melantik Irjen Pol. Dr. Petrus R. Golose sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) di Istana Negara, Jakarta.

Pengangkatan Kepala BNN dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 203/TPA Tahun 2020 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dari dan Dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Utama di Lingkungan Badan Narkotika Nasional.

Petrus R. Golose lahir di Manado pada 27 November 1965. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1988 sebelum menamatkan pendidikan sarjana di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian tahun 1998 dan magister manajemen di tahun 2002.

Presiden Jokowi memberikan selamat kepada Kepala BNN dan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM)

Di samping itu, turut dilantik Hartono sebagai Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Badan Restorasi Gambut diangkat berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 78/M Tahun 2020 tentang Pengangkatan Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove.

Hartono menamatkan pendidikan kehutanan di Universitas Gadjah Mada pada tahun 1981. Ia melanjutkan pendidikan pascasarjananya dalam bidang Pengelolaan Sumber Daya Alam di Universitas Edinburgh Inggris pada 1998.

Acara pelantikan yang didahului dengan pelantikan menteri dan wakil menteri Kabinet Indonesia Maju Sisa Masa Jabatan Periode Tahun 2019—2024 tersebut diakhiri dengan pemberian ucapan selamat oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin untuk kemudian diikuti para tamu undangan terbatas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.(*)

Sumber berita dan foto (*/BPMI Setpres)

Editor (+roni banase)

Kepala BNN RI Beri Kuliah Umum & Tanda Tangan MoU dengan Undana

278 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Komjen Pol. Drs. Heru Winarko, S.H., berkunjung ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam lawatannya Kepala BNN RI berkesempatan memberikan kuliah umum di Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNN RI menandatangani nota kesepahaman bersama (MoU) bersama dengan Rektor Undana Prof. Ir. Fredik L. Benu, M.Si., Ph.D. Selain itu penandatanganan juga dilakukan oleh Kepala BNN Provinsi NTT, Brigjen Pol. Teguh Iman Wahyudi, S.H. bersama dengan Wakil Rektor Undana bidang Kemahasiswaan, Dr. Drs. Siprianus Suban Garak, M.Sc.

Kepada Rektor Undana, Heru menyerahkan gambar jenis-jenis narkoba untuk disosialisasikan kepada mahasiswa. Fred Benu pada saat menerima gambar tersebut langsung menyerahkan kepada Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dengan pesan untuk dapat menjalankan tugas tersebut.

“Ini adalah tanggung jawab Bapak, silakan dikerjakan,” ujar Benu kepada Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Undana.

Pada saat menyampaikan materi di depan 1.000 lebih mahasiswa Undana dari 14 Fakultas, Kepala BNN RI mengatakan bahwa ada 803 jenis narkoba New Psychoactive Substances (NPS) di dunia dan untuk Indonesia terdapat 74 jenis narkoba NPS. Dari 74 jenis tersebut, sebanyak 72 jenis sudah terdaftar dalam Permenkes Nomor 20 Tahun 2018.

“Jadi ada 2 jenis yang belum terdaftar di Permenkes,” ujar Heru pada Senin, 28 Oktober 2019 di Aula Rektorat Lama Undana Kupang.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Komjen Pol. Drs. Heru Winarko, S.H., saat melantunkan lagu

Di hadapan mahasiswa, Rektor, Wakil Rektor, beberapa Dekan Fakultas dan juga pegawai BNN Provinsi NTT, Heru Winarko secara tegas menyampaikan bahwa narkoba jenis NPS sangat berbahaya.

Guna membangun sinergitas dalam memberantas narkoba di NTT, Kepala BNN RI juga menyematkan PIN relawan anti narkoba kepada 22 mahasiswa secara simbolis.

Heru menyampaikan bahwa para relawan akan diberikan pemahaman terkait narkoba, bahaya dan penyalahgunaan serta tentang penanganannya untuk bisa disosialisasikan baik dalam kampus maupun di luar kampus.

Sementara itu, Rektor Undana, Fred Benu dalam sambutannya mengatakan bahwa Undana sudah secara rutin melakukan tes narkoba bagi setiap mahasiswa baru yang diterima. Dan sejauh ini belum ada mahasiswa yang dinyatakan positif menggunakan narkoba.

Lanjutnya, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan tes narkoba lagi bagi semua mahasiswa untuk mengantisipasi terjadinya penyalahgunaan narkoba. “Sejauh ini saya belum dengar mahasiswa saya menggunakan narkoba. Kalaupun ada saya belum dengar. Dan saya minta kepada Pak Kepala BNN Provinsi, kalau ada mahasiswa saya yang menggunakan narkoba tolong laporkan, saya akan keluarkan, “tegas Benu.

Di akhir kegiatan kuliah umum yang mengangkat tema ‘Menyelamatkan Generasi, Merawat Negeri dari Ancaman Kejahatan Narkoba’, Kepala BNN RI mempersembahkan satu buah lagu kepada seluruh peserta. Para peserta pun hanyut dalam lantunan kata demi kata yang dinyanyikan oleh Komisaris Jenderal Polisi Heru Winarko. (*)

Penulis (*/Joe Tkikhau)
Editor (+rony banase)

Kabar Gembira!, Pecandu Narkoba Lapor Diri ke BNN Tidak Akan Dipidana

347 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Penyalah guna atau masyarakat pecandu narkoba yang melaporkan diri secara sukarela di Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat maupun Provinsi, tidak akan dipidana.

Hal tersebut disampaikan oleh Plt. Kepala Seksi Penguatan Lembaga Rehabilitasi BNNP NTT, dr. Daulat Samosir, ketika ditemui disela-sela pemeriksaan narkoba bagi mahasiswa baru Undana Kupang, Rabu 7 Agustus 2019 di Klinik Pratama Undana Kupang.

Daulat menyebutkan bahwa masyarakat yang secara sukarela melaporkan diri tidak akan dipidana karena yang bersangkutan secara sadar ingin berhenti dari penyalahgunaan narkotika, sehingga harus dibantu dan tidak boleh dipersulit.

“Yang datang melaporkan diri, bahwa saya pecandu, saya penyalahguna narkotika, tolong bantu saya untuk diobati. Kita akan mengakomodir”, tegas Daulat.

Daulat juga menjelaskan bahwa salah satu hal penting bagi masyarakat yang melaporkan diri akan dilakukan rehabilitasi tanpa pemungutan biaya sepeserpun.

Plt. Kepala Seksi Penguatan Lembaga Rehabilitasi BNNP NTT, dr. Daulat Samosir

“Pemerintah sudah menyiapkan anggaran untuk rehabilitasi”, jelas Daulat.

Daulat menambahkan bahwa perlakuan berbeda akan terjadi bagi masyarakat yang tidak mau melaporkan diri untuk mengikuti proses rehabilitasi. Lanjutnya, masyarakat yang tertangkap menyalah gunakan Narkotika akan dipidana sesuai aturan yang berlaku.

“Kalau tidak melaporkan diri dan ditangkap langsung oleh aparat, itu prosesnya panjang dan jelas akan dipidana “, ucapnya.

Sementara untuk proses rehabilitasi itu sendiri, lanjut Daulat, akan dilakukan secara berjenjang mulai dari pemeriksaan, assessmen untuk menentukan terapi yang akan dijalani oleh pecandu Narkotika tersebut.

“Proses rehabilitasi untuk setiap individu yang menyalah gunakan Narkotika berbeda-beda, tergantung dari hasil assesment, yang dilihat dari lama waktu penyalahgunaan dan tingkat kemarahannya”, ujar Daulat.

Dirinya juga menjelaskan bahwa masyarakat bisa melakukan pemeriksaan secara gratis di BNNP NTT, dengan membawa alat pemeriksaan tersendiri dan akan dibantu oleh BNNP NTT.(*)

Penulis (*/Joe Tkikhau)
Editor (+rony banase)